Sampul Novel Rhododendron

Rhododendron

9.3 / 10.0
Demi misi rahasia di desa terpencil, seorang gadis mafia nekat membangun keluarga palsu agar penyamarannya sukses. Rencana membaur dengan warga lokal ini awalnya berjalan mulus tanpa kecurigaan. Namun, situasi berubah mencekam ketika para pendatang baru mulai mencium identitas aslinya yang mematikan. Di bawah ancaman yang terus mengintai, ia kini harus berjuang menyelesaikan tugasnya sekaligus melindungi rahasia gelapnya agar tidak terungkap oleh orang sekitar.
Ringkasan Rhododendron
Demi misi rahasia di desa terpencil, seorang gadis mafia nekat membangun keluarga palsu agar penyamarannya sukses. Rencana membaur dengan warga lokal ini awalnya berjalan mulus tanpa kecurigaan. Namun, situasi berubah mencekam ketika para pendatang baru mulai mencium identitas aslinya yang mematikan. Di bawah ancaman yang terus mengintai, ia kini harus berjuang menyelesaikan tugasnya sekaligus melindungi rahasia gelapnya agar tidak terungkap oleh orang sekitar.
Baca Selengkapnya

Rhododendron Bab 1

“Julia, kamu sudah sampai di stasiun?” Terdengar suara samar laki-laki dari telepon genggam milik gadis cantik yang baru saja turun dari kereta yang ditumpanginya.

“Iya.” Singkat, padat dan jelas, begitulah sikap dingin yang ditunjukkan oleh gadis bernama Julia itu.

Laki-laki di seberang telepon itu menghembus napas lelah, “Julia, kita sudah bicarakan ini kan dan kamu sudah setuju kalau akan mengikuti misi ini dengan cara seperti yang sudah kita bicarakan. Kalau kamu terus bad mood seperti ini bisa-bisa kamu tidak akan fokus dalam menjalankan misi.”

“Udahlah Theo, kita kan sudah lama bekerja sama dan kamu tahu kan kalau saya sikapnya seperti ini. Saya menerima semua rencana kalian semasih itu masuk di dalam akal saya tapi saya tidak mungkin bisa merubah mood saya yang sebenarnya masih kurang setuju. Biarkan saja saya seperti ini dulu, nanti juga bakalan membaik sendiri.” Masih dengan wajah jutek, Julia mengangkat ransel besarnya melewati orang banyak yang mengerumuni stasiun kereta itu.

“Bukan begitu Julia, rumah yang akan kamu tempati itu adalah rumah orang biasa dan mereka hanya tahu kalau kamu salah satu anggota keluarga mereka yang polos dan ramah. Kalau memberikan kesan dingin seperti itu kepada orang rumah di sana pasti mereka akan curiga.” Theo kembali menjelaskan dengan sangat hati-hati karena mood gadis yang dia telepon ini sedang tidak bagus, bisa-bisa dia memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya bahkan sebelum misi mereka dimulai.

Julia terhenti sebentar, memeriksa keadaan sekeliling lalu kembali berjalan kembali, “Mereka memang keluargaku kan?” sambung Julia lagi.

“Yah … secara harafiah memang seperti itu tapi tolonglah menjadi seperti gadis polos dan ramah karena itu bisa membuat kamu lebih tersamarkan dari musuh-musuh kita. Oh iya satu lagi, tidak usah terlihat seolah-olah kamu diikuti oleh seseorang karena mereka pasti akan lebih curiga!” ucapan Theo membuat Julia heran dari mana Theo tahu kalau dia tadi sedang melakukan hal itu?

“Sudahlah, aku sudah di depan stasiun, mana yang katanya akan menjemputku?” Julia sudah malas mendengar kicauan Theo.

Insting Julia yang terlatih sudah sangat kuat dengan sigap dia langsung berbalik saat seseorang mendekatinya, “Mbak Julia Hanessa?” Julia hanya membalas dengan anggukan. “Saya supir yang disuruh pak Theo untuk menjemput mbak Julia.”

Julia merenggangkan otot-ototnya, mode siaga adalah salah satu kunci penting dalam hidup Julia selama dia berkecimpung dalam dunianya ini, “Ini tas saya.” Mode dinginnya kembali, dia mematikan telepon Theo secara sepihak, memberikan tasnya ke supir itu kemudian masuk ke dalam mobil.

Lalu kemudian anda berpikir Julia akan langsung percaya kalau supir itu adalah benar suruhan Theo? Bahkan jika dia adalah benar adalah supir yang disuruh oleh Theo, Julia tidak akan pernah percaya dengannya. Buktinya saat ini Julia lah yang mengendarai mobil itu sementara sang supir dengan terpaksa duduk di kursi penumpang karena tatapan menakutkan dari seorang Julia Hanessa.

***

Sesuai dengan petunjuk jalan dari supir di samping Julia, mereka memasuki sebuah rumah yang terlihat kuno dengan pekarangan rumah yang luas dan ditumbuhi banyak bunga. Julia memarkirkan mobilnya dengan baik lalu segera turun sementara sang supir segera mengambil tas Julia. Rumah itu terlihat sangat asri juga udara di sekitar rumah itu dingin mungkin karena banyak pohon dan bunga yang tumbuh.

“Saya tunggu di sini, kamu masuk dulu panggilkan orang rumah atau orang yang berkomunikasi dengan pak Theo,” Julia mengambil tasnya dari tangan supir itu kemudian supir itu dengan cekatan langsung masuk ke rumah itu.

Tak berapa keluarlah seorang wanita yang Julia tebak mungkin usianya sekitaran 40-45 tahun, “Akhirnya tamu yang ditunggu datang juga, selamat datang Julia.” Wanita itu langsung memeluk Julia erat. “Bagaimana perjalanannya? Pasti kamu capek banget yah.” basa-basi wanita itu.

“Lumayan, bu.” Wajah Julia berubah ramah tapi tetap saja jawabannya masih singkat. Agak tersiksa sebenarnya buat dia yang tidak biasa ramah tapi harus merubah kepribadian karena dia harus menjalankan misi.

“Kalau gitu kita masuk yuk, ibu sudah masakin makanan yang enak buat kamu setelah itu kamu bisa langsung istirahat.” Mereka berdua berjalan masuk ke rumah itu.

Seperti yang terlihat dari luar memang rumah itu tidak terlalu luas tapi tertata dengan sangat rapi dan bersih, sepertinya ibu ini sangat telaten dalam mengurus rumah. Akhirnya mereka sampai di meja makan dan sudah terhidang banyak makanan rumahan yang mengundang selera makan Julia. “Tunggu yah ibu tinggal dulu, Julia duduk di sini kita makan dulu.” Wanita itu berjalan masuk ke dalam pintu dekat dapur.

Julia tengah sibuk dengan membalas beberapa chat yang masuk ke hp nya ketika wanita itu kembali lagi kali ini dengan membawa seorang laki-laki yang umurnya sekitar sepantaran dengan Julia, “Julia, kenalkan ini juga salah satu penghuni rumah ini,” tawa wanita itu.

“Oh iya, perkenalkan saya Julia Hanessa, panggil aja Julia.” Julia menyodorkan tangannya ke laki-laki itu.

Laki-laki itu membalas menggenggam tangan Julia dengan agak malas membuat Julia agak sebal, “Saya Yuwana Panji Tejamurti, panggil aja Yuwana,” singkat tapi meninggalkan kejengkelan di benak Julia karena sikap dingin lelaki itu, tau begitu sekalian saja Julia tidak usah berpura-pura ramah untuk lelaki menjengkelkan di depannya ini.

Setelah selesai makan, Julia memutuskan mengepak barangnya di kamar yang ditunjukkan oleh yang punya rumah. Sayangnya Julia lupa membeli persediaan makanan ringan untuk di kamarnya, sudah menjadi kebiasaan Julia setiap dia bekerja harus ditemani cemilan. Akhirnya Julia memutuskan keluar rumah, kebetulan dia ingat melewati market kecil ketika menuju rumah itu.

“Loh, Julia mau ke mana?” tanya ibu yang berpapasan dengan Julia.

“Saya mau ke market depan bu, mau beli sesuatu,” senyum Julia walau sebenarnya dia tidak ingin siapapun bertemu dia saat itu.

“Oh kalau gitu ditemani Yuwana saja yah, Yuwana … “ Tanpa persetujuan dari Julia, ibu itu langsung memanggil Yuwana.

“Nggak usah bu, saya bisa sendiri kok.” Julia berusaha menolak seramah mungkin walau hati sudah emosi.

“Ada apa, bu?” Yuwana ternyata sudah muncul di hadapan mereka.

“Nggak apa-apa nak Julia, ini sudah mau Maghrib dan Julia baru di sini jadi biar Yuwana temani. Yuwana, tolong temani Julia ke market depan yah.”

“Oh, ya udah, ayo.” Yuwana langsung meninggalkan Julia.

Dengan agak kesal, Julia ngikut saja di belakang Yuwana, “Pergi dulu, bu,” senyum, itu terus yang Julia tanamkan di kepalanya walau sesebal itu ke Yuwana.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Rhododendron

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel She's Mine
9.3
Salju mengerahkan segalanya demi membawa She's Mine bersaing di industri fesyen. Namun, di puncak kesuksesan, ia terjebak dilema asmara masa lalu yang rumit. Justin, sang mantan pacar, datang kembali untuk mengejarnya. Di sisi lain, ada Mars yang selalu setia menyokong bisnisnya. Demi meredam rumor miring yang mengancam reputasi perusahaannya, Salju kini dituntut segera memilih satu di antara mereka untuk menyelamatkan karier dan masa depannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED