Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku

Kakak Kelas Jahat itu Suamiku

8.0 / 10.0
Demi menyelamatkan kondisi keuangan keluarganya, Piona, seorang mahasiswi sastra tingkat akhir berusia 21 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan mendadak. Namun, ada motif misterius di balik perjodohan tersebut. Keadaan semakin rumit karena pria tampan yang menjadi calon suaminya adalah kakak kelas masa SMA yang sangat ia benci. Dulu mereka selalu bertengkar hebat, dan kini takdir justru memaksa dua musuh bebuyutan ini hidup bersama dalam ikatan pernikahan yang menegangkan.

Kakak Kelas Jahat itu Suamiku Bab 1

Pertemuan di pesta itu sungguh tidak pernah diharapkan, setelah lima tahun wanita cantik ini tidak pernah lagi bertemu dengan Edwin dan itu adalah anugrah terbesar yang pernah ia terima. Tapi, hari ini mengapa harus bertemu dengannya lagi?

Ia merasa petir akan menyambar dihadapannya hari ini, apa yang sebenarnya dipikirkan keluarganya?Hingga mereka harus ikut dalam pertemuan ini, benar-benar malas ia bertemu dengannya.

Piona bergumam sendiri sambil meminum segelas orange jus.

Kalau saja kedua orang tua itu tidak bersahabat dengan orang tuanya dan kalau saja ekonomi keluarga ini tidak di ujung tanduk mungkin Piona tidak akan mau datang ke pesta ini. Gadis itu terpaksa bersikap baik dengan keluarga Edwin hanya demi bantuan darinya-tidak lebih, tapi gadis manis itu curiga ada hal lain yang direncanakan orang tuanya.

Suara mobil mewah di depan sudah terdengar dan ada seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan lengkap dengan jas dan kaca mata hitamnya.

"Itu Edwin," kata Tante Marta sambil mengarahkan matanya ke depan.

"Wah, gantengnya ... habis dari mana Edwin, Jeng?" Mama Piona menjawab antusias.

"Pulang dari Amerika Jeng Ratna, gimana udah besar 'kan anakku?" Marta mendekati Edwin dan mencium pipi anak itu, lalu pria tampan pun bersalaman dengan mama Piona.

"Edwin, Tante."

"Ihh ... ganteng banget," puji Mama Piona sambil mencubit pipi Edwin.

Mata Edwin berkeliling dan melihat seorang wanita cantik dengan tubuh yang tinggi memakai gaun hitam dan dengan rambut ikalnya memegang gelasĀ orangeĀ jus. Sudah pasti yang dilihatnya adalah Piona tapi pria bermata coklat ini tidak menyadarinya. Spontan ia mendekati cantik ini.

Tangannya menyentuh pundak Piona, betapa kagetnya sang wanita saat berbalik dan melihat Edwin.

"Kamu!" Mereka berkata bersamaan dengan mata terkejut.

"Wahh ... ratu kodok, mau apa kamu ke sini?"Edwin masih menyapa dengan sebutan masa lalunya. Ratu kodok itu tercetus tepat ketika gadis itu terpaksa melepas lensa kontaknya dan menggantikan dengan kaca mata besar yang mirip seperti mata kodok ketika SMA

Piona mengernyitkan dahi serasa ingin menerkam, tapi raut wajahnya kembali tersenyum dipaksakan seolah ingin membalas Edwin dengan anggun.

"Wah, manis juga ya sekarang, aku terkejut ratu kodok kayak kamu bisa datang ke pesta besar seperti ini?"Edwin mulai bersikap tidak menyenangkan.

"Dasar pria sombong, bisakah semenit saja tidak memancing keributan." Piona sudah mulai geram.

"Ternyata kamu masih sama, dimasa lalu dan sekarang. Kamu nggak bosan jadi gadis emosian Ratu Kodok?" Edwin membisikkan kata-kata di telinga Piona sambil tersenyum kecil.

"Berhenti memanggilku ratu kodok!" Piona menatap kearah Edwin dengan sinis. Ia sudah kehabisan kesabaran.

Edwin sejak SMA memang terkenal sebagai pria kaya yang sombong dan sangat tidak berperikemanusiaan sikapnya judes dan tatapan mata yang selalu terlihat kejam, keseharianya disekolah adalah menyiksa, membuli dan menindas orang lain.

Banyak wanita yang pernah dijahili bahkan sampai menangis. Piona adalah satu-satunya wanita paling kuat dan paling berani menghadapi Edwin. Beribu-ribu kali pria tampan ini mempermalukan Piona di depan umum seperti mengguyur air comberan ketubuhnya, memberi permen karet di kursi atau mencuri pekerjaan rumahnya hingga dihukum guru untuk bersih-bersih kamar mandi bahkan membuatnya sakit berhari-hari.

Walaupun Piona itu adek kelas dimata Edwin tidak ada pengecualian dia menang dengan kekuasaan karena ayahnya seorang ketua komite sekolah saat itu sehingga tidak ada yang berani melaporkan perbuatannya.

Namun, Piona selalu punya banyak cara membalas perbuatannya seperti merobek celana sekolahnya saat ekskul olahraga, melemparnya dengan balok es bahkan selalu berhasil menyelamatkan teman-temanya yang di fitnah dengan mulut bengisnya.

"Selamat malam para hadirin yang terhormat." Tante Marta memulai acaranya.

"Untuk mempersingkat waktu saja, acara ini kami mulai, karena kebetulan anak kami baru saja pulang dari Amerika dan kebetulan hari ini anak kami yang bernama Edwin berulang tahun. Kita persilahkan Edwin untuk maju kedepan meniup lilin dan memotong kuenya. " Marta merangkul Edwin dan membantunya untuk memotong dan meniup lilin bersama suami dan anaknya.

"Ya Tuhan, norak sekali masih senang dengan kue ulang tahun." Piona bersungut sambil memperhatikan rivalnya yang sedang melahap kue ultahnya sendiri.

Mata Marta tidak sengaja melihat Piona beranjak pergi, tiba-tiba Marta memanggilnya keatas panggung

"Sini sayang, Piona!"

Mata gadis itu terbelalak, kakinya tiba-tiba membeku seketika, bingung melihat kanan dan kiri, tapi panggilan itu memang ditujukan untuknya. Tiba-tiba mata mamanya mengisyaratkan untuk segera naik ke panggung.

"Naik ke atas!" Isyarat mamanya membuatnya harus menurut.

Akhirnya Piona berjalan ke atas panggung dan berada disisi Marta yang merupakan ibu dari Edwin.

"Hari ini, kami juga akan mengumumkan pertunangan anak kami yaitu Edwin dan Piona!" Sejenak mata keduanya bertemu, mereka sangat terkejut.

"Pertunangan!?" Mereka berdua melontarkan pertanyaan yang sama.

Dalam sekejab seisi ruangan pesta itu menjadi hening.

"Edwin, ini mama udah beliin cincin, pakaikan sekarang dijarinya!Jika tidak mobil yang kamu beli barusan akan mama jual lagi." bisik Marta ditelinga anaknya.

"Tapi ma--"

"Edwin, mama serius!" Pria ganteng ini terpaksa mengambil kotak cincin dan kembali menghadap ke arah Piona.

"Piona sayang, kalau kamu mau utang papa kamu kita lunasi dan perusahaan papa kamu nggak bangkrut. Kamu terima cincin pertunangan ini ya, pasangkan juga ke Edwin!" Bisikan Marta dengan nada sedikit mengancam bercampur dengan senyuman membuat Piona semakin tidak karuan. Piona kehilangan akal dan penuh dengan rasa kesal

Mata Piona menatap mata mama dan papanya, di depan panggung mereka mengisyaratkan untuk menerima cincin pertunangan. Dengan jari yang sebelumnya ditahan saat Edwin memaksa untuk memasukkan ke salah satu jarinya. Akhirnya, pasrah dan merelakan jarinya tidak kosong lagi.

Semua hadirin bertepuk tangan, mereka tersenyum dengan terpaksa.

"Menataplah ke depan lalu dengarkan aku!Ini yg kamu lakukan selama aku di Amerika, dasar wanita kurang ajar berani-beraninya membuat pertunangan denganku hanya demi uang," ucap Edwin mencoba tetap senyum di depan tamu yang melihat mereka.

Edwin terbiasa membuat Piona emosi dan marah tapi dalam hati itulah yang membuat hatinya tertarik.

"Tutup mulutmu!Jika tidak ingin aku lempar. Aku nggak serendah itu dan aku nggak sudi tunangan sama kamu. Ini gara-gara ancaman mamamu!" Mereka berdua mencoba menjaga senyuman di depan para tamu.

Beberapa jam kemudian, pesta berakhir. Piona mendapati orang tuanya sangat bahagia bahkan bercengkrama dengan ceria dengan mama dan papanya Edwin. Wanita bergaun ini begitu kesal dan benar-benar tidak terima dengan pertunangan ini.

Piona pergi ke balkon sembari menunggu keluarganya mengobrol dengan keluarga besar.

Ternyata Edwin juga berada di balkon tapi agak jauh dari Piona, pria tampan meliriknya dengan tertawa kecil.

"Aku nggak ngerti kenapa ratu kodok bisa secantik itu, dia sungguh berubah, kulitnya putih dan begitu mempesona. Dulu sepertinya sangat berbeda, dia begitu culun. Apakah Tuhan sedang memeberiku kesempatan?" Pikir Edwin sembari memalingkan wajahnya ke arah depan menatap pemandangan kota dan langit yang berbintang, ia pun sedang menghabiskan anggur merah ditangannya.

Piona tidak sadar jika di balkon juga ada Edwin.

"Dih, aku sebel, sebel, sebel!" Kaki Piona mengertak kelantai dengan kesal.

Ia menyesali banyak hal, Kenapa harus dia yang menjadi tunangannya?Kenapa ia harus terlibat dengan rivalnya karena kondisi ekonomi keluarga.

Piona melepas sepatunya dan bertelanjang kaki. Tiba-tiba seorang pelayan ceroboh menabraknya dan menumpahkan anggur merah ke lantai. Gadis cantik terpeleset dan hampir terpelanting, melihat hal itu Edwin berlari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan wanita yang diam-diam ia sukai agar tidak terjatuh dan terbentur ke lantai. Tubuh gadis itu spontan bersandar di lengannya. Mata mereka bertemu lagi.

Mata gadis itu menangkap hal yang berbeda, Piona merasa kebengisan dari wajah pria itu sirna, ia begitu heran kenapa tatapan orang yang dibencinya bisa berubah?

Pria berambut hitam ini berdebar, ia berharap gadis cantik dihadapannya tak akan tahu.

Edwin mengalihkan tatapannya lalu segera membantu Piona berdiri. Wanita cantik juga tersadar dari lamunannya, ia merapikan gaunnya kemudian pergi meninggalkan pria tampan itu di sana tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Hei, jangan pergi!Dasar wanita tidak tahu terimakasih." Ia berhenti berlari ketika napasnya sudah terengah-engah.

Piona tampak bingung ketika dirinya berlari, karena bayangan Edwin yang dekat dengannya tadi muncul lagi.

"Apa yang aku pikirkan?" Piona mengacak-acak rambutnya ketika berhenti.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kakak Kelas Jahat itu Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED