Sampul Novel Wanita Dambaan Sang Bilionaire

Wanita Dambaan Sang Bilionaire

9.7 / 10.0
Caid Walton, miliarder rupawan berumur 26 tahun, terkenal dengan julukan Lady-Killer karena kekuasaan yang dimilikinya. Pria sempurna ini tak pernah membiarkan hubungan asmaranya bertahan lebih dari tiga bulan. Namun, aturan itu hancur saat Relova Luvena hadir di hidupnya. Bukannya terbuang seperti para wanita terdahulu, Lova justru berhasil mengacaukan dunia Caid dan menguji batas kewarasannya. Kini, sang penakluk wanita itu malah bertekuk lutut.
Ringkasan Wanita Dambaan Sang Bilionaire
Caid Walton, miliarder rupawan berumur 26 tahun, terkenal dengan julukan Lady-Killer karena kekuasaan yang dimilikinya. Pria sempurna ini tak pernah membiarkan hubungan asmaranya bertahan lebih dari tiga bulan. Namun, aturan itu hancur saat Relova Luvena hadir di hidupnya. Bukannya terbuang seperti para wanita terdahulu, Lova justru berhasil mengacaukan dunia Caid dan menguji batas kewarasannya. Kini, sang penakluk wanita itu malah bertekuk lutut.
Baca Selengkapnya

Wanita Dambaan Sang Bilionaire Bab 1

Deep House Bar and Cassino Club, Chicago, US, 01.10 AM

Bunyi dentuman musik terdengar dengan nyaring disertai seruan orang-orang yang berada di lantai dansa. Seorang wanita cantik dengan cocktail dress pendek berwarna merah berkilau itu melangkah dengan percaya diri. Membuat orang-orang yang berada di depannya otomatis menyingkir, membuka jalan bagi sosok wanita yang menjadi primadona para pria di tempat itu.

Relova Luvena, wanita cantik yang menjadi perhatian semua pria ditempat itu kini berjalan menuju seorang wanita lain dengan mini dress berwarna hitam yang duduk di depan sebuah meja bar. Tangan wanita itu memutar gelas bening berisi cairan berwarna merah keunguan.

"Kamu terlambat" Ucap Emily, wanita yang mengenakan mini dress hitam dan duduk di depan meja bar itu adalah Emily Yonsen, sahabat seorang Relova Luvena.

"Bukannya bintang memang selalu muncul belakangan" Seru Lova membuat Emily mendengus keras, dia meneguk minuman beralkohol itu sambil menatap Lova dengan tatapan menilai

"Ngomong-ngomong, kenapa merah? Kau sengaja ingin membuat para lelaki di sini bertekuk lutut di depanmu yaa?" Seru Emily seraya meletakan gelas koktailnya

Lova tertawa renyah. Suara tawa itu membuatnya terlihat semakin menawan. Dibawah gemerlap lampu yang kelap-kelip Lova terlihat sangat bersinar terlebih dress yang gadis itu kenakan memang tersusun dari beberapa manik permata hingga menyebabkan kilauan pada tubuhnya.

Lova mendudukkan diri di kursi samping Emily. "Kamu pintar menebak Emi" ucap Lova membenarkan, Lova sengaja menggunakan dress merah untuk menarik perhatian para pria di tempat ini.

Hal yang perlu dicatat adalah bahwa Lova tidak sembarangan menggoda pria. Ada kriteria khusus untuknya. Selain kaya tentu wajahnya harus tampan dan sesuai dengan standarnya.

"Halo Ben" Sapa Lova pada sang bartender yang meletakan gelas kaca di depannya.

"Hai, Angelic, seperti biasa?" Tanya Ben dengan senyuman, berapa kalipun Ben melihat Lova, pria gondrong itu selalu merasa terpesona. Lova selalu menarik di mata siapapun, wanita itu memiliki magnet yang sangat susah di tangkis.

"Yes, Please.." Seru Lova pelan nyaris mendesis

"Sialan, mulutmu itu bahaya sekali Angelic" Ucap Ben yang dibuat terbuat oleh ucapan Lova

Lova tertawa lalu memperhatikan Ben yang menuangkan minuman dengan kadar alkohol rendah pada gelas Lova.

"Silahkan"

"Thanks"

Lova menyesap minuman itu dengan mata hazelnya yang melirik Emily "What's wrong?" Tanya Lova

Emily menggeleng singkat "Aku baru sadar jika dress kita dari brand yang sama" Ucap Emily sambil tersenyum tipis. Emily menatap Lova lalu beralih pada dirinya sendiri.

"From sugar?" tanya Emily

"Nope, aku membelinya sendiri" Sanggah Lova

"Hah.. kita benar-benar terlihat seperti bitches sekarang" Emily tersenyum geli "Eh salah, kita bukan bitches biasa. We're queen bitches" Seru Emily lagi, membuat Lova tertawa. Inilah yang dia sukai dari Emily, wanita itu berbicara blak-blakan dan apa adanya. Tidak seperti orang-orang yang selalu berusaha menyanjungnya dan melontarkan pujian mulia untuknya.

Sebuah sentuhan di pundak Lova yang terbuka membuat wanita bersurai coklat itu tersadar, dia menoleh pada sang pemilik tangan yang menyentuh pundaknya.

"Angelic?" Ucap pria itu. Lova menatapnya sebentar lalu tersenyum lebar.

"Who are you, pretty boy?" Ucap Lova menggoda hingga membuat wajah pria itu memerah di buatnya, ternyata benar kata temannya, Angelic adalah orang yang sangat ramah.

"Aku Enid Malkin, bisa kau menemaniku malam ini?" tanya pria bernama Enid itu

"Umm maaf boy" Sesal Lova dengan berpura-pura. Enid tertawa kecil

"It's oke. Bagaimana jika besok? Dinner?" tanyanya

"Emm.." Lova bergumam membuat Enid menahan gemas. Bagaimana bisa Lova terlihat lugu padahal saat ini mereka sedang berada di sebuah club malam. Sebuah tempat bagi orang yang telah dicap sebagai 'orang-orang tidak benar'

"Aku akan bayar sesuai dengan keinginanmu" Ujar Enid lagi kekeh, pria itu tidak mungkin melepaskan kesempatan emas untuk bersama wanita primadona disana.

Lova terlihat berpikir lalu semenit kemudian senyum manis terukir di bibirnya disertai dengan anggukan pelan, demi tuhan Enid sangat menahan diri untuk tidak menyerang wanita itu sekarang.

"Kau yakin? Aku tidak mau membuatmu jatuh miskin" Gumam Lova lirih. Percayalah jika saat ini Emily sedang menahan mual melihat tingkah sahabatnya itu

Enid tertawa lalu mengelus rambut Lova, bahkan rambut wanita itu saja terasa sangat lembut ditangan Enid membuat pria itu memikirkan bagaimana dengan bagian lainnya. Apakah akan sama lembutnya?

"Enid kau keberatan?" Ucap Lova menyadarkan Enid dari lamunannya, pria itu memberikan senyuman tipis sebelum menjawab pertanyaan Lova

"Tenang saja, berapapun yang kau inginkan aku dapat memberikannya"

Lova mengangguk cepat, Enid menyodorkan sebuah ponsel ke arah Lova. Ponsel keluaran terbaru yang Lova perkirakan hampir menyentuh 30 juta itu diserahkan Enid ke genggaman Lova.

"Di ponsel itu hanya ada nomorku, aku tau kau tidak suka di jemput jadi aku akan mengirimkan alamat dinner kita ke ponsel itu"

"Oke" Lova berdiri dan mendekat ke arah Enid, wanita itu mengelus rahangnya membuat Enid meremang, mata pria itu menutup menikmati sentuhan Lova. Melihat itu Lova bersmirk dan mendekat, bibirnya nyaris menyentuh telinga pria itu sebelum berbisik "Thanks, Darling"

Lova menjauhkan tubuhnya dan melepaskan tangannya dari rahang Enid. Mata hijau pria itu terbuka dan bibirnya tersenyum lebar membuat tatapannya terlihat sayu.

"Aku menunggumu" Enid mengecup pipi Lova lalu kembali ke arah teman-temannya yang berada di meja lain. Mereka terlihat menyoraki Enid yang kembali dengan senyum lebar.

"EKHEM!" Lova menatap Emily yang berdehem keras, ia kembali mendudukan diri di tempat semula sambil tersenyum tipis

"Aku tidak mau membuatmu jatuh miskin..." Cicit Emily mengulang hal yang tadi Lova katakan. "Bahkan mengulangi ucapanmu saja sudah membuatku mual, Lova"

"Pelan-pelan saat menyebut namaku" Peringat Lova. Ditempat ini dirinya dikenal sebagai Angelic bukan Relova Luvena. Namun pengecualian untuk Emily yang memang mengenal Lova

"Oke.. oke" Cicit Emily

"Menurutmu bagaimana?" Lova bertanya sambil memutar ponsel pemberian Enid

"Maksudmu? Kau tidak mengenal Enid Malkin?" Tanya Emily tak percaya setelah menyadari maksud pertanyaan Lova.

"Kenal, tadi aku baru berkenalan dengannya" Seru Lova, wanita itu menyesap cocktailnya.

"Oh My Lova, kau tidak tau keluarga Malkin?" Lova menggeleng, Emily menghela nafas

"Dia itu putra kedua keluarga Malkin, sayangnya rumor bilang dia itu amat sangat playboy. By the way, Aku pernah melihatnya masuk ke dalam hotel dengan tiga wanita sekaligus"

"Wow, sampah masyarakat" Gumam Lova

"Hei, jika kau menyebutnya seperti itu lalu sebutan apa yang cocok untuk dirimu?"

"Bukankah aku sudah punya julukan, Angelic namanya jika kau lupa"

"Lalu... apakah Angelic kita ini akan kembali melancarkan aksinya pada Tuan muda Malkin?" Goda Emily

Lova tersenyum lebar, matanya tertutup membentuk bulan sabit. Emily menangkup wajah wanita itu dengan gemas membuat para kaum adam iri dengan Emily yang bisa menyentuh Lova seenaknya "Kenapa sih wajahmu ini terlihat bisa terlihat polos dan sangat cantik padahal otakmu penuh dengan rencana licik?!" Seru nya tak terima

"Mungkin karena itulah aku diciptakan Em, untuk membuktikan bahwa tidak semua yang terlihat polos dan cantik itu baik" Ucap Lova lugas, Emily menatap Lova dengan pandangan menerawang. Bahkan selama ini Emily sendiri tidak bisa mengerti jalan pikiran Lova.

"Aku benar-benar tidak bisa memahami mu Lova"

"Setidaknya aku bisa memahamimu Emily" Lova tersenyum sedangkan Emily mendengus.

Lova menatap ke arah meja tempat Enid berada bersamaan dengan itu juga pandangan Enid tertuju padanya. Lova tersenyum manis "Welcome, darling" gumam Lova.

Darling. Satu kata panggilan dari Lova yang menandakan bahwa permainannya akan dimulai bisa dipastikan setelah semuanya berakhir akan ada perasaan yang hancur ditangan cantiknya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Wanita Dambaan Sang Bilionaire

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.7
Aku dan kakak kembarku menikah dengan saudara kembar, Sam sang dokter bedah dan Leo sang hakim. Nasib buruk menimpaku saat diculik perampok ketika menjaga janinku di rumah sakit. Panggilan tebusan diabaikan Sam demi menemani Annie. Akibatnya, aku disiksa hingga keguguran dan dibuang ke kolam. Kakakku datang menyelamatkan, tetapi suaminya, Leo, juga mengabaikannya demi Annie. Terjebak badai salju saat melarikan diri, kami beruntung diselamatkan patroli hutan. Begitu sadar di rumah sakit, kami berdua sepakat untuk bercerai.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng kepedulian Samuel perlahan terkikis, menyingkap rahasia gelap yang selama ini tersembunyi rapat. Elena harus menghadapi kenyataan pahit bahwa pernikahan mereka bukanlah didasari cinta, melainkan sebuah rencana licik. Menyadari dirinya hanya diperalat demi ambisi terselubung sang suami, amarah Elena pun meledak.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED