Sampul Novel PAMANKU SUAMIKU

PAMANKU SUAMIKU

8.2 / 10.0
Demi wasiat terakhir orang tuanya yang tewas kecelakaan, Aruna harus menikah dengan pamannya sendiri. Sang paman dikenal sebagai pemimpin mafia yang sangat kejam. Namun, ketegaran Aruna setelah bertahun-tahun hidup menderita justru mampu meluluhkan hati pria dingin tersebut. Ujian berat datang saat rahasia masa lalu suaminya terungkap, bersamaan dengan hadirnya wanita lain yang mengklaim posisi istri sah. Bisakah Aruna menjaga pernikahan ini dari bahaya dunia hitam?

PAMANKU SUAMIKU Bab 1

Empat hari telah berlalu semenjak kematian Pak Arga dan Bu Aisyah. Ardan hanya kembali di saat malam, dia bahkan selalu melewatkan acara tahlil di rumah. Karenanya, dia kembali menjadi buah bibir di antara masyarakat. Begitu juga dengan ketidakhadiran Aruna di rumah, yang hanya muncul sekali-kala saja untuk membereskan keperluan baju gantinya selama di rumah sakit, menunggui dua adik kembarnya. Karena semua hal itu, hanya Gavin yang tersisa di rumah untuk mengurus semua keperluan selama berkabung.

''Cing. Ini gak bener... Ardan, gak akan bisa ngurus,'' ujar Tono salah satu sepupu Ardan.

''Maksudnya apa?'' tanya Nenek Halimah dengan ekspresi kesal melihat salah satu keponakannya bersikap kurang sopan karena meninggikan suara kepadanya yang jelas jauh lebih tua darinya.

''Sudah empat malam dia nggak ada di tahlilan. Pan tahlilan 'ni buat abang dia... Cuma dua bersaudara, udah tinggal tahlilnya doang, tapi tetep aja dia nggak peduli,'' jawab Tono dengan nada yang jelas memperlihatkan kalau dia kesal.

''Om Ardan ada urusan Cang...'' sahut Gavin, menekan nada suaranya.

Dia kesal, tapi karena dia jauh lebih muda berusaha untuk tetap bersikap sopan pada para kerabatnya yang jauh lebih tua darinya.

''Urusan apa Vin?!'' seru Rustam menyahut, ''Pengangguran tapi sok sibuk banget...'' tambahnya dengan cibiran yang sangat mengganggu.

''Dari mana encang tahu kalo Om Ardan pengangguran?!'' tukas Gavin bertanya dengan wajah kesal.

Darah muda Gavin bergejolak, dia berusaha menahan emosi tapi sulit di tengah gempuran kata-kata yang menohok perasaan.

''Lah... Vin, sudah banyak yang lihat... Om elu cuma keluyuran gak jelas,'' jawab Rustam balik menyahut dengan nada mulai meninggi. Dia tidak suka melihat ekspresi Gavin yang tampak sedang menantangnya.

''Iya Vin, gue juga pernah liat dia lagi kumpul sama preman-preman di tanjung priok,'' ujar Tono lagi, dia membenarkan ucapan Rustam.

''Kali aja dia kerja di sana,'' sahut Gavin lantang tidak mau kalah.

''Kerja apa?'' tukas Minan menyahut, ''Orang dia cuma jadi preman di sana,'' tambah Minan lagi. Dia salah satu sepupu Gavin, anak dari Rustam ikut menyahut dengan ketus.

''Bang... Belum ada buktinya, jangan asal ngomong!'' seru Gavin kembali menjawab dengan kesal.

''Vin, Gua tahu dia Om elu, adek bapak lu... Tapi, nggak gitu juga lu belain dia,'' ujar Marta ikut bicara, dia adik dari Minan. ''Udah banyak yang liat kelakuan Om elu itu... Kadang di Tanjung priok, kadang di Senen, kadang di Bantar gebang...''

''Iya, Vin. Elu denger...'' ujar Tono menanggapi, ''Kita ni punya niat baik buat elu juga buat adek-adek lu yang ada di rumah sakit. Jangan lu terlalu percaya sama si Ardan!''

''Bukan lagi satu, apa dua orang... Sudah banyak mata yang liat kelakuan Om elu itu. Selalunya dia kumpul ama orang-orang kagak bener, butuh bukti yang kek gimana lagi lu?'' tanya Rustam ikut menegaskan pernyataan Tono dan yang lainnya.

''Tetap saja Itu semua kan nggak jelas...'' sahut Gavin masih tegas membela pamannya.

''Vin. Elu musti inget, ada dua bayi yang mesti lu urus! Takutnya, abis, entar... Banda bapak lu di porotin ama si Ardan,'' sahut Rustam kembali mengukuhkan pendapatnya.

''Cang, jangan suudzon kek gitu! Om Ardan enggak kek gitu,'' seru Gavin masih tidak mau kalah, dia masih terus berusaha membela pamannya walau dia hanya sendirian di antara mereka semua yang telah bersikap skeptis pada Ardan.

''Vin... Elu tuh, masih bocah,'' ujar Kakek Marwan, dia yang tertua diantara semua yang berkumpul di situ. ''Elu mesti denger omongan orang tua, kita semua ni maksudnya baek, jangan elu dari tadi terus aja nyerocos, denger dulu! Terus elu pikirin baek-baek ni omongan, bukan buat orang lain, buat elu, buat adek-adek lu juga...''

Kakek Marwan angkat bicara dengan ekspresi tegas, menekankan otoritas yang dimilikinya. Dia adalah kakak dari kakek Gavin yang paling tua.

''Bener itu Vin... nggak gampang mengurus dua bayi kembar... satu aja, udah bikin stres, ini lagi dua...'' tukas Nenek Sundari istri dari Kakek Marwan.

''Bener itu Vin. Bocah kek lo nggak bakal bisa... Gue udah nggak punya anak kecil, entar biar adek lu gua yang urus. Tapi, pan elu tau gaji laki gue nggak seberapa... Kasih jatah satu, apa dua pintu, dari kontrakan bapak lu, buat beli popok ama susunya...'' ujar nenek Sarna, dia salah satu kerabat jauh yang masih satu rumpun dengan kakek Ardan.

''Si uwak kerepotan kali kalo ngurus dua-duanya, biarin, satu gue yang urus. Yang penting ada jatah susu ama popok kayak si uwak...'' ujar Demi salah satu sepupu Ardan, anak dari Rustam.

''Vin, kalo nggak biar gue aja yang urus. Gue masih muda... tenaganya masih full,'' ujar Carnih, adik sepupu Demi. Dia masih muda, usianya masih di awal dua puluhan.

''Lah! Elu Carnih, elu mah masih bocah, nggak punya pengalaman,'' sahut Demi kesal.

''Teh Demi, pan udah tua, emang kuat gendong-gendong bocah?! Carnih emang masih muda baru juga kemaren kawin tapi pan ada emak, emak bisa ngajarin Carnih nanti,'' sahut Carnih balik menjawab dan malah menyindir Demi.

''Iya, Mi. Gue bisa ngebantuin ngajarin si Carnih ngurus bocah... elu tenang aja Vin, adek lu bakal keurus,'' ujar Elis ikut menimpali, dia angkat bicara membela anak sulungnya.

Emosi Gavriel yang sudah terpancing sejak awal karena mereka menjelek-jelekkan pamannya tepat di hadapannya dan sekarang mereka malah berebut minta jatah. Semakin membuat Gavin berang karena apa pun yang diucapkan olehnya tidak digubris oleh para orang tua, yang ternyata hanya menginginkan harta almarhum ayahnya yang baru meninggal, di balik nasihat-nasihat dan ucapan simpati mereka. Gavin memang baru berusia sembilan belas tahun, dia baru saja menyelesaikan ujian akhir SMAnya, tapi, bukan berarti dia tidak tahu apa pun.

''Udah! Apa yang mau di ributin? Urusan si kembar, ada Aruna yang urus...'' ujar Gavin menengahi perbincangan yang malah makin karut marut di antara para sepupu ini.

ARUNA!

Serempak mereka semua menjawab Gavin dengan heran sekaligus kesal. Para paman, bibi, dan juga sepupu-sepupu Gavin . Mereka semua kaget dengan jawabannya barusan, ada rona kemarahan di wajah sebagian dari mereka. Mereka saling lirik satu sama lain, mereka yang tadinya dengan lantang bicara kesana dan kemari, sekarang, malah mendadak menggunakan bahasa isyarat.

''Apa yang salah memang?!’’ seru Gavin lantang dan tegas, dia menegaskan kembali kata-katanya, ‘’Urusan ngejaga si kembar, dari awal udah di amanatin bapak... Bapak udah wanti-wanti kalau Aruna yang bakal jaga.''

Gavin cukup kesal melihat tatapan-tatapan yang mulai merendahkan merendahkan, dan dia tahu pada siapa hal itu ditunjukkan. Tentu saja pada adik tirinya, Aruna Hashifa yang empat tahun yang lalu resmi menjadi adiknya.

''Vin, bapak lu kan waktu itu dalam kondisi...''

Rustam segera menjeda kata-katanya, dia sangat vokal tadi. Tapi, tetap saja, dia juga manusia yang masih punya perasaan. Dia tidak enak mengatakannya dengan lugas, kalau waktu itu ayah Gavin sedang sekarat.

''Cang. Bapak mungkin sekarat waktu itu, tapi bapak ambil keputusan yang benar menurut Gavin.''

Gavin segera menyahut, menegaskan apa yang tidak terucap oleh Rustam dengan lantang.

''Vin lu gimana sih, Si Aruna kan sama kek elu masih bocah?!'' seru Demi dengan nada ketus.

''Bukan cuma masih bocah, dia itu cuma sodara tiri elu Vin…'' ujar Kartiah ikut menimpali Demi dengan ekspresi cukup menyeramkan, dengan mata melotot.

''Tapi, dia tetep satu emak ama si kembar!'' sahut Gavin menjawab mereka berdua.

''Ikatan darah bapak lebih kuat,'' ujar Kartiah dengan lantang menyudutkan Gavin.

Sama seperti yang lain, dia juga sangat tidak setuju dengan keberadaan Aruna yang tidak punya hubungan kekerabatan apa pun dengan mereka. Apa lagi setelah meninggalnya Pak Arga, ayah tirinya.

''Gavin tahu. Makanya Gavin juga kan ikut jaga...'' sahut Gavin ketus, dia sudah mulai tidak bisa mengendalikan emosinya yang mulai jelas terlihat dari gelagatnya.

''Tapi elu kan...'' sahut Kartiah berusaha menimpali tapi langsung di potong, ''UDAH!'' seru Kakek Wawan tegap berdiri, setelah sedari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan mereka semua, ''Ribut nggak bertempat! Kuburan si Arga masih basah, lu pada ribut apa?! Berhenti, balik enggak lu pada sekarang!'' tambah Kakek wawan dengan ekspresi marah menghardik mereka semua.

Dia kesal melihat semuanya memojokkan Gavin, sedangkan dia masih dalam keadaan berduka sekarang. Dia juga sedih melihat istrinya ikut merasa sakit hati, Pak Arga baru saja meninggal, acara tahlil bahkan belum genap tujuh hari tapi mereka semua sudah mulai melirik harta peninggalannya, padahal masih ada Gavin dan si kembar pewaris sah harta tersebut.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PAMANKU SUAMIKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED