Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten

(Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten

8.0 / 10.0
Liam Benjamin terpuruk saat kekasihnya pergi akibat rumor impotensi. Di tengah keputusasaan, ia menyelamatkan Sheeta, wanita hamil mantan PSK yang berniat mengakhiri hidup di laut. Liam lalu menawarkan pernikahan kontrak padanya. Padahal, Liam sebenarnya pria perkasa yang hanya terbelenggu kutukan masa lalu. Akankah cinta tumbuh di antara mereka di balik rahasia dan perjanjian pernikahan yang penuh misteri ini?

(Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten Bab 1

“Sayang, aku mau itu. Boleh, ya? Ayo kita lakukan sekarang!”

Rayuan manja berbisik tepat di telinga pria berkemeja abu-abu, membuat sang empu sedikit menggeliat. Terlebih saat ini wanitanya duduk di pangkuan dengan mesra, bahkan sengaja menggerakkan pinggulnya untuk memberikan goyangan sensual.

Pria dengan nama lengkap Liam Benjamin itu tampaknya berusaha menghindar, tidak ingin terlibat dalam permainan panas yang sudah setengah jalan.

Mereka sempat bergulat mulut dengan erotis, menciptakan decakan yang menggema dalam ruangan dengan cahaya remang-remang. Tapi hanya Liam yang terlihat tidak ingin melanjutkan.

“Ada apa, sayang? Kali ini kamu mau menghindar lagi?” tangan wanita bersurai panjang itu meraba-raba dada Liam, mulai membuka kancing kemejanya satu per satu.

Tapi dengan segera Liam menahannya, menggenggam lengan kekasihnya tersebut. Lalu memberinya tatapan selembut mungkin.

“Sudah cukup untuk malam ini, Alina. Kamu terlalu mabuk. Aku akan memanggil supir untuk mengan—”

“Hmmph!”

Mulut Liam yang masih sibuk mengoceh langsung dibungkam oleh ciuman panas yang kembali dilakukan Alina. Wanita itu menginginkan hal lebih, tidak cukup jika hanya dengan berciuman saja.

“Alina, aku mohon berhenti!” Liam menggunakan setengah tenaganya untuk berusaha mendorong tubuh Alina agar menjauh.

Dahi wanita cantik itu mengerut. “Ada apa, sayang? Kamu tidak menginginkannya?”

Liam bingung untuk menjelaskan bagaimana kondisinya. Mulutnya jadi terbata-bata saat akan berbicara, “Bu-bukan begitu, Alina. Hanya saja...”

“Hanya saja apa? Kamu bukan bocah yang baru puber. Tahun ini kamu sudah kepala tiga, Liam. Dan hubungan kita sudah berjalan dua tahun, kita sama sekali belum pernah melakukannya. Ketika ada kesempatan kamu selalu saja menghindar, sebenarnya ada apa?” cerocos Alina meminta penjelasan.

Hembusan napas berat dikeluarkan Liam, kepalanya menunduk. Tidak ada kalimat yang terangkai dalam kepala untuk dikeluarkan. Terlanjur menghitam dan Liam tidak bisa berpikir apa-apa.

“Aku tahu rumormu yang pernah meniduri banyak wanita, tapi kenapa denganku sekalipun kamu tidak mau melakukannya? Apa karena tubuhku tidak bagus dan tidak menarik bagimu?”

Liam segera menggelengkan kepala ketika mendengar pertanyaan tersebut. Karena memang bukan itu yang menjadi alasannya. Sebab wanita dengan tipe body macam Alina tentunya digemari banyak laki-laki.

Alina turun dari pangkuan Liam. Menaikan tali dress nya yang melorot, menutup kembali bongkahan dadanya yang sempat terekspos. Membuat pandangan pria itu kini tertuju padanya.

“Aku juga wanita normal, Liam. Aku butuh hal itu untuk memenuhi kepuasanku. Aku memacarimu bukan hanya untuk diberi uang dan uang saja. Tapi juga ingin berbagi kehangatan di atas ranjang,” paparnya dengan nada yang menahan kekesalan.

Lagi, Liam menghela napas. “Aku tahu, Alina. Tapi...”

“Persetan! Aku tidak peduli lagi!” potong Alina, intonasi bicaranya meninggi.

Matanya menyipit seraya mengeluarkan seringaian, “Biar aku yang mengurus ini. Kamu hanya perlu menikmati saja. Jadi perhatikan aku baik-baik!”

Tangannya meraba-raba dan membelai tubuhnya sendiri. Sengaja melakukan gerakan erotis di depan Liam. Berlenggak-lenggok memamerkan setiap lekukan tubuhnya.

Setiap ketukan high heels merah menyala yang beradu dengan lantai membuat Liam meneguk ludah, Alina kian berjalan mendekat padanya. Sebelah kakinya diangkat naik, menginjak sandaran sofa tepat di sebelah bahu Liam. Sengaja ingin mempertontonkan bagian sensitif miliknya.

“Bagaimana? Apa kamu yakin masih bisa menahannya?” Alina tersenyum puas, tapi usahanya tidak akan berhenti sampai di sini.

Tubuh rampingnya masuk dan berjongkok di antara kedua kaki Liam. Ketika pria tersebut berusaha meminta agar Alina menjauh, perintahnya itu tidak ia hiraukan sama sekali.

“Kamu kenapa sih, Liam? Aneh sekali. Padahal hanya disuruh untuk menikmati saja. Tenang, aku sangat handal dalam hal ini, kamu akan menyesal jika memilih berhenti sebelum sempat merasakan kenikmatan yang mampu membuatmu tergila-gila,” ujarnya dengan penuh percaya diri.

Alina begitu beringas tak sabaran membuka resleting dari celana hitam yang dikenakan Liam. Sedang Liam yang tak lagi mampu melakukan pencegahan hanya pasrah saja, matanya terkatup sembari meringis pelan.

“Loh? Apa ini?” Kening Alina mengernyit saat mendapati benda pusaka milik kekasihnya yang begitu lemas tidak berdaya, hal itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Dengan berat hati dan perasaan yang campur aduk, Liam menjelaskan, “Beginilah kenyataannya, Lin. Aku sebenarnya impoten. Aku sudah lama merahasiakannya darimu. Dan karena hal ini juga alasan mengapa aku tidak bisa berbagi kehangatan di atas ranjang seperti yang kamu inginkan.”

Alina kecewa dengan pernyataan tersebut. Merasa sudah dibohongi selama dua tahun menjalani hubungan. Jika bukan karena bisa diporoti uangnya, sudah sejak lama Alina mengakhiri hubungan tanpa gesekan nafsu seperti ini.

“Jadi selama ini aku menjalin hubungan dengan pria yang menyedihkan? Lihatlah, Liam. Sayang sekali tubuh dan wajah rupawanmu itu menjadi sia-sia hanya karena barangmu itu tak lagi berfungsi,” ejek Alina sembari beranjak dari posisi jongkok.

Alina merapihkan kembali pakaiannya. “Aku tidak mungkin mau meneruskan hubungan ini. Maka malam ini juga, mari kita akhiri semua ini. Aku menyesal telah membuang waktu berhargaku, mengingat bahwa aku pernah mengemis cintamu. Padahal jika tahu begini, mana sudi aku menjadikanmu sebagai kekasih.”

Liam hanya menunduk mendengarkan. Dadanya bergemuruh hebat, harga dirinya berasa sedang diinjak-injak.

Sebelum benar-benar pergi dari hadapan Liam, Alina kembali berbicara, “Tidak ada wanita manapun yang mau dengan laki-laki sepertimu, Liam. Karena laki-laki yang keok di atas ranjang tidak mampu memberi kepuasan. Lebih baik terima saja takdir senjatamu yang sudah bagaikan terong layu itu.”

Seharusnya Liam tahu, bahwa cepat atau lambat kondisinya yang memang menyedihkan itu akan segera terungkap oleh sang kekasih.

Namun Liam tidak pernah mengira bahwa ternyata rasanya sesakit ini ketika diberi cemoohan tentang hal yang berada di luar kendalinya.

***

Pria dengan kemeja abu-abu tersebut menggulung bagian lengannya sampai batas sikut. Sesekali kepalanya mendongak, menatap bentangan langit malam yang gulita tanpa ada bintang yang bertebaran, hanya ada bulan yang mulai tersaput awan.

Setelah dihunjam oleh ledekan dan makian dari mantan kekasihnya, Liam memutuskan untuk mencari udara segar dengan mendatangi pantai.

Di sela-sela aktivitasnya yang sibuk termenung seraya mengamati gulungan ombak yang naik turun tak beraturan, atensi Liam teralihkan sepenuhnya oleh sesosok manusia dengan pakaian serba putih yang pelan-pelan berjalan ke tengah laut, seolah sengaja ingin menenggelamkan diri.

Karena penasaran, Liam memicingkan penglihatannya, sesekali ia mengucek matanya untuk memastikan bahwa yang sedang ia lihat memang manusia betulan. Dan setelah diamati, Liam amat yakin itu adalah manusia dan dia adalah perempuan, terlihat dari pakaian yang tengah dikenakannya.

“Apa yang sedang dipikirkan wanita itu? Dia tidak mungkin sengaja ingin berenang di tengah malam begini, 'kan? Jangan sampai dia menyerahkan dirinya untuk menjadi makanan ikan di laut,” gumam Liam, naluri pedulinya muncul begitu saja.

Meski dikenal cukup dingin dan berhati batu, tapi Liam memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Selain rasa pedulinya, ia juga amat penasaran, tak mungkin menikmati pemandangan menyedihkan itu tanpa berusaha melakukan apapun, jadi Liam memutuskan untuk menolongnya.

Menggulung asal celananya hingga menampakan bulu-bulu halus di betisnya, Liam membuang sembarang puntung rokok yang baru beberapa kali ia hisap. Dengan gerakan tergesa-gesa ia berlari menghampiri wanita yang nyaris hilang dilahap ombak lautan.

Sudah memasuki air hingga menenggelamkan setengah badannya, Liam tanpa babibu langsung menarik lengan wanita yang berjarak sekitar tiga langkah di depannya. Dan untuk pertama kalinya pandangan mereka pun bertemu, selama lima detik Liam membatu tanpa bisa mengatakan apa-apa.

“Kamu siapa?! Lepaskan aku!” teriak wanita berambut bondol tersebut, pipi tirusnya dipenuhi oleh linangan air mata, hidung mancungnya pun sudah memerah layaknya badut dan mata cantik dengan bulu mata yang lentik tampak begitu sembap.

Menggelengkan kepalanya sesaat untuk menepis pikiran yang sempat membuatnya mematung, Liam berusaha untuk fokus. “Aku yang seharusnya bertanya padamu, apa yang akan kamu lakukan? Kamu sedang melakukan percobaan bunuh diri?”

Mencoba menepis lengan Liam yang sudah terlanjur mencekalnya dengan erat, wanita itu terlihat kesusahan, sementara air laut mulai meninggi membuat tubuh pendeknya nyaris tenggelam.

“Bukan urusanmu! Apa pedulimu? Mau aku hidup atau mati, tidak ada sangkut pautnya dengan siapapun!” bentaknya sambil terus meronta-ronta dalam cengkraman.

Liam tidak mau berdebat didalam air, jika ada ombak besar datang bisa saja mereka berdua hanyut dan tenggelam. Maka satu-satunya cara tanpa menerima penolakan adalah langsung membopong tubuh wanita tersebut tanpa aba-aba.

“Hei, sialan! Apa yang kamu lakukan?! Turunkan aku, dasar brengsek!” Wanita tersebut terus meraung-raung seraya mengeluarkan umpatan, tubuh pendek dan kecilnya berhasil Liam gendong ala bridal style.

Ketika mulai beranjak naik dari dalam air, pelan-pelan Liam mengetahui bahwa wanita yang berusaha ia selamatkan ternyata sedang hamil. Dari ukuran perutnya, Liam menebak usia kandungannya sudah di atas lima bulan.

“Jika aku tidak menolongmu, maka ada dua nyawa yang hilang malam ini. Aku tidak tahu apa alasanmu sampai ingin mengakhiri hidup, tapi jika itu karena pria yang tidak bertanggung jawab maka kematianmu hanya berujung sia-sia,” ujar Liam mencoba menceramahi.

Sedang wanita yang sebelumnya sibuk menggelepar-gelepar minta diturunkan, sekarang sudah membeku sambil memasang wajah tanpa ekspresi. Seperti sudah tidak ada lagi tenaga untuk marah, ia terlihat pasrah.

“Dunia tidak butuh penghuni seperti diriku. Justru jika aku memaksa untuk hidup, aku akan terus menderita dan bayi dalam perut ini akan malu karena terlahir dari rahim wanita sepertiku. Atau setidaknya, jika aku memang ditakdirkan untuk tetap hidup aku ingin anak ini menghilang seakan dia tak pernah ada dalam perut ini,” ujar wanita itu dengan mata yang terpejam, kulit pucatnya membuatnya semakin terlihat mengkhawatirkan.

Hampir sampai ke tepian pantai, pasir putih sudah nampak dekat terlihat, Liam mengamati penampilan wanita dalam gendongannya secara lekat. Sekelebat ide gila muncul dalam kepalanya, membuat pikiran Liam langsung membentuk sebuah rencana.

“Lahirkan saja anak itu. Aku akan menanggung semuanya. Bahkan jika kamu mau, aku akan menikahimu juga,” balas Liam kemudian, berhasil membuat wanita itu membuka matanya lebar-lebar dengan memasang wajah kebingungan.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam. Apakah pernikahan ini berjalan atas sisa cinta, atau justru menjadi ajang pembalasan dendam atas sakit hati masa lalu? Kini, sebagai suami istri, keduanya harus berkomitmen meski bayang-bayang masa lalu terus mengusik. Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, berbagai rahasia dan konflik pun mulai bermunculan, menguji kesetiaan serta keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Dalam kisah romansa modern ini, Rangga begitu terpikat oleh sosok Davina hingga merasa sangat terobsesi. Demi memikat wanita impiannya tersebut, Rangga rela menyusun berbagai rencana dan menempuh segala metode untuk menarik perhatiannya. Ia tiada henti berupaya membangkitkan simpati Davina, berharap perasaannya yang mendalam akan berbalas. Perjuangan gigih sang pria demi memenangkan hati wanita pilihannya menjadi inti dari perjalanan cinta yang penuh ambisi ini.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED