Sampul Novel Dipatahkan Oleh Cinta

Dipatahkan Oleh Cinta

8.6 / 10.0
Maaf dari sang suami atas kata-kata kasarnya tak lagi berarti bagi sang istri. Kepedihan hatinya kian menjadi ketika sang suami membawa Charissa, selingkuhannya yang sedang mengandung, untuk tinggal serumah. Demi alasan kesehatan, sang istri terpaksa menyetujui kehadiran madunya tersebut. Di balik kepasrahannya, ia menangisi takdirnya yang kini hancur lebur. Ia merasa sangat tidak berdaya harus berbagi cinta dan tempat tinggal dengan wanita yang telah merampas kebahagiaannya.
Ringkasan Dipatahkan Oleh Cinta
Maaf dari sang suami atas kata-kata kasarnya tak lagi berarti bagi sang istri. Kepedihan hatinya kian menjadi ketika sang suami membawa Charissa, selingkuhannya yang sedang mengandung, untuk tinggal serumah. Demi alasan kesehatan, sang istri terpaksa menyetujui kehadiran madunya tersebut. Di balik kepasrahannya, ia menangisi takdirnya yang kini hancur lebur. Ia merasa sangat tidak berdaya harus berbagi cinta dan tempat tinggal dengan wanita yang telah merampas kebahagiaannya.
Baca Selengkapnya

Dipatahkan Oleh Cinta Bab 1

Kecewa, terluka, patah, semua melebur menjadi satu.

Aku melihat sendiri siluet tubuh itu. Aku tidak mungkin salah mendengar juga bagaimana ia menceritakan niatnya untuk menikah lagi kepada wanita yang ada di depannya. Aku berusaha meredam isak tangisku, aku tidak ingin kepergok mengikutinya, namun aku menajamkan pendengaran.

Batinku semakin hancur di saat mendengar percakapannya mereka.

"Apa istri kamu setuju, Pak?" kata wanita itu.

"Setuju gak setuju, dia tetap harus setuju," ucap Bagas suamiku seraya menggenggam erat tangan kekasihnya. Aku duduk tepat dibelakang kursi yang mereka duduki. Aku mendengar dengan jelas perkataan mereka, mungkin juga jika wanita itu mengenalku atau jika aku tidak menggunakan pakaian tertutup, aku akan ketahuan mereka. Beberapa kali aku mengelap tangan dengan tisu yang ku bawa, sampai tisu itu terguling dan berakhir menumpuk di tasku, karena aku beberapa kali menggantinya karena tanganku terus berkeringat. Gugup, gelisah, takut jika Bagas mengetahui keberadaanku di sini.

Aku telah lancang mengikuti Bagas yang keluar rumah dengan baju rapi. Aku curiga dengan kepergian Bagas karena ini bukan kali pertama Bagas pergi di siang hari setelah zhuhur di hari weekend, tanpa sepengetahuannya aku mengikuti Bagas.

"Ta-tapi .…" Bagas meletakan jari telunjuknya di bibir wanita itu. Hal yang membuatku semakin muak, aku memalingkan muka, dan membetulkan kacamata hitam yang kukenakan.

"Aku cinta sama kamu, Sa. Aku gak mau kehilangan kamu, aku cuma mau menikah denganmu dan hidup bahagia denganmu." Aku berusaha menguatkan diri agar tidak melabrak mereka, terlalu memalukan rasanya jika aku bertengkar di depan umum hanya karena melabrak pelakor, masih untung kalo suamiku memilihku, mungkin aku tidak akan terlalu malu, tetapi jika suamiku memilih pelakor itu? Entah apa yang akan terjadi dengan perasaan ku.

"Tanpa memikirkan hati yang lain?" Bagas terdiam mendengar penuturan kekasihnya. Aku tersenyum kecut mendengar wanita itu berbicara seperti itu.

Aku yakin wanita itu justru dalam hatinya sedang bahagia mendengar Bagas akan menikahinya, hanya saja wanita itu pura-pura bertanya seperti itu agar wanita terlihat simpati padaku di mata Bagas.

Bagas mempererat genggaman tangannya pada wanita itu, dan aku yakin matanya menatap dalam Charissa-kekasih sekaligus sekretaris baru Bagas.

"Kamu mau 'kan, aku mohon. Aku gak bisa hidup tanpa kamu, jangan pikirkan yang lain, yang penting itu kita, aku dan kamu," rayu Bagas.

'Lantas Kenapa ia bisa hidup bahkan sampai titik ini jika dia tidak bisa hidup tanpa wanita itu. Lalu apakah aku tidak penting lagi bagi Bagas. Dasar laki-laki buaya,' sanandikku dalam hati.

Wanita itu berpikir lama, sebelum kemudian ia mengatakan. "Iya, aku mau."

Dasar pelakor, sudah tahu Bagas sudah punya istri, masih saja di embat. Benarkan apa yang ku katakan tadi, keraguan wanita itu hanya kepura-puraan, karena pada nyatanya ia menerima juga.

Tidak ingin berlama-lama menjadi kambing conge diantara dua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu. Aku segera pergi meninggalkan tempat mewah yang membuatku tidak nyaman. Entah suasana hatiku yang sedang kacau atau bagaimana? Aku benar-benar tidak menyukai tempat ini.

Di bawah guyuran hujan aku pulang sendiri, meninggalkan pasangan yang sedang memadu kasih di restoran ternama di kota Jakarta. Bahkan aku lupa kemana aku melangkah, pandangan ku kosong, perasaan sesak melingkupi hatiku, menumpul 'kan semua indra-indraku, bahkan aku tidak sanggup berdiri lagi dengan kedua kakiku. Kepalaku semakin pening bersamaan dengan perut seperti dipelintir. Aku terjatuh di pinggir jalan dekat pedagang kaki lima. Aku mendengar suara seseorang berteriak bersamaan juga kesadaranku mulai menghilang.

*****

Aku membuka mataku dengan pelan, bias cahaya lampu membuatku menyipitkan mata sayu.

Aku melihat langit-langit kamar yang nampak berbeda dengan kamarku, warna putih lebih dominan di ruangan ini, terbangun dengan keadaan pusing, langit-langit kamar tampak berputar di mataku, bau sesuatu membuatku mual, mulut ku pahit bagaikan baru makan pare mentah tanpa sambal. Aku menyesali 1 hal, sedari pagi aku belum mengisi perutku, aku lupa.

Aku buru-buru bangun dari tidurku, aku ingin ke kamar mandi untuk membuang isi perut yang sudah ada di mulutku minta di keluarkan. Namun, tiba-tiba saja seseorang menahanku dengan menggenggam pergelangan tanganku.

"Diajeng, kamu udah sadar, Sayang?" Aku melihat suamiku sedang duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan ku. "Kamu mau kemana, sini aku bantu?" Bagas berdiri hendak membantuku. Namun, aku segera menepis tangannya. Dia terlihat terkejut dengan apa yang aku lakukan, tapi aku tak peduli. Aku segera turun dari ranjang, yang baru aku sadari ternyata aku berbaring di ranjang rumah sakit.

Aku kebingungan di mana letak kamar mandi setelah turun dari ranjang. Kepalaku pusing membuat jalanku sedikit oleng.

"Sayang-sayang hati-hati, dong, emang kamu mau kemana hmm …" Bagas buru-buru membantuku disaat aku mulai oleng berdiri sendiri.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kepalaku benar-benar pusing.

"Hmmm, hoeek." Aku muntah di lantai.

"Yaampun, Sayang."

Bagas dengan pelan menuntunku ke kamar mandi, aku segera memuntahkan yang ingin dimuntahkan namun ternyata tidak ada sama sekali yang keluar karena mungkin sudah keluar tadi di luar. Aku membersihkan wajahku di wastafel. Aku lelah tenggorokanku sakit karena tidak memuntahkan apa-apa selain air.

Aku menatap wajahku di cermin, menghela nafas kasar saat melihat wajah Bagas di cermin, Bagas berdiri tepat di belakangku.

Selama ini, aku berusaha menjadi istri yang baik untuk Bagas. 2 tahun bukan waktu sebentar untuk sebuah hubungan rumah tangga. Mengetahui laki-laki yang selama ini mengisi hari-hariku telah berkhianat, sudah sangat menghancurkan hatiku jutaan keping, tak menyangka suami yang begitu aku cintai telah menghianatiku.

"Kamu kenapa ngeliatin aku kaya gitu banget?" tanya Bagas seraya memelukku dari belakang, ia meletakkan dagunya di pundakku. Menerima pelukan Bagas Entah kenapa membuat jantungku berdetak lebih cepat, entah perasaan yang sama seperti biasanya atau perasaan marah yang tidak bisa ku luapkan.

"Aku gak papa," ucapku dengan senyum tipis, namun banyak kepahitan yang ku rasakan dibalik senyumku itu.

"Kamu kenapa hujan-hujanan di jalan?" tanya Bagas.

'itu karena kamu mas," sanandikku dalam hati.

Aku melepaskan tangannya perlahan dari perutku, aku segera berbalik dan menatap wajahnya. Bagas langsung memelukku kembali.

"Aku gak papa, Mas." Aku tersenyum pada Bagas dan melepaskan diri dari pelukannya. Aku berjalan ke arah pintu dan dari kamar mandi diikuti oleh Bagas.

Bagas hendak membantuku kembali berjalan, tapi aku dengan cepat berjalan.

"Aku baik-baik saja, tidak apa!"

"Baiklah," lirih Bagas.

Di luar kamar ternyata sudah ada ibu mertuaku.

Ibu mertuaku dengan sigap berdiri dan membantuku melangkah ke keranjang, ia memegang selang infus ku.

"Aku nggak apa-apa, Bu."

"Udah gak papa," Ibu Miranda tetap saja mau membantuku meskipun aku sudah mengatakan jika aku tidak apa-apa.

Aku melihat lantai yang tadi aku muntahi ternyata sudah bersih.

"Ibu, sudah bereskan," ucap ibu seraya tersenyum. Aku juga ikut tersenyum padanya.

Ibu mertuaku ini memang sangat baik, beliau juga menganggapku seperti anak sendiri. Entah bagaimana perasaannya jika tahu anaknya berselingkuh dariku. Apakah dia akan menyetujui anaknya menikah lagi dengan wanita lain, dan menganggap istri kedua Bagas juga anaknya sepertiku, atau ibu mertuaku akan memilih aku seorang diri.

Drttt Drtttt Drttt

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dipatahkan Oleh Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED