Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu

Bayiku Bukan Untukmu

8.7 / 10.0
Nayla, seorang ART yatim piatu, berhasil menyelamatkan bayi majikannya dari tragedi berdarah yang mengerikan. Di tengah pelarian, ia bertemu dengan Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan aman. Arkan mengajukan kesepakatan pernikahan kontrak senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri pura-pura sekaligus ibu bagi sang bayi. Demi masa depan anak itu, Nayla sepakat. Namun, bahaya dan rahasia besar mengintai saat cinta mulai tumbuh.
Ringkasan Bayiku Bukan Untukmu
Nayla, seorang ART yatim piatu, berhasil menyelamatkan bayi majikannya dari tragedi berdarah yang mengerikan. Di tengah pelarian, ia bertemu dengan Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan aman. Arkan mengajukan kesepakatan pernikahan kontrak senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri pura-pura sekaligus ibu bagi sang bayi. Demi masa depan anak itu, Nayla sepakat. Namun, bahaya dan rahasia besar mengintai saat cinta mulai tumbuh.
Baca Selengkapnya

Bayiku Bukan Untukmu Bab 1

Malam itu hujan turun dengan deras, menimpa atap rumah besar bergaya kolonial di pinggiran kota. Petir sesekali menyambar, menyalakan cahaya kilat yang membuat bayangan pepohonan di halaman rumah terlihat seperti raksasa menari. Di dalam rumah, suasana tidak kalah mencekam.

Nayla berlari menyusuri koridor panjang dengan napas terengah, dadanya naik-turun seiring rasa panik yang tak terkendali. Ia baru saja mendengar suara letusan senjata dari arah ruang tamu. Jeritan majikannya, nyonya Ratih, masih terngiang jelas di telinganya.

"Ya Tuhan... jangan sampai..." bisik Nayla dengan suara bergetar.

Tangannya gemetar saat meraih gagang pintu kamar bayi. Dengan cepat ia mendorong pintu dan melihat seorang bayi mungil di dalam boks kayu, menangis keras ketakutan mendengar suara ribut di luar. Tanpa pikir panjang, Nayla menggendongnya.

"Shhh... tenang, Nak... tenang, aku di sini..." ucap Nayla pelan, mencoba meredam tangis sang bayi.

Namun, langkah-langkah berat terdengar mendekat. Suara pintu ditendang keras bergema dari arah ruang tengah. Nayla tahu, ia tak punya banyak waktu.

Dengan sigap, ia meraih tas bayi di sudut kamar, memasukkan beberapa popok dan botol susu, lalu menutupinya dengan kain. Ia menempelkan bayi itu ke dadanya, menahan napas, lalu berjalan cepat menuju pintu belakang rumah.

Baru saja ia melewati dapur, suara laki-laki kasar terdengar.

"Cari! Jangan biarkan ada saksi hidup!"

Tubuh Nayla langsung kaku. Ia merapat ke dinding, memeluk bayi itu erat-erat. Keringat dingin membasahi keningnya meski udara malam sangat dingin.

Langkah-langkah semakin mendekat. Ia menoleh kanan-kiri, mencari celah untuk melarikan diri. Lalu matanya tertumbuk pada pintu kecil menuju gudang penyimpanan. Tanpa pikir panjang, ia masuk ke dalam, menutup pintunya pelan, dan menahan napas.

Di dalam gelap, ia hanya bisa berdoa. "Tolong, Tuhan... lindungi bayi ini... jangan biarkan mereka menemukannya..."

Detik-detik terasa seperti jam. Suara langkah-langkah itu semakin dekat, lalu menjauh. Nayla menunggu lebih lama, baru berani bergerak. Dengan hati-hati ia keluar, berjalan menuju halaman belakang.

Namun, sebelum ia mencapai gerbang kecil, sorotan lampu senter mengenai wajahnya.

"HEI!"

Nayla terkejut. Jantungnya hampir copot. Ia berlari sekuat tenaga sambil menggendong bayi. Dari belakang, terdengar suara teriakan dan langkah kaki mengejarnya.

Di tengah hujan deras, ia terus berlari. Lumpur mengotori kakinya, napasnya semakin berat, tapi ia tak berhenti. Bayi di pelukannya kembali menangis keras.

"Ssttt... jangan, Nak... sebentar lagi kita aman..." Nayla berusaha menenangkan, meski dirinya sendiri ketakutan setengah mati.

Saat itulah, sebuah mobil hitam berhenti mendadak di ujung jalan. Lampu depan menyilaukan pandangannya. Pintu terbuka, dan seorang pria keluar. Wajahnya tegas, sorot matanya tajam meski samar diterangi hujan.

"Cepat masuk!" serunya lantang.

Nayla terdiam sejenak, ragu apakah ia harus percaya pada orang asing ini. Tapi suara teriakan para pengejar semakin dekat. Tanpa pilihan lain, ia melompat masuk ke mobil itu.

Begitu pintu ditutup, mobil melaju kencang menembus hujan. Nayla menoleh ke pria yang duduk di belakang kemudi.

"Siapa kau?" tanyanya, suaranya penuh waspada.

Pria itu hanya menoleh sebentar. "Arkan. Kau?"

"Nayla..." jawabnya singkat, masih terengah.

Arkan menatap bayi yang digendong Nayla. "Itu... anak mereka?"

Nayla mengangguk, matanya berkaca-kaca. "Aku harus melindunginya... mereka semua mati... hanya dia yang tersisa..."

Arkan terdiam cukup lama. Sorot matanya berubah, seolah ada sesuatu yang tengah dipikirkannya dalam-dalam. Mobil terus melaju meninggalkan rumah besar yang kini hanya terlihat samar dalam gelap hujan.

Malam itu menjadi awal dari sesuatu yang Nayla tak pernah bayangkan.

Keesokan paginya, Nayla terbangun di sebuah apartemen mewah di pusat kota. Ia terkejut mendapati dirinya tidur di sofa dengan bayi masih di pelukan. Di meja ada termos berisi air hangat, susu formula, dan beberapa perlengkapan bayi yang sudah disiapkan.

Saat ia masih bingung, Arkan keluar dari kamar, mengenakan kemeja rapi.

"Kau sudah bangun?" tanyanya tenang.

Nayla bangkit, berdiri kikuk. "Kenapa kau membawaku ke sini? Aku... aku tidak mengenalmu..."

Arkan duduk di kursi, menatap Nayla lekat-lekat. "Kalau semalam aku tidak menolongmu, kau mungkin sudah mati sekarang."

Nayla terdiam. Ia sadar, Arkan benar.

"Aku tidak butuh ucapan terima kasih," lanjut Arkan. "Tapi aku butuh bantuanmu."

"Hah? Bantuan?" Nayla mengerutkan kening.

Arkan bersandar ke kursinya. "Aku butuh seorang istri... setidaknya untuk sementara."

Nayla hampir menjatuhkan bayi dari gendongannya. "Apa maksudmu?! Kau orang gila, ya?"

Arkan tidak tersenyum. Tatapannya tetap serius. "Dengarkan dulu sebelum kau menolak. Aku akan membayarmu satu miliar rupiah. Kau hanya perlu berpura-pura menjadi istriku."

Nayla membeku. Kata-kata itu terasa seperti lelucon yang terlalu jauh.

"Kenapa aku?" tanyanya penuh curiga.

"Karena semalam, tanpa kau sadari, kau sudah masuk ke dalam hidupku," jawab Arkan datar. "Aku sedang berada dalam masalah besar, Nayla. Aku butuh seseorang yang bisa kupercaya untuk menjalani peran ini. Dan kau... kau terlihat tidak punya siapa-siapa. Itu artinya, kau tidak punya alasan untuk mengkhianatiku."

Nayla tercekat. Kata-kata itu menusuk hatinya. Benar, ia tidak punya siapa-siapa. Yatim piatu sejak kecil, hidupnya hanya diwarnai kerja keras sebagai pembantu rumah tangga.

Tapi menyamar jadi istri orang asing? Itu gila.

"Aku... aku tidak bisa," ucapnya pelan.

Arkan menatapnya lagi, kali ini matanya melirik bayi di pelukan Nayla. "Kau ingin melindungi anak itu, bukan? Kalau kau menolak, mereka yang memburu kalian akan menemukannya. Tapi kalau kau bersamaku, dia akan aman. Aku punya kekuatan untuk itu."

Nayla terdiam. Ia menatap bayi mungil yang masih terlelap. Hatinya remuk. Ia tidak ingin anak itu berakhir seperti nasib majikannya semalam.

"Bayi itu... dia butuh status. Butuh keluarga. Kalau tidak, siapa pun bisa mengklaimnya, merebutnya darimu."

Ucapan Arkan membuat Nayla menunduk. Benar. Seorang pembantu sepertinya, mana mungkin bisa mempertahankan hak asuh bayi seorang miliarder?

Nayla menggigit bibir. "Kalau aku setuju... apa jaminannya kau tidak akan mencelakai kami?"

Arkan berdiri, lalu berjalan pelan mendekat. Ia menatap Nayla lurus-lurus. "Aku tidak pernah menyakiti orang yang kuanggap milikku."

Entah kenapa, ada sesuatu dalam tatapan mata pria itu yang membuat Nayla percaya. Meski samar, ia merasa Arkan menyembunyikan luka besar di balik wajah dinginnya.

Akhirnya, dengan napas berat, Nayla mengangguk. "Baiklah... aku akan melakukannya. Demi bayi ini."

Senyum tipis muncul di bibir Arkan, pertama kalinya sejak mereka bertemu. "Kau membuat keputusan yang tepat."

Nayla menatapnya penuh waspada, tapi juga pasrah. Ia tahu, sejak malam berdarah itu, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Dan benar, dalam waktu semalam, ia telah berubah dari seorang pembantu tak berarti menjadi seorang istri kontrak... sekaligus ibu bagi bayi yang baru saja ia selamatkan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bayiku Bukan Untukmu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun, harus membanting tulang sebagai pekerja paruh waktu di kota besar. Nasib buruk menimpanya saat ia terlibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tanpa ragu merendahkan harga diri Cyra dan menyiksanya dalam penderitaan. Meski terus tersakiti oleh perlakuan sang pewaris tunggal, Cyra malah terpikat oleh pesona pria itu. Akankah ia tetap bertahan atau memilih memberontak untuk lepas?
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.7
Aku dan kakak kembarku menikah dengan saudara kembar, Sam sang dokter bedah dan Leo sang hakim. Nasib buruk menimpaku saat diculik perampok ketika menjaga janinku di rumah sakit. Panggilan tebusan diabaikan Sam demi menemani Annie. Akibatnya, aku disiksa hingga keguguran dan dibuang ke kolam. Kakakku datang menyelamatkan, tetapi suaminya, Leo, juga mengabaikannya demi Annie. Terjebak badai salju saat melarikan diri, kami beruntung diselamatkan patroli hutan. Begitu sadar di rumah sakit, kami berdua sepakat untuk bercerai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED