Sampul Novel Menghamili Istri sang Pewaris

Menghamili Istri sang Pewaris

8.4 / 10.0
Fayre terobsesi pada Bramasta, cinta pertamanya, hingga nekat menjebak pria itu dalam pernikahan sepihak. Bukannya cinta, Fayre justru menuai kebencian dan rasa jijik dari suaminya yang mencintai wanita lain. Di tengah keputusasaan karena terus diabaikan, takdir mempertemukannya dengan Aliando Xavier yang merenggut kesuciannya. Kini, Fayre terjebak dalam dilema besar: mempertahankan rumah tangganya atau menyerah di bawah bayang-bayang rahasia kelam yang ia sembunyikan.

Menghamili Istri sang Pewaris Bab 1

Satu kesalahan yang diperbuat Fayre adalah mencintai Bramasta terlalu dalam. Hingga dia menginginkan pernikahan yang tidak seharusnya terjadi. Yah, mungkin benar demikian betapa pun Fayre ingin menyalahkan Bramasta, berkaca pada diri sendiri membuat nyali menciut. Kembali pada kenyataan, Fayre masih melihat diri pada pantulan cermin, mata bengkak, wajah kusut serta rambut acak-acakan, diikat asal ke belakang, menyedihkan.

“Aku kuat," gumam Fayre menepuk pipi, dia menghela napas panjang kemudian membasuh wajahnya sekali lagi. “Aku harus segera ke luar teman-temanku pasti menunggu,” ujar Fayre bergegas keluar.

Mengejar sang tunangan dari kota Sun Flower hingga kini dia berada di sebuah hotel kota Amarillys. Sekonyol itu cinta membuat Fayre tidak dapat berdiam diri menanti lelaki itu kembali. Fayre menoleh kanan-kiri saat berada di luar toilet. Tidak dia dapati baik Ludwig mau pun Mariane di sana.

‘Ah, mungkin mereka sudah ada di kamar itu,’ pikirnya.

Sapuan angin dingin menyambut, menyapa pipi Fayre ketika dia melewati lorong. Aroma tanah basah menguar mengusik indra penciuman, hujan di akhir musim kemarau rasa yang sama namun di kota berbeda. Gadis tersebut melangkah masuk ke dalam lift, beberapa pasang mata lelaki menatap dengan tatapan mesum. Seperti menguliti Fayre yang ibarat bak gitar spanyol, lekuk indah tubuh tercetak jelas di balik lingerie. Sexy, kesan pertama bagi yang memandang.

‘Oh, astaga aku salah kostum, mereka pasti mengira aku wanita murahan,’ keluh Fayre menarik tas selempang ke arah depan. Tring! Pintu lift terbuka, Fayre menerobos kerumunan untuk keluar lebih dahulu. 'Ini memalukan,' lanjut berkeluh.

Fayre mengedarkan pandang, menoleh kanan-kiri memperhatikan papan nomor di depan pintu kamar hotel yang berjajar. Dia menggaruk kepala yang tidak gatal.

“Tadi kata Ludwig kamar berapa ya?” Fayre menoleh samping. “443,” katanya melihat papan angka di depan sebuah kamar. “Ah ini,” lanjutnya berbinar.

Dia mengatur napas mendadak terasa berat dia bertindak sampai sejauh ini. Apa yang hendak dia ucap kala bersua Bramasta, Fayre tidak memikirkan sejauh itu sebelumnya. Hati menggebu ingin menemui sang suami, itu saja yang ada dalam pikiran kalutnya. Ragu tangan terulur ke arah pintu dan akhirnya.

Cklek!

Pintu berhasil terbuka, Fayre menelan saliva berat. Keringat dingin terasa pada telapak tangan. Pelan dia mendorong pintu, dan berhasil membukanya. Tenggorokan mendadak kesulitan walau hanya menelan saliva, dia gugup bukan main.

Oh my God! Mata Fayre melotot melihat pemandangan di depan mata. Sungguh di luar ekspektasi, berharap memergoki sang suami selingkuh. Namun, apa yang terjadi. Fayre malah disuguhi pahatan sempurna mahakarya Sang Pencipta. Dalam sorot lampu kamar hotel seorang lelaki telanjang. Tubuhnya atletis, terlihat jelas otot-otot perut menawan.

‘Oh Tuhan, apakah aku bertemu malaikat? Otot-otot perutnya itu, sungguh aku ingin menyentuhnya,’ cicit Fayre dalam angan.

Seperti tersihir gadis itu bergeming, tidak mengalihkan pandang. Dia sibuk mencermati setiap lekuk indah dari ujung rambut dan bahkan oh, astaga. Mulut Fayre menganga lebar membentuk huruf O besar. Ketika menundukkan kepala, netranya tanpa sengaja melihat bagian intim sang lelaki setengah tertidur. Otaknya berpikir keras sejenak, dirinya pernah menyaksikan hal sama pada video dewasa yang tidak sengaja dia tonton. Akan tetapi, melihat langsung seperti itu terlebih pria asing, rasanya Fayre ingin pingsan mendadak. Malu, wajahnya merona panas, dia mengalihkan pandang, menoleh ke arah gorden warna putih menari tersapu angin yang masuk lewat jendela tak tertutup.

“Apa yang kau lihat, mendekatlah dan lakukan tugasmu! Seorang Aliando Xavier tidak suka menunggu.” Suara dingin lelaki itu mengejutkan Fayre.

Sontak gadis tersebut kembali menoleh ke arah lelaki bernama Aliando itu, dia tercekat menatap lurus tidak berani menundukkan kepala. Kedua insan saling bertemu pandang. Sang lelaki menatap dalam, dia mengibaskan, menyapu rambut basahnya. Meleleh, hati wanita mana tidak melebur menyaksikan pemandangan eksotis secara langsung. Jantung Fayre semakin berdentum kencang, tubuh panas dingin.

“Berani sekali mengenakan pakaian seperti itu, sepertinya kau sudah tidak sabar untuk mengerang di bawah kungkunganku,” sindir Aliando mulai jengah melihat gadis di hadapannya masih mematung.

‘Tunggu apa katanya?’ Fayre menaikkan sebelah alis, memutar otak berpikir. Dia menunduk memperhatikan penampilan sendiri, di mana lingerie sepanjang lutut masih melekat. ‘Ok, aku tergoda, tubuh lelaki maskulin itu mempesona hingga membuat liurku hampir menetes. Akan tetapi, akan sangat bahaya jika aku tidak pergi. Tatapan lelaki itu menyeramkan,’ berontak dalam hati. Fayre pelan-pelan mundur ke belakang.

“Mohon maaf Paman, sepertinya saya salah masuk kamar, permisi,” ujar Fayre, tersenyum nyengir. Gadis tersebut membalikkan badan, melangkah kaki panjangnya lalu gegas membuka pintu.

Brak! Pintu yang tadi sempat terbuka kini menutup kembali. Aliando sudah berada di belakangnya, mengenakan satu lengan menahan pintu. Mampus! Hanya umpatan dalam benak yang mampu Fayre lakukan. Rasanya lidah kelu mendadak untuk berucap, tubuhnya gemetaran bukan main.

“Ampun, Paman. Saya benar-benar salah kamar, bisakah saya keluar sekarang?” pinta Fayre memelas.

Bukan tidak melihat ketakutan, hanya saja lelaki bernama Aliando merasa gadis dalam pelukannya itu berbeda. Aroma tubuhnya menenangkan, Aliando menghirup dalam-dalam rambut Fayre, bau shampo tercium bercampur entah bau keringat atau parfum, sangat menyenangkan bagi Aliando. Lelaki itu menarik tubuh gadis tersebut dan membalikkan tubuhnya. Kini mereka saling berhadapan, dengan jarak wajah tinggal beberapa inci saja.

“Apa aku terlihat seperti lelaki tua?” Suara Aliando datar, sapuan napas hangat menyentuh wajah Fayre, gadis itu tetap terdiam takut bersuara.

Wajah Aliando masih masam, dan tanpa ekspresi. Ingin Fayre memukulkan kepala lelaki tersebut ke tembok. Sungguh pertanyaan aneh luar biasa. Fayre membuka mulut hendak menjawab tetapi urung. Aliando bergerak cepat menyambar mulut Fayre, mengatupkan mulut keduanya. Bibir sensual Aliando membelit bibir Fayre, lembut di awal lalu semakin menekan dan mengecap.

'Bibirnya sangat manis, oh ini membuat aku senang?' pikir Aliando.

Mendapatkan perlakuan tidak senonoh, Fayre mencoba melawan. ‘Sial, rasanya aku ingin mencekik lehermu pak tua!’ bisik Fayre. Dia menggeliatkan tubuh.

Tubuh telajanjang Aliando semakin menekan erat. Bibir lelaki itu bertambah menuntut, mengecap rakus. Fayre tidak tinggal diam, dia mencakar dada lelaki itu. Serangan Fayre tidak berarti bagi Aliando, hanya saja oksigen telah menipis. Ciuman terlepas, Fayre menahan tubuhnya yang hampir luruh di dinding.

“Apa kau ini serigala? Hah?” cicit Aliando menyipitkan mata. Membuat tubuh Fayre gemetar ketakutan. Aliando menatap gadis itu, merasa sedikit iba saat melihatnya melonjak kaget. 'Apa aku terlalu keras padanya?' gumam Aliando dalam hati.

Suara ketukan pintu terdengar, Fayre mengambil kesempatan saat lelaki itu lengah. "Aw!" pekik Aliando.

Gadis itu berhasil menendang bagian intim lelaki tersebut kemudian berlari ke arah pintu dan kabur. Tawa Fayre terdengar menggelegar di luar sana, meninggalkan Aliando meringkuk kesakitan memegangi bagian intinya.

“Dasar serigala liar!" umpat Aliando terduduk lemas.

Saat bersamaan seorang lelaki dan wanita berjalan masuk ke dalam kamar hotel. Aliando mengernyit, mengingat ucapan gadis itu mengatakan salah kamar. Baru dirinya sadar ketika melihat sekretarisnya datang bersama seorang wanita bertubuh sintal. Menatap bingung ke arah Aliando yang duduk di lantai.

“Bos tadi itu ….” Lelaki yang merupakan sekretaris Aliando mengacung ke arah pintu. Mengingat wanita muda baru saja berlari keluar dari kamar hotel yang ditempati sang atasan.

“Dia calon buruanku setelah ini, Romeo," kata Aliando menatap sinis ke arah wanita yang berdiri di hadapannya. "Katakan pada wanita itu aku tidak membutuhkannya, tetap berikan uang sesuai kesepakatan awal!” perintah Aliando kepada Romeo sang sekretaris.

“Tapi, Tuan.” Suara manja wanita itu terdengar.

“Mendengar suaramu saja aku sudah muak, pergilah!”

“Silakan ikut saya Nona,’ ajak Romeo. Dengan kesal wanita itu berjalan mengekor Romeo untuk keluar.

Aliando tersenyum smirk kemudian bangkit berdiri, entah apa yang dia pikirkan kini yang pasti, Aliando mendapatkan sebuah kesenangan bertemu wanita semacam serigala liar. Satu hal yang dia sayangkan, tidak menanyakan nama gadis tersebut. Sejenak tadi Aliando terpesona akan sosok bertubuh sempurna, seakan tiada cacat. Cantik, lincah, dan sexy. Tiga kata yang Aliando yakini.

Aliando berkacak pinggang melihat ke arah jendela, hujan masih mengguyur deras di luar sana dia lalu bergumam, "Kau bisa kabur sekarang, tetapi jika kita bertemu lagi. Jangan harap aku melepaskanmu!"

Bersambung….

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menghamili Istri sang Pewaris

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED