Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

9.3 / 10.0
Akibat tekanan ibu mertua yang meremehkan latar belakangnya, Lara terpaksa berpisah dari Elara. Sikap Elara pun mendingin hingga pernikahan rahasia mereka kandas. Tragisnya, setelah malam tak terduga yang dikira Elara bersama Elena, ia justru bertunangan dengan wanita tersebut. Lara yang terluka memilih pergi ke desa untuk merintis usaha sabun organik. Di sana, ia memulai hidup baru tanpa menyadari bahwa dirinya sedang mengandung anak yang kelak menjadi pewaris Elara.

Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris Bab 1

Lara tahu betul, takdirnya sudah tertulis di atas kertas. Sebuah perjodohan. Sebuah ikatan yang, bagi sebagian besar orang, adalah mimpi yang jadi kenyataan. Menjadi bagian dari keluarga Bagaskara, salah satu dinasti terkaya dan terpandang di ibu kota. Namun bagi Lara, itu adalah takdir yang terasa begitu berat, membebani setiap langkahnya, merenggut kebebasan dan impian yang ia rajut sendiri. Ia, Lara Adistia, hanyalah anak seorang sopir pribadi keluarga Bagaskara. Sebuah status yang, di mata Elara Dirgantara, pewaris utama dinasti itu, adalah noda tak termaafkan.

Pertunangan mereka, yang lebih tepat disebut perjodohan, telah menjadi rahasia umum di antara para pelayan dan segelintir lingkaran dalam keluarga. Tidak pernah ada pengumuman resmi, tidak ada pesta megah, apalagi sorotan media. Lara selalu merasa seperti bayangan, keberadaannya diakui namun tak pernah benar-benar terlihat. Sebuah kesepakatan diam-diam antara mendiang Bagaskara dan mendiang ayahnya, yang entah bagaimana, entah mengapa, melibatkan dirinya dalam jaring-jaring rumit warisan dan janji. Janji yang kini, setelah kepergian kedua tetua itu, hanya Lara yang memegang teguh, sementara Elara-pria yang menjadi ujung tombak janji itu-menolaknya mentah-mentah.

Perubahan Elara begitu drastis. Dulu, Elara adalah sosok yang berbeda. Elara kecil, dengan senyum ramah dan mata penuh perhatian, sering kali mencuri-curi waktu untuk mengajarinya membaca atau sekadar bercerita tentang petualangan yang ia baca dari buku-buku tebal di perpustakaan pribadi keluarga. Kenangan itu, meski samar dan terdistorsi oleh waktu, masih tersimpan rapi di benak Lara. Sebuah gambaran Elara yang baik hati, jauh dari Elara yang kini berdiri di hadapannya, penuh kebencian dan penolakan. Seolah-olah, setiap kali mata Elara menangkap sosok Lara, bara api permusuhan itu semakin menyala, membakar habis setiap sisa kebaikan yang pernah ada.

"Aku tidak akan pernah mengakui pernikahan ini," suara Elara, dingin dan menusuk, masih terngiang jelas di telinga Lara, bahkan setelah bertahun-tahun. Kalimat itu diucapkan dengan nada final, tak terbantahkan, pada malam setelah upacara pernikahan sederhana yang hanya disaksikan oleh segelintir kerabat dekat dan notaris. Sebuah formalitas tanpa makna, tanpa cinta, tanpa harapan. Lara ingat bagaimana ia hanya bisa menunduk, air mata yang ia tahan mati-matian akhirnya tumpah, membasahi kain kebaya putihnya yang terasa begitu hambar.

Penolakan Elara tak berhenti pada kata-kata. Pria itu menunjukkannya dengan perbuatan. Selama tiga tahun, Elara memilih untuk tidak kembali ke rumah utama keluarga Bagaskara, tempat di mana Lara kini tinggal dalam kesepian. Tiga tahun penuh penantian, penuh kesia-siaan. Elara seolah menghilang ditelan bumi, sibuk dengan dunianya sendiri, dengan bisnisnya yang menjulang, dengan kehidupan yang sengaja ia bangun jauh dari jangkauan Lara. Harapannya hanya satu: agar Lara menyerah, agar Lara lelah, agar Lara mengajukan gugatan cerai. Sebuah cara halus untuk memaksa, untuk mengusir, tanpa harus mengotori tangannya sendiri dengan kalimat perpisahan.

Lara tahu, Elara ingin bebas. Ia ingin terlepas dari ikatan yang ia anggap sebagai belenggu, sebagai aib. Ia ingin mengejar kehidupannya sendiri, bersama wanita yang ia cintai-Elena. Nama itu, Elena, seringkali disebut-sebut dalam desas-desus para pelayan. Sebuah nama yang selalu terasa seperti duri dalam daging bagi Lara, mengingatkannya pada posisinya yang tak diinginkan. Lara hanya bisa berharap, dalam diam, bahwa suatu hari Elara akan menyadari bahwa ia tidak pernah bermaksud mengikatnya. Ia hanya mencoba memenuhi janji, sebuah janji yang kini terasa seperti kutukan.

Namun, harapan itu sirna ketika sebuah kabar buruk datang menghantam keluarga Bagaskara. Bastian, kakek Elara yang selama ini menjadi satu-satunya pendukung Lara, jatuh koma. Pria tua yang baik hati itu, yang selalu memperlakukannya seperti cucu kandung, kini terbaring tak berdaya di rumah sakit, diselubungi alat-alat medis yang berbunyi monoton. Kepergian Bastian, bahkan jika hanya sementara, membuka pintu bagi Stella, ibu Elara, untuk melancarkan serangan terakhirnya.

Stella tidak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya pada Lara. Sejak awal, Stella memandang Lara sebagai benalu, sebagai aib yang tak layak bersanding dengan putra sulungnya. Bagi Stella, Lara hanyalah anak seorang sopir, tidak lebih, tidak kurang. Darah bangsawan Elara tidak boleh tercampur dengan darah rakyat jelata seperti Lara. Setiap tatapan Stella dipenuhi penghinaan, setiap perkataannya adalah racun yang meracuni hati Lara.

"Kau pikir kau pantas bersanding dengan Elara? Kau pikir kau punya tempat di keluarga ini?" Suara Stella, tajam dan dingin, selalu menusuk Lara hingga ke ulu hati. "Kau hanya parasit yang menempel pada putraku. Sekarang, setelah Kakek Bastian tidak bisa lagi melindungimu, saatnya kau menunjukkan dirimu sendiri ke luar dari kehidupan kami."

Stella tidak hanya bicara. Ia bertindak. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Setiap hari, Lara harus menghadapi tatapan tajam Stella, mendengar sindiran-sindiran pedas yang meruntuhkan harga dirinya. Stella mendesaknya untuk membuat surat gugatan cerai. Mengancam akan menyebarkan berita tentang latar belakang Lara, mempermalukan dirinya di hadapan publik, bahkan mengancam akan mengambil alih rumah tempat Lara kini tinggal jika Lara tidak menurut. Lara tahu, ia tidak punya pilihan. Bastian, satu-satunya pelindungnya, kini tak berdaya. Ia sendiri, tak ada siapa-siapa yang bisa diandalkan.

Hati Lara hancur. Ia telah berjanji kepada Bastian, di ranjang kematian ayahnya, bahwa ia akan menjaga janji perjodohan ini. Bahwa ia akan mencoba untuk mencintai Elara, untuk menjadi istri yang baik, dan untuk membawa nama baik keluarga Bagaskara. Janji yang kini harus ia langgar. Sebuah janji yang kini terasa seperti beban yang sangat berat di pundaknya.

Dengan tangan gemetar, Lara akhirnya menulis surat gugatan cerai itu. Setiap huruf yang ia torehkan di atas kertas terasa seperti sayatan di hatinya. Ia menyerah. Ia melepaskan. Ia membiarkan Elara bebas. Stella tersenyum puas, senyum kemenangan yang kejam, seolah-olah semua ini adalah bagian dari rencananya yang sempurna. Lara hanya bisa merasakan kehampaan yang tak terkira, sebuah lubang menganga di dalam dirinya, tempat janji-janji dan harapan-harapannya dulu bersemayam.

Malam itu, setelah surat gugatan cerai itu diserahkan, Lara merasa seperti jiwanya melayang entah ke mana. Ia keluar dari rumah besar itu, entah ke mana kakinya melangkah. Udara malam yang dingin terasa menusuk kulitnya, namun tak sedingin hatinya. Ia ingin melarikan diri, ingin menghilang, ingin melupakan semua kepedihan yang menimpanya.

Sebuah kesalahan terjadi. Sebuah momen yang tak terduga, yang mengubur Lara dalam penyesalan yang mendalam. Ia berada di sebuah kelab malam, entah bagaimana bisa sampai di sana, mencari pelarian dari semua rasa sakit. Alkohol mengaburkan akal sehatnya, dan dalam kegelapan itu, sebuah sentuhan, sebuah kehangatan, sebuah kebingungan melingkupinya. Ketika ia terbangun di pagi hari, di sebuah kamar hotel yang asing, dengan tubuh yang terasa sakit dan ingatan yang kabur, ia tahu apa yang telah terjadi. Keperawanannya telah terenggut. Ia menangis tanpa suara, menyesali kebodohannya, menyesali takdirnya.

Yang lebih menyakitkan, Elara tak menyadari siapa wanita yang bersamanya malam itu. Dalam kekacauan dan kegelapan, Elara mengira ia bersama Elena. Ironi yang begitu kejam, takdir yang begitu mempermainkan. Lara, yang telah melepaskannya, kini terikat oleh benang tak terlihat, sebuah rahasia yang akan menghantuinya.

Setelah perceraian resmi, Elara bergerak cepat. Tanpa ragu, ia melamar Elena. Berita pertunangan mereka menyebar dengan cepat, menjadi topik hangat di kalangan sosialita. Foto-foto Elara dan Elena yang tersenyum bahagia terpampang di berbagai majalah, seolah-olah mereka adalah pasangan paling ideal di dunia. Hati Lara perih, namun ia mencoba untuk tabah. Ini adalah kebebasan yang Elara inginkan, dan Lara telah memberikannya.

Lara memilih untuk menenangkan diri dari hiruk-pikuk ibu kota. Ia meninggalkan semua kenangan pahit itu di belakang, mencari kedamaian di tempat yang jauh. Sebuah desa kecil, asri, dengan udara segar dan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Di sana, Lara menemukan kembali dirinya. Ia mulai berkebun, menanam bunga-bunga kesukaannya, merawat setiap kuncup dengan penuh kasih sayang. Dari bunga-bunga itu, ia mulai bereksperimen, membuat sabun dan parfum, menemukan gairah baru dalam hidup. Aroma melati, mawar, dan kenanga memenuhi gubuk kecilnya, menciptakan suasana yang menenangkan.

Di tengah kesibukan barunya, Lara tak menyadari perubahan dalam dirinya. Mual di pagi hari, nafsu makan yang berubah, dan rasa lelah yang tak biasa. Ia mengira itu hanya efek dari perubahan gaya hidup, atau mungkin stres yang masih tersisa. Ia tak menyadari, sebuah kehidupan baru sedang tumbuh di dalam rahimnya. Sebuah anugerah yang tak terduga, yang lahir dari kesalahan terburuk dalam hidupnya, dari malam yang ingin ia lupakan selamanya. Anak dari pria yang begitu membencinya, yang kini bertunangan dengan wanita lain.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika yang butuh biaya medis besar dan donor langka, Alya terpaksa menerima tawaran Niko. Pengusaha kaya yang mendambakan keturunan itu mengajukan perjanjian ibu pengganti. Meski awalnya ragu, Alya menyetujuinya demi sang ibu. Tak disangka, benih asmara justru tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin. Ketika sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED