Sampul Novel PEMBALASAN RITA

PEMBALASAN RITA

8.5 / 10.0
Pernikahan yang dibangun Rita selama sepuluh tahun akhirnya hancur tanpa sisa. Dipicu rasa sakit hati yang luar biasa, ia bertekad membalas dendam kepada mereka yang telah mengkhianatinya. Namun, upaya tersebut justru menjebak Rita dalam lingkaran rahasia gelap yang terpendam. Satu demi satu kebenaran yang ia temukan mulai menyingkap misteri masa lalunya, membawa hidupnya masuk ke dalam pusaran intrik serta bahaya yang mengancam.
Ringkasan PEMBALASAN RITA
Pernikahan yang dibangun Rita selama sepuluh tahun akhirnya hancur tanpa sisa. Dipicu rasa sakit hati yang luar biasa, ia bertekad membalas dendam kepada mereka yang telah mengkhianatinya. Namun, upaya tersebut justru menjebak Rita dalam lingkaran rahasia gelap yang terpendam. Satu demi satu kebenaran yang ia temukan mulai menyingkap misteri masa lalunya, membawa hidupnya masuk ke dalam pusaran intrik serta bahaya yang mengancam.
Baca Selengkapnya

PEMBALASAN RITA Bab 1

Enjoy reading ...

Rita tertegun melihat kesibukan pagi ini di rumah. Sang mertua sedang sibuk di dapur memerintah beberapa pembantu untuk memasak besar hari ini. Sementara setahu dirinya tidak ada acara apapun hari ini.

"Jangan lupa buah-buahan itu dicuci dulu baru masukkan kulkas. Ingat makanan sehat harus selalu ada mulai hari ini," perintah Rakmi.

"Ada acara apa, Bu?" tanya Rita. Ia merasa tidak enak hati karena hari ini bos besar dari kantor pusat akan datang dan ia tidak bisa membantu karena hari cuti sudah hampir habis untuk tahun ini.

"Tidak ada apa-apa. Kejutan untukmu, ibu yakin kamu akan senang nantinya."

Melihat Rita yang tertegun di tempatnya berdiri, Rakmi kembali menambahkan. "Sungguh. Ya, sudah sana siap-siap sarapan terus berangkatlah kerja."

"Maaf ya Bu, Rita tidak bisa membantu."

"Sudahlah, tidak apa-apa. Kamu sudah cukup menemani Ibu saat di Rumah Sakit. Itu saja sudah membuktikan kalau kamu berguna."

Rita tersenyum menanggapi, tidak seperti adat biasa ibu mertua beramah tamah seperti itu dengannya. Namun demi menghormati sang mertua ia menuruti permintaan dengan berbalik badan dan segera menuju ruang makan. Hari ini ia juga sarapan sendirian karena sang suami belum kembali dari luar kota. Ia sudah dua hari tak bisa menghubungi sang suami dan hanya mendapatkan pesan tadi pagi untuk tidak mengkhawatirkan keadaannya.

Rita mendongak saat melihat Yuda datang menemuinya di ruang makan.

"Mobilnya sudah saya siapkan Bu. Pak Anton bilang pimpinan baru akan datang," kata Yuda, "Ibu yakin tidak mau saya antar saja?"

"Iya saya sudah tahu. Tapi tidak perlu saya bisa pergi sendiri untuk hari ini. Besok lusa saya baru kembali. Terima kasih ya." Rita lantas berdiri dan menyambar tas dinasnya.

Ponselnya berdering dan panggilan dari mamanya menyapa pagi ini. Setidaknya hatinya yang merasa kesepian selama dua bulan terakhir ini sering ditinggal pergi sang suami.

"Hai Nak, gimana kabarmu hari ini?"

"Baik Ma. Hari ini Rita harus ke kota sampai lusa baru kembali. Ada pimpinan baru yang akan ditempatkan di cabang."

"Mama sudah bilang bukan. Lebih baik kamu pindah dari desa itu. Tidak ada gunanya kamu berlama-lama di sana. Suamimu juga sudah jarang di rumah."

Rita tertegun mendengarkan perkataan sang mama. Ia tidak pernah menceritakan perihal sang suami yang sangat sibuk beberapa tahun terakhir ini kepada keluarganya.

"Kenapa diam? Benarkan apa yang Mama bilang. Kamu juga lebih mudah untuk bekerja lebih hemat waktu perjalanan."

"Mas Apri tidak mau pindah, Ma. Kasihan ibu. Ibu nggak mau pindah dari desa ini."

"Dan menyusahkan anak dan menantunya. Seharusnya ibu mertuamu itu sadar memiliki anak yang memiliki pekerjaan mapan di kota dan juga menantu yang menjadi wanita karir, bukannya memaksakan kehendak untuk tetap tinggal di desa. Contoh seperti Mama ini, tau dirilah Abangmu pindah ke kota dan meminta Mama sama papa ikut. Ya, kami ikut bukan? Kami juga tidak ingin merepotkan kamu juga. Kewajibanmu sudah berubah untuk mengurus mertua dan suami."

"Rita rasa bukan begitu Ma. Rita yakin maksud ibu itu baik untuk tidak meninggalkan peninggalan bapak."

"Sudahlah berhenti membela mertuamu itu. Mama sudah tahu bagaimana perlakuan beliau terhadap kamu. Coba kamu keluar dari rumah itu. Toh, ada menantunya yang lain di sana. Andai kamu mau menuruti Mama. Saat ini kamu pasti sudah hamil, lagi."

"Ma .... Tolong jangan ungkit itu lagi," ujar Rita lirih. Hatinya sedih mengingat janin yang sudah gugur dua kali.

"Mertuamu itu terlalu keras terhadapmu. Pembantunya saja sudah banyak tapi masih juga memaksa kamu untuk mengurus rumahnya yang besar. Mama tahu, mertuamu itu keras sama kamu dan membedakan perlakuannya terhadap menantunya yang lain."

"Mereka punya anak yang harus di urus, Ma. Sementara Rita hanya mengurus diri sendiri dan Mas Apri." Dengan sabar, Rita menanggapi ucapan Daya yang memang benar adanya. Namun ia tahu, tak patut jika orang tuanya memiliki pikiran negatif terhadap besan.

"Mama tetap yakin, jika kamu keluar dari rumah itu. Pasti kamu akan cepat memiliki anak kembali dan kali ini pasti cucu Mama akan berhasil lahir dengan sehat. Terlalu banyak tekanan kamu terima di sana Nak. Tidak semua menantu bisa cocok tinggal dengan mertua apalagi dengan mertua yang pilih kasih. Percaya deh sama Mama. Ya sudah kalau begitu, tolong pikirkan kembali permintaan Mama ya?"

"Baik Ma," jawab Rita yang ini pembicaraan ini cepat berakhir. Perasaannya tidak menentu juga terus diungkit tentang hal itu. Memang benar mertuanya selalu pilih kasih antara dirinya dan menantu yang lain. Namun hal itu tidak ingin terlalu ia pikirkan. Ia cukup percaya dengan sang suami, Apriyanto yang akan selalu setia terhadapnya.

"Aku nggak mungkin salah lihat Ya. Itu tadi beneran suami mbak Rita," kata Mia sekali lagi mencoba meyakinkan Evi.

"Pak Apri itu sedang keluar kota, Mbak," kata Evi.

"Itu buktinya. Nggak cuma aku, suamiku juga lihat kok. Kamu nggak lupa 'kan, kalau suamiku salah satu mandornya Pak Apri?"

"Ada apa ini?" tanya Rita begitu tiba di bilik kerjanya.

"Eh, Mbak Rita. Ini mbak Mia katanya kemarin lihat suami Mbak di restoran," ujar Evi dengan meringis tidak enak kepada Rita.

"Benar begitu Mbak?" tanya Rita pada rekan kerjanya itu.

"Benar Rit. Aku sendiri juga kaget dan tak mungkin salah lihat. Aku nggak tega sebetulnya mau ngomong ini tapi mungkin sudah saatnya kamu menuruti permintaan suami untuk tinggal di rumah. Supaya suami betah dan mungkin saja tidak main serong di luar. Maaf loh, Rit. Kadang kala pria memang suka begitu. Tapi kalau suamiku sih setia," ujar Mia.

"Wah, kalau aku jadi Mbak Rita tentu nggak akan berhenti bekerja. Apalagi punya suami tukang selingkuh nggak banget deh. Mending cerai deh aku," ujar Evi sebelum meneguk teh hangat dari cangkir dalam genggamannya.

"Mbak, aku nggak bisa berhenti bekerja. Tahu sendirikan mertuaku seperti apa. Tambah nggak ada artinya aku kalau nganggur di rumah. Aku juga yakin kalau Mas Apri setia. Mungkin dia sedang bertemu dengan kliennya."

"Aku tahu itu. Kamu cobalah program kandungan."

Rita menghela napas panjang. "Mas Apri dah nggak mau lagi setelah aku keguguran yang kedua kalinya. Dia nggak mau bikin aku sakit lagi."

"Lalu sampai kapan kamu akan menerima cibiran dari keluarga besar suamimu?"

"Aku akan terus bertahan, selama Mas Apri masih bisa setia, Mbak. Bukankah anak itu rejeki dari Tuhan. Kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar saja. Selebihnya keputusan hakiki dari Yang Maha Esa."

"Iya, Mbak paham itu. Semoga saja, desas-desus jika ibu mertuamu akan menyuruh suamimu untuk menikah lagi. Cuma hanya isapan jempol saja ya? Terutama apa yang aku lihat dan suamimu lihat juga bukan apa-apa. Kamu juga sudah punya suami kaya masih juga kerja."

"Iya Mbak. Aku juga sempat mendengar hal itu. Tapi ya, kamu tahu sendiri sekarang ibu mertuaku seperti menjaga jarak denganku. Mungkin beliau masih kecewa saat aku keguguran."

"Bu Rahmi nggak seharusnya melakukan hal seperti itu. Yang berhak sangat kecewa di sini itu kamu."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PEMBALASAN RITA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi membahagiakan Satria, ia bahkan rela memohon sambil menangis agar sang suami bersedia menikah lagi. Satria sempat menolak rencana itu karena tidak ingin melukai perasaannya. Namun, di balik pengorbanan tulus Fatma sebagai bukti cinta terakhirnya, sebuah kenyataan pahit justru terungkap. Fatma harus menerima fakta menyakitkan bahwa suaminya ternyata tidak pernah mencintainya.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED