Sampul Novel Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir

7.9 / 10.0
Demi mengejar kesuksesan karier dan kekuasaan, Bella mengabaikan tanggung jawabnya sebagai istri. Padahal, Aris selalu memberikan kebebasan penuh sejak awal pernikahan mereka. Sikap dingin Bella yang terus berlanjut akhirnya membuat Aris merasa jenuh dan lelah. Di tengah kehampaan hati tersebut, sebuah kebimbangan besar muncul. Aris kini dihadapkan pada pilihan sulit: haruskah ia berpaling kepada Ana untuk menggantikan sosok Bella? Kisah dilema pernikahan yang penuh luka emosional.

Pilihan Terakhir Bab 1

"Mas bicara apa sih? Ayok pulang," Ujar

Ana.

Kakinya sudah berjalan meninggalkan pria itu, dia benar-benar malu, mengapa bisa ada seorang pria sepeka itu terhadap sekelilingnya.

Di dalam Mobil.

"'Ah sial!" Maki Aris dalam hati. Saat merasakan celananya yang terasa sedikit sesak.

Betapa dia menginginkan gadis itu malam ini, tubuhnya benar-benar membuatnya candu, apalagi sudah lama dia menahan hasratnya semenjak berpisah dengan mantan istrinya itu, andai mereka sudah menikah, mungkin saat ini gadis itu sudah berada di bawah tubuhnya.

"Kyaaa." Tanpa sadar Ana langsung histeris saat melihat celana pria itu yang tampak menonjol, dia benar-benar malu. Andai tadinya dia tidak mengabulkan permintaan pria itu, yang pastinya sekarang ini dia tidak akan menemukan pemandangan yang begitu menjijikan itu, dia sempat menyesal karena sudah menuruti kemauan pria itu tadinya.

"Apa kau ingin menyentuhnya sayang?"

Tawar Aris. Bibirnya tersenyum menggoda.

"lihh mas mesum!" Maki Ana lalu membuang pandangannya ke arah luar kaca mobil. Dia kesal sekali dengan ulah nakal pria itu.

Sementara Aris lagi-lagi hanya terkekeh lalu melajukan mobilnya untuk pulang.

Walau bagaimanapun begitu bernafsunya dia saat ini, dia tetap berusaha menahannya.

Karena alasan status mereka yang belum menikah.

******

Beberapa hari kemudian.

Puk..

Tepukan lembut di bahu Ana.

"Lho kok murung gitu sih wajahnya?"

Tanya Sheri khawatir saat melihat ulah sahabatnya itu.

Ana sengaja kembali mengajak sahabatnya itu untuk menginap di rumahnya, demi menemaninya di sana selama kepergian calon suaminya itu.

"Gak kok, gue lagi kangen aja sama mas

Aris, Jawab Ana jujur.

"Ihh cie..ciee... Yang sekarang lagi kangen kangenan, Ledek Sheri.

"Kenapa Iho gak telepon aja sih? kalau lagi kangen' Ujar Sheri memberi saran.

"Gue gak mau ganggu mas Aris, lagian kayaknya mas Aris lagi sibuk banget, buktinya sudah beberapa hari kepergian dia ke luar negeri, dia gak ada telepon gue sampai sekarang," Jawab Ana lesu.

"Yang sabar ya sayang, ujian, lagi pula kan kalau udah pulang nanti kalian langsung nikah, kan enak tu, pas malam pertama kalian bisa langsung curahin semua gejolak kerinduan yang ada di dada ya kan, ya kan,'

Jjar Sheri. Sembari mengedip-ngedipkan matanya untuk menggoda sahabatnya itu.

"Ihhh lu apaan sih, bikin malu tau gak"

Jawab Ana. Wajahnya sudah memerah.

"Hahaah, duhhh perut gue mendandak sakit ni gara-gara ngerujak tadi, gue tinggal kebelakang dulu ya an?" Pamit Sheri. Seraya memegangi perutnya yang sakit.

"Ya Jawab Ana.

Setelah kepergian sahabatnya itu Ana pun memilih untuk keluar rumah demi untuk duduk di bangku taman yang ada di hadapan rumahnya itu.

Angin sore berhembus menerpa tubuhnya,

Ana menyesal karena baru kali ini duduk di sana setelah sekian lama tinggal di rumah itu.

Pemandangan yang ada di depan rumahnya itu benar-benar mengingatkannya akan kampung halamannya dulu.

"*Ah rindunya, andai nantinya bisa kembali e kampung halaman bareng mas Aris*" Gumam Ana.

"Non, bibik mau belanja dulu ya, kebetulan semua keperluan rumah udah pada habis' Jjar pembantu rumah tangganya itu meminta izin. Seketika langsung membubarkannya dari lamunannya itu.

"Ah iya bik, sekalian beliin Ana martabak di tempat biasa yang Ana pesan sama bibik beberapa waktu yang lalu ya' Pesan Ana.

"lya non," Jawab bibik itu.

Tak lama setelah kepergian pembantu rumah tangganya itu. Telinga Ana pun langsung menangkap sebuah suara deru mesin mobil yang tepat berhenti di hadapannya itu.

Ana sempat bertanya-tanya dalam hatinya saat melihat mobil yang tak di kenalinya itu berhenti di sana. Matanya terus menatap ke arah mobil itu untuk mengetahui siapa pemiliknya dan juga apa maunya.

Tak.takkk.

Suara langkah kaki si pemilik mobil berjalan mendekat ke arahnya.

Deg...deggg.

Jantung Ana seketika berdetak sangat kencang saat mengenali siapa perempuan itu, tubuhnya langsung gemetaran dan bermandikan keringat.

Sepanik apapun dia saat ini, namun bibirnya tetap dia usahakan untuk terus tersenyum ke arah perempuan itu. Entah sejak kapan

Ana menyadari, dirinya yang sekarang benar-benar sudah cocok untuk terjun ke dunia entertainment karena kemampuan aktingnya yang sudah cukup hebat.

"lbuk' Sapa Ana lembut. Lalu cepat-cepat berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan mantan majikannya itu.

Tangannya sudah terulur demi untuk menyalimi perempuan itu.

Plakkk..

Bella pun langsung mendaratkan tamparannya di pipi gadis itu. Dia benar-benar geram saat melihat ulah gadis itu.

"Lancang sekali gadis ini, masih bisa memasang tampang polosnya itu untuk mencoba mengelabuiku' Maki Bella dalam hatinya.

Sementara Ana hanya terlonjak kaget dengan perlakuan mantan majikannya itu. Perih, pipinya terasa perih akibat tamparan wanita itu. Namun bibirnya tetap ia paksakan agar terus tersenyum ke arah perempuan itu.

"lbuk, kenapa ibu menampar Ana? apa Ana ada melakukan kesalahan sama ibuk' Ujar

Ana meminta penjelasan.

Plakkk..

Bella kembali mendaratkan tamparannya di pipi gadis itu saat mendengar ucapannya yang sok pura-pura bodoh itu.

Sementara

Ana lagi-lagi hanya bisa meringis kesakitan saat merasakan pipinya yang semakin bertambah perih.

"*****! Apa kau pikir aku sebodoh itu heh! aku tidak akan tertipu lagi dengan tampang pura-pura polosmu itu sekarang, seharusnya sejak jauh hari sebelum kau merebut mas Aris dariku kau harus pikirkan beberapa kali terlebih dahulu dengan siapa kau akan berhadapan ehhh!" Maki Bella geram.

Matanya menatap tajam ke arah gadis itu.

Dia geram sekali karena selama ini bisa tertipu saat melihat tampang polos wanita

Srigala berbulu domba itu.

Degg...deg.degg

Debaran jantung Ana pun semakin berpacu dengan sangat cepatnya. Seakan-akan dirinya baru saja menyelesaikan lomba lari maraton, saat mendengar penuturan wanita itu.

Dia tak menyangka kalau perasaan tak tenang yang terus menghinggapinya selama beberapa hari terakhir ini benar-benar terjadi.

"lbuk, maksud ibuk apa? Ana gak pernah ada niatan sekalipun buat rebut bapak dari ibuk' Ujar Ana membela diri.

"Gak pernah ada niatan sekalipun buat rebut mas Aris dari aku kamu bilang!?"

Kecam Bella. Tangannya sudah mengepal erat karena semakin geram.

"Buk, sungguh Ana gak pernah rebut bapak dari ibuk, bahkan kami menjalin hubungan saja pas bapak udah resmi cerai sama ibuk" Ujar Ana menjelaskan.

"Heh kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan kata-katamu itu heh, aku lebih mengenal mas Aris di banding kamu, aku benar-bernar gak nyangka ya An kalau kamu itu rupanya diam-diam goda mas Aris di belakang aku, dasar kamu pelakor! wanita murahan, apa kamu segitu gak lakunya ehh sampai harus merusak rumah tangga orang lain!" Maki Bella lagi.

Tangannya sudah menjambak rambut gadis itu, sementara Ana hanya meringis kesakitan.

"Buk, Ana gak salah, Ana gak pernah menggoda suami ibuk sekalipun." Ana masih bersikeras membela diri, karena nyatanya dia memang tak pernah menggoda pria itu.

Deg.

Saat dia mengucapkan kata-kata itu.

Tiba-tiba memory ingatannya kembali melintas tentang kejadian saat pertama kali dia tinggal di rumah itu.

Yang mana dengan santainya dia meminta pertolongan pada majikan prianya itu untuk menemaninya tidur di saat mati lampu waktu itu. "Ah, apakah itujuga termasuk menggoda?"

Batin Ana.

Ana pun baru tersadar kalau perbuatannya waktu itu benar-benar sudah salah. Tidak seharusnya dia meminta pertolongan kepada seorang pria untuk menemaninya tidur di kamar walaupun situasi saat itu tidak memungkinkan, terlebih pria itu juga sudah beristri.

Bahkan karena ulahnya itu,mereka juga sempat bercumbu walaupun tanpa ****

"Ehhh di dunia ini mana ada maling yang ngaku maling, dasar ******! wanita murahan!" Caci makian tak hentinya terlontar dari mulut Bella.

Tangannya semakin kuat untuk menjambak rambut gadis itu.

"Buk maafin Ana buk, Ana emang pernah ngajak pak Aris buat nemenin Ana tidur di kamar, karena waktu itu situasinya lagi darurat, tapi sungguh buk, Ana hanya memintanya untuk menemani Ana tidur di kamar, tanpa melakukan apa-apa, di hati

Ana gak pernah ada niatan sekalipun buat rebut bapak dari ibuk' Jawab Ana.

Tubuhnya sudah beringsut ke kaki perempuan itu, untuk mendapatkan pengampunannya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pilihan Terakhir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Sampul Novel SCANDAL WITH PRIVATE DOCTOR
8.3
Eliza terjebak dalam pernikahan toksik bersama Karan, pria yang hanya memanfaatkannya demi kepuasan nafsu. Malam pertama mereka yang traumatis bahkan merusak kesehatan mental Eliza. Penderitaannya kian berat saat suaminya itu berselingkuh dengan banyak wanita. Di tengah kehancuran hidupnya, Eliza bertemu Sean, seorang dokter tampan yang juga sahabat dekatnya. Kehadiran Sean perlahan menyembuhkan luka batin Eliza dan menjadi sandaran hati yang baru untuknya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED