Sampul Novel Bidadari Untuk Tuan Mafia

Bidadari Untuk Tuan Mafia

9.3 / 10.0
Don Vincent Corleane, bos mafia kejam, harus menikahi Silvana Aramazd, gadis bercadar berhati lembut dari keluarga bangsawan. Pernikahan paksa ini menjadi kesempatan Vincent meninggalkan dunia kriminal yang kelam. Di sisi lain, hubungan mereka juga menjadi kunci untuk membongkar misteri kematian orang tua Silvana yang belum terpecahkan. Mampukah Silvana yang tenang bertahan hidup berdampingan dengan Vincent di tengah jurang perbedaan dunia mereka yang begitu ekstrem?
Ringkasan Bidadari Untuk Tuan Mafia
Don Vincent Corleane, bos mafia kejam, harus menikahi Silvana Aramazd, gadis bercadar berhati lembut dari keluarga bangsawan. Pernikahan paksa ini menjadi kesempatan Vincent meninggalkan dunia kriminal yang kelam. Di sisi lain, hubungan mereka juga menjadi kunci untuk membongkar misteri kematian orang tua Silvana yang belum terpecahkan. Mampukah Silvana yang tenang bertahan hidup berdampingan dengan Vincent di tengah jurang perbedaan dunia mereka yang begitu ekstrem?
Baca Selengkapnya

Bidadari Untuk Tuan Mafia Bab 1

Vincent menjatuhkan bobotnya di jok belakang mobilnya. Ia melonggarkan dasinya yang terasa mencekik. Setumpuk pekerjaan kantor membuatnya merasa frustasi.

Sebuah mobil sport hitam melaju membelah jalanan kota Los Angeles. Gedung-gedung pencakar langit menghiasi setiap sisinya. Vincent yang kacau berusaha untuk memejamkan mata.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi mulus seorang perempuan. Alice, kekasih Vincent itu sedang berada di sebuah club malam bersama seorang pria. Gadis itu nampak sedang bercumbu mesra dengan pria disebelahnya. Hingga sesaat kemudian seorang pria datang dengan amarah yang memuncak, menarik tangan Alice lalu menamparnya.

Suasana menjadi ricuh. Perkelahian pun terjadi tak terkendali. Vincent yang sudah dibutakan oleh amarah memukul pria itu dengan membabi buta. Menghajarnya hingga pria itu tak sadarkan diri.

Vincent menghampiri Alice yang berdiri disudut ruangan dengan badan bergetar. Gadis itu tampak syok. Vincent lantas mencekik leher Alice dan menyeretnya keluar dari club malam tersebut. Gadis itu meronta karena kesusahan bernapas. Tubuh kekar Vincent dengan mudahnya melempar gadis itu keluar.

Alice merutuki dirinya sendiri. Ia merasa bersalah telah bermain api dibelakang kekasihnya. Gadis itu memeluk kaki Vincent sembari memohon maaf. Tapi dengan segera Vincent menarik kakinya sehingga Alice kembali jatuh tersungkur.

Vincent berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Alice. Pria itu mencengkeram rahang Alice dengan tatapan mata setajam belati.

“Beraninya kau selingkuh dibelakangku, setelah apa yang telah aku berikan padamu” desis Vincent.

“Ma-af kan a-aku V-vin, se-semua tidak seper-ti yang- yang kau pi-pikir-kan” ucap Alice terbata.

“Cuih! Kau pikir aku bodoh, aku melihatmu bercumbu dengan bajingan itu dan kau masih menyangkalnya!” Vincent semakin menguatkan cengkeramannya dan membuat Alice lebih kesakitan.

“A-a-ampuni a-ku Vin, le-paskan, s-sakit” air mata membanjiri pipi mulus Alice yang memerah akibat tamparan keras tangan dingin Vincent. Sudut bibir gadis itu nampak sedikit robek hingga berdarah.

“Tunggulah, aku akan mengirimmu juga keluargamu ke neraka!” ucapnya sambil melepaskan cengkeramannya dengan kasar.

Grep

Gadis itu dengan beraninya memeluk Vincent saat pria itu akan beranjak pergi. Dengan sigap Vincent mendorong tubuh Alice hingga luruh ke tanah. Pemandangan itu tentu disaksikan oleh puluhan pasang mata, tapi mereka hanya menunduk tak berani menatap karena mereka tau siapa Vincent sebenarnya.

Vincent memijat kepalanya yang terasa berdenyut. Bayangan kejadian menyakitkan beberapa hari yang lalu terus berputar didalam pikirannya. Ken yang duduk di kursi kemudi hanya melirik Tuannya melalui kaca kemudi. Ia tahu bahwa Vincent sedang tidak baik-baik saja.

Setelah kejadian tempo hari, Alice terus menghubungi Vincent bahkan dengan beraninya gadis itu mendatangi mansion mewah Vincent tapi hasilnya nihil. Pria itu benar-benar memutuskan hubungan dengan Alice, kekasih yang amat dicintainya selama 5 tahun terakhir.

Mobil sport hitam itu berhenti tepat dihalaman sebuah mansion mewah di pusat kota Los Angeles diikuti dua mobil jeep dibelakangnya. Vincent turun dan langsung menuju kamar pribadinya di lantai dua.

Pria itu melepaskan semua pakaiannya dan berjalan menuju shower. Guyuran air dingin dari shower membuat dirinya merasa sedikit rileks. Dengan memakai kaos putih dan celana pendek warna coklat ia turun menuju ruang makan.

Matanya terbelalak, seorang pria telah duduk disana dan makan malam dengan santainya. Tatapan mereka beradu. Sorot mata abu setajam mata elang seakan membunuh Vincent. Aura hitam pekat pria tersebut menguar memenuhi segala penjuru.

“Kau menatapku seakan ingin membunuhku!” seloroh Vincent.

“Ya, bisa saja itu terjadi. Tapi aku lapar, aku butuh tenaga untuk melawanmu, bukankah begitu?”

“Ck! Bajingan sinting”

Vincent duduk disamping pria itu. Kemudian menyunggingkan bibirnya. Pria itu terus mengumpat kepada Vincent. Vincent memutar matanya keatas karena malas mendengar ocehan pria disebelahnya.

“Shit! Aku datang tapi tak ada sambutan sama sekali!”

“Aku tidak menyuruhmu datang!” timpal Vincent dingin.

“Kalau bukan karena Ayah aku malas datang kesini!”

“Makan! Telingaku akan rusak mendengarkan ocehanmu yang seperti perempuan”

“Brengsek!”

Dante baru saja datang dari Italia. Ia datang ke Los Angeles atas perintah dari Tuan Corleane. Setelah kejadian pengkhianatan yang dialami Vincent tempo hari membuat Tuan Corleane merasa tidak tenang hingga akhirnya menghubungi Dante untuk datang ke Los Angeles.

Hening. Tidak ada percakapan sama sekali. Yang ada hanya suara dentingan garpu dan pisau yang beradu dengan piring. Setelah makan, mereka berdua menuju ruang baca, yang berada diujung lantai dua.

Dante merebahkan diri di sofa sementara Vincent menyandarkan tubuhnya di sofa sebelahnya dengan sebuah buku tebal ditangannya.

“Kau benar melihat Alice berselingkuh?”

“Mataku tidak buta!”

“Maksudku, apa kau benar mencekik dan melemparnya keluar?”

Vincent menutup bukunya. Ia menatap ke depan sembari mengepalkan tangan.

“Seharusnya aku membunuhnya saat itu juga!”

“Bukankah kau sangat mencintainya?"

“Persetan dengan cinta!”

Dante mendengus kasar. Vincent bukanlah seseorang yang mudah mengampuni kesalahan orang lain, terlebih lagi sebuah pengkhianatan. Tak ada percakapan yang serius antara keduanya. Hanya sebuah percakapan ringan ditemani secangkir teh dan juga angin sepoi musim gugur di luar mansion.

Setelah larut malam, mereka berdua menuju kamar masing-masing. Vincent merebahkan tubuhnya diranjang kingsize miliknya. Ia teringat pernyataan Dante beberapa jam yang lalu diruang baca.

"Aku dengar Ayah sudah mempunyai calon istri untukmu"

"Hah! Omong kosong!"

"Mengapa? Apa kau masih mengharapkan jalang itu?"

Sepenggal kalimat yang dilontarkan Dante membuat Vincent merasa pusing. Pria bangkit dari ranjang. Ia menatap bingkai foto besar yang tergantung didepan ranjangnya. Tangan kekarnya meraih bingkai foto tersebut. Disana nampak seorang gadis dengan rambut blonde tersenyum indah.

Pyarrr

Bingkai foto itu pecah dilantai. Kakinya dengan kasar menginjak foto yang tergeletak dilantai dengan pecahan kaca dimana-mana. Hatinya bergemuruh. Tangannya mengepal. Matanya memerah mengingat kejadian tempo hari.

Vincent meraih jaket hitam dan menyambar kunci mobil. Tak lupa ia menyelipkan sebuah senjata di belakang pinggangnya. Pria itu melajukan mobil mewahnya membelah jalanan malam kota yang ramai.

Mobil itu berhenti didepan sebuah club malam. Ia memesan sebuah ruangan VIP disana. Dua wanita seksi masuk lalu kemudian bergelayut manja pada Vincent. Mereka mencumbu setiap inci tubuh Vincent. Pikirannya yang kacau membuatnya seperti hilang kendali.

Brakk!

Pintu ditendang paksa oleh seseorang dari luar. Nampak Dante berdiri didepan pintu dengan sorot mata elangnya. Pria itu melempar sejumlah uang untuk dua wanita tadi dan menyuruh mereka keluar.

“Kau sudah gila hah! Kau pergi tanpa pengawalan! Apa kau ingin mati konyol!” hardik Dante.

“Hahahaha, peluru bahkan tidak akan bisa membunuhku!”

“Dasar bajingan! Apa kau tidak tau bahwa kau sedang diawasi!”

Benar saja, diluar sedang terjadi sebuah keributan.  Beberapa orang bertubuh gempal berpakaian hitam turun dari mobil van hitam menyerang Ken dan pengawal Dante yang sedang berjaga diluar club.

Bunyi tembakan bersahut-sahutan hingga menakuti pengunjung club. Vincent dan Dante keluar. Dua orang musuh tampak sudah tergeletak tak bernyawa, sisanya berhasil ditangkap lalu diseret ke penjara milik Vincent. Sementara Ken mengejar satu orang yang berhasil kabur.

Beberapa jam sebelum kejadian, Ken melihat Vincent keluar mansion dengan mengendarai mobil sendiri tanpa pengawalan. Dari raut wajahnya, pria itu tampak sedang marah. Ken akhirnya mengikuti mobil Vincent secara diam-diam.

Sebuah mobil van hitam mengikuti mobil mereka dari belakang. Ken akhirnya menghubungi Dante. Sesaat setelah Dante datang, perkelahian pun tak terelakkan.

‘Siapa yang berani mengusik wilayahku’ batin Vincent.

“Apa kau masih berurusan dengan bajingan itu?” Dante seperti tau orang yang berada dibalik penyerangan di club.

"Terakhir kali aku membunuh Damian"

"Dia akan menuntut balas. Berhati-hatilah dengannya, bajingan itu sangat licik"

"Aku tau"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bidadari Untuk Tuan Mafia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayah yang tampan namun tak bertanggung jawab. Ayah lebih sering menghilang daripada mengurus keluarga, membuatku hanya tinggal berdua dengan ibu tiriku yang kaya raya. Aku diperlakukan seperti anak sendiri, tapi kebiasaannya mengenakan pakaian seksi perlahan mengganggu pikiranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan perasaan untuk Rania, teman SMA yang ingin kudekati lagi. Namun, kehadiran ibu tiri yang terlalu perhatian itu membuat segalanya menjadi rumit. Antara cinta masa lalu dan godaan yang tak terduga, aku harus memilih jalan yang tepat sebelum semuanya berantakan.
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam. Apakah pernikahan ini berjalan atas sisa cinta, atau justru menjadi ajang pembalasan dendam atas sakit hati masa lalu? Kini, sebagai suami istri, keduanya harus berkomitmen meski bayang-bayang masa lalu terus mengusik. Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, berbagai rahasia dan konflik pun mulai bermunculan, menguji kesetiaan serta keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED