Sampul Novel Gairah Cinta

Gairah Cinta

9.6 / 10.0
Kehidupan Billie tampak begitu sempurna dan harmonis dari luar. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia merasakan kehampaan dan terus dibayangi kenangan masa lalu yang liar bersama para mantan kekasih. Situasi menjadi rumit ketika Celine tiba-tiba hadir kembali dalam hidupnya. Kini, Billie dihadapkan pada dilema besar: mempertahankan kestabilan yang telah ia bangun, atau kembali mengejar kobaran gairah masa lalu yang tak pernah padam.
Ringkasan Gairah Cinta
Kehidupan Billie tampak begitu sempurna dan harmonis dari luar. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia merasakan kehampaan dan terus dibayangi kenangan masa lalu yang liar bersama para mantan kekasih. Situasi menjadi rumit ketika Celine tiba-tiba hadir kembali dalam hidupnya. Kini, Billie dihadapkan pada dilema besar: mempertahankan kestabilan yang telah ia bangun, atau kembali mengejar kobaran gairah masa lalu yang tak pernah padam.
Baca Selengkapnya

Gairah Cinta Bab 1

Sebuah penghapus melayang tepat mengenai sasaran. Penghapus itu mengenai kepala seorang murid yang sedang tidur di dalam kelas saat jam belajar dimulai.

Sontak saja murid itu terkejut, dan ia segera bangun dari tidurnya. Tangan kanannya langsung mengusap kepala seraya kedua matanya melirik ke arah kiri dan kanan untuk melihat keadaan dalam ruangan.

Sepasang mata pria itu melirik ke arah lantai, dan ia melihat sesuatu di sana.

"Aduh... celaka! Pasti sudah ada guru nih!" celotehnya saat melihat sebuah penghapus tergeletak di lantai dekat dengan sepatu miliknya.

Sepatunya yang berwarna hitam kini terlihat sebagian berwarna putih.

Ibu guru yang sedang mengajar di kelas itu langsung berdiri.

"Billie! Bawa penghapus Ibu ke depan," panggil Tia, seorang guru bahasa.

Guru itu bernama Tia Asmara. Ia masih lajang, berpenampilan menarik, berambut panjang terurai, dan berkulit putih. Usianya sekitar dua puluh tiga tahun dan masih sangat muda.

Tanpa disuruh dua kali, murid yang bernama asli Billie Rahardian mengambil penghapus yang berada di lantai. Kakinya melangkah dengan malas ke depan, sementara kepalanya tertunduk takut karena merasa bersalah telah tidur di dalam kelas.

Mulutnya meracau tak karuan. Entah apa yang sedang ia ucapkan sambil melangkah ke depan menemui gurunya.

"Maaf, Bu," ucap Billie, lalu ia menyimpan penghapus itu di meja guru.

Guru itu sangat cantik, dan kulit wajahnya sangat halus. Namun kali ini, raut wajah cantik Tia berubah saat mengetahui ada murid yang tidur saat ia sedang mengajar di kelas. Tia segera memperingatkannya agar kejadian itu tidak terulang kembali.

"Billie! Lain kali jangan seperti itu. Setelah istirahat, kamu harus ke ruang guru dan temui saya di sana," pinta Tia kepada murid yang melakukan kesalahan.

Kepala Billie tetap tertunduk takut. Meskipun ia disegani di luar sekolah, dalam lingkungan sekolah ia adalah murid teladan dan tak pernah membantah ucapan atau perintah dari guru.

"Jiaah, kena deh! Pasti nanti dia nyerocos terus kayak ibu tiri, nggak berhenti ngomong," keluh Billie. Lamunannya buyar seketika saat guru yang cantik itu memanggil namanya.

"Billie! Kamu dengar Ibu nggak?" panggil Tia saat melihat murid itu malah melamun dengan tatapan mata kosong.

Tia masih berdiri dengan tangan kiri bertolak pinggang dan tangan kanan memegang penghapus yang baru saja dikembalikan Billie.

"Iya, Bu. Saya dengar," jawab Billie dengan gemetar.

"Coba, tadi Ibu bilang apa sama kamu?"

"Saya harus ke rumah Ibu. Eh, maksud saya ke ruangan Ibu," jawab Billie salah ucap karena grogi menghadapi guru cantik di hadapannya.

Guru cantik itu menggelengkan kepala melihat tingkah Billie, yang meskipun cerdas, belum bisa mengubah sifatnya.

"Sudah! Sekarang kamu boleh duduk kembali. Dan jangan lupa, saat istirahat nanti kamu harus datang ke ruangan Ibu."

"Terima kasih, Bu. Saat istirahat nanti, saya ke ruangan Ibu," jawab Billie sebelum segera kembali ke tempat duduknya.

Billie terlihat kesal. Tangannya mendadak mencubit teman sebangkunya, lalu berkata, "Rese lu! Kenapa lu nggak bangunin gue kalau ada guru?" bisiknya pelan agar tak terdengar oleh guru yang mulai mengajar lagi.

Temannya seolah sengaja menyimpan sesuatu dalam pikirannya. Ia membalas perkataan Billie dengan tenang.

"Maaf, Bil, gue kelupaan nggak ngasih tahu lu," ujar Usep, menahan perutnya sambil tertawa.

"Rese lu, Sep! Lu malah ngeledek gue! Awas aja lu kalau minta tolong gue lagi. Gue nggak sudi nolongin lu!" ancam Billie dengan wajah serius dan garang.

"Maaf, Bil. Bukan maksud gue ngeledek lu. Asli, gue lupa nggak ngasih tahu kalau ada guru," timpal Usep dengan wajah ketakutan saat menatap wajah Billie yang tampak beringas.

Murid itu bernama Billie Rahardian. Ia keturunan Indo-Belanda. Kakeknya asli orang Belanda, sedangkan neneknya asli orang Indonesia. Namun, ia tidak bisa berbahasa Belanda karena kedua orang tuanya tidak pernah mengajaknya atau mengunjungi kakek dan neneknya di Belanda.

Bil, nama kecilnya, kini duduk di bangku kelas tiga SMA. Rambutnya belah tengah berwarna hitam, kulitnya putih, hidungnya mancung, dan tinggi seperti orang Indonesia pada umumnya.

Billie memiliki adik bernama Clara. Rambutnya ikal, wajahnya khas Indo-Belanda, hidungnya mancung, kulitnya putih, dan matanya lentik. Clara duduk di bangku kelas tiga SMP.

Clara satu sekolah dengan Billie, dan dalam kesehariannya mereka menolak untuk diantar-jemput. Kakak beradik itu lebih memilih naik angkutan umum ketimbang diantar oleh sopir pribadi.

Teng... teng... teng... teng... Bel istirahat berbunyi empat kali. Tia segera merapikan buku yang ada di atas meja dan memasukkannya ke dalam tas. Kakinya melangkah keluar menuju ruang guru.

"Bil, ke kantin yuk!" ajak Usep yang sudah berdiri di samping meja.

Billie teringat ucapan dari Tia, dan ia harus segera menemuinya.

"Nanti gue nyusul, Sep. Gue harus ke ruang guru." Billie langsung melangkah ke ruang guru untuk menemui Tia di sana.

Tok... tok... tok... "Masuk," sahut Tia dari dalam yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan murid tersebut.

Billie membuka pintu ruang guru. Kedua kakinya melangkah masuk perlahan untuk menemui Tia yang sudah menunggunya.

"Silakan duduk," ucap Tia sambil menunjuk kursi yang sudah ada di depan mejanya.

Billie menarik kursi kayu dan langsung duduk seraya menundukkan kepala karena merasa bersalah. Tia menatap sedih melihat perilaku Billie hari ini. Ia segera menanyakan penyebabnya.

"Billie, tolong jelaskan kepada Ibu. Kenapa kamu sampai tidur di kelas saat Ibu mengajar?" tanya Tia dengan tegas, menatap tajam ke arah murid yang berada di depannya.

"Anu, Bu... Semalam saya begadang nonton bola sampai jam tiga pagi. Maafkan kesalahan saya, Bu!" jawab Billie dengan kepala masih tertunduk takut.

Tia menggelengkan kepala.

"Coba kamu lihat ke sini, lihat Ibu! Jangan menunduk terus. Mana bisa Ibu melihat wajahmu," ujar Tia menyuruh murid itu agar tidak terus menunduk.

Billie mengangkat kepalanya perlahan, dan kedua matanya menatap wajah cantik gurunya yang berada di hadapannya.

"Billie janji, Bu, gak bakal ngulangi lagi hal seperti tadi," spontan kata-kata itu keluar dari bibir lelaki tampan yang merasa bersalah.

Sorot mata Tia melihat Billie seperti menyimpan sesuatu yang selalu ia sembunyikan.

"Sebetulnya kamu ini pintar, cerdas, tampan, dan sangat populer di sekolah. Tapi kenapa kamu jadi seperti ini? Tolong atur jadwal sekolahmu, waktu bermain, dan tidur. Jika kamu masih seperti ini lagi, Ibu akan mengirimkan surat untuk kedua orang tuamu. Mengerti?" Tia merasa lega karena semua isi hatinya sudah ia sampaikan tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.

Wajah Billie langsung terkejut mendengar kata-kata itu. Ia segera memohon kepada Tia.

"Jangan, Bu. Aku mohon, jangan kirim surat untuk orang tuaku. Billie janji gak bakal ngulangin lagi," kata Billie dengan serius.

Amarah dan kekesalan di wajah Tia kini telah hilang. Ia tersenyum sambil berucap lembut, "Silakan, kamu boleh istirahat sekarang. Tapi ingat! Jangan diulangi lagi."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED