Bab 2

Purple melangkah masuk kedalam rumahnya wanita itu merebahkan tubuhnya di sofa sekedar beristirahat sejenak sebelum ia membersihkan dirinya

Beberapa minggu sudah berlalu semenjak terakhir kali dia bertemu Gery. Purple menghela nafasnya untuk apa juga ia harus perduli toh masih banyak pelanggan lain yang menyewanya

Walau...

Tidak ada yang bisa membuatnya senyaman saat bersama Gery lelaki itu benar-benar membuatnya merasakan hal aneh serta pelukan terakhir mereka waktu itu benar-benar membuat Purple kepikiran.

"Sial!! Untuk apa juga aku peduli, sadarlah hubungan ini hanya sebuah keuntungan belaka aku butuh uang dia butuh tubuhku." guman Purple pada dirinya sendiri. Hal itulah yang selalu ia lakukan saat perasaanya mulai keluar jalur sedangkan dalam pekerjaan nya ini tidak boleh ada perasaan lebih selain gairah dan nafsu jika tidak dia akan hancur.

"Aku lapar....ada baiknya aku makan di luar, aku juga lama tidak jalan-jalan." Ucap Purple yang kembali bangkit kemudian bergegas keluar rasa lapar dan jenuh sedang menganggu maka ini waktunya untuk makan ayam goreng dan beberapa kaleng bir.

Purple berjalan menyusuri area rumahnya sambil sesekali merasakan hembusan angin malam yang terasa lebih hangat dari biasanya

"Tidak!!! Lepaskan aku?" Jerit seorang gadis di jalan dengan penerangan minim. Awalanya Purple tidak perduli toh itu bukan urusannya juga sering ia dapati pasangan yang bertengkar di sana lalu kemudian berdamai  pada akhirnya

"Kumohon jangan, tolong aku...biarkan aku pergi." Jerit gadis itu berganti tangisan putus asa membuat langkah kaki Purple terhenti

Perlahan purple memperhatikan apa yang terjadi ternyata ada beberapa bajingan yang sedang mencoba melecehkan seorang gadis kecil...

"Dasar brengsek miskin, apa tidak mampu menyewa jalang sampe harus melakukan hal menjijikan seperti ini." Guman Purple dengan nada kesal

"Hei....!!!" Teriak Purple dengan nada berani

Gadis dan beberapa lelaki itu menoleh kearahnya tatapan mata lelaki itu berkilat saat melihat Purple yang hanya menggunakan celana pendek dengan t-shirt crop, apa itu aneh? Tidak aneh hanya otak mesum para lelaki itu saja yang sudah akut

"Ada apa cantik? Ingin bergabung," ucap salah satu lelaki itu

Purple menyeringai siapa juga yang mau dengan lelaki seperti mereka

Hello..aku Purple tarif ku bahkan yang paling mahal di antara yang lain

"Tidak aku hanya ingin kalian lepaskan gadis itu." Ucapnya dengan wajah datar.

***

Tuk..tuk..tuk..

Suara ketukan jari lelaki yang kini tengah duduk di sebuah restoran mewah

"Maaf aku terlambat." Ucap seorang lelaki yang langsung mendudukan dirinya di hadapan Gery

"Selalu seperti itu," ucap Gery dengan raut kesal

"Maaf bro kau tau kan aku sedikit kesulitan beradaptasi di sini." Jawab lelaki itu

Gery melirik kearah Logan lelaki yang berpura-pura polos yang ceroboh sungguh membuat Gery muak.

"Kau harus terbiasa, kau tau betapa pentingnya posisi itu kan? Banyak yang menginginkan nya." Ucap Gery dengan raut datar sedangkan Logan hanya tersenyum kecil

"Tenang-tenang...kau tau kan aku tidaklah sebodoh itu." Jawab Logan seolah menganggap remeh semua yang Gery katakan

"Aku tau,maka dari itu aku disini...untuk mengawasimu." Ucap Gery dengan nada serius

"Kenapa kau harus mengawasia aku? Kau kan punya pekerjaan sendiri." Jawab Logan dengan nada yang membuat Gery kesal

"Apa kau merasa hebat? Karena kakek memilihmu sebagai penerus perusahaan?" Cetus Gery membuat tatapan mereka saling bertemu

"Kenapa kau merasa tidak suka dengan pilihan kakek?." Jawab Logan dengan nada dingin kini raut wajah lelaki itu serius

"Ya...pilihan kakek selalu melukaiku."

"Kau selalu menyalahkan kakek, padahal ketidak mampuanmu lah yang melukaimu." Gery meremas sendok ditangannya dengan kuat untuk menahan emosinya

"Apa kau tidak lelah hidup dengan topeng." Cetus Gery

"Maksudmu?" Tanya Logan menelaah apa yang sepupunya itu katakan

"Mengapa kau selaku berpura-pura polos dan lugu?" Tanya Gery

Logan tertawa mendengar apa yang Gery katakan lelaki itu menenggak anggur  dan menatap Gery dengan tatapan yang sulit di jelaskan

"Aku melakukannya untuk bertahan hidup," jawab Logan.

Logan bangkit dari kursinya dan melempar senyum kearah Gery yang hanya menatapnya dingin

"Jadi kau mengundangku makan hanya untuk interogasi, kau membuat selera makanku hilang saja, baiklah aku pergi dulu sampai jumpa di kantor sepupu." Ucap Logan sesaat sebelum pergi meninggalkan Gery

Gery menatap kepergian Logan dengan penuh rasa kesal, Logan selalu   menjadi duri dalam kehidupannya,

****

Purple melangkah santai sambil bersenandung dengan seorang gadis yang setia mengikutinya

"Sudah sampai, setelah ini akan ramai   dan mereka juga tidak akan ada yang mengganggumu lagi." Ucap Purple pada gadis yang masih terlihat takut itu

"Itu...terima kasih kak, kau sudah mau menolongku." Ucap gadis itu

"Tidak perlu berterima kasih, lain kali jangan nekat melewati jalan yang gelap kau tidak tau apa yang ada di sana dan saat kau terjebak mungkin kau tidak akan bisa keluar lagi." Ucap Purple

"Baik...aku hanya sedang mencari ayahku ibuku sedang sakit tapi dia malah membawa pergi uang tabungan utuk berjudi." Ucap Gadis itu sambil menangis,

Purple merasa prihatin dan menepuk pundak gadis itu terkadang hidup memang kejam di saat gadis seusia ini harusnya fokus belajar dan bermain kehidupan malah membawanya ke tempat ini

"Aku harus bagaimana ibuku butuh obat..hikss,hikss dia selalu mengatakan sakit dan aku hanya menjadi orang yang tidak berguna." Rengek gadis itu

"Ini untuk berobat ibumu."ucap Purple sambil menyodorkan

Sejumlah uang kepada gadis itu,

Gadis itu menatap uang dan Purple bergantian

"Uang ini..."

"Ambilah kesehatan ibumu yang terpenting." Ucap Purple. Namun reaksi gadis itu membuat Purple heran dia terlihat takut dan melangkah menjauhi Purple

"Kenapa?" Tanya Purple heran

"Apa..apa kau akan menjualku?" Purple melongok sesaat sebelum akhirnya tertawa dan membuat gadis itu keheranan

"Kau...kau kan." Perkataan gadis itu terhenti saat ia merasa tidak mengatakan apa yang ingin ia katakan

"Kau pikir aku mucikari?" Ucap Purple sambil tertawa wanita itu mengacak pucuk kepala gadis itu

"Aku bukan, tapi aku mengenal seseorang yang seperti itu mau aku kenalkan?" Gurau Purple yang di tanggapi serius oleh gadis itu

"Tidak,aku tidak mau!!"

"Aku hanya bercanda, pergilah ibumu pasti menunggumu simpan uang jangan sampai ayahmu tau." Ucap Purple penuh ketulusan

"Apa kakak serius?" Tanya gadis itu

"Aku serius...dan ingat jangan pernah datang ke tempat seperti itu lagi, yang bisa melindungi masa depanmu hanyalah dirimu sendiri,mengerti."

Gadis itu mengangguk dan perlahan berjalan menjauh meninggalkan Purple

"Jika bukan mucikari lalu apa pekerjaan kakak?" Tanya anak itu dengan raut wajah penasaran

"Aku hanya seorang jalang." Ucap Purple dengan senyum tipis di bibirnya

Ya itulah dirinya...wanita yang terjebak dan tidak memiliki jalan kembali adalah dia sendiri

***

Bab 3

Gery tersenyum saat wanita berambut ombre itu sudah datang dan duduk di depannya,

"Ada apa?." Tanya Purple ketus membuat Gery mengerutkan keningnya

"Tidak biasanya kau bertanya seperti itu kalau kita bertemu." Jawab Gery heran

Purple berdeham menutupi salah tingkahnya buat apa juga dia kesal karena Gery baru menghubungi nya sekarang

"Sadarlah Purple berhenti mempermalukan dirimu sendiri." Batin wanita

"Oke lupakan, apa yang membuatmu meminta bertemu denganku terlebih di restoran bukannya di hotel." Tanya Purple

"Aku hanya ingin bertemu saja, apa tidak boleh?."

Kali ini Purple yang menyeringit dengan tingkah laku Gery

"Kenapa menatapku seperti itu?." Ucap Gery

"Tidak aku hanya rasa kau bertingkah aneh,"

"Aneh? Apanya yang aneh?" Tanya Gery

"Selama ini kau tidak pernah mengajak bertemu selain di hotel, wajar bukan aku merasa heran." Jawab Purple

"Rachel..." Panggil Gery dengan raut wajah serius kedua tangan lelaki itu terulur dan menggenggam lembut tangan Purple,

"Apa?." Tanya Purple dengan wajah bingung, Purple mencoba menarik tangannya namun lelaki itu mengeratkan genggamannya

"Ada apa denganmu?." Purple merasa tidak nyaman dengan sikap Gery bukan dia tidak suka hanya saja dia takut terbawa perasaan dan berakhir jatuh hati pada lelaki ini.

"Aku membutuhkanmu.." ucap Gery dengan wajah putus asa, di saat bersamaan jantung Purple berdebar kencang

Apa maksudnya? Apa dia merindukanku? Atau menyukaiku?

Kilat mata Purple berubah terbesit harapan besar akan perasan Gery untuknya

"Apa? Kau membutuhkanku, katakan dengan jelas." Pinta Purple

"Aku membutuhkanmu, aku tidak memiliki siapapun yang bisa aku percayai hanya kau. Maka itu kumohon Rachel.." Gery menatap wajah Purple dalam sedangkan wanita itu tanpa sadar semaki larut alam perasaan dan harapan nya

"Jadilah orangku." Ucap Gery

"Orang mu?"

"Jadilah senjataku, maka aku akan membayar mu dengan sangat mahal." Lanjut Gery

Sedangkan saat itu juga pikiran Purple terhenti seakan tidak ingin memahami apapun yang lelaki itu katakan

"Rachel...apa kau mendengarkan aku." Seru lelaki itu saat melihat tatapan kosong wanita yanga ada di depannya itu

"Katakan apa yang kau inginkan agar kau mau membantuku." Tidak ada jawaban apapun wanita itu hanya diam mematung seolah rohnya entah pergi kemana

"Rachel... Rachel.... Purple." Panghilan Gery akhirny menyadarkan Purple dari segala pikirannya

"Ya aku Purple.." guman Wanita itu tanpa semangat

Sebenarnya apa yang ia harapkan dari hubungannya dan Gery, dia hanya wanita hina dari tempat kotor apa yang membuatnya begitu percaya diri bahwa lelaki ini menyukainya

Bagi wanita sepertinya tidak ada kepercayaan bahwa ada yang akan menyukainya dengan tulus, semu hanya menginginkan tubuhnya.

"Ada apa denganmu,kau sakit." Ucap Gery khawatir. Tangan lelaki itu terulur hendak memeriksa kening Purple namun dengan cepat wanita itu mengelak

Tidak lagi,dia tidak ingin menyakiti dirinya dengan harapan palsu sekali lagi, semu yang lelaki itu lakukan tidaklah tulus itu semua hanya kepalsuan itulah yang coba Purple tanamkan di pikirannya saat ini

"Aku baik-baik saja." Jawab wanita itu

"Bagaiman apa kau menerima permintaanku, aku akan bayar berapapun agar kau mau membantuku." Ucap Gery

Purple menatap dalam manik lelaki itu,sebelum akhirnya mengulas senyum manisnya

"Tentu saja, tapi bisakah katakan lebih jelas apa yang sebenarnya kau rencanakan.?." Jawab Purple. "Aku harus tau lebih dulu apa yang akan kau lakukan agar aku bisa menaruh tarif ku." Lanjut wanita itu.

"Aku ingin kau menaklukan seorang lelaki dan buat dia jatuh cinta padamu." Ucap Gery

"Hanya itu?."

Gery menyeringai seolah memberi jawaban lain atas pertanyaan yang Purple berikan.

"Tentu tidak sesederhana itu."

***

Purple melangkah masuk kesebuah restoran mewah yang sudah Gery siapkan untuknya. Purple melangkah anggun membuat beberapa pelanggan disana menatap takjub kearahnya

"Siang Nona," sapa salah satu pelayan restoran

"Aku ada janji di meja 6 atas nama Logan." Ucap Purple tanpa melepas senyum anggunnya tidak ada lagi rambut ombre ungu dan abu-abu kini wanita itu berubah 180°

Riasan elegan, pakaian yang anggun serta rambut berwarna coklat yang tanpa terpikirkan sangat cocok  untuknya

"Baik, silahkan ikut saya Nona."

Purple berjalan sambil sesekali mengamati interior restoran itu. Gila! Ini sangat mewah bahkan meja yang dipesan untuknya ternyata adalah sebuah ruangan khusus

Purple duduk dengan anggun sambil sesekali tersenyum kecil ia penasaran seperti apa Seorang Presdir dari sebuah perusahaan sebesar LzT. Jika Gery yang hanya seorang direktur saja bisa sekaya itu apa lagi seorang Presdir kini pikiran Purple beralih pada sosok Logan jika dia masih kerabat Gery maka pastilah dia sangat Tampan mengingat Gery saja sudah seperti dewa Yunani dengan wajah tampan dan tubuh atletis.

Sial!!

Bisa-bisanya dia membayangkan tubuh polos Gery di saat seperti ini.

Purple mengipas wajahnya yang memanas akibat pikiran kotornya

Sendiri dan tanpa dia sadari seorang lelaki sedang melangkah masuk dan duduk di depannya...

"Nona..Rachel?" Ucap lelaki itu penuh keraguan

Sedangkan Purple hanya menatap bingung kearah lelaki yang sedang duduk di depannya itu

"Anda?"

"Itu....saya,.."

"Apa anda salah satu bawahan Tuan Logan?" Ucap Purple pada lelaki berhodie hitam dengan kacamata itu

"Apa?"

"Apa Tuan Logan sibuk," ucap Purple

"ah sayang sekali kupikir aku bisa  menemui nya." Sambung Purple dengan nada kecewa

"Maaf Nona Rachel, tapi saya adalah Logan," ucap lelaki itu sambil menyodorkan tangannya

Sedangkan Purple menatap lelaki itu dengan tatapan tidak menyangka

Holy shit!!

Dia Logan? Dia? Lelaki yang sedang duduk di depanku ini?

"Senang bertemu denganmu Nona Rachel." Ucap Logan

Purple tersenyum kecil tidak ada salah satupun dari ekspetasi nya yang ada pada Logan bagaimana bisa Gery dan lelaki di depannya ini bersaudara

"Maaf, saya pikir anda bukan Tuan Logan." Ucap Purple dengan canggung

"Oh iya saya belum memperkenalkan diri  saya secara formal, Saya Rachel Aghata senang bisa bekerja. Mulai hari ini saya akan bekerja sebagai asisten pribadi anda." Ucap Purple sambil sedikit membungkuk dan sengaja memperlihatkan belahan dadanya pada Logan.

" Nona Rachel..." Panggil Logan

"Ya Tuan."

" Itu .... kancing bajumu terlepas." Ucap Logan sesaat sebelum ia pergi meninggalkan Purple yang hanya melongo melihat sikap cuek dan datar Logan seolah lelaki itu tidak tertarik pada belahan dada Rachel

"Apa...apa,Dia Homo?" Guman wanita itu

Rachel berjalan membuntuti Logan dari belakang sambil menilai lelaki itu dari atas sampai bawah

"Tubuhnya tinggi,kakinya panjang dan bahunya juga lebar,kulitnya kecoklatan tapi seksi...sayang wajahnya tidak terawat apa dia jarang mandi?" Batin Rachel

"Nona Rachel,"

Duk...

"Aww..."pekik Rachel saat menabrak dada bidang Logan yang tiba-tiba berhenti dan berbalik kearahnya hanya sesaat sebelum Rachel malah kagum dengan beberapa otot keras lelaki itu no

"Wah,dadanya keras berotot,apa dia sering fitness,aku penasaran apa perutnya juga keras? Ah aku raba saja mumpung dalam posisi seperti ini." Pikiran kotor wanita itu kembali bersarang.

"Maaf Nona Rachel, tapi mau berapa lama kau bersandar di sana?" dengan cepat Rachel  membenarkan posisinya dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa

"Maaf Tuan, silahkan lanjutkan apa yang ingin anda katakan."

"Apa kau berpengalaman?"

"Pengalaman?"

Rachel terlihat sedikit berpikir jika di pikir-pikir dia sangatlah berpengalaman dalam "pekerjaanya"

"Saya sangat berpengalaman." Jawab wanita itu  dengan penuh keyakinan

(Sudah hampir 5 tahun aku menjadi PSK tentu saja aku  sangat berpengalaman)

***

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED