Sampul Novel Sakya Kumara

Sakya Kumara

8.9 / 10.0
Demi meraih gelar Pendekar Dewa Pedang, Sakya Kumara, sang pewaris tunggal Kerajaan Kumara, memutuskan berkelana ke Dunia Mortal. Pangeran iblis ini memburu tiga pusaka legendaris: Pedang Dewa Langit, Pedang Iblis Bumi, dan Kitab Dewa Mabuk. Langkahnya didorong dendam membara pada Dewa Naga Abadi yang telah menghancurkan tanah airnya. Di tengah kekacauan Dunia Mortal, mampukah Sakya melewati rintangan berat ini untuk membalas dendam sekaligus memulihkan kerajaannya?
Ringkasan Sakya Kumara
Demi meraih gelar Pendekar Dewa Pedang, Sakya Kumara, sang pewaris tunggal Kerajaan Kumara, memutuskan berkelana ke Dunia Mortal. Pangeran iblis ini memburu tiga pusaka legendaris: Pedang Dewa Langit, Pedang Iblis Bumi, dan Kitab Dewa Mabuk. Langkahnya didorong dendam membara pada Dewa Naga Abadi yang telah menghancurkan tanah airnya. Di tengah kekacauan Dunia Mortal, mampukah Sakya melewati rintangan berat ini untuk membalas dendam sekaligus memulihkan kerajaannya?
Baca Selengkapnya

Sakya Kumara Bab 1

Jutaan tahun yang lalu saat Bumi Kahiyang masih berupa pusaran kosmis dan langit di atasnya masih berupa ruang hampa yang kosong tanpa udara.

Di pusaram kosmis ini hidup Iblis Semesta Alam yang merupakan musuh para Dewa yang saat itu berkuasa di Alam Ruang Hampa.

Pada masa itu, Alam Ruang Hampa dipimpin oleh 7 Dewa Abadi yang sudah hidup ratusan juta tahun bahkan lebih.

Kemunculan Iblis Semesta Alam akan mengacaukan kehidupan abadi mereka karena Iblis Semesta Alam memiliki Mustika Hidup Abadi yang bisa menyerap kehidupan abadi mereka.

Syarat Iblis Semesta Alam hanya satu kepada 7 Dewa dan Dewi ini yaitu membiarkan dirinya membentuk Alam Iblis sendiri dari pusaran kosmis yang dia tempati sekarang.

Tujuh Dewa dan Dewi Abadi yang berkuasa pada masa itu yaitu :

Dewa Naga Abadi

Dewa Pendekar Mabuk

Dewa Semesta Abadi

Dewi Bulan Bintang

Dewi Phoenix Semesta

Dewa Maha Sakti

Dewa Pedang Pusaka

Ketujuh Dewa dan Dewi ini tidak mengijinkan Iblis Alam Semesta membentuk Dunia Iblis karena mereka memerlukan pusaran kosmis ini untuk membentuk Dunia Tanpa Keabadian (Dunia Mortal) yang dihuni oleh makhluk yang disebut pendekar beserta makhluk-makhluk tanpa keabadian lainnya.

Tujuan mereka hanya satu yaitu agar pendekar bisa memuja mereka sebagai dewa dan dewi, serta menuruti semua keinginan mereka.

Dewa dan Dewi Abadi ini ingin menguasai Dunia Mortal sepenuhnya, berbeda dengan Iblis Semesta Alam yang murni ingin membangun Dunia Iblis yang aman tentram tanpa perlu memuja dirinya seperti halnya Dunia Mortal yang dibangun dewa dan dewi abadi ini.

*****

“Iblis Semesta Alam ...!” teriak Dewa Semesta Abadi, “Pergi segera ke duniamu dan jangan kembali lagi ke Alam Ruang Hampa ini.”

Iblis Semesta Alam tidak mengubris perintah Dewa Semesta Abadi, yang membuat dewa ini sangat marah kepadanya dan mulai menyerangnya.

“Pergi sekarang atau aku yang akan memaksamu pergi!” teriak Dewa Semesta Abadi lagi yang menyerang Iblis Semesta Alam dengan serangan sinar yang menyerupai cahaya bintang.

Iblis Semesta Alam tidak beranjak dari posisinya yang berada di dalam pusaran kosmis ini. Hanya dengan menyodorkan telapak tangannya saja, serangan Dewa Semesta Alam berhasil diatasi olehnya.

“Kurang ajar kamu, Iblis Semesta Alam ...!” Dewa Pedang Pusaka bergerak dengan pedangnya yang besar berusaha menebas Iblis Semesta Alam.

Lagi-lagi serangannya kandas karena Iblis Semesta Alam menjepit ujung pedang besarnya begitu saja dan mematahkannya.

Kekalahan dua dewa yang sangat telak itu membuat tiga dewa bergerak maju sekaligus mengeroyok Iblis Semesta Alam.

“Rasakan Jurus Mabukku ini!” teriak Dewa Pendekar Mabuk yang mulai mengeluarkan Jurus Pendekar Mabuk menyerang ke arah Iblis Alam Semesta.

“Terimalah seranganku!” teriak Dewi Bulan Bintang yang mengeluarkan serangan sinar dari kedua telapak tangannya yang mengarah ke Iblis Semesta Alam.

Dewi Phoenix Semesta juga tidak mau kalah dengan dua rekan dewanya ini. Bahkan Dewi Phoenix Semesta berubah menjadi burung Phoenix yang sakti yang langsung menyerang Iblis Semesta Alam.

Lagi-lagi serangan ketiga dewa-dewi ini berhasil dikandaskan oleh Iblis Semesta Alam dengan mudahnya.

Tangan kanan Iblis Semesta Alam menahan serangan Dewa Pendekar Mabuk, tangan kirinya mengeluarkan sinar untuk menahan sinar dari Dewi Bulan Bintang, dan tiupan dari mulutnya melemparkan Dewi Phoenix Semesta jauh ke Alam Ruang Hampa tiada berbatas.

Kedua dewa-dewi yang tersisa juga terpental jauh oleh energi alam semesta yang dikeluarkan oleh Iblis Alam Semesta.

“Kabulkan saja permintaanku untuk membentuk Dunia Iblis, maka aku juga akan mengijinkan kalian para dewa menciptakan Dunia Mortal yang berisi para pendekar beserta makhluk-makhluk tidak abadi lainnya,” ujar Iblis Alam Semesta.

“Kami tidak akan ijinkan kamu membentuk Dunia Iblis karena sangat berbahaya untuk alam semesta yang akan kami bentuk nanti!” teriak Dewa Maha Sakti.

“Aku akan ijinkan para pendekar yang menghuni Dunia Mortal memuja kalian sebagai dewanya,” ujar Iblis Alam Semesta, “Kita bentuk dua dimensi yang berbeda tapi masih di dalam satu semesta.”

“Tidak perlu banyak bicara lagi! Rasakan seranganku!” teriak Dewa Maha Sakti.

Dewa ini mengeluarkan serangan yang tidak main-main. Serangannya sangat kuat dan memaksa Iblis Semesta Alam keluar dari pusaran kosmisnya.

“Baru kali ini aku menghadapi serangan yang hebat seperti ini!” teriak Iblis Semesta Alam yang senang sekali karena akhirnya mendapatkan lawan yang sepadan.

Saling tukar jurus terjadi di antara keduanya.

Pertarungan ini sudah berlangsung 7 hari 7 malam, tapi belum kelihatan siapa pemenangnya.

Dewa Naga Abadi tidak ikut campur dalam pertarungan antara Dewa Maha Sakti dengan Iblis Alam Semesta karena dia ingin bertarung melawan Iblis Alam Semesta sendiri setelah Dewa Maha Sakti dikalahkan oleh Iblis Semesta Alam.

Pertarungan terus berlanjut hingga hari ke-50 tanpa ada yang merasa kelelahan dan ingin berhenti.

Bahkan pertarungan yang terjadi terlalu lama ini menimbulkan persahabatan antara Dewa Maha Sakti dengan Iblis Semesta Alam karena saling menghargai di antara mereka.

Pertarungan akhirnya dihentikan di hari ke-51 karena Dewa Maha Sakti akhirnya menyetujui permintaan Iblis Semesta Alam.

Dewa Naga Abadi yang tidak setuju menantang Iblis Semesta Alam untuk bertarung dengannya.

Sosok Naga dari Dewa Naga Abadi sangat besar dan menutupi seluruh Alam Ruang Hampa yang menjadi tempat pertarungan mereka.

Naga Merah dari Dewa Naga Abadi ini terus menyemburkan api abadi ke arah Iblis Alam Semesta, tapi tanpa kesulitan berarti iblis ini berhasil mengisap habis semburan api dari naga ini hingga tidak bersisa sama sekali.

“Menyerahlah Dewa Naga Abadi!” teriak Iblis Alam Semesta.

“Aku tidak sudi menyerah kepada iblis! Lebih baik aku mati!” teriak Dewa Naga Abadi.

“Dewa Naga Abadi, hentikan saja pertarungan ini! Kita masih bisa membentuk dua dunia yang berbeda yang masing-masing berdiri sendiri,” seru Dewa Maha Sakti.

“Diam kamu penghianat! Kamu telah menghianati kepercayaan kami semua dan bersekutu dengan iblis!” teriak Dewa Naga Abadi yang sudah kehilangan akal sehatnya.

Tujuan utama Dewa Naga Abadi ini adalah untuk menyingkirkan Iblis Alam Semesta selamanya, karena menurutnya Dunia Mortal lebih baik tanpa iblis di dalamnya.

Serangan yang dilancarkan Dewa Naga Abadi makin gencar tapi Iblis Alam Semesta tidak kesulitan untuk melawannya.

Dewa Naga Abadi kemudian berubah kembali ke bentuk pendekarnya. Jurus demi jurus dilancarkannya ke arah Iblis Alam Semesta, tapi iblis ini terlalu kuat baginya.

“Dewa Maha Sakti ...!” panggil Dewa Naga Abadi, “Cepat bantu aku kalahkan Iblis Alam Semesta ini.”

Dewa Maha Sakti tidak bergeming dengan perintah Dewa Naga Abadi.

“Aku sudah berjanji dengan Iblis Alam Semesta, dan janjiku ini akan kutepati!” seru Dewa Maha Sakti.

Dewa Naga Abadi kemudian memikirkan sebuah rencana licik yang akan dijalankannya, karena dia tidak berhasil mengalahkan Iblis Alam Semesta.

“Baiklah ... aku menyerah!” seru Dewa Naga Abadi yang langsung menghentikan serangannya.

Apa sebenarnya rencana licik Dewa Naga Abadi ini yang akan mengelabuhi Iblis Semesta Alam?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sakya Kumara

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED