Sampul Novel Kurang dari tiga

Kurang dari tiga

9.2 / 10.0
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?

Kurang dari tiga Bab 1

GADIS 16 TAHUN DIPERKOSA LALU DIBUNUH BELASAN PEMUDA MABUK

______________________________________

        Seorang remaja putri (16) siswi kelas sebelas disebuah SMA swasta ditemukan tewas dalam keadaan terikat di tiang listrik. Di samping sebuah bangunan tak berpenghuni yang jauh dari pemukiman warga.

        Siswi yang baru saja memenangkan sebuah perlombaan olimpiade matematika itu ditemukan tewas sehari setelah dirinya menerima piala.

        Hasil dari penyelidikan, polisi menemukan banyak kejanggalan dari meninggalnya siswi berprestasi tersebut.

"Dia tersengat listrik. Tapi di samping hal itu kami menemukan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya," ujar Kabid Humas Polda setempat saat dimintai konfirmasi berita.com, Kamis (28/10/2023).

         Selain luka lebam, polisi juga menemukan luka di sekitar alat vitalnya. Korban diduga telah diperkosa lebih dari satu kali.

"Kami mengamankan sebelas pemuda yang diduga memperkosa dan membunuh korban. Dari kesaksian salah satu pelaku, jumlah mereka seharusnya 15 orang. Jadi yang empat masih buron."

         Polisi menemukan beberapa barang bukti di tempat kejadian. Tak jauh dari lokasi meninggalnya korban, ada sepeda yang diyakini milik korban tergeletak begitu saja di atas rumput.

"Korban meninggalkan sepedanya di tanah tak terurus. Selain itu kami juga menemukan piala yang sudah hancur dibeberapa bagiannya."

         Polisi masih akan mengusut tuntas kasus kekerasan dan pembunuhan yang terjadi pada gadis malang tersebut.

         Sejauh ini, kata pihak kepolisian, berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa motif para pelaku memerkosa dan membunuh korban karena dalam keadaan mabuk usai mengonsumsi alkohol.

"Masih ada banyak yang harus diusut. Kami akan meminta keterangan para pelaku nanti di kantor polisi."

*****

"DOR....!!!"

Cherry terkekeh saat berhasil mengejutkan Raka yang baru saja membuka pintu, iya, setelah bel rumah berulang kali Cherry pencet.

Tubuh gadis itu terhuyung ke depan kala Raka menarik tangannya kasar hingga dia terjatuh dalam pelukannya. Raka menghirup wangi rambut Cherry, sambil tangannya mengeratkan pelukan, seolah Cherry akan kabur jika dia melonggarkannya sedikit saja.

Cherry sedikit mendorong dada Raka agar bisa melihat wajah cowok itu, "Kaget gak?"

"Hm." Raka menyingkirkan rambut nakal yang menghalangi wajah cantik Cherry.

"Tapi raut wajahnya kayak gak kaget gitu." Cherry menekuk wajah.

Raka mengecup bibir gadisnya sekilas membuat Cherry menutup mulutnya dengan tangan lalu celingukan melihat rumah Raka, siapa tahu pembantu atau lebih parahnya lagi orang tua Raka melihat kejadian barusan.

"Jangan asal nyosor!" bisik Cherry menarik telinga Raka.

Cowok itu tertawa. Dia mengacak rambut hitam Cherry, "Ini belum waktunya liburan tengah semester."

"Terus kenapa? Gak boleh ke sini kalau gak waktu liburan? Jangan-jangan kamu ada selingkuhan ya," tuduh Cherry menyipitkan mata.

"Gak gitu."

"Kita putus!"

"Coba ulangi lagi?" Raka mengeratkan pelukannya.

Dia sangat sensitif dengan dua kata itu. Rasa-rasanya dia ingin melayangkan tamparan di pipi Cherry, tapi akalnya masih waras untuk tidak menyakiti gadis yang dicintainya itu.

"Raka! Aku gak bisa napas. Lepasin!" Cherry menggeliat mencoba meloloskan diri.

"Ulangi dulu yang tadi," kata Raka.

Cherry menggeleng keras, "Gak mau. Aku cuman bercanda tadi."

Raka mengangkat sebelah sudut bibirnya, "Kangen dihukum?"

"Gak mau dihukum! Dibilangin bercanda juga."

Cherry mengerucutkan bibir. Kesalahan sedikit saja Raka selalu membawa kata hukuman. Sungguh, setiap mendengar ungkapan itu bulu kuduknya meremang. Mungkin benar hanya sekedar cium bibir, tapi tetap saja rasa takut di hati Cherry kalau-kalau Raka kelepasan, pasti ada.

Raka cowok normal, tidak mustahil juga jika dia punya nafsu dengan lawan jenis, kan? Apalagi jika orang itu adalah pacarnya sendiri.

"Cium dulu kalau gitu," kata Raka, sesuai dengan pemikiran Cherry.

"Gak boleh gigit tapi."

Cowok itu memutar bola matanya malas, "Hm."

Cherry mendongak sambil mengerucutkan bibirnya, "Gak nyampek nih."

Cup!

Raka menunduk dan menyatukan bibir mereka sekilas. Cherry cekikikan, dia kembali menjewer telinga Raka yang sekarang sudah kebal karena sering jadi sasarannya kala Cherry gemas.

"Eh, ada tamu." Satu suara lain terdengar.

Cherry lantas melepaskan pelukan Raka dengan kerasnya. Dia meringis, merapikan penampilannya kala mendapati yang baru saja bersuara adalah Bunda Raka.

"Bunda." Cherry menjabat tangan Bunda Raka, tak lupa dia mencium punggung tangannya sopan.

Tangan wanita paruh baya itu terangkat, mengusap rambut pekat Cherry lembut. Tatapannya beralih pada Raka. Berbeda dengan Cherry, beliau memberikan tatapan tajam pada putranya itu, "Raka! Berapa kali Bunda bilang, jangan maksa orang lain buat nurut sama kamu."

Raka mendengus kesal, "Gak dipaksa, Bunda."

Cherry melengos tidak suka. Ingin rasanya membela diri, namun tatapan Raka yang seakan ingin segera melahapnya membuat dia urung mengadu pada Bunda Raka.

"Yuk, masuk, sayang." Bunda Raka menuntun Cherry masuk ke dalam rumah megahnya.

Raka yang tertinggal di belakang menghela napas panjang. Menggeleng atas kelakuan ibu tercintanya. Dia selalu disalahkan. Padahal kelakuannya tidak jauh berbeda dengan ayahnya yang kelewat posesif pada bundanya.

Bukankah seorang anak punya sifat sama dengan orang tua adalah satu hal yang wajar?

Cherry duduk di atas sofa ruang tamu, diikuti oleh bunda Raka yang duduk di sampingnya

Tak tertinggal, Raka juga duduk di samping Cherry dan langsung merengkuh pinggang gadis itu.

"Tangannya jangan nakal!" Bunda mencubit punggung tangan Raka.

Cowok itu melepas rengkuhannya. Mengusap tangannya yang nyeri, lalu kembali merengkuh Cherry.

Bunda Raka memutar bola matanya malas, "Persis sama bapaknya." Tatapannya beralih pada Cherry, "Maaf, ya, sayang."

Cherry mengulum senyum, mengangguk atas perkataan wanita paruh baya itu, "Bukan salah Bunda. Biar Raka sendiri yang minta maaf. Kalau mau," katanya menekankan dua kata terakhir.

"Kalau gak salah kenapa harus minta maaf?" Setelah sekian lama diam, Raka akhirnya mengeluarkan suara juga.

Dan hal itu langsung membuat Cherry emosi , "Nyebelin!" Cherry menggigit lengan Raka gemas.

Bunda Raka tertawa melihatnya. Cherry melepas gigitannya, mengusap lengan Raka yang terdapat bekas giginya lalu tersenyum pada bundanya.

Akhirnya gagal juga drama Cherry yang berpura-pura kalem. Memang emosinya sangat susah diajak kerja sama.

"Maaf, Bunda. Anaknya nyebelin, soalnya."

Bunda mengangguk, "Gak apa-apa. Kalau dia salah, kasih pelajaran sesuka kamu saja. Bunda juga capek dengan kelakuannya."

"Jadi, itu wajar," lanjut wanita paruh baya itu.

Cherry tersenyum, mengangguk setuju dengan penuturan Bunda Raka, "Bunda, apa kabar?" tanyanya.

"Baik, Sayang." Tangan lentik itu mengusap rambut Cherry lembut. "Belum waktunya liburan, kamu kok sudah ke Jakarta? Nenek tidak sedang sakit, kan, sayang?" tanya Bunda.

Cherry meringis, "Nenek sehat, Alhamdulilah."

Wanita paruh baya itu mengangguk, "Syukur kalau begitu. Papa Mama sehat di Surabaya?"

"Mereka juga di Jakarta, Bunda," kata Cherry.

Dua orang di samping kanan kiri Cherry mengerutkan kening. Sama-sama terkejut bercampur bingung dengan penuturan gadis itu.

"Memang ada acara apa di rumah Nenek?" tanya Raka pada akhirnya.

"Pindahan!" seru Cherry semangat.

Tersirat raut terkejut di wajah Raka, "L—lo pindah ke sini?"

Cherry mengangguk semangat. "Papa memutuskan bawa keluarga tinggal di sini bersama Nenek. Selain karena dipindah–tugaskan, Papa juga ingin mengurus nenek. Khawatir katanya."

Raka memegang dagu Cherry, "Lo gak lagi bercanda, kan?"

"Kejutan! Aku gak lagi bercanda. Kita gak bakal LDR an lagi," kata Cherry merentangkan tangan.

Raka mengisi kekosongan itu, memeluk Cherry kala tangannya masih terlentang seolah memanggilnya mendekat.

Dia menghirup wangi rambut Cherry yang menjadi candunya. Sangat tenang, setenang hatinya kala mendapatkan kabar baik yang dibawa gadisnya.

Cherry memang bukan tetangga Raka. Cherry orang Surabaya, sedangkan Raka orang Jakarta. Mereka dipertemukan karena Nenek Cherry adalah tetangga Raka.

Sedari kecil ketika Cherry berkunjung ke rumah sang Nenek pasti Raka akan menghampirinya, mengajaknya main sampai lupa waktu. Dan ketika hari dimana Cherry harus pulang ke Surabaya tiba, Raka akan menangis sambil berguling-guling tidak mau ditinggalnya.

Kalau mengingat zaman dulu Cherry suka tertawa sendiri. Raka sekarang sudah berbeda, tidak cengeng lagi dan malah cenderung keras kepala.

"Kalian ini ... Astaga! Masih ada orang tua juga."

Dua sejoli itu memisahkan diri. Cherry meringis, serasa bersalah mengabaikan ibu Raka, "Maaf, Bunda. Raka nih main peluk," katanya yang malah menyalahkan Raka.

Wanita paruh baya itu terkekeh, "Bunda juga senang dengar berita yang kamu bawa. Gak mau peluk Bunda juga?"

Cherry tersenyum semakin lebar. Dia menatap Raka sejenak sebelum beranjak memeluk Bunda dengan girang. Tentu saja beliau senang, apapun yang membuat putranya bahagia beliau pun akan ikut bahagia.

"Ya sudah dilanjut saja ngobrolnya. Bunda ke dapur dulu, mau bantuin Bibi masak," kata Bunda setelah melepas pelukan.

"Dan Cherry, kamu tidak boleh pulang kalau belum makan di sini," lanjutnya.

"Siap, Bunda." Cherry mengangkat tangannya hormat pada Bunda.

Setelah menghilangnya wanita paruh baya itu dari balik tembok, Raka langsung saja kembali memeluk Cherry erat. Melampiaskan kebahagiaannya saat ini.

"Jangan erat-erat. Aku gak bisa napas ih!" Cherry mendorong dada Raka.

Cowok itu menulikan pendengarannya. Dia memilih mempererat pelukan, menghirup wangi rambut Cherry sambil mengusapnya pelan.

"Sekolahnya gimana?" tanya Raka.

"Sama kayak kamu. Ya kali beda sekolahan, nanti kalau ada apa-apa aku minta tolong sama siapa?"

Raka tersenyum miring.

Cherry tak berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk satu sekolahan dengannya. Gadis itu tidak tahu saja rencana apa yang ada di benak Raka setelah dia mengatakan hal tersebut.

Tentu saja Cherry akan mendapatkan kejutan. Mereka tak pernah menjalani masa pacaran selain LDR, jadi lihat saja bagaimana peran Raka sebagai cowok Cherry nanti.

Gadis itu berdiri saat Raka menarik tangannya, "Ke kamar."

"Kamu masih ada boneka mini?" tanya Cherry berjalan beriringan dengan Raka.

"Ada. Gue taruh di lemari."

"Banyak?"

"Hm."

Cherry bersorak gembira. Dia tidak tahu saja Raka memang suka menyetok banyak boneka mini sebagai pancingan agar gadis itu mau ke kamarnya.

"Nanti aku bawa ya?" kata Cherry memohon.

"Bawa aja. Memang itu buat lo."

"Jadi tambah sayang sama kamu." Cherry memeluk Raka dari samping yang dibalas cowok itu dengan mendaratkan bibir di puncak kepala Cherry.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kurang dari tiga

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED