Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

7.8 / 10.0
Sebagai ahli waris tunggal Grup William, Sean Axel William dikenal sangat tegas di industri bisnis. Kehidupan bergelimang harta membuatnya sering didekati para selebriti yang hanya mengincar materi. Hal itu membuat Sean merasa jenuh dengan segala kepura-puraan di sekitarnya. Namun, kejenuhan itu sirna saat ia berjumpa dengan seorang wanita unik yang sangat memikat. Sang miliarder kini rela berbalik mengejar cinta sejatinya demi menjadikan perempuan itu pelabuhan terakhirnya.

Pelabuhan Akhir Sang Pewaris Bab 1

Manhattan, USA. | 22.53 PM.

Suara musik menghentak begitu kencang namun tidak memekakkan telinga. Justru sebaliknya, musik dengan kencang seperti ini seolah membuat tempat yang di singgahi terasa begitu menyenangkan dan terasa hidup. Para pelayan tampak hilir mudik mengantarkan pesanan.

Aroma tembakau mahal yang dibakar seketika masuk ke dalam indra penciuman, disertai dengan dentingan gelas sloki yang berisikan wiski, tequila, vodka, dan anggur sehingga mengimbangi suara musik. Ini adalah acara ulang tahun yang tergolong masuk kategori mewah. Bahkan yang di undangnya adalah orang-orang berjas dan berdompet tebal.

Laki-laki dengan balutan kemeja press body itu menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa yang berada dalam ruangan private yang sudah dipesan secara sengaja oleh rekan kerjanya. Matanya berkilat tajam sembari memerhatikan para perempuan yang sengaja disewa untuk menyenangkan pelanggan.

Sampai seorang laki-laki yang memiliki kulit gelap dan berseragam pelayan itu menyerahkan satu gelar anggur. "Ini anggur Anda, Mr. William."

Dia Sean Axel William, laki-laki dengan sejuta pesona yang mampu membuat perempuan mana pun bertekuk lutut terhadapnya. Tampan, mapan, berpedidikan, tegas, berwibawa, dan dia juga berasal dari keluarga terpandang, memiliki kekayaan yang mampu menembus majalah Forbes.

Sean menatap laki-laki di depannya dengan pandangan menelisik. Menurut pendapat Sean, laki-laki itu lebih cocok menjadi polisi karena wajahnya terlihat menyeramkan saat ditatap. "Kau lebih cocok menjadi seorang Polisi dari pada pelayan bar seperti ini."

Laki-laki itu tersenyum kecil dan kembali bertugas saat Sean melambaikan tangannya, pertanda kalau Sean menyuruhnya untuk pergi.

Suasana seperti ini sebenarnya bagi Sean kurang bagus untuk dijadikan tempat ulang tahun. Tapi beginilah gaya ulang tahun masyarakat modern, tidak hanya meniup lilin dan memotong kue bersama orang terkasih. Tapi yang terjadi adalah big party yang diselenggarakan di tempat kelas atas. Kegiatan seperti ini sudah lumrah bagi bangsa Barat atau pun bangsa Eropa, seakan kau bebas melakukan apa pun ketika kau memiliki uang.

"Kudengar kau memiliki hubungan dengan Model dari Chicago itu? Kalau tidak salah namanya Zara Mellano, right?" Julian Antonio bekata setelah menyesap anggurnya. Laki-laki itu mengidikan bahunya dengan acuh saat Sean tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

"Dari media mana kau mengetahui berita bodoh itu? Biar aku tuntut medianya." Sean mengeraskan rahangnya saat berita mengenai dirinya dan Zara selalu memenuhi tagar di media sosial. Dia menghadap untuk menatap Julian sebelum berkata, "Dengar Jul, aku tidak sedang dekat dengan siapa pun untuk saat ini. Dan mungkin berlaku untuk kedepannya juga."

Julian menggelengkan kepalanya tidak setuju. "Kau ini kenapa sih? Kau tidak buta perihal meneliti perempuan kan, Sean? Menurutku Zara Mellano itu tipe perempuan yang sempurna," papar Julian dengan senyum lebarnya.

Bagi Julian Sean itu sangatlah aneh, saat diberi umpan yang luar biasa justru malah menolaknya begitu saja. Apalagi kali ini yang ditolaknya dengan mentah-mentah adalah seorang Model ternama.

"Jika kau mau, pacari saja dia, semudah itu." Sean menjawab dengan pendek.

"Tidak setuju. Karena menurutku Zara Mellano terlihat lebih cocok denganmu," balas Julian, kemudian laki-laki itu mengangkat gelas sloki untuk menyesap anggurnya.

Sean menggeleng dan menatap Julian dengan malas. Sepupunya itu selalu saja seperti ini jika ada berita tidak jelas mengenai dirinya. Selalu heboh jika ada berita scandal yang menyangkut namanya. Sedari dulu Sean tidak pernah tertarik untuk terlibat dalam publik apalagi dengan berita tidak jelas seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini.

*

Willian Group, Manhattan, USA. | 09.11 AM.

Pagi yang cerah setelah malam yang panjang. Sean mengetuk pena di atas meja, matanya menatap beberapa gedung yang menjulang di hadapannya. Ruangan kerjanya berada di puncak perusahaannya, namun untuk yang memiliki riwayat penyakit jantung jangan harap bisa menginjakkan kakinya di tempat ini.

Suara ketukan pintu terdengar dari luar. Sean mengizinkan orang di balik pintu itu masuk sehingga berjalan menghadapnya membawa satu map berwarna biru gelap yang didominasi oleh warna emas berkilau melambangkan William Group.

"Ini Pak, laporan mengenai proyek yang Anda minta." Laki-laki paruh baya itu dengan sopan menyerahkan map di tangannya.

Sean menerima uluran map itu dari tangan pekerjanya. Matanya fokus membaca berkas-berkas yang ada di dalamnya. Laki-laki itu melingkari ejaan yang kurang tepat menggunakan pena yang di tangannya.

"Perbaiki lagi, kalau masih salah. Pintu keluar William Group masih terbuka lebar," kata Sean dengan nada suara yang dingin. Menyerahkan kembali map tersebut dan menyuruh laki-laki paruh baya itu keluar.

Sean membuka Mackbooknya untuk melihat perkembangan perusahaan. Semenjak Ayahnya pensiun sebelum waktunya, semua tanggung jawab perusahaan diambil alih olehnya. Mungkin Addison akan meluangkan waktunya sekedar melihat-lihat hasil kerjanya selama ini. Setelah lulus kuliah, Sean sudah harus mengorbankan kebebasannya untuk ini.

Dulu William Group hampir bangkrut karena ada salah satu orang kepercayaan Ayahnya menggelapkan uang perusahaan yang berjumlah miliyaran dolar. Dan yang mengatasi hal itu adalah Sean, menguras banyak tenaga serta pikiran untuk mencari jalan keluarnya.

Setelah mengetahui keperibadian Sean yang jauh lebih menyeramkan dibandingkan dengan Addison. Membuat semua orang yang bekerja di bawah perusahaan William Group harus menyiapkan mental untuk mendengar ucapan galak dan ketus Sean setiap harinya.

Tangannya menari lincah di atas keyboard harus terhenti saat suara dering ponsel menjadi nada yang terdengar riang dalam ruangan senyap dan hening ini. Sean hanya melirik ponsel mahalnya yang menyala dan nama Julian tertera di sana. Membuat Sean mengabaikannya, sudah kebiasaan Julian meneleponnya disaat jam kerja seperti sekarang ini.

Lima panggilan tidak Sean jawab. Sehingga beberapa menit kemudian datanglah satu pesan yang kembali membuat layar ponselnya menyala.

Julian Antonio : Aku hanya mengingatkanmu, nanti siang ada pameran di Galeri Seninya Paman Rodrigo. Kalau kau masih ingin bertemu dengan seniman itu, maka ikutlah nanti siang bersamaku. Pukul satu nanti aku akan ke kantormu.

Sean mengangkat pergelangan tangannya yang dihiasi oleh jam tangan yang harganya selangit. Modelnya terlihat simple namun tidak menghilangkan kesan elegan pada jam tersebut. Sekarang sudah pukul sebelas siang, ternyata dia sudah lama berdiam diri di kantor. Dengan cepat dia mengetikkan balasan pesan Julian.

Sean Axel : Aku akan ke tempatmu, kau masih berada di kantor?

Tidak lama muncul balasan yang mengatakan kalau Julian masih berada di kantor. Sean menutup Mackbooknya dan mengambil jas berwarna navy yang tersampir di kursi kerjanya. Tidak lupa memakainya dan segera meninggalkan ruangan.

Sean tersenyum kecil, tidak lama lagi dia akan bertemu dengan seorang seniman yang sudah sejak dulu ingin dia ketahui. Kabar kalau seniman itu akan datang di acaranya yang kali ini, membuat Sean semangat.

"Tunggu aku, Sands Of Time. Apa pun jenis kelamin dirimu, akan aku temukan."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED