Sampul Novel Suara Dari Kamar Mama

Suara Dari Kamar Mama

9.4 / 10.0
Liontin, gadis berusia 22 tahun, mencurigai gelagat aneh ibunya, Bu Santy. Kepada Sandrian, sang kekasih, ia mengeluhkan suara desahan misterius yang selalu terdengar dari kamar ibunya setiap malam. Namun, usaha Liontin menguak misteri ini selalu dihalangi oleh Wulan, kakaknya yang pemarah. Di rumah yang kian mencekam sejak kematian ayahnya, hanya Bi Siti dan sang adik, Anggun, yang mendukung Liontin. Rahasia kelam apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga mereka?

Suara Dari Kamar Mama Bab 1

“Ohhh… Hhhhh… shhh…”

Suara itu kembali masuk memenuhi indera pendengar Liontin, saat gadis berusia 22 tahun itu menginjakkan kakinya ke dalam rumah.

Gadis yang baru saja pulang kuliah itu mengerutkan keningnya dan menajamkan pendengarannya agar bisa mendengar lebih jelas lagi suara aneh itu.

“Dari kamar mama lagi? Sebenarnya apa yang sedang mama lakukan?” gumamnya sambil mendekati pintu kamar sang ibunda.

“Oouh… hhhh… in.. Ini nik… nikmat sekali Sa… yang. Le… lebih keras lag… lagi. Lebih dalam lagi. Hhhh…”

Kini terdengar suara ibunya berbicara dengan suara tersengal -sengal.

Kriet… kriet… kriet…

Suara deritan ranjang bersahut -sahutan dengan suara desahan dan erangan itu.

Karena tak bisa memendam rasa penasaran, Liontin mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar ibunya.

“Ma! Mama!!!” panggil Liontin dengan nada pelan.

Suara desahan dan deritan ranjang itu pun seketika menghilang. Tapi tak ada jawaban.

“Mama. Ini Liontin Ma. Mama ada di dalam kan?”

Tetap tak ada jawaban.

“Ma. Lion tahu kalau mama ada di dalam. Sebenarnya mama lagi ngapain dan sedang sama siapa di dalam? Kenap…”

“Woi!!! Ngapain kamu berdiri di depan kamar mama?”

Terdengar suara seseorang dari arah belakang membuat Liontin langsung menghentikan ucapannya.

“Kak Wulan. Aku mendengar su…”

“Suara aneh itu lagi? Astaga Liontin. Kamu ini kenapa sih? Kamu selalu bicara yang tidak jelas. Aku tidak mendengar suara apa -apa di dalam. Tapi kamu?”

“Tapi itu memang benar adanya Kak. Bahkan baru saja tadi aku mendengar suara itu lagi. Suara des…”

“Stop Lion. Kamu selalu saja membuat cerita yang tidak benar. Heran deh aku sama kamu. Dia itu ibu kita loh. Tapi kamu ngomongnya nggak pakai mikir dulu.”

“Kak Wulan. Ak…”

Wulan mencekal lengan Liontin dengan keras, membuat Liontin merintih kesakitan.

“Aw… sakit kak. Lepasin.”

“Ayo. Daripada kamu ngomong nggak jelas. Mendingan kamu siapkan makan siang buat kakak. Kakak baru pulang syuting. Kakak capek. Cepat.”

Wulan menarik -narik tangan Liontin dan mendorong tubuhnya ke dapur sehingga gadis itu terjerembab ke lantai dapur.

Bi Situ yang sedang memasak terkejut melihat Liontin terjatuh tak jauh dari kakinya.

Dia lalu berjongkok di hadapan Liontin dan membantu gadis itu untuk berdiri.

“Non Liontin nggak apa -apa kan? Nggak ada yang terluka?”

“Halah. Lebay. Hanya begitu saja luka. Ayo cepat buatkan aku makan siang. Nasi goreng plus telur mata sapi. Jangan lupa. Susu coklat panasnya.”

Wulan lalu segera berlalu dari depan pintu dapur.

Bu Siti mengelus lutut Liontin yang terlihat sedikit memerah.

“Sakit ya Non? Kalau begitu Non duduk saja di sini. Biark bibi yang buatkan makan siang Non Wulan.”

“Eitsss…”

Wulan kembali menghadap ke dapur.

“Bibi tidak boleh membantunya. Kalau bibi ketahuan membantu Liontin, makan bi Siti akan aku pecat. Paham?”

“I.. Iya Non Wulan. Bibi paham.”

Wulan lalu bergegas meninggalkan ruangan.

Bi Siti menatap wajah Liontin dengan raut wajah sedih.

“Maafkan Bi Siti ya Non. Bibi tidak bisa membantu Non.”

“Iya Bi. Liontin nggak apa -apa kok. Lion juga tak ingin bibi dipecat. Kalau bibi pergi, lalu siapa yang nanti akan temani Liontin di sini. Oya, di mana bawang merah dan bawang putihnya? Bibi cukup tunjukkan tempatnya biar Lion ambil sendiri.”

“Ada di rak yang sebelah kanan Non.”

Liontin meletakkan begitu saja tas kuliahnya di atas meja lalu mengambil bawang dan mulai mengupasnya dengan perlahan -lahan.

“Hati -hati kalau motongnya Non. Nanti terluka.”

“Iya Bi. Oya, apa bibi pernah mendengar sesuatu dari dalam kamar mama?”

“Suara aneh itu ya Non? Hmmm… bibi nggak dengar apa- apa?”

“Hah? Benar bibi nggak dengar? Yakin?”

“Iya Non. Bibi nggak dengar apa -apa.”

“Kalau bibi nggak dengar apa -apa kenapa tadi bibi bisa tahu suara aneh? Padahal Liontin nggak ngomong suara aneh tadi.”

“Oh hmmmm itu…”

Bi Siti terlihat salah tingkah.

“Hmmm itu.. Tadi bibi nggak sengaja mendengar pembicaraan Non Liontin sama Non Wulan. Maaf.”

“Iya Bi. Nggak apa- apa.”

Liontin lalu melanjutkan pekerjaannya, menyiapkan makan siang kakaknya.

Dia yakin Bi Siti pasti juga pasti mendengarnya. Tapi bi Siti tak berani bicara karena setatus dia cuma ART di rumah berlantai dua itu. Bahkan mungkin saja Bi Siti tahu sesuatu tapi tak berani menceritakannya pada Liontin karena mungkin diancam.

Saat mau mengantarkan makanan untuk Wulan, terlihat seorang pemuda seusia Wulan sedang berada di ruang tamu ditemani oleh Wulan dan Mama Santy.

“Nak Bob. Ini putri keduaku namanya Liontin. Dan Liontin. Ini Nak Bobby. Dia yang sudah banyak membantu Wulan hingga bisa mendapatkan peran utama di di film Seksi Girl yang akan segera tayang di bioskop.”

Mama Santy bicara panjang lebar.

“Ah ibu bisa saja. Aku hanya sedikit mengarahkan saja. Memang pada dasarnya Wulan memang orangnya cantik dan pandai. Aktingnya memang maksimal banget. Aku yang sudah banyak garam pun rasanya kalah saing deh dengan dia. Aku yakin sebentar lagi Wulan bakal jadi artis terfavorit di tahun ini. Bakal ada banyak fansnya. Apalagi ibu juga pandai ngelobi seperti ini.”

Wulan dan Mama Santy terlihat begitu tersanjung dipuja seperti itu.

Sementara itu Liontin merasa sedikit risih melihat mama Santy dan Bobby agak sedikit berbeda cara saling bertatapannya.

“Oya, kalau begitu aku ke kamar dulu Ma. Permisi Kak Bobby. Kak Wulan.”

“Iya. Silahkan cantik.” jawab Bobby sambil tersenyum ramah.

Liontin langsung bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai atas.

Masih terdengar suara tawa Mama Santy, Wulan dan Bobby di bawah sana.

“Pantas saja putri -putri ibu pada cantik -cantik. Ternyata menurun dari sang ibunda sendiri. Sudah cantik, bodi oke, supel pula.”

“Ah… nak Bobby bisa saja. Oya, kamu juga belum bertemu putri bungsu ku. Namanya Anggun. Dia bahkan paling cantik dari semua -semuanya. Kalau Liontin mah kecil.”

Begitulah suara -suara yang masih tertangkap telinga Liontin sebelum semakin jauh naik ke atas.

*** *** ***

Setelah berganti pakaian Liontin langsung melemparkan diri ke atas ranjang empuknya.

Ingin turun untuk makan siang tapi malas karena kalau turun berarti dia harus bertemu lagi dengan pemuda bernama Bobby itu.

Tok..tok..tok..

“Non Liontin.”

Terdengar suara pintu diketuk dari luar disusul suara Bi Siti memanggil namanya.

Kriet…

Liontin bergegas membuka pintu untuk perempuan bertubuh gempal.

“Maaf Non, mengganggu. Bibi hanya mau mengantar tas Non yang ketinggalan di dapur.”

Bi Siti menyerahkan tas berwarna tosca itu pada Liontin.

“Oh iya Bi. Makasih.”

“Sama -sama Non. Tapi apa Non nggak mau makan siang dulu?”

“Nanti saja Bi. Liontin mau istirahat sebentar.”

“Iya Non. Kalau Non mau makan siang, nanti panggil bibi saja. Biar bibi siapkan.”

“Iya Bi. Sekali lagi makasih.”

Begitu bi Siti pergi, Liontin kembali menutup pintu kamarnya.

Bersambung.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suara Dari Kamar Mama

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Demi Rania, tunangannya, Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang. Kedekatan masa kecil kami kini musnah, berganti kebencian buta darinya setelah fitnah keji Rania menghancurkanku. Akibat rekaman asusila palsu itu, Baskara menyiksaku dan menculik orang tuaku, memaksaku melihat mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah penyakit parah yang kusembunyikan, dia justru menyuruhku mati. Tanpa ragu, aku menuruti keinginannya dan melompat ke jurang maut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED