Sampul Novel Suami pura-pura

Suami pura-pura

8.9 / 10.0
Demi membahagiakan Nenek Laila, Alan nekat mengaku sebagai suami Adinda. Kebohongan ini membuat Adinda panik karena takut rahasia mereka terungkap. Perselisihan sengit pun tak terhindarkan lantaran Adinda menolak keras terlibat dalam pernikahan palsu tersebut. Namun, di tengah perdebatan mereka, Alan justru melontarkan pertanyaan tak terduga yang membungkam Adinda: apakah wanita itu bersedia menjadi istrinya yang nyata? Kini ia terjebak dalam bimbang.

Suami pura-pura Bab 1

Suasana tegang menghiasi ruangan itu. Seorang anak sedang berseteru dengan kedua orang tuanya. Mereka saling beradu pendapat, dan tidak ada mengalah di antara ketiganya. Wajahnya pun tampak memerah karena menahan amarah.

Adinda Salsha, seorang gadis yang baru saja menggapai gelar sarjana, dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya. Ia menentang, karena menurutnya perjalanan hidup masih panjang, dan Adinda belum puas untuk menikmati masa muda. Sementara Lukman – ayah Adinda, terus bersikeras agar anaknya segera menikah. Dengan alasan umurnya yang tidak akan lama lagi, mengingat dirinya sudah paruh baya dan ingin melihat puterinya ada yang membimbing.

“Ayah, Adinda tidak mau jika harus menikah sekarang,” ujar Adinda dengan penuh penekanan.

“Sampai kapan kamu akan sendiri seperti ini? Ayah sudah tua, dan tidak mungkin bisa mendampingimu lebih lama.”

“Ayah jangan berkata seperti itu. Adinda masih bisa jaga Ayah, tidak harus dengan menikah secepat ini.”

Lukman mendengus kesal, “Kalau kamu tidak mau menikah, maka tidak akan ada harta warisan untukmu.”

Lukman kemudian pergi meninggalkan mereka. Sementara Hana – Ibu Adinda, mengusap pundaknya agar anaknya sedikit lebih tenang. Adinda merasa kalau dirinya telah melakukan kesalahan. Sebab, telah membuat sang ayah terluka karena perkataannya.

“Sudah, biar nanti Bunda bicarakan hal ini kepada ayahmu.”

“Tapi, Bunda. Kenapa Ayah tega sekali dengan Adinda? Padahal Adinda ingin menikmati masa muda.”

Hana mengusap pundak anaknya itu, “Kamu tidak usah khawatir, mungkin Ayah itu sedang banyak pikiran. Yang membuat Ayah seperti itu.”

Adinda menghela nafas, karena tidak mau bertengkar lagi dengan ayahnya. Adinda memutuskan untuk pergi ke luar rumah, dan mencari udara segar yang mampu pikirannya kembali tenang. Adinda pergi mengendarai mobilnya, sepanjang perjalanan ia terus memikirkan permintaan ayahnya tersebut. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, Adinda tidak ingin mengecewakan ayahnya. Tetapi ia juga tidak mungkin menikah muda. Kepala Adinda terasa pusing dan berdenyut. Hal itu membuat ia tidak focus mengendarai mobil. Dan secara tiba-tiba, ada seorang pria yang melintas begitu saja. Membuat Adinda menghentikan laju mobilnya secara mendadak.

“Astaga! Siapa itu?” Kejadian itu membuat tubuhnya condong ke arah depan.

Ia melihat seorang pria tengah berdiri kaku tepat berada di depan mobilnya. Ia tidak kalah terkejut, bahkan sampai berteriak sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua lengannya. Adinda kemudian turun untuk menghampiri pria tersebut. Terlihat seorang pria yang berpenampilan biasa saja. Mengenakan kaos polos berwarna hitam, dan sandal jepit yang melindungi kakinya.

“Kalau jalan lihat-lihat, jangan asal menyebrang begitu saja,” oceh Adinda.

“Harusnya anda yang hati-hati. Kalau mengendarai mobil itu pelan saja.”

Adinda berdecak kesal, bukannya meminta maaf, pria itu malah memarahinya.

“Anda tidak sopan sekali. Sudah tahu anda yang salah, kenapa malah menyalahkan saya?” Nada bicara Adinda meninggi.

Pria itu menatap Adinda dengan intens, ia tidak mau mempermasalahkan lebih jauh. Dan memutuskan pergi begitu saja, meninggalkan Adinda yang masih dikuasai oleh rasa kesalnya.

“Awas saja kalau bertemu, aku tidak akan pernah mengampuni pria seperti itu.”

Adinda kembali berjalan masuk ke dalam mobil. Ia mengarahkan laju mobil pada sebuah café yang terletak di kota tersebut. Tetapi sebelum ke sana, Adinda lebih dulu menghubungi Chika – sahabatnya untuk menemani dirinya.

Sampainya di cafe, Chika sudah lebih dulu sampai ke sana. Bahkan ia sudah memesankan minuman untuk dirinya dan juga Adinda. Chika melihat kedatangan Adinda dan langsung menghempaskan tasnya ke atas meja. Menyebabkan suara bising.

“Kamu kenapa? Wajah ditekuk seperti itu,” oceh Chika.

“Hari ini membuat suasana hatiku hancur. Sudah Ayah yang terus memaksa untuk menikah. Dan tadi ada pria yang tidak sopan, sudah dia yang salah dan dia juga tidak mau meminta maaf.” Adinda menceritakan semua kejadian sialnya hari ini.

Chika yang mendengar cerita itu terkekeh geli, “Hahaha. Makanya patuh dengan nasihat orang tua. Jangan melawan.”

“Tapi aku masih mau menikmati masa muda. Masa mau nikah sekarang?”

Chika menaikkan bahunya tanda tidak tahu.

Adinda mengaduk minuman itu dan sesekali menyeruputnya. Hatinya benar-benar hancur, dan tidak tahu harus berbuat apa. Tak berapa lama, datang makanan yang sudah dipesankan oleh Chika. Tanpa aba-aba, Adinda langsung saja melahap semua makanan itu. Chika menelan ludahnya, memang sudah biasa melihat Adinda yang rakus dengan makanan. Tetapi Adinda tetap menjaga tubuhnya agar terlihat ramping dan menarik.

“Oiya, bagaimana jika kamu tinggal di rumahku saja?” Tawar Chika.

“Boleh juga, telingaku rasanya panas kalau harus terus menerus mendengarkan Ayah yang mendesak untuk menikah.”

“Oke, baiklah kalau begitu. Nanti kita langsung saja ke rumahku.”

Adinda setuju dengan itu semua. Chika memang sudah memiliki rumah sendiri, itu ia lakukan karena kampung halamannya yang jauh. Mengharuskan Chika membeli rumah agar tidak harus pulang pergi ke rumah kedua orang tuanya. Setelah makan selesai, Chika langsung mengajak Adinda untuk segera pulang. Kebetulan Chika datang ke café dengan menaiki taksi.

Sampainya di rumah Chika. Adinda langsung turun bersama dengan sahabatnya itu. Tampak sebuah rumah, yang bisa dibilang tidak terlalu mewah. Tetapi terkesan sederhana, dan cukup nyaman dengan taman kecil di samping rumah itu. Ini bukan kali pertama Adinda berkunjung ke rumah Chika. Ia sudah sering sekali mampir atau menginap sekalipun di rumah itu. Mereka memang bersahabat sejak pertama kali menjejakkan kaki di bangku perkuliahan.

Suasana rumah yang rapi, Chika itu tidak akan tinggal diam jika melihat rumahnya berantakan. Maka ia sering dijuluki gadis rajin oleh teman-temannya yang lain. Berbeda sekali dengan Adinda yang tidak terlalu perduli dengan sekitar. Bahkan barangnya saja Adinda jarang merapikan. Selalu saja Hana yang merapikan itu.

“Oiya, aku ‘kan tidak membawa pakaian? bagaimana?” Adinda baru ingat kalau ia tidak membawa apa-apa.

“Pakai saja ini. Bukannya pakaianku juga bisa dipakai sama kamu?” ujar Chika sambil melempar satu pakaian ke tangannya.

“Oiya aku lupa,” jawab Adinda singkat.

**

Malam tiba.

Adinda sudah disibukkan oleh pekerjaan kantor. Sejak lulus, ia langsung melamar pekerjaan. Dan langsung diterima sebagai staff marketing. Memang tidak tinggi, tetapi Adinda selalu mensyukuri apa yang sudah ia dapat dengan jerih payahnya sendiri. Bahkan Adinda sama sekali tidak mengemis pekerjaan kepada orang tuanya, padahal Ayahnya adalah direktur utama di PT. Abadi Jaya. Sedari tadi Adinda terus sibuk dengan layar laptopnya, sampai tidak memberi jeda kepada tubuhnya untuk beristirahat.

“Ini minum.” Chika meletakkan minuman di atas meja.

Adinda menoleh kemudian tersenyum, “Terima kasih, sahabat aku memang baik sekali.”

“Kamu ini kalau sudah kerja suka tidak ingat waktu. Jaga kesehatan, Din, kamu juga perlu istirahat.”

Adinda mengangguk faham, “Aku tahu. Tapi pekerjaan di kantor lagi banyak sekali, dan aku harus mengerjakan malam ini juga.”

Chika tidak menanyakan lebih, karena ia tahu kalau sahabatnya akan melakukan yang terbaik untuk membuat pekerjaannya menjadi sempurna. Chika dan Adinda tidak bekerja pada perusahaan yang sama. Walau begitu, mereka sering sekali menghabiskan waktu berdua.

Tidak terasa malam semakin larut, Adinda memutuskan untuk menyudahi semuanya. Rasa kantuk mulai menyerang, dan ingin rasanya Adinda meregangkan otot-otot yang tegang. Sementara Chika sudah lebih dulu tertidur di kamar. Sebelum pergi ke kamar, Adinda terlebih dulu memberikan pesan kepada sang bunda. Agar Hana tidak mencemaskan dirinya. Ia mengatakan kalau akan tinggal di rumah Chika untuk beberapa hari, sampai Lukman menghentikan permintaannya untuk Adinda segera menikah.

**

Bersambung.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suami pura-pura

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED