Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova

Hijrah Cinta Sang Casanova

8.0 / 10.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Ringkasan Hijrah Cinta Sang Casanova
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Baca Selengkapnya

Hijrah Cinta Sang Casanova Bab 1

Rendi duduk di kursi kebesarannya. Ia sedang membaca laporan keuangan perusahaannya. Tiba-tiba intercom di atas meja kerjanya berbunyi. Rendi mengangkat intercom tersebut.

“Ada apa, Jen?” tanya Rendi.

“Di bawah ada tamu bernama Pak Bobby mau bertemu dengan Bapak,” kata Jeni.

Rendi kaget mendengarnya. Ada urusan apa Bobby datang ke kantornya? Padahal Bobby belum pernah datang ke kantornya. Biasanya mereka bertemu di lapangan golf. Namun, sekarang Bobby sering datang ke rumah Rendi. Jadi mereka sering bertemu di rumah Rendi.

“Suruh beliau masuk!” ujar Rendi.

“Baik, Pak,” jawab Jeni.

Beberapa menit kemudian pintu ruangan Rendi terbuka. Jeni mempersilahkan Bobby masuk ke dalam ruang kerja Rendi. Rendi beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Bobby.

“Apa kabar, Bobby?” Rendi menyalami tangan Bobby.

“Alhamdulillah baik,” jawab Bobby.

“Silahkan duduk, Pak,” kata Rendi. Bobby duduk di sofa. Ia memperhatikan sekeliling ruang kerja Rendi. Pandangan Bobby tertuju pada satu foto yang menempel di dinding ruang kerja Rendi. Foto itu adalah foto seorang pria yang masih muda. Sepertinya itu adalah foto ayah Rendi karena foto itu terlihat seperti foto lama.

“Itu ayahmu?” Bobby menunjuk ke foto tersebut. Rendi menoleh ke arah foto yang ditunjuk Bobby.

“Iya, Om. Itu Papa saya. Beliau meninggal ketika saya berusia lima belas tahun,” jawab Rendi.

“Pak Bobby mau minum apa?” tanya Rendi.

“Hmm, Tidak ada kopi buatan mamamu, ya?” tanya Bobby.

“Tidak ada, Pak. Kalau mau minum kopi seperti itu datang saja ke rumah,” kata Rendi sambil tertawa.

“Kalau begitu minum teh manis saja,” ujar Bobby.

“Tidak mau minum kopi?” tanya Rendi.

“Tidak. Nanti saja minum kopi kalau ke rumahmu,” jawab Bobby.

“Saya pesankan dulu.” Rendi beranjak dari tempat duduk lalu berjalan menuju ke pintu ruang kerjanya. Ia membuka pintu ruang kerja.

“Jen. Tolong buatkan teh manis dua!” ujar Rendi kepada sekretarisnya. Lalu Rendi menutup pintu ruang kerja. Ia kembali duduk di sofa.

“Ada apa, nih? Sepertinya ada urusan penting,” tanya Rendi.

“Begini, Ren. Ada yang saya katakan kepadamu,” ujar Bobby.

“Tentang apa, Pak?” tanya Rendi.

“Tentang mamamu. Saya ingin melamar mamamu,” ujar Bobby.

“Loh, mau melamar Mama kenapa bicara ke saya? Kenapa tidak langsung bicara ke Mama?” tanya Rendi.

“Kamu kan anaknya. Saya minta ijin ke kamu untuk menikahi mamamu,” ujar Bobby. Rendi tersenyum mendengar perkataan Bobby. Bobby menghargainya sebagai anak dari Claudia.

“Pak. Sebagai anak saya setuju saja jika mama saya menikah lagi. Asalkan untuk dibahagiakan, bukan untuk disakiti, disia-siakan dan dibuat menangis setiap hari!” kata Rendi.

Mendengar perkataan Rendi, Bobby langsung bernapas lega. Rendi tidak menghalangi mamanya untuk menikah lagi.

“Kamu mengatakan demikian karena masa lalu saya yang buruk,” ujar Bobby dengan sedih.

“Pak, bukan maksud saya untuk menyinggung Pak Bobby. Saya hanya ingin mama saya kembali ceria seperti dulu saat papa saya masih hidup.” Tiba-tiba air mata Rendi mengalir mengenang masa kecilnya ketika papanya masih hidup.

“Saya akan sangat berterima kasih kalau Bobby bisa membahagiakan mama saya. Sebagai anak saya sangat ingin melihat mama saya hidup bahagia dengan orang yang mencintainya.” Rendi mengusap air mata yang mengalir di pipinya.

“Tentu saja. Saya akan berusaha untuk membahagiakan mamamu. Akan saya buktikan kalau mamamu bisa lagi bahagia seperti dulu,” ujar Bobby.

***

Setelah mendapat ijin dari Rendi, Bobby lebih sering datang ke rumah Sultan walaupun Sultan tidak menyuruh Bobby datang ke rumah. Melihat Bobby yang lebih sering datang ke rumah, membuat Claudia menjadi bertambah kesal.

“Ayah.” Claudia menghampiri Sultan yang sedang berbicara dengan Rendi. Claudia duduk di kursi sofa dengan wajah cemberut.

“Kenapa?” tanya Sultan.

“Kenapa sih, Ayah sering menyuruh Pak Bobby ke rumah?” tanya Claudia dengan kesal.

“Ayah tidak sering menyuruh dia datang ke sini. Ayah menyuruh dia datang kalau Ayah butuh teman main catur. Kalau ada Rendi, Ayah tidak menyuruh dia datang ke sini,” jawab Sultan.

“Lalu kenapa dia sering sekali datang ke sini?” tanya Claudia.

“Ayah tidak tahu. Mungkin dia ingin bertemu sama kamu. Atau mungkin mau minum kopi buatan kamu,” jawab Sultan.

“Mau minum kopi kok harus ke sini. Memangnya tidak punya pembantu buat disuruh-suruh,” gerutu Claudia.

“Mungkin dia suka dengan kopi buatamu daripada kopi buatan pembantunya,” ujar Sultan.

“Memangnya Claudia pembantu Pak Bobby,” kata Claudia kesal.

Claudia tidak suka dengan pria hidung belang seperti Bobby. Claudia males beramah tamah dengan pria seperti Bobby. Namun, karena Bobby sudah menyelamatkan Rahma, terpaksa Claudia harus bersikap sopan dan ramah kepada Bobby.

‘Dasar playboy cap kampak,’ gerutu Claudia di dalam hati.

Rendi teringat dengan perkataan Bobby ketika datang ke kantornya beberapa hari yang lalu. Ia belum memberitahu Claudia tentang Bobby yang datang ke kantor untuk melamar Claudia.

“Oh, iya. Ada yang mau Rendi sampaikan kepada Mama,” kata Rendi.

Rahma datang dari dapur membawa sepiring singkong goreng. Lalu ia letakkan di atas meja sofa.

“Dafa sedang apa?” Rendi mengambil satu potong singkong goreng lalu memakan singkong goreng.

“Sedang tidur. Tadi mau dimandikan tapi Dafa masih tidur.” Rahma duduk di sebelah Claudia.

“Tadi kamu mau bicara apa ke Mama?” tanya Claudia.

“Nanti dulu. Rendi mau habiskan singkong goreng dulu.” Rendi mengunyah singkong goreng. Ia menikmati singkong goreng buatan istrinya. Claudia sudah tidak sabar mendengarkan cerita Rendi. Rendi menghabiskan singkong goreng lalu meneguk air putih yang sudah disediakan Rahma.

“Beberapa hari yang lalu Bobby datang ke kantor Rendi,” kata Rendi.

Claudia mengerutkan keningnya mendengar perkataan Rendi. “Mau apa dia datang ke kantor Rendi?” tanya Claudia.

Rendi menceritakan apa yang Bobby katakan. Sultan dan Rahma juga mendengarkan perkataan Rendi. Claudia bertambah marah ketika mendengar cerita Rendi.

“Rendi! Kenapa kamu bilang begitu kepada Bobby? Kamu seperti memberi ijin agar Bobby mendekati Mama!” seru Ibu Claudia dengan kesal.

“Claudia, apa yang Rendi katakan itu benar. Dia ingin melihat mamanya hidup bahagia.” Sultan mencoba memberi pengertian kepada Claudia.

“Apa Ayah sudah tidak ingin Claudia tinggal di sini?” tanya Claudia dengan sedih.

“Bukan begitu, Claud. Semenjak kamu menikah dengan Raja, kamu sudah menjadi anak Ayah. Bahkan setelah Raja meninggal, kamu tetap menjadi anak Ayah. Sudah menjadi kewajiban Ayah melindungi kamu dan Rendi,” ujar Sultan.

“Sekarang Rendi sudah besar, dia sudah punya keluarga kecil sendiri. Ayah juga ingin kamu juga hidup bahagia dengan orang yang mencintai kamu,” lanjut Sultan.

“Claud mengerti, Yah.Tapi bukan dengan Bobby,” kata Claudia.

“Lalu dengan siapa? Yanuar?” tanya Sultan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Hijrah Cinta Sang Casanova

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Alicia Huang rela mendonorkan sumsum tulang belakang demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun setuju dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka wajib dirahasiakan dari publik. Kini, Alicia harus menjalani hari-hari sebagai istri yang disembunyikan layaknya wanita simpanan. Akankah pernikahan kontrak penuh rahasia ini menumbuhkan benih cinta sejati, atau justru menyisakan luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.0
Demi melindungi ayahnya, sang protagonis rela disiksa penculik hingga tewas. Tragisnya, sang ayah justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya dan mengabaikan telepon terakhir korban dengan sumpah serapah. Jasadnya kemudian ditemukan di dalam pot bunga depan kantor polisi. Sang ayah yang bertugas melakukan otopsi menyadari kekejaman luar biasa sang pelaku, tanpa pernah menyadari bahwa korban di hadapannya adalah anak kandung yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED