Bab 1

Hari ini Suami ku akan berangkat dinas ke luar kota, dia mendapat tugas dari Kantornya dan cukup lama nanti dia di situ, sekitar 2 minggu. Aku sendiri Seorang Ibu rumah tangga dan sudah mempunyai seorang Anak yang berusia 3 tahun, dengan kepergian Suami ku itu, maka hanya Aku dan Putri ku sekarang yang tinggal di rumah ini. Aku sendiri sekarang sedang hamil tua, usia kandungan ku sudah mau masuk 8 bulan.

Oh iya, nama ku Ratna Seorang Ibu rumah tangga, keseharian ku hanya di rumah mengurus Putri kecil kami yang kami beri nama Sany. Aku sendiri selalu merawat tubuh ku, merawat wajah cantik ku. Hidup ku bisa dikatakan berkecukupan, karna memang Suami ku Randy seorang Pria yang bertanggung jawab dan dia sendiri bekerja di Pertambangan. Kami tinggal di Sebuah Komplek Perumahan di daerah Kota Tangerang.

Singkat cerita, Pagi ini Suami ku Sudah berangkat ke Bandara, dia akan pergi ke Kalimantan hari ini karna penugasan dari Kantor Pusat pertambangannya, dan akan berada di sana kurang lebih 2 mingguan lamanya.

Seiring berjalannya waktu, sudah 1 minggu Suami ku berada di luar kota, dan sudah 1 minggu ini juga Aku puasa dari yang namanya berhubungan badan dengan seuami ku. Aku sebenarnya bukanlah seorang wanita yang memiliki nafsu sex yang tinggi, bisa di katakan biasa biasa saja, namun di kehamilan ku ini, Aku selalu merasakan kegatalan di organ intim ku, di Goa hangat milik ku, kegatalan ingin selalu ada benda tumpul yang mengaruk garuknya, mengobok obok Goa hangat milik ku.

Selama satu minggu ini, Aku hanya memainkan jari ku saja di sana sambil Video Call sex dengan Suami ku, walau itu sama sekali tidak memberi kepuasan pada diri ku.

Suatu hari di siang bolong pas Aku sedang menyapu teras rumah ku, Seorang kakek kakek berperawakan tinggi dan kurus datang ke depan rumah ku, Berpakaian kumuh dan juga berpeci.

"Ibu, minta sedekahnya Bu, Buat Makan Bu"

Dan ternyata dia seorang pengemis, memang di komplek perumahan tempat ku tinggal tidak ada Sekuritynya, jadi bebas saja setiap orang untuk masuk ke lingkungan ku tinggal, baik pengemis maupun pemulung. Aku pun kemuduan berkata.

Iya Pak, sebentar ya Pak

Aku masuk ke dalam rumah ku untuk mengambil uang kecil 5 ribuan untuk ku berikan sama Kakek pengemis itu, Aku pun memberikan uang itu, kemudian pas Aku memberikannya, Aku teringat saat dia mengatakan buat makan, kebetulan di rumah banyak makanan yang sisa, lebih baik kuberikan samanya dari pada nanti kebuang karna tidak habis ku, Aku lalu mengatakan.

Kek, udah makan belum?

"Belum Bu"

Mau makan gak Kek, kalau mau masuk saja, biar aku ambilin ke dapur

Pintu gerbang rumah ku pun ku bukakan untuknya, dan Si Kakek pengemis itu masuk dan kusuruh duduk di kursi kayu yang ada di teras rumah ku. Aku kemudian masuk ke dalam rumah, membuat kan makanan untuknya sepiring nasi dan lauk ikan tongkol balado serta sayur buncis. Ku bawakan makanan itu keluar dan juga segelas air putih dan cuci tangannya di mangkok kecil.

Si kakek kemudian melahap makanan itu dengan buas, seolah dia sangat kelaparan, Aku juga berinisiatif menawarkan untuk menambah makanannya dan si kakek juga mau. dia memang terlihat sangat lapar, tambahan nasi dan lauk yang ku berikan juga habis di bikinya, piring yang dia pake bersih dari sisa nasi. Jujur Aku merasa kasihan dan senang jadinya karna itu, sebab akhirnya makanan yang di rumah ku yang akan terbuang jadinya habis di bikin si Kakek Pengemis.

Setelah selesai makan, Aku kemudian mengajaknya ngobrol ngobrol, ingin tau kesehariannya dan kenapa jadi pengemis. Si kakek pun cerita kalau dia hidup sebatang kara dan dia sekarang sudah berusia 64 tahunan, keluarganya sebenarnya ada, tapi jauh di Sumatra sana, namanya sendiri adalah Waluyo. Dan dari pengakuannya, keluarganya yaitu anak anaknya tak peduli dengannya. Aku benar benar kasihan dengan si Kakek, seolah terbayang oleh ku akan alm Ayah ku sendiri.

"Ibu, maaf boleh numpang ke kamar mandi gak"

Ehh... kakek mau ke kamar mandi?

"Iya Bu, kalau boleh"

Ya udah Ayo Kek

Aku pun menemani si Kakek ke kamar mandi ku, setelah dia masuk ke dalam kamar mandi, dia buru buru melepas kancing dan resleting celananya dan tampa menutup pintu kamar mandi itu, sepertinya si Kakek kebelet ingin buang air kecil. Aku sendiri jadi melihat Senjata milik si Kakek Tua kurus keriput Kakek Waluyo. Mungkin dia berpikir Aku sudah pergi meninggalkannya sendiri di situ hingga dia tak menutup pintu kamar mandi itu.

Mata ku seolah tak percaya melihat Senjata milik si Kakek itu berwana hitam kecoklatan, benar benar Panjang dan besar walau masih dalam keadaan lemas, air kencingnya pun kulihat dengan derasnya keluar dari lobang kecil yang di kepala batang miliknya yang seperti teriris itu. Kemudian Si Kakek pun menyadari keberadaan ku, buru buru dia memasukkan Senjata miliknya itu dan mengancing celananya, sekarang celananya di bagian daerah resleting miliknya jadi basah akibat belum tuntasnya tadi buang air kecil, lalu dia berkata.

"Ehh... maaf Bu, gak tau kalau Ibu masih di situ"

Iya Pak Maaf juga, jadi bikin bapak kaget, terusin saja pak buang air kecilnya

Aku pun meninggalkannya di situ, masih terdiam berdiri di dalam kamar mandi milik ku. dalam pikiran ku sekarang hanya ada Batang panjang hitam legam milik si Kakek, sangat sulit ku percaya akan kepunyaannya itu, Aku pun membandingkan miliknya dengan milik Suami ku yang selama ini mengobok obok goa hangat ku, seolah tidak ada apa apanya kepunyaan Suami ku di banding dengan milik si Kakek, padahal masih dalam keadaan lemas, bagaimana jika dalam kondisi ereksi menegang! Pasti akan lebih panjang dan besar lagi itu! Hayalan ku malah ke Senjata milik Si Kakek Waluyo, pengemis tua Kurus dan tinggi.

Memek ku juga jadi seolah gatal karna melihat dan menghayalkan itu, menghayal seandainya batang miliknya bersarang di dalam goa hangat milik ku, pasti akan kurasakan perih dan nikmat luar biasa karna itu bercampur aduk. sebab semalam saat VC dengan Suami ku, tak ada kurasakan kepuasan sedikit pun saat jari ku bermain di dalam Goa hangat milik ku yang sangat basah oleh lendir ku.

Sekarang Si Kakek sudah selesai dari dalam kamar mandi ku, terlihat oleh mataku akan celana miliknya yang basah karna air kencingnya tadi saat dia kaget menyadari keberadaan ku disitu, dan dia buru buru menyembunyikan Senjata panjang miliknya yang masih deras mengeluarkan air kencingnya. Sekarang dia terlihat malu karna itu, si kakek selalu menundukkan kepalanya saat sudah bersama kembali duduk dengan ku di kursi teras rumah ku.

Bab 2

Entah kenapa, Aku sangat berharap jadinya dapat merasakan Batang milik Kakek Waluyo bersarang di Goa memek ku. Sekarang duduk ku juga jadi sedikit gelisah sebab kurasakan ada rasa gatal di Goa hangat milik ku yang sudah mulai basah oleh lendir ku.

Aku pun bingung bagaimana caranya agar dapat merasakan Senjata tumpul milik Kakek pengemis ini, sebab sudah satu minggu ini juga Aku puasa dari Senjata tumpul milik Suami ku. Akhirnya ku coba mengatakan ke Kakek Waluyo.

"Kek, itu celananya basah kena air kencingnya"

Dia sendiri tidak menjawab perkataan ku, dan yang ada hanya menundukkan kepalanya, dan justru malah berniat untuk pergi dari teras rumah ku. Sebelum dia melangkahkan kakinya, Akhirnya timbul ide di pikiran ku.

"Kek, bisa bantu Saya gak sebentar"?

Bantu apa Ya Bu?

"Ini lok Kek, Kaki ku rada pegal, bisa mijit gak Kek? Nanti Aku bayar 100 ribu Kek"

Bisa Bu, tapi pijatan Kakek biasa biasa saja

"Ohh... gak apa apa Kek, yang penting bisa sedikit enakan kaki ku ini Kek"

Tapi benaran kan Bu di bayar 100 ribu?

"Iya Kek, Masa bohong sih"

Akhirnya si Kakek pun sudah masuk dalam perangkap ku, Aku yakin dia akan bernafsu nanti saat melihat Paha mulus ku! Dan tidak lah sulit bagi ku nanti untuk menggodanya menyetubuhi ku yang sedang haus akan birahi ini. Akhirnya ku ajak Kakek Waluyo untuk masuk ke dalam rumah ku kembali, aku pun duduk di Sofa panjang di ruang tamu sambil ku nyalakan TV, Sekarang kaki ku juga sudah ku rentangkan agar mudah bagi kakek Waluyo memijitnya, daster yang ku kenakan juga sedikit ku angkat hingga atas dengkul ku, dan juga kulebarkan paha ku agar matanya dapan melihat apem milik ku yang terbungkus celana dalam biru muda yang ku kenakan.

Kaki ku kemudian mulai di Pijat olehnya, dari jari hingga ke betis ku, kurasakan Pijatan dari tangannya yang hitam legam itu cukup lumayan, dan kadang malah membuat ku kesakitan.

"Pelan pelan saja "Kek" mijatnya

Iya, maaf Bu. Terlalu kuat ya?

Iya "Kek"

Sekarang pijatannya pun makin ke atas, sudah berada di dengkul ku, sepertinya Kakek Waluyo tidak berani menaikkan pijatan tangannya ke paha ku, sebab dia jadi berlama lama memijat dengkul dan turun lagi ke betis ku.

"Kok cuman disitu "Kek" mijatnya?

Emang yang mana lagi Bu?

"Ya semua lah! Paha kan belum"

Emang gak apa apa Bu?

"Iya gak apa apa "Kek" di pijat aja sampai ke atas ya

Sekarang tangannya pun sudah berani memijat paha ku, dan terlihat Kakek Waluyo sesekali mencuri pandang terhadap selangkangan ku karna daster yang ku kenakan semakin ku angkat ke atas, Aku yakin Kakek Waluyo si pengemis tua ini sudah dapat melihat dengan jelas segitiga penutup aurat ku yang sudah becek oleh lendir ku. Kemudian ku katakan ke dia agar pindah saja mijitnya, pindah ke dalam kamar ku, di sana juga sudah terbaring Anak ku sedang tidur siang.

"Kek, pindah aja yok, di kamar saja "Kek" biar lebih leluasa Aku rebahannya

Akhirnya ku langkah kan kaki ku, dan kembali ku cek pintu rumah ku, setelah itu, Kakek Waluyo pun mengikuti ku masuk ke dalam kamar ku, kamar tempat dimana Aku dan Suami ku tidur.

Kembali ku rebahkan tubuh ku di ranjang, dan Kakek Waluyo ku minta ikut naik untuk memijat ku, dia terlihat ragu saat itu, tapi lagi lagi ku yakinkan agar dia naik ke atas ranjang ku. Sekarang kembali kaki ku di pijatnya dan posisi kaki ku sendiri lagi lagi ku lebarkan dan mengangkat daster yang ku kenakan sampai setengah paha ku. Lagi lagi matanya sesekali memandang celana dalam yang ku kenakan, Aku tentu tau akan itu, Aku pun iseng mengangkat satu kaki ku dan ku sandarkan tepat di sekitar resleting celana yang dia kenakan yang sudah kering karna tadi tersiram air kencingnya itu.

Saat jari kaki ku mengenainya, kurasakan ada yang mengeras di sana! Aku yakin itu adalah Senjata panjang miliknya yang tadi Aku lihat saat kakek Waluyo sedang kencing, akhirnya ku beranikan jari kaki ku bermain di situ, menyentuhnya dengan jari kaki ku, mata ku sendiri sekarang ku pejam kan agar kakek Waluyo leluasa melihat memek ku yang masih di balut segitiga pengaman yang ku kenakan.

Tiba tiba kurasakan jari tangan Kakek Waluyo malah mengenai pangkal paha ku dan juga permukaan celana dalam yang ku kenakan, Aku pun membiarkan aksi jarinya itu, ingin tau sejauh apa keberaniannya melecehkan mahkota milik ku yang sudah basah oleh lendir milik ku. Semakin lama semakin berani jari miliknya menyentuh memek ku di balik celana dalam yang ku kenakan itu. Tiba tiba ku buka mata ku, dan ku pandang wajah kakek Waluyo, jarinya pun buru buru di tariknya dari situ dan dia mengatakan.

Maaf Bu

"Gak apa apa Kek, Kakek pengen lihat memek ya? Kalau mau lihat gak apa apa kok"

Kakek Waluyo pun terdiam akan perkataan ku, kemudian Aku malah berinisiatif melepas celana dalam yang ku kenakan, ku turunkan sampa dengkul ku dan ku minta Kakek Waluyo untuk membantu ku menarik lepas celana dalam itu , saat tangannya menarik lepas celana dalam yang ku kenakan, matanya tajam memandangnya dan juga memek ku yang tembem tak berbulu karna ku cukur.

"Kek, lihat saja "kek" gak apa apa kok, kalau kakek mau menyentuhnya juga bisa kok

Benaran Bu?

"Iya"

Sekarang Kakek Waluyo sudah benar benar di bakar oleh birahinya karna memandang memek ku yang gundul karna ku cukur dan basah oleh lendir ku, lagi lagi kaki ku kumainkan di batang kontolnya yang masih tertutup oleh celana lusuh yang dia kenakan.

"Kek, sudah lama ya gak lihat memek?

Hehehe... iya Bu

"Sudah berapa lama emang?

Sudah sangat lama Bu, mungkin sudah lebih sepuluh tahun

"Wah lama bangat "Kek" kakek suka gak dengan memek ku ini?

Suka bangat Bu, boleh kakek Sentuh?

"Boleh "Kek" terserah Kakek mau apain juga boleh kok

Benaran Bu?

Iya "Kek"

Sekarang Kakek Waluyo pun menggeser tubuhnya, dia duduk di sisi ku, jarinya kemudian mulai menyentuh memek ku, menyentuh bibir memek ku yang basah karna lendir ku, dan kemudian jari itu dengan berani memasuki goa hangat milik ku, sekarang jari tengah miliknya pun tenggelam di dalam goa hangat memek ku.

Aku pun mendesah karna jarinya yang masuk ke dalam memek ku.

"Ahhhhh....

"Uhhhhh...

Aku pun kemudian semakin menarik daster yang ku kenakan sampai batas buah dada ku, perut buncit ku yang sedang hamil besar memasuki bulan ke delapan itu pun terekspos oleh matanya, lalu ku beranikan jari tangan ku menyentuh area resleting celana yang di kenakan Kakek Waluyo. menyadari itu, Kakek Waluyo sedikit mengeser tubuhnya, mencoba menghindar dari jari tangan ku.

Aku kemudian mengatakan kalau Aku ingin melihat Batang Kontol miliknya, sebab memek ku sendiri sudah di lihat olehnya dan juga sudah di kobel kobelnya dengan jari tengahnya. Akhirnya Kakek Waluyo membiarkan jari tangan ku leluasa menyentuh miliknya di balik celana yang dia kenakan.

Ku coba menarik turun resleting celana yang dia kenakan, dan juga melepas kancing pengaitnya. Aku pun meminta si kakek untuk melepas saja celana yang dia kenakan itu, dia terlihat ragu akan permintaan ku tersebut, tapi pada akhirnya Si Kakek menurunkan juga celananya itu dan juga celana pendek yang dia kenakan di dalam. Mata ku benar benar sulit untuk percaya dengan apa yang ku lihat menggantung di selangkangannya! Batang Kontol miliknya benar benar panjang dan besar dan sekarang sudah menegang Sempurna. Si Kakek kemudian mencoba menutupi Batang perkasa besar dan panjang miliknya dengan telapak tangannya, namun tak bisa menutupinya.

"Kek, mainin lagi dong memek ku Kek

Iya Bu, boleh gak Bu kakek Jilati?

"Boleh Kek, jilati sampai bersih ya Kek semua lendir ku

Sekarang Kakek Waluyo pun mengambil Posisi berada di antara kedua paha ku, dan mulai kembali memainkan jarinya di dalam memek ku, Aku pun menikmati permainan jari Kakek Waluyo. Tiba tiba kurasakan benda basah menyentuh bibir memek ku, dan ternyata Kakek Waluyo sudah menyapu nyapukan lidahnya di sepanjang bibir memek ku, dan sesekali menusuk masuk ke dalam goa hangat milik ku.

"Aouhhh.... Kek, terusin "Kek"

"Ahhhh....

Lidahnya semakin rakus menjilati memek gundul ku, menyedot kuat lendir milik ku.

Crupp... Crupp...

"Ahhhh.... enak bangat "Kek"  uhhhh...

Itil ku juga di jepit oleh bibir miliknya dan di emut emut oleh si Kakek, Aku tak menduga kalau Si Kakek Waluyo mempunyai permainan Lidah yang luar biasa, bahkan melebihi permainan lidah dari Suami ku saat mengoral memek ku.

Sambil menikmati jilatan jilatan rakus dari Kakek Waluyo, kubayangkan Batang besar miliknya yang sudah kulihat panjang dan besarnya, perkiraan ku senjata milik Kakek waluyo hampir 2 kali panjang milik Suami ku, dan juga besarnya! Aku yakin jari ku sendiri tidak akan mampu menggenggamnya dengan sempurna. Dalam pikiran ku apakah lobang memek ku mampu menanpung Batang kontol milik Kakek Waluyo? Sebab memek ku sendiri lobangnya masih seukuran milik Suami ku, sebab Putri ku sendiri dulu ku lahirkan dengan operasi Caesar.

"Uhhhhh..... "Kek" terusin "Kek" Ahhhh.....

Crupp...

Crupp...

Crupp...

Sekarang tangan ku menekan kepala si Kakek Waluyo, Aku tak sudi lidahnya yang rakus itu berhenti menjilati lendir memek ku, kaki ku juga ku angkat menjepit kepalanya, dan Akhirnya....

"Ahhhh....  Ahhhh.... Awouhhhh.... Kek. uhhhhh....

Crup... crup... crup...

"Ahhhhh..... "Kek" Aku mau keluar "Kek"

Serrrrrr.......

Cairan hangat orgasme milik ku pun tumpah menyirami mulut dan wajah Kakek Waluyo. dan dia sendiri dengan rakus meminum Cairan orgasme milik ku itu. Jujur ku Akui, baru pertama kali kurasakan yang namanya orgasme nikmat akibat jilatan lidah! Selama ini saat Suami ku menjilati memek ku, Aku tidak pernah sampai Orgasme karena jilatannya. Benar benar liar dan rakus mulut dari Kakek Waluyo, walau dia sudah tua berumur 64 tahun, tapi harus ku akui permainan lidahnya lebih jago dari Suami ku! apakah permainan mengentot ku juga akan lebih jago dari suami ku? Tanya ku dalam hati ku.

Aku pun terbaring lemah karna orgasme nikmat yang ku rasakan, Si Kakek masih tetap setia menjilati memek ku, membersihkannya seperti yang ku suruh saat dia mengatakan ingin menjilati memek ku.

"Kek, sini Saya kocok Kontolnya Kek"

Kemudian Kakek Waluyo pun menyudahi aksi jilatannya pada memek ku, dan dia mendekatkan Kontol perkasa miliknya yang ku taksir berukuran 21 cm itu ke tangan ku, dan benar saja! Saat jari ku menggenggamnya, tak mampu selurunya melingkar di Batang Kontol hitam kecoklatan dan berurat besar kehijauan miliknya! Aku juga mencium bau menyengat dari batang milik Kakek Waluyo, Bau anyir akibat dia tadi kencing tampa mencuci Batang kontolnya itu! tapi itu tak membuat ku merasa jijik! Termasuk bau badan dari Kakek Waluyo.

Bu, bolek Kakek masukin Kedalam memeknya Bu?

Aku pun berpikir akan permintaan Kakek Waluyo, apakah Memek ku mampu menampung Kontol besarnya itu? Tapi Aku juga penasaran ingin merasakannya, seolah berimajinasi kalau Kontolnya itu akan mampu memenuhi semua rongga goa hangat memek ku, dan tentu akan memberikan kepuasan yang luar biasa terhadap memek ku.

Kemudian ku geser tubuh ku ke pinggir ranjang, Kakek Waluyo kemudian merenggangkan paha ku dan sedikit dia angkat, lalu dia menyapu nyapukan kepala besar Batang Kontolnya yang seperti jamur itu di bibir memek ku.

"Pelan ya Kek" , kontolnya Kakek besar dan Panjang bangat soalnya

Iya Bu, memek Ibu bagus bangat, sudah lama Kakek gak lihat memek soalnya dan juga gak ngentot, Ibu juga sangat cantik.

Aku pun tersenyum akan perkataan Kakek Waluyo yang mengatakan Aku cantik, kemudian ku rasakan kepala batang miliknya itu mulai menyelinap membelah bibir memek ku, dan semakin di dorong masuk ke dalam.

"Aouh! Pelan "Kek" ahhhh... aduh... pelan masukinnya "Kek" perih!

Kok sempit bangat Bu memeknya?

"Abis kontol Kakek gede bangat! Uhhh... pelan dong Kek!

Aku pun merasakan Batang miliknya mulai menerobos masuk ke dalam Goa hangat ku, Kurasakan sedikit perih di lobang memek ku walau sudah basah oleh lendir ku, tapi karna ukuran punya kakek Waluyo memang sangat besar, jauh lebih besar dan lebih panjang dari punya Suami ku, maka Aku merasakan rasa perih itu, seolah kembali di perawani.

Uhhh... enak bangat bu, benar benar sempit lobang memek Ibu ini

"Suka Ya Kek?

Suka bangat Bu, benar benar sangat enak Bu

"Sudah masuk semua kan "Kek"?

Belum Bu, baru setengah

Gila! Baru setengah saja lobang memek ku sudah serasa penuh bangat! Bagaimana jika semuanya masuk sampai pangkalnya? Kemudian kurasakan dia kembali mendorong Batang kontol Jumbo miliknya itu.

"Ahh! Udah Kek" jangan di masukin lagi, Sakit Kek!

Aku pun kemudian menarik kain Sprey ranjang ku dan ku gigit menahan rasa perih di dalam memek ku! perlahan Kakek Waluyo mulai memompa Batang miliknya itu keluar masuk, rasa sesak dan perih yang kurasakan di dalam Goa hangat milik ku perlahan menjadi nikmat, dan Aku juga merasakan sudulan dari kepala Kontol miliknya menyundul nyundul mulut rahim ku.

Plok, plok, plok

"Ahhhh.... Ahhhh... Awouhhh.... Enak bangat Kek"

Iya Bu enak bangat, Kontol Kakek kayak di hisap hisap di dalam Bu, apalagi sempit bangat memek Ibu ini

Plok plok plok

"Awuhhh.... Ahhhh....

Tiba tiba Kakek Waluyo mendorong kuat Kontol miliknya! Aku pun merasakan Perih yang luar biasa karna itu, dan sekarang kepala Kontolnya bukan lagi menyundul nyundul mulut rahim ku, tapi seolah membuka paksa mulut rahim ku yang berisi bayi ku yang masih bersemayam di dalam rahim ku.

Ahh "Kek" Sakit! Jangan di gerakin dulu Kek" aduh... kok dimasukin semuanya sih "Kek"

Maaf Bu, habis enak bangat

"Tapi kan punya Kakek gede bangat tau! Udah jangan di gerakin dulu, perih bangat Kek!

Kakek Waluyo pun mendiamkan Batang besar miliknya itu terdiam di goa milik ku untuk sementara, benar benar sangat penuh ku rasakan goa milik ku tersebut, dan bukan hanya itu, mulut rahim ku juga seolah di buka oleh kepala kontol milik Kakek Waluyo.

Kemudian dengan sangat pelan, Kakek Waluyo pun mulai kembali memompa keluar masuk Batang besar miliknya itu, memompa dengan perlahan sesuai permintaan ku.

"Ahhhh.... ya gitu kek" pelan pelan saja

Ahhhh...

Ahhhh...

Sambil ku gigit bibir ku menikmati genjotan perlahan dari Kakek Waluyo, sekarang Kaki ku juga semakin di angkatnya tinggi, dan kemudian pompaan kontolnya juga sedikit di percepat olehnya.

Ouhhh..... "Kek" penuh bangat Memek ku "Kek" Ahhhh....

Nikmat bangat Bu memek mu ini, sudah lama Kakek gak merasakan yang namanya ngewe Bu, benar benar menjepit bangat Bu. Awouhhh...

Plok, plok, plok

Ahhhh! Jangan kencang  Kek" seperti tadi saja, ahhhh...... uhhhhh...

Aduhhh... "Kek" Ahhh... kok jadi enak bangat sih? Tadi padahal perih bangat loh "Kek"

Dan Kakek Waluyo malah semakin mempercepat pompaan Batang perkasa jumbo miliknya, mungkin karna Aku tadi mengatakan enak bangat, sehingga proses keluar masuk kontolnya itu semakin di percepat.

Plok plok plok

"Ahhhh..... ahhh...  aohhhh...

Aku pun merasakan akan mengalami nikmat dari persetubuhan ini, dan akhirnya Cairan hangat orgasme ku pun tumpah menyirami Batang perkasa milik Kakek Waluyo yang masih memompa goa hangat milik ku.

Uhhhh.... Ahhhh....

Serrr.......

Aku benar benar lemas karna nikmat dan banyaknya Cairan cinta milik ku menyirami batang besar milik Kakek Waluyo. Aku pun meminta Kakek Waluyo agar menyudahi persetubuhan kami, memintanya mencabut keluar batang miliknya itu, tapi kakek Waluyo tidak peduli dengan permintaan Ku! dia malah semakin cepat memompa Batang perkasanya itu, dan mulut rahim ku juga seolah sudah di buka oleh Kepala kontol miliknya.

Plok plok plok

Ahhh... udah "Kek" auhhh.... ahhhh....

Mau keluar lagi Ya Bu?

Iya Kek" . Ahhh.....

Kakek Juga sudah mau muncrat Bu, Awouhhh..... Ahhh....

"Jangan Kek! Jangan keluarin di dalam! Ahhh...

Kakek Waluyo tak mempedulikan omongan ku, dan ahkirnya kami pun bersamaan mencapai puncak persetubuhan ini, kembali ku sirami batang milik Kakek waluyo dengan cairan orgasme ku, sementara Kurasakan Siraman hangat lendir Sperma miliknya membanjiri Rahim ku, memberikan bayi ku yang di dalam rahim ku nutrisi dengan Sperma yang banyak milik Kakek Waluyo.

Ahhh..... crot, crot, crot

Aku benar benar lemas tak bertenaga jadinya, sebab dalam waktu sebentar ini. Aku mengalami 3 kali orgasme dahsyat! 1 kali di mulut Kakek Waluyo dan 2 Kali menyirami Batang besar miliknya di dalam memek ku.

Akhirnya Kakek Waluyo mencabut batang miliknya itu.

Plok!

Serasa plong kurasakan gao memek ku saat Batangnya sudah tercabut dari sana, Sperma miliknya juga menetes keluar akibat tak mampu ditampung semua oleh rahim ku. Setelah beristirahat sejenak, Kakek Waluyo kemudian memakai pakaiannya tampa membersihkan tubuhnya, membersihkan kontol miliknya. Aku pun memberinya Uang 200 ribu dan sebelum dia melangkahkan kakinya dari kamar ku, Kakek Waluyo malah meminta celana dalam yang tadi ku kenakan, katanya untuk di pakai Ngocok nanti.

Singkat cerita, akhirnya Kakek Waluyo pun pergi, Aku pun kembali mengunci pintu rumah ku, dan kembali masuk ke dalam kamar untuk tidur sambil menemani Putri ku yang masih tertidur di ranjang kecil miliknya.

Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa kali ini dari persetubuhan ku dengan Kakek Waluyo, kenikmatan yang belum pernah ku dapatkan dari Suami ku sendiri. Benar benar sangat nikmat!

Bab 3

Keseharian ku bekerja ke Ladang, Aku tinggal di sebuah desa yang berada di lereng pengunungan di daerah Sumatra. Nama ku sendiri adalah Yanto dan sekarang sudah berusia 32 tahun, Aku seorang bujang lapuk! Di usia ku yang seharusnya sudah menikah dan bahkan sudah punya Anak seperti teman teman sepantaran ku.

Keseharian ku adalah bertani, mengurus Ladang peninggalan orang tua ku, di sana kutanami jagung dan juga sayur sayuran dan yang lainnya, di ladang milik ku juga terdapat sebuah Gubuk yang bisa di katakan lumayan bagus, sebab Aku juga kadang harus bermalam di sana menjaga Jagung milik ku dari serbuan Moyet monyet yang kadang turus dari hutan.

Aku setiap hari di temani oleh hewan peliharaan ku yang ku beri nama Moly, Seekor Anjing betina berbulu putih belang, anjing kampung yang ku rawat sejak kecil, yang ku minta dari sepupu ku saat Anjing peliharaannya melahirkan. Sekarang Anjing Moly ku sudah dewasa, sudah besar, dia selalu dengan setia menemani ku saat pergi ke ladang ku, bahkan ikut menemani ku bermalam jika lagi ada serangan hama moyet yang turun gunung ke perladangan di tempat ku.

Suatu hari, Ada seekor Anjing jantan yang tak ku ketahui entah kepunyaan siapa menemani Moly ku, saat itu Aku sedang berada di ladang milik ku, sedang membabat rumput rumput yang mulai meninggi di perbatasan Ladang milik ku dengan Ladang milik tetangga. Aku pun membiarkan ke dua Anjing itu bermain bersama, dan ku perhatikan si Jantan kadang mengendus endus bagian belakang Anjing betina ku, mengendus tepat di bagian vagina anjing ku Moly.

Kemudian si Jantan pun menaiki tubuh Anjing milik ku, dan mengesek gesekkan kejantannanya ke Vagina si Moly yang perlahan keluar dari sarungnya , Aku sendiri jadi tidak fokus mengerjakan pekerjaan ku, mata ku tertuju akan apa yang di lakukan oleh kedua Anjing itu.

Ku saksikan batang tumpul mermerah milik si Jantan mulai memasuki memek Perawan Anjing betina ku Moly, dan Si Jantan memaju mundur kannya. Karna melihat pemandangan persetubuhan kedua Anjing itu, otomatis Batang Kontol ku malah perlahan bangun dan menegang di balik celana yang ku kenakan.

Sekarang Aku malah menghentikan pekerjaan ku, dan berusaha mendekat ke Anjing yang sedang di landa birahi itu tampa membuatnya merasa terganggu. Aku pun dapat menyaksikan bagaimana Batang kejantanannya itu memasuki memek dari Moly ku dan akhirnya kedua anjing itu pun menyatu seolah nempel, bokong kedua Anjing itu kemudian saling gesek, Aku yang menyaksikan perkawinan Anjing itu menjadi terbawa Nafsu, sekarang malah ku mainkan Batang Kontol ku dengan jari ku.

Cukup lama kedua Anjing itu lengket menyatu, hingga akhirnya batang tumpul merah milik si Jantan tercabut dari memek Anjing Betina ku Moly, si Jantan pun kemudian langsung pergi begitu saja setelah dia mengisi memek Betina ku dengan Pejuh miliknya, Anjing betina ku kemudian berusaha menjilati memeknya yang seolah membengkak dan meneteskan lendir lendir Pejuh dari si Jantan yang sudah kabur setelah memerawani memek betina ku.

Tiba tiba, hujan pun turun, Aku langsung berlari ke gubuk milik ku dan di ikuti oleh Anjing betina ku Moly Juga, lagi lagi di dalam gubuk itu si Moly berusaha membersihkan memeknya dengan cara menjilatinya.  Aku sendiri masih terbawa nafsu sampai saat ini, sambil menyaksikan si Moly menjilati Memek kecilnya itu, Aku pun mengocok ngocok Batang Kontol besar kubyang sudah menegang dengan sempurna.

Karna rasa penasaran, ku tarik Anjing ku Moly mendekat ke Aku, lalu ku coba menyentuh memeknya itu, dan terasa licin oleh lendir yang ada di sana tersentuh oleh jari ku, Moly sendiri tidak merasa terganggu saat ku sentuh memeknya, justru dia diam dan merebahkan tubunya di kaki ku, dan malah kurasakan lidahnya menjilati Batang kontol ku, menjilati lendir percum milik ku. Aku pun penasaran ingin tau seperti apa memek dari Anjing jinak peliharaan ku ini, jari ku kemudian mencoba membuka bibir memeknya, dan ku lihat di dalam sana memerah dan basah. Aku kemudian memberanikan diri memasukkan jari tengah ku ke dalam memek si Moly, kurasakan kehangatan di jari ku yang sudah masuk ke dalam memeknya, dan anehnya! Jari kubseolah di hisap hisap oleh lobang memek basah dan hangat milik Moly ku.

Moly sendiri hanya diam saat jari ku memasuki lobang memeknya itu, dia menatap ku dan seolah menikmati aksi jari ku tersebut, ku coba mengobel ngobel lobang hangat milik si Moly, kemudian ku cabut jari ku itu. Sekarang jari tengah sangat licin jadinya mungkin itu karna adanya pejuh dari Anjing Jantan yang tadi mengawini Anjing betina ku Moly.

Anjing ku sendiri malah mengeser bokongnya terhadap ku, seolah berharap agar Aku kembali memasukkan jari ku ke dalam memeknya kembali, Aku pun akhirnya kembali melakukan itu, mengucek ngucek lobang hangat dan licin milik si Moly. Sementara Batang Kontol ku sekarang sudah sangat tegang dengan sempurna, urat urat besar seolah meliliti batang ku dengan berantakan selayaknya akar.

Pikiran ku pun akhirnya ingin mencoba menyetubuhi Anjing Betina ku ini, Aku bertanya tanya dalam hati ku, apakah Si Moly mau Aku setubuhi? Apakah dia akan berontak dan malah menggigit ku nantinya?

Ahh...! Lihat nanti saja, Aku akhirnya mendekatkan kepala Kontol besar ku ke bibir memek Moly yang basah karna lendirnya dan juga Pejuh dari Anjing jantan tadi. Ku coba kepala Kontol milik ku memngenai bibir memek si Moly dan menyapu nyapukannya di sana, kurasakan licin jadinya kepala kontol ku akibat lendir yang ada di memek si Moly.

Perlahan ku beranikan diri ku menekan kepala Kontol besar ku memasyki Lobang hangat yang merah merona milik Betina ku Moly dan akhirnya berhasil juga Kepala batang milik ku tertancap di sana, Aku sendiri merasakan hisapan hisapa kuat di kepala Kontol ku sekarang, seolah ingin ditarik masuk lebih dalam ke lobang hangat nan licin milik Anjing betina ku Moly.

Anjing ku sendiri tidak berontak saat kepala Kontol ku itu berhasil masuk ke dalam, dia hanya sedikit merasa kaget saat itu, dan kepalanya yang di rebahkan di lantai Papan Gubuk ku  terangkat menatap ku, tapi itu hanya sebentar, sebab Moly kembali merasa nyaman saat ku usap usap kepalanya dengan jari ku.

Akhirnya dengan perlahan ku dorong batang kontol ku untuk lebih jauh masukbke dalam, dan sekarang setengah dari Senjata milik ku sudah bersemayam di dalam lobang hangat dan licin milik Si Moly, ini benar benarvsangat nikmat luar biasa ku rasakan, sebab Kontol ku seolah di lilit di dalam dan di hisap kuat dan juga di tarik tarik! Bisa ku katakan lebih nilmat dari memek Manusia, lebih nikmat dari memek Mantan Pacar ku yang sekarang sudah nikah dengan orang lain.

Sangat luar biasa ku rasakan kenikmatan yang di berikan oleh Memek Betina Ku ini, masih sangat sempit juga dan sangat menggigit. Moly sendiri sama sekali tidak berontak, yang ada malah seperti menikmati juga akan keberadaan Kontol besar ku di dalam memeknya itu, Anjing ku Moly sepertinya memang sedang birahi tinggi saat ini, mungkin ini musim kawin bagi Anjing.

Kemudian perlahan ku maju mundurkan Kontol ku itu mengobok obok lobang hangat dan licin milik Moly, ini benar benar nikmat luar biasa di luar dugaan ku! Seandainya tadi Aku yang memerawani Moly ku ini, pasti akan jauh lebih nikmat lagi dalam pikiran ku, sebab saat ini saja sudah sangat nikmat! Hingga Aku mampu membandingkan antara Memek Moly dengan Memek Mantan Pacar ku.

Awuhhh..... enak bangat, Ahhh....

Plok, plok ,plok

Gila! Konto ku seperti di lilit oleh tentakel tentakel licin berlendir di dalam sana, seperti di hisap kuat kuat, ibarat kontol ku kupaksakan masuk seluruhnya ke dalam mulut mantan Pacar ku sampai mentok menembus tenggorokannya. Luar biasa nikmat yang

kurasakan saat ini.

Akhirnya Ku dorong Kuat Batang kontol ku masuk seutuhnya sampai mentok! Bulu jembut lebat ku juga sudah sangat rapat menutupi bibir memek dari Moly, Moly sendiri merasa kaget akan itu, akan masuknya benda tumpul besar dan panjang milik ku ke dalam lobang memeknya. Aku kemudian kembali menenangkannya, mengusap usap tubuhnya dan kepalanya, Moly pun kembali tenang tak berontak sama sekali.

Kembali ku maju mundurkan Kontol besar ku yang sudah bersarang seutuhnya di dalam memek Betina Ku, Aku merasakan nikmat yang sangat luar biasa di Kontol ku

"Ahhh..... enak bangat!

Plok plok plok

Kemudian ku percepat pompaan ku, dan kurasakan siraman hangat dari dalam memek Moly Betina ku, Anjing ku ternyata bisa klimaks juga! dan tak menunggu lama akhirnya Sperma milik ku yang sangat banyak menyirami rahim dari Betina ku, bercampur dengan  Sperma milik Anjing jantan tadi, Aku sendiri masih membiarkan Batang kontol ku tetap berada di dalam sana, karna masih tersasa kenikmatan hisapan hisapan kuat dari lobang memek Betina ku Moly.

Setelah itu, baru ku cabut Batang Kontol ku keluar

Plok!

Memek Moly pun membengkak! Karna ku setubuhi, Sperma milik ku juga menetes dari lobang milik si Moly, dan lagi Lagi Anjing ku itu menjilati memeknya itu, membersihkannya dari bekas persetubuhan kami. Aku tak menduga kalau ternyata bisa senikmat ini berhubungan badan dengan Anjing Betina ku Moly, ini benar benar membuat ku ketagihan jadinya, dan malah menganggap Moly jadi pasangan ku.

Waktu pun berputar, Akhirnya Moly melahirkan 4 ekor Anak Anjing yang sehat sehat, ada 2 betina dan 2 jantan, dalam pikiran ku, nanti setelah Anak Anjing ku ini dewasa dan birahi, Aku yang akan pertama menyetubuhinya, memerawaninya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED