Sampul Novel Ranjang Panas Tuan Lucas

Ranjang Panas Tuan Lucas

8.9 / 10.0
Flora terdesak ketika Lucas, pemilik Blackwood yang dingin, tiba-tiba menagih utang besar peninggalan orang tuanya yang telah tiada. Pertemuan pertama mereka di sebuah pesta langsung berujung buntu karena pria yang lebih tua lima belas tahun itu menolak bernegosiasi. Sebagai staf magang biasa, Flora tidak punya pilihan selain terjebak dalam kontrak gelap. Tanpa uang sepeser pun, ia kini dipaksa menyerahkan kehormatannya malam ini sebagai pelunasan mutlak.

Ranjang Panas Tuan Lucas Bab 1

Malam itu, Flora melangkah pelan memasuki ruangan yang dipenuhi suara tawa dan musik keras. Pesta lajang untuk sahabatnya, Zeanne, sedang berlangsung dengan meriah. Flora sebenarnya bukan tipe gadis yang suka keramaian seperti ini, tetapi demi menghormati Zeanne, dia datang juga.

Zeanne, yang mengenakan gaun merah mencolok, segera melihat Flora dan melambai dengan antusias. "Flora! Akhirnya kamu datang juga!" serunya sambil berjalan cepat ke arahnya.

Flora tersenyum tipis. "Iya, aku datang. Aku nggak mungkin melewatkan acara penting ini buatmu."

Zeanne memeluknya erat, "Aku tahu ini bukan acara yang kamu suka, tapi aku senang banget kamu bisa di sini. Kamu tahu, pesta ini nggak akan lengkap tanpa sahabat terbaikku."

Flora tersenyum lagi, kali ini lebih tulus. "Kamu memang tahu aku nggak nyaman di tempat ramai seperti ini, tapi demi kamu, Ze, aku akan bertahan."

Zeanne tertawa lepas. "Kamu selalu begitu, Flora. Selalu ada buatku, meskipun terkadang aku minta hal-hal yang aneh."

Flora menatap Zeanne, melihat betapa bahagianya sahabatnya itu. Meskipun pesta ini bukan dunianya, Flora merasa senang bisa ada di sana, bersama Zeanne di momen penting hidupnya. "Yang penting kamu bahagia, Ze. Itu yang paling penting buatku."

Zeanne mengangguk, lalu menarik Flora ke tengah kerumunan. "Ayo, mari kita buat malam ini jadi malam yang nggak akan terlupakan!"

Zeanne menarik tangan Flora dengan semangat, membawa sahabatnya itu menuju tengah ballroom yang luas, dihiasi lampu kristal yang berkilauan. Mereka berada di salah satu hotel paling megah di pusat kota, tempat pesta itu digelar dengan segala kemewahannya.

Flora memandangi sekeliling, sangat terpesona oleh gemerlap cahaya dan dekorasi yang tampak elegan, tetapi suasana pesta yang hingar-bingar tetap membuatnya sedikit gelisah.

Suara dentuman musik berdentam keras, seolah memantul dari dinding-dinding ballroom. Aroma alkohol yang menyengat perlahan memenuhi udara, bercampur dengan parfum mahal para tamu.

Flora mencoba bersikap tenang, meski jelas ini bukan dunia yang ia kenal. Dia hanya ingin malam ini cepat berlalu, demi bisa mendukung Zeanne yang sedang menikmati momen spesialnya.

Tanpa terlalu memikirkan, Flora meraih sebuah gelas dari nampan yang dipegang oleh seorang pelayan yang melintas. Matanya masih teralihkan oleh Zeanne yang tertawa bersama teman-teman lain, jadi dia tak terlalu memerhatikan minuman apa yang sedang ia pegang.

Dalam sekejap, Flora menenggak isinya. Cairan dingin itu mengalir dengan lancar, tetapi sedikit rasa asam di akhir membuatnya tersadar.

Flora menurunkan gelasnya perlahan, dan baru menyadari bahwa ia baru saja meminum segelas wine.

"Aduh," bisiknya pelan pada dirinya sendiri.

Dia bukan peminum, dan fakta bahwa dia tanpa sengaja menenggak alkohol membuatnya sedikit panik.

Namun Zeanne terlalu sibuk menikmati pesta untuk menyadari apa yang baru saja terjadi. Flora menatap gelas kosong di tangannya, berpikir apa yang seharusnya ia lakukan selanjutnya.

"Flora, ayo ikut dansa!" teriak Zeanne yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

Flora menggelengkan kepala dengan lembut, mencoba menolak ajakan Zeanne. "Aku nggak bisa, Ze, rasanya kepalaku mulai pusing," katanya, suaranya nyaris tenggelam dalam dentuman musik.

Namun, Zeanne tak menyerah. Dengan senyum lebar, dia tetap menggandeng tangan Flora, menyeretnya ke tengah kerumunan yang semakin ramai.

"Ayolah, cuma sebentar!" Zeanne berseru, tak menyadari perubahan pada sahabatnya.

Flora berusaha mengikuti, tapi setiap langkah yang ia ambil terasa semakin berat. Pandangannya mulai kabur, lampu-lampu di ballroom yang berkilauan tampak berputar-putar di sekelilingnya. Kepalanya berkunang-kunang, dan suara tawa serta musik tiba-tiba terdengar semakin jauh, seperti dari ujung terowongan.

Dia mencoba menarik napas dalam-dalam, tapi tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan. "Ze ... aku-" Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, tubuhnya limbung, dan dia hampir terjatuh.

Namun, tepat pada saat itu, Flora merasa tubuhnya tertahan oleh sesuatu yang kuat. Seseorang telah menangkapnya sebelum dia terjatuh ke lantai.

Flora membuka mata yang berat dan menatap ke atas, hanya untuk menemukan dirinya bersandar pada dada seseorang-seseorang dengan tubuh kekar yang tidak ia kenali.

"Kau baik-baik saja?" tanya suara bariton yang terasa asing di telinganya.

Flora mencoba menjawab, tapi kepalanya semakin berputar. Dia tidak tahu siapa pria itu, tetapi rasa aman yang tiba-tiba muncul dari genggaman erat di punggungnya membuatnya sedikit tenang di tengah kekacauan.

Zeanne, yang baru menyadari situasi sahabatnya, bergegas menangkup kedua pipi Flora dengan wajah panik.

"Flora! Astaga, apa yang terjadi?" Zeanne berjongkok di samping Flora, matanya terbelalak khawatir.

Pria yang menahan Flora dengan hati-hati membantunya duduk di kursi terdekat. "Dia butuh air dan udara segar," kata pria itu dengan tenang.

Flora hanya bisa mengangguk pelan, mencoba menenangkan diri di tengah rasa pusing yang masih menguasai tubuhnya. "Aku tadi nggak sengaja minum wine, Ze."

Pria berwajah khas Eropa itu menatap Zeanne dengan penuh keseriusan, lalu berkata, "Aku akan membawa dia keluar untuk mendapatkan udara segar. Dia butuh istirahat." Nada suaranya tenang dan meyakinkan, membuat Zeanne sedikit lega di tengah kepanikannya.

Zeanne melihat pria itu, mencoba mencari tanda-tanda yang mencurigakan, tetapi ia terlihat sangat percaya diri dan meyakinkan.

Selain itu, Zeanne yakin, tidak mungkin ada penyusup di pesta yang diadakan di lingkaran kalangan kelas atas ini. Semuanya sudah diatur dengan ketat, dan tamu-tamu yang hadir adalah orang-orang yang dikenal baik.

Dengan satu helaan napas, Zeanne mengangguk.

"Baiklah, tapi tolong pastikan dia baik-baik saja. Aku percaya padamu," kata Zeanne sambil mengelus punggung Flora yang masih terkulai lemah.

Pria itu mengangguk tanpa banyak bicara lagi, lalu dengan cekatan mengangkat Flora dalam gendongannya, tubuhnya yang kekar dengan mudah menahan berat tubuh Flora yang terlihat semakin lemas.

Dia membawa Flora keluar dari ballroom dengan langkah pasti, seakan tahu persis ke mana tujuannya. Di luar ballroom, suara dentuman musik dan gemerlap lampu semakin redup, tergantikan oleh dinginnya angin malam.

Tak ada yang memperhatikan saat pria itu melangkah ke arah parkiran hotel. Tanpa sedikitpun keraguan, ia menuju sebuah mobil mewah yang terparkir di sudut. Ketika pintu mobil terbuka, Flora, yang setengah sadar, mendapati dirinya dengan cepat dipindahkan ke dalam mobil oleh pria tersebut. Ia mencoba berkata sesuatu, tapi bibirnya terlalu berat untuk bergerak.

Pria itu duduk di kursi pengemudi, memandang Flora yang masih dalam keadaan setengah sadar melalui cermin spion. Dengan satu gerakan halus, tangannya menyalakan mesin, dan mobil itu melaju perlahan keluar dari area hotel.

Tidak ada yang tahu ke mana tujuan pria itu, dan tak ada seorang pun yang menyadari bahwa Flora telah dibawa pergi jauh.

Mobil melesat dengan cepat, meninggalkan area hotel mewah.

"Kau sudah ada dalam genggamanku malam ini!" batin pria misterius itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ranjang Panas Tuan Lucas

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED