Sampul Novel Delayed Love

Delayed Love

9.1 / 10.0
Lima tahun berlalu sejak Reina Valeria berusaha melupakan kepedihan masa lalunya. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Rian Nataharja, mantan siswa teladan yang kini menjadi manajer barunya di kantor. Pertemuan tak terduga ini membangkitkan lagi kenangan masa sekolah yang terkubur. Rahasia apa yang sebenarnya tersimpan di antara si murid pintar dan siswi bodoh ini? Kini, Reina terpaksa menghadapi kembali jalinan perasaan yang sempat tertunda dahulu.
Ringkasan Delayed Love
Lima tahun berlalu sejak Reina Valeria berusaha melupakan kepedihan masa lalunya. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Rian Nataharja, mantan siswa teladan yang kini menjadi manajer barunya di kantor. Pertemuan tak terduga ini membangkitkan lagi kenangan masa sekolah yang terkubur. Rahasia apa yang sebenarnya tersimpan di antara si murid pintar dan siswi bodoh ini? Kini, Reina terpaksa menghadapi kembali jalinan perasaan yang sempat tertunda dahulu.
Baca Selengkapnya

Delayed Love Bab 1

Suasana kelas tampak ramai karena hampir semua murid kelas tiga pariwisata —jurusan perhotelan, sudah datang. Terlihat Reina si siswi ceria namun terkenal bodoh, tengah mengobrol seru dengan beberapa temannya. Gayanya yang sedikit tomboi dengan rambut panjang yang dikuncir kuda, menjadi ciri khasnya sebagai seorang siswi biasa saja,tetapi paling heboh di kelasnya.

Suara riuh nan membahana dalam ruangan itu seketika sunyi saat seorang siswa tampan muncul di pintu kelas, yang datang bersama beberapa murid lainnya. Dia adalah Rian, siswa paling pintar di kelas perhotelan tersebut.

Meja di mana Reina berada mendadak heboh karena kebiasaan mereka yang sangat senang menggoda gadis tersebut.

"Shut, si Rian tuh! Ehem!" goda Anita ke Reina.

Ya, bukan rahasia lagi kalau Reina si siswi tomboi dan bodoh itu memiliki perasaan suka pada sosok Rian. Dan bukan rahasia umum juga jika berkali-kali Reina ditolak oleh Rian ketika gadis itu menyatakan perasaannya.

Pagi itu di mana untuk yang entah untuk keberapa kalinya, Reina berencana untuk menyatakan perasaannya kepada sang pujaan hati, lagi.

Reina yang merasa waktu belajar mereka di sekolah hanya tersisa beberapa minggu lagi itu, merasa harus mengambil kesempatan di waktu-waktu terakhirnya.

Ya, mereka adalah murid kelas tiga yang hanya tinggal menghitung hari saja demi menyiapkan sejumlah ulangan dan ujian sekolah sebelum akhirnya lulus. Dan Reina pun sudah memantapkan dirinya untuk menguatkan hati jika kali ini Rian harus kembali menolaknya.

Kini, ketika siswa tampan dan teladan itu berjalan menuju bangku-nya, Reina dengan penuh percaya diri beranjak dari posisinya untuk menghampiri sosok si siswa pintar tersebut.

"Reina! Please!" rajuk Jefry yang tak rela jika gadis yang ia sukai harus kembali dipermalukan oleh si siswa teladan karena penolakan yang dilakukan.

Tapi sepertinya Reina tak acuh dan ia tetap meneruskan rencananya. Siswi itu pun berjalan semakin dekat.

Kini tatapan penasaran bukan hanya berasal dari meja di mana teman-teman Reina berkumpul saja, tetapi seluruh murid di kelas itu melihat ke arah Reina yang tampak ceria berjalan mendekati Rian.

Semua menahan napas saat langkah kaki sang siswi bodoh itu berhenti dan berdiri tepat di tepi meja Rian. Rian yang tahu ada sosok yang kerap mengganggunya itu berdiri di samping meja belajarnya, tampak pura-pura buta dan tidak melihat siswi tersebut.

Keheningan begitu terasa di ruangan itu bahkan suara bel tanda jam pelajaran dimulai pun tak mereka indahkan. Tak terkecuali Pak Tana —guru F & B, yang juga terdiam di ambang pintu ketika suasana hening sangat terasa saat ia baru akan masuk di jam pertama pelajarannya di kelas tersebut.

Begitu guru paruh baya itu melihat ke arah satu titik di mana bangku paling depan yang ditempati Rian —si siswa teladan, adalah titik pusat bagi semua mata murid-muridnya, guru itu pun memilih diam demi ingin mengetahui drama apalagi yang hendak dibuat oleh Reina, siswi yang paling terkenal karena kebodohan dan keseruannya itu.

Detik waktu terus berlalu, baik Reina atau Rian si tokoh utama pagi itu masih sama-sama membisu. Rian malah bersikap cuek dengan membuka buku tebal di tangannya. Ia membiarkan keheningan ruangan kelas itu terjadi. Keheningan yang disebabkan oleh kegilaan yang hendak Reina lakukan, yang pastinya sudah bisa ia tebak oleh otaknya yang pintar.

Reina terlihat menghela napas dan melepasnya kasar. Tak lama kemudian, gadis tujuh belas tahun itu menjulurkan kedua tangan untuk menyerahkan sebuah amplop merah muda ke hadapan Rian.

"Rian, untuk yang kesekian kalinya aku mau kamu tahu bahwa aku menyukaimu. Aku jatuh cinta padamu sejak dulu, yaitu sejak kita masih duduk di bangku kelas satu yang sama, sampai sekarang. Aku tidak tahu apakah ini terakhir kalinya aku akan menyatakan perasaanku padamu atau tidak, mengingat waktu kita yang memang hanya sedikit lagi. Tapi, meski aku tahu kamu akan menolakku lagi, minimal terimalah surat dariku ini. Aku tidak berharap kamu membalas suratnya, tetapi bacalah untuk pertama kalinya setelah surat-surat sebelumnya kamu tolak."

Tak ada yang bersuara setelah kalimat pernyataan cinta yang Reina sampaikan selesai. Semua murid termasuk Pak Tana menunggu reaksi atau respon yang akan Rian berikan.

Mereka melihat kedua tangan Reina masih menjulur di depan Rian, menunggu. Sedangkan siswa itu masih belum bergeming dari posisinya. Hingga sebelah tangan Rian pun bergerak dan terangkat ke atas. Sebuah senyuman muncul di bibir Reina ketika melihat respon yang Rian berikan. Kedua matanya berbinar bahagia karena Rian akan menerima amplop yang ia berikan.

Bukan hanya Reina, tetapi semua teman satu geng-nya pun ikut tersenyum bahagia. Hanya Jefri saja yang tampak kesal, ia tak suka melihat pemandangan di depannya itu.

Namun, sepertinya kebahagian memang belum Tuhan takdirkan untuk Reina rasakan. Ketika Rian sudah mengambil amplop berwarna merah muda dari tangan Reina, dengan pandangan mata tak berkedip menatap wajah teman perempuan di depannya yang masih tersenyum bahagia, Rian dengan gaya lambat merobek amplop tersebut menjadi empat bagian. Lalu menyerahkan kembali robekan amplop itu ke tangan Reina yang masih terjulur.

"Kalau kamu sudah tahu jawabannya, mengapa masih saja memaksaku untuk membaca tulisan yang tidak penting ini? Jangan melakukan tindakan bodoh karena otakmu yang bodoh itu!"

Deg! Kembali Reina harus mengalami patah hati. Meski ini sudah berulang kali terjadi bahkan ia pun sudah mempersiapkan semuanya, tetapi entah mengapa penolakan kali ini membuat hatinya merasakan sakit yang amat sangat.

"Rian!" seru seorang siswa dari arah belakang.

Terdengar langkah cepat menuju ke arah Reina yang terdiam dan Rian yang masih menatap benci pada temannya itu. Lalu,

Bugh!

Sebuah pukulan keras tepat mengenai wajah Rian yang tidak siap akan terjangan yang ternyata Jefri lakukan.

"Jefri!" teriak Reina terkejut.

Sontak keadaan kelas pun menjadi riuh. Sebagian siswa yang lain mencoba menghentikan Jefri yang sepertinya akan kembali menghajar Rian. Lalu sebagian siswa lain yang didominasi para siswi mencoba menolong Rian yang jatuh tersungkur ketika harus mendapat bogeman dari Jefri. Pak Tana yang tadi diam berdiri di ambang pintu pun merangsek masuk dan mencoba menghentikan kehebohan itu.

"Kalau kamu memang enggak suka sama si Reina, minimal kamu jangan mempermalukan dia dengan kalimat yang menyakitkan!" seru Jefri masih dengan tubuh yang ditahan oleh teman satu geng-nya, termasuk Reina yang memegang tangan lelaki itu.

Rian tersenyum ketika mendengar kalimat pembelaan yang meluncur dari mulut Jefri, lelaki yang ia tahu menyukai perasaan suka pada Reina. Dalam posisinya yang masih duduk di lantai dengan darah yang menghiasi sudut bibirnya, Rian pun bicara.

"Dia sendiri yang mempermalukan dirinya. Bersikap tidak tahu malu sejak dulu. Aku yang lelaki saja malu sedangkan dia yang seorang perempuan malah bertingkah memalukan dengan menyatakan perasaannya yang sudah sangat jelas dia tahu jawabannya."

"Rian!" teriak Jefri lagi. Inginnya lelaki itu berkata kasar pada si siswa teladan, tetapi melihat Pak Tana ada di depannya membuat ia hanya mampu berteriak memanggil nama Rian sembari menggeretakkan giginya.

Rian terlihat berdiri. Reina si siswa bodoh itu pun melihat ketika lelaki yang ia sukai itu bersusah payah bangun setelah jatuh tersungkur tadi. Darah yang tadi sempat ia lihat di sudut bibir Rian, sudah terhapus dengan tisu yang Angela berikan. Ya, si murid pintar lainnya yang kerap mencari muka di hadapan sang siswa teladan, tampak membantu Rian berdiri dan kemudian menatap ke arah Reina dan kelompoknya.

Kedua mata Reina sudah memerah menahan tangis, sedangkan mata Jefri sudah bisa dipastikan merah karena menahan amarah. Lantas Rian, lelaki itu malah terlihat biasa bahkan menatap sinis ke arah gadis yang tak pernah bosan mengganggunya.

"Seharusnya kamu itu membalas perasaan suka yang temanmu miliki dan bukan terus menerus menggangguku. Dulu aku biasa saja saat awal-awal kegilaanmu dimulai, tetapi sekarang kamu sudah membuatku muak dengan segala tingkah lakumu itu!"

Plak!

Kali ini adalah tamparan yang spontan Reina berikan. Sebuah tamparan yang membuat seluruh siswi menutup mulut mereka karena terkejut. Tak terkecuali Pak Tana yang masih berdiri di sebelah Rian.

"Sudah cukup! Cukup!" ucap Reina dengan suara bergetar menahan emosi.

"Reina," Kompak semua teman satu geng menatapnya, lirih bersuara.

Reina yang tidak sadar akan perbuatannya, seketika menunduk dan membungkuk menatap wajah gurunya yang sejak tadi diam saja.

"Maafkan saya, Pak Tana! Saya izin ke toilet sebentar.

Sedetik kemudian, Reina pun beranjak keluar kelas. Meninggalkan seluruh temannya yang masih berdiri membeku. Termasuk Rian yang masih diam di posisinya, seperti terkejut akan tindakan yang Reina lakukan padanya dengan lelehan air mata yang terlihat mengalir di wajahnya.

***

Note:

- F&B = Food and Beverage, makanan dan minuman. Salah satu departemen yang membidangi area restoran, termasuk di dalamnya bagian dapur dan pastry, juga restoran bagian depan.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Delayed Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED