Dewa Naga Abadi akhirnya menyerah setelah pertarungan yang panjang dengan Iblis Semesta Alam. Iblis Semesta Alam sendiri tidak penuh rasa curiga apapun terhadap Dewa Naga Abadi yang tiba-tiba menyerah ini.
“Aku menyerah ... tapi aku mengajukan syarat untuk membentuk Dunia Nagaku sendiri,” ujar Dewa Naga Abadi.
“Jadi maksudmu selain Dunia Iblis dan Dunia Mortal, kamu mau membentuk Dunia Naga?” tanya Iblis Semesta Alam.
“Betul sekali!’ teriak Dewa Naga Abadi.
“Aku tidak akan bergabung denganmu, penghianat!” teriaknya kepada Dewa Maha Sakti.
Dewa Maha Sakti hanya menghela nafasnya saja begitu mengetahui Dewa Naga Abadi memusuhinya hanya karena prinsip yang diterapkannya.
“Siapa yang akan bergabung denganku di Dunia Naga?" tawar Dewa Naga Abadi kepada lima dewa lainnya.
Dewi Phoenix Semesta dan Dewa Semesta Abadi memilih bergabung dengan Dewa Naga Abadi membentuk Dunia Naga.
Dewa Pendekar Mabuk, Dewi Bulan Bintang, dan Dewa Pedang Pusaka memilih bergabung dengan Dewa Maha Sakti membentuk Dunia Mortal yang berisi pendekar.
Iblis Semesta Alam juga membentuk dunianya sendiri yaitu Dunia Iblis.
*****
Tiga Dunia di satu alam semesta yaitu Bumi Kahiyang ini memiliki jalan kehidupan yang berbeda satu sama lainnya.
Dunia Iblis yang dibangun oleh Iblis Semesta Alam memiliki alam yang indah dengan pepohonan yang masih asri. Tanah di Dunia Iblis sangat subur dan bisa ditanami tanaman apa saja yang menghasilkan makanan untuk penghuninya di sana.
Kedamaian juga tercipta di Dunia Iblis. Ternyata dugaan Dewa Naga Abadi kalau Dunia Iblis hanya berisi kejahatan belaka ternyata salah besar.
Iblis Alam Semesta berhasil menciptakan dunia yang penuh dengan keharmonisan. Rakyat di Dunia Iblis hidup aman dan tentram tanpa menganggu dan diganggu makhluk-makhluk dari dunia lainnya.
Tapi sayangnya kedamaian yang berlangsung di Dunia Iblis ini tidak akan berlangsung lama. Petaka akan datang menghancurkan semuanya.
Dunia Mortal yang dibangun oleh Dewa Maha Sakti beserta tiga dewa lainnya yaitu Dewa Pendekar Mabuk, Dewa Pedang Pusaka, dan Dewi Bulan Bintang juga merupakan dunia yang indah.
Bahkan Dewi Bulan Bintang menambahkan bulan dan bintang di langit untuk membuat dunia ini terlihat indah juga di malam hari.
Dewa Pedang Pusaka menjadi pujaan pendekar pedang yang ingin sukses di Dunia Mortal yang juga disebut Dunia Pendekar ini.
Dewa Pedang Pusaka ini kemudian menciptakan Pedang Dewa Langit yang merupakan pedang yang paling sakti di Dunia Mortal bahkan di Tiga Dunia.
Selain itu dewa ini juga menciptakan pedang tandingan yang tidak kalah hebatnya yaitu Pedang Iblis Bumi yang mengandung hawa kegelapan.
Bukan hanya itu saja , dewa ini juga menuliskan ilmu pedang yang hebat yang bisa digunakan oleh pendekar pedang yaitu Jurus Pedang Dewa Langit dan Jurus Pedang Iblis Bumi yang masing-masing berisi 8 jurus pedang yang legendaris.
Pedang dan Kitab Pedang ini menjadi pusaka yang legendaris yang turun temurun dicari dan diperebutkan oleh pendekar di Dunia Mortal.
Dewa Pendekar Mabuk menjadi pujaan pendekar tangan kosong yang banyak diminati pendekar dari Dunia Mortal.
Tidak mau kalah dengan Dewa Pedang Pusaka yang menciptakan kitab pedang, Dewa Pendekar Mabuk menuliskan 8 Jurus Pendekar Mabuk di dalam sebuah Kitab Dewa Mabuk.
Konon Jurus Pendekar Mabuk ini merupakan jurus paling hebat yang sulit dan tidak pernah dikalahkan oleh jurus apapun, bahkan juga oleh jurus pedang. Hanya saja untuk menguasai jurus ini harus dalam keadaan mabuk, yang tidak bisa dihadapi oleh semua pendekar.
Kitab Dewa Mabuk ini juga seiring jaman hanya menjadi legenda saja yang tidak diketahui kebenarannya.
Dunia Naga yang dibentuk oleh Dewa Naga Abadi dan Dewi Phoenix Semesta menjadi dunia yang terindah dengan pegunungan yang terhampar beserta pepohonan, sungai, dan danau yang semuanya bersih sekali.
Naga-naga di dunia ini hidup damai dan tentram tanpa ada yang mengetahui kalau ada satu naga yang tidak hidup tentram yaitu Dewa Naga Abadi.
Dewa ini masih dendam terhadap Iblis Alam Semesta.
Selama ribuan tahun, dewa ini menyusun rencana untuk penyerangan besar-besaran ke Dunia Iblis dengan tujuan menghancurkannya.
Dewa Naga Abadi menunggu portal antar dimensi atau dunia yang terbuka setiap sepuluh ribu tahun sekali saat posisi dunia ini sejajar dalam satu bidang kosmis.
“Akhirnya aku akan menghabisi iblis sombong itu di dunianya sendiri," pikir Dewa Naga Abadi.
Saat-saat yang ditunggunya akhirnya terjadi juga.
Portal antar dimensi mulai terbuka perlahan-lahan yang menandakan perjalanan antar dimensi bisa dilakukan olehnya dan pasukan naganya.
“Iblis Alam Semesta ... saatnya kamu angkat kaki dari Bumi Kahiyang ini!”teriak Dewa Naga Abadi.
“Ayo ... masuk semua dan hancurkan Dunia Iblis itu beserta seluruh isinya!" perintah Dewa Naga Abadi kepada pasukan naganya yang berjumlah ratusan ribu.
*****
Sementara itu di Dunia Iblis tidak ada kejadian yang berarti.
Iblis Semesta Alam tidak mempermasalahkan portal dimensi yang terbuka setiap sepuluh ribu tahun sekali, karena menurutnya perdamaian sudah tercipta antara tiga dunia.
Teriakan panik iblis-iblis di dunia ini kemudian mengagetkan dirinya.
Belum sempat dia mencari tahu apa yang sedang terjadi, mendadak dari atas langit muncul naga yang banyak sekali jumlahnya.
Naga-naga ini langsung menyemburkan apinya membakar semua pepohonan dan rumah-rumah yang ada di bawahnya.
“Kamu mau kemana iblis laknat!”teriak Dewa Naga Abadi yang mendarat tepat di hadapannya.
“Aku akan menghancurkan duniamu dan mengusirmu dari Bumi Kahiyang ini!”ujar Dewa Naga Abadi, “Kamu tidak pantas berada di bumi ini bersama kami Dunia Mortal dan Dunia Naga.”
Iblis Alam Semesta sangat geram dan marah dengan tindakan Dewa Naga Abadi, tapi dia harus menahan kemarahannya karena nasib iblis-iblis yang menghuni Dunia Iblis ini ada di tangannya.
“Aku mohon ... lepaskanlah iblis-iblis yang tidak bersalah. Kamu hanya menginginkan diriku. Aku akan menyerah padamu,” ujar Iblis Alam Semesta.
Dia tidak tega melihat dunia yang dibangunnya hancur beserta penghuninya. Jalan satu-satunya adalah menyerahkan dirinya tanpa perlawanan kepada Dewa Naga Abadi.
“Baiklah ... Karena pengorbananmu, aku akan membebaskan iblis-iblis ini tetap tinggal di dunia ini. Tapi aku akan membuat duniamu seperti neraka yang hanya pantas untuk ditinggali iblis!” ujar Dewa Naga Abadi penuh kebencian.
Pasukan naga dari Dewa Naga Abadi benar-benar membakar habis semua keindahan dari Dunia Iblis. Tersisa hanyalah asap bekas pembakaran di dunia yang semula indah ini.
Dewa Naga Abadi memenuhi janjinya membebaskan iblis-iblis ini tinggal di dunia yang kemudian dinamakan Dimensi Neraka oleh naga ini.
“Mulai sekarang Dimensi Neraka akan disinari matahari kembar dan bakal banyak bermunculan gunung berapi yang menambah panas dunia ini,” seru Dewa Naga Abadi
Dewa Naga Abadi kemudian menyeret Iblis Alam Semesta dan menghukum mati iblis ini di depan iblis-iblis yang sekarang menghuni Dimensi Neraka.
Bagaimana nasib Dunia Iblis selanjutnya setelah penyerangan brutal yang dilakukan Dewa Naga Abadi beserta pasukan naganya ini?
Dewa Naga Abadi benar-benar meninggalkan kehancuran di Dunia Iblis yang sekarang bernama Dimensi Neraka ini. Rasa dendam yang membara membutakan mata Dewa Naga Abadi kalau kehidupan di Dunia Iblis ini tidak seperti bayangannya yang penuh kegelapan dan kejahatan.
Keinginannya untuk melenyapkan Iblis Alam Semesta terwujud setelah puluhan ribu tahun kemudian. Rasa puas menghinggapi Dewa Naga Abadi yang selalu dihantui mimpi muruk selama ribuan tahun untuk melenyapkan Iblis Semesta Alam.
Dewa Naga ini bahkan tidak peduli dengan kehidupan iblis yang damai di Dunia Iblis yang diciptakan oleh Iblis Semesta Alam ini.
Baginya, iblis tetaplah iblis dimanapun iblis ini berada tetap membawa hawa kejahatan yang perlu diberantas sampai ke akar-akarnya. Hanya saja pengorbanaan Iblis Semesta Alam yang mengorbankan nyawanya sebagai pengganti iblis-iblis yang menghuni Dunia Iblis membuat Dewa Naga Abadi tidak bisa memberantas semua iblis-iblis di Dunia Iblis.
*****
Setelah era kehancuran besar yang melanda Dunia Iblis, salah satu Iblis yang bernama Candra Kumara berhasil mempersatukan seluruh iblis yang tersisa untuk membentuk suatu Kerajaan Iblis baru bernama Kerajaan Kumara.
Candra Kumara mulai membangun kembali Dunia Iblis yang berada di Dimensi Neraka ini. Tapi pepohonan dan tanah yang subur yang dahulu menghiasai dunia iblis ini sudah tidak bisa dikembalikan lagi.
Hawa panas dari semburan api naga mematikan semua kehidupan di tanah yang semula sangat subur ini.
Pepohonan tidak ada yang bisa tumbuh lagi. Bahkan air di dunia iblis ini sudah tercemar dan tidak bisa diminum lagi. Kekeringan melanda Dunia Iblis membuat penghuninya kehausan dan kelaparan. Sungguh bukan hal yang mudah bagi Candra Kumara untuk membangun kembali dunia yang sudah hancur lebur ini.
Gunung-gunung berapi banyak yang bermunculan dan meletus menyemburkan asap tebal serta debu vulkanik yang banyak melanda dunia iblis. Kehidupan di Dunia Iblis memamng bagaikan neraka, jadi pantas jika Dewa Naga Abadi menamakannya Dimensi Neraka.
*****
Puluhan tahun kemudian Dimensi Neraka menjadi dunia yang lebih baik alih-alih dunia yang sangat tandus sebelumnya.
Kehidupan mulai berjalan normal, walaupun masih belum ada pepohonan yang bisa tumbuh di dunia ini.
Candra Kumara memiliki anak laki-laki bernama Sakya Kumara yang sangat tertarik dengan Dunia Pendekar.
Sakya Kumara juga tertarik dengan portal dimensi yang konon akan terbuka setiap sepuluh ribu tahun sekali.
Dunia Mortal sangat menarik baginya, terutama pendekar-pendekar di dunia ini yang mempunyai gerakan-gerakan menyerang dan bertahan yang disebut Silat.
Sejak kecil, Sakya Kumara selalu bermimpi menjadi pendekar terutama Pendekar Pedang. Jurus-jurus pedang dan tangan kosong dipelajarinya dari mimpi-mimpi yang didapatnya sejak kecil. Entah itu anugerah yang didapatnya yang murni mimpi semata atau memang Sakya bisa berpetualang ke Dunia Mortal saar sedang tertidur dan bermimpi.
Sakya Kumara juga berhasil menemukan pedang iblis yang sangat sakti yang tertempa oleh semburan naga saat Dewa Naga Abadi beserta naga-naganya menghancurkan dunia yang dicintainya ini.
Akhir-akhir ini Sakya Kumara juga sering bermimpi tentang seorang gadis yang ditemuinya di Dunia Mortal.
Gadis ini sangat cantik, bermata biru, dan memiliki senyum yang menawan hatinya. Terlihat gadis ini adalah pendekar sakti taapi bisa juga putri bangsawan kerajaan Dunia Mortal.
Namun Sakya tidak pernah bermimpi lama. Setiap bertemu dengan gadis ini, selalu dia terbangun secara tiba-tiba.
"Kenapa kalau mimpi yang indah-indah pasti terbangun!" Sakya kesal dengan mimpinya yang selalu terputus di tengah jalan ini.
Sakya Kumara juga mempunyai kemampuan khusus yaitu sering mendengar suara-suara yang mungkin berasal dari dimensi atau dunia yang lain.
"Apa ini kemampuanku yang tersembunyi ya? Suara-suara ini semakin lama semakin kencang saja terdengar!" pikirnya.
Kadang dia mendengar tentang legenda Pedang Dewa Langit dan Kitab Dewa Mabuk yang dibicarakan pendekar-pendekar dari Dunia Mortal.
Kadang dia juga mendengar dari Dunia Naga tentang pasukan naga yang membumi hanguskan dunianya menjadi neraka seperti sekarang.
"Aku harus mencari jalan untuk menemukan Kitab Dewa Mabuk dan Kitab Pedang Dewa langit beserta pedangnya, tapi apa mungkin aku bisa pergi dari Dunia Iblis ini?" gumamnya dalam hati.
Sakya ingin menjadi Pendekar Dewa Pedang yang sakti dengan mencari Pedang Dewa Langit dan Pedang Iblis Bumi beserta Kitab Pedangnya. Di Dunia Iblis tidak ada ilmu silat seperti halnya di Dunia Mortal, jadi Sakya Kumara sangat berambisi untuk pergi ke Dunia Mortal mewujudkan impiannya ini.
Tapi dia juga penasaran dengan Kitab Dewa Mabuk yang jurusnya masih tidak tertandingi hingga sekarang di Dunia Mortal.
"Aku harus mendapatkan semua Kitab Silat itu, biar bisa menjadi pendekar nomor satu di jagad persilatan," gumam Sakya Kumara dalam hati.
Hanya dengan menjadi Pendekar Dewa Pedang, dia bisa ke Dunia Naga untuk membalas perbuatan naga-naga ini terhadap dunianya, yang menyebabkan kehancuran besar sampai sekarang yang sulit untuk pulih seperti sedia kala lagi, bahkan hampir mustahil untuk dilakukan.
"Bagaimana ya cara ke sana? Dunia Mortal ini hanya terbuka tiap sepuluh ribu tahun sekali. tapi aku pernah mendengar tentang keretakan dimensi yang tidak menutup saat seluruh dimensi menutup kembali. Tapi ada bahayanya juga melewati retakan dimensi ini. Tubuh bisa hancur karena anomali di retakan dimensi ini tidak stabil untuk bepergian antar dimensi," pikir Sakya Kaumara.
Sakya pernah mendengar cerita dongeng turun temurun yang menyatakan ada keretakan dimensi yang terjadi di dekat kawah gunung berapi yang berada di Distrik Neraka, salah satu distrik terpanas yang ada di Dunia Iblis.
“Aku harus ke sana!”pikirnya,“Jika aku memberitahukan hal ini kepada ayah, pasti aku dilarangnya lagi ke sana!”
"Dunia Iblis yang indah dan sejuk oleh pepohonan menjadi gersang dan panas oleh tindakan naga-naga dari Dunia Naga yang tidak bertanggung jawab itu! Aku harus menghancurkan Dewa Naga Abadi beserta dunia Naganya agar dia mengerti tindakannya yang telah membuatku sengsara dari kecil," tekad Sakya Kumara.
"Kalau aku tidak mengambil resiko sekarang, aku tidak akan pernah lagi bisa memasuki Dunia Mortal untuk mencari kitab yang aku inginkan! Dunia Iblis selamanya akan menjadi Dimensi Neraka yang panas dan gersang karena Mustika Hidup Abadi dari Iblis Alam Semesta konon ada di Dunia Mortal," gerutu Sakya yang merasa kesal masih berada di Dunia Iblis saat ini.
Sakya Kumara akhirnya memutuskan pergi ke sana sendirian untuk mencari retakan dimensi yang disebabkan semburan api naga abadi yang terus menerus pada masa kehancuran Dunia Iblis.
Perjalanannya ini tidak sia-sia, karena Sakya akhirnya menemukan retakan dimensi ini di kedalaman kawah gunung berapi yang masih aktif.
Sakya harus menuruni kawah aktif ini dahulu untuk menemukan retakan dimensi ini yang berada di dekat dasar kawah ini.
Tanpa berpikir panjang lagi, dimasukinya retakan dimensi ini yang cukup muat untuk dirinya.
Apa yang akan terjadi dengan Sakya Kumara yang nekad memasuki retakan dimensi yang tidak stabil ini?