Sampul Novel Pemikat Hati: Tak Mau Apa Pun Selain Kamu

Pemikat Hati: Tak Mau Apa Pun Selain Kamu

9.2 / 10.0
Tewas mengenaskan akibat pengkhianatan tunangan dan sahabatnya, ia terlahir kembali untuk memulai hidup baru. Begitu terbangun, maut nyaris merenggut nyawanya di tangan suaminya sendiri. Usai lolos dari maut, ia langsung menyepakati perceraian demi melangkah maju. Berkat warisan melimpah dari mendiang sang ibu, takdirnya berbalik arah. Ia berhasil membalas dendam dan meraih puncak kesuksesan. Namun, ketika karier dan asmaranya sedang bersinar, sang mantan suami mendadak hadir kembali.
Ringkasan Pemikat Hati: Tak Mau Apa Pun Selain Kamu
Tewas mengenaskan akibat pengkhianatan tunangan dan sahabatnya, ia terlahir kembali untuk memulai hidup baru. Begitu terbangun, maut nyaris merenggut nyawanya di tangan suaminya sendiri. Usai lolos dari maut, ia langsung menyepakati perceraian demi melangkah maju. Berkat warisan melimpah dari mendiang sang ibu, takdirnya berbalik arah. Ia berhasil membalas dendam dan meraih puncak kesuksesan. Namun, ketika karier dan asmaranya sedang bersinar, sang mantan suami mendadak hadir kembali.
Baca Selengkapnya

Pemikat Hati: Tak Mau Apa Pun Selain Kamu Bab 1

"Rachel! Kamu cari mati!"

Di ranjang berukuran king, wajah pria itu tampak seperti sebuah topeng kemarahan, mata hitamnya kini terbakar oleh amarah dan rasa benci. Pembuluh darah di dahi dan lengannya sudah menonjol saat dia mencekik leher ramping wanita itu.

Wanita itu masih dalam keadaan setengah tertidur, tapi dia bisa merasakan ada hal yang tidak beres. Dia menyadari bahwa sekarang dirinya tidak bisa bernapas!

Rachel Verdianto membuka matanya lebar-lebar, masih belum sepenuhnya tersadar karena baru saja terbangun dari tidurnya. Kini dia bisa merasakan sepasang tangan di lehernya yang sedang mencekik dan merampas kehidupan dari dirinya. Rachel bingung dan mulai dikuasai oleh rasa takut dan juga panik.

Saat paru-parunya mulai berteriak mencari udara, naluri bertahan hidupnya mulai muncul ke permukaan. Rachel mengangkat tangannya ke tenggorokannya, mencoba menyingkirkan tangan penyerang yang kini masih mencekik tenggorokannya dengan erat.

Namun, pria itu sama sekali bergeming. Sebaliknya, pria ini justru malah mengencangkan cengkeramannya di lehernya, menyebabkan wajah Rachel kini berubah menjadi memerah dan penglihatannya kabur.

Brak!

Pintu kamar terbuka dan kepala pelayan bergegas masuk ke dalam kamar. Wajahnya memucat saat melihat pemandangan yang ada di depannya, sang kepala pelayan bergegas berlari ke arah ranjang, meraih lengan pria itu dan berteriak, "Tuan Rayadinata! Tuan Rayadinata! Tolong lepaskan Nona Rachel! Anda akan membunuhnya!"

"Dia pantas mati!" Pria itu memiliki tatapan mata yang begitu teguh, ucapan yang terlontar dari mulutnya diucapkan dengan begitu tegas.

Kepala pelayan tahu bahwa dirinya tidak bisa menghentikan pria itu secara fisik, jadi dia memilih untuk berlutut di samping ranjang dan mulai memohon untuk keselamatan hidup Rachel, "Tuan Rayadinata, saya mohon! Jika Anda membunuhnya, bagaimana Anda akan menghadapi Nenek Anda? Nenek Anda tidak akan bisa beristirahat dengan tenang di alam sana!"

Nenek?

Mendengar kata-kata kepala pelayan, Victor Rayadinata akhirnya sedikit mengendurkan cengkeramannya.

Rachel mengambil kesempatan yang sudah diberikan oleh kepala pelayan untuk melepaskan diri dari genggamannya dan merangkak pergi. Punggungnya membentur kepala tempat tidur dan dia tetap berada di sana dalam keadaan meringkuk, menatap Victor dengan mata terbelalak lebar dan ketakutan.

Kepala pelayan melihat perubahan sikap Victor sebagai sebuah petunjuk bahwa dia harus terus mendesaknya, "Tuan Rayadinata, mohon bersabarlah! Hari ini perceraian Anda akan segera diresmikan. Anda tidak akan pernah melihat wanita ini lagi! Biarkanlah dia tetap hidup demi Ibunya. Ibunya pernah menyelamatkan Nenek Anda, apa Anda ingat itu? Tolong tenangkan diri Anda!"

Victor sepertinya merasa kata-kata kepala pelayannya masuk akal. Pria itu bangkit dari tempat tidur, mengenakan piyama miliknya dalam diam. Setelah selesai, dia membalikkan badan dan berbicara dengan nada suara sedingin es.

"Aku akan memberi tahu Ivan untuk mengirim surat cerai ke sini. Tanda tangani surat itu dan enyahlah. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi."

Dengan tatapan terakhir yang dipenuhi dengan kebencian, Victor berjalan keluar meninggalkan ruangan, diikuti oleh kepala pelayan.

Pintu langsung terbanting di belakangnya, suara kencang itu menyakiti telinga Rachel. Wanita yang bernama Rachel itu menutupi dirinya dengan selimut, masih diliputi oleh rasa shock. Wajahnya sekarang pucat pasi, jantungnya berdebar kencang.

Rachel menundukkan kepalanya dan melihat ke arah tubuhnya sendiri. Dia sekarang dalam keadaan tanpa sehelai pun pakaian yang melekat di tubuhnya dan banyak memar gelap menodai kulitnya yang seharusnya mulus tanpa cacat.

Adrenalin yang mengalir di nadinya telah menumpulkan rasa sakitnya sampai sekarang. Tapi ketika kejadian yang terburuk telah berlalu, Rachel merasa seluruh tubuhnya sakit. Tubuhnya terasa sakit di mana-mana.

Rachel tidak bisa menemukan pakaian wanita di dalam lemari. Isi lemari itu hanya berupa kemeja pria dan jas hitam.

Tangannya meraih kemeja dan celana yang ada di sana, kemudian memakainya. Celana yang dia kenakan berukuran sangat besar untuknya, membuatnya terseret di lantai.

Di atas rasa sakit yang sudah dia rasakan, Rachel merasakan sakit kepala yang mengerikan mulai menusuk kepalanya. Sambil mengerang kesakitan, dia berjalan ke sofa dan duduk. Rachel menyandarkan kepalanya yang sakit ke belakang dan memejamkan matanya. Ingatan-ingatan yang bukan miliknya mulai membanjiri seluruh indranya.

Beberapa saat kemudian, Rachel membuka matanya lagi. Ingatan itu adalah milik mantan pemilik tubuh ini, wanita yang bernama Rachel. Setelah diam-diam memilah-milah bermacam-macam hal-hal dalam pikirannya, dia akhirnya sampai pada dua kesimpulan.

Entah bagaimana, dia telah dilahirkan kembali dari dirinya yang lama yaitu Shelia Davis menjadi Rachel Verdianto.

Yang menghuni tubuh ini sebelumnya adalah seorang gadis tidak berguna yang jatuh cinta pada seorang pria bernama Victor Rayadinata. Ibu asli Rachel jatuh sakit dan meninggal beberapa waktu yang lalu dan Ayahnya adalah seorang buaya darat yang menyedihkan.

Ada suara ketukan di pintu.

Suara yang tiba-tiba itu mengejutkan Rachel dari lamunannya. Suara dingin datang dari sisi lain pintu itu, "Bolehkah saya masuk ke dalam?"

Rachel buru-buru menggulung bagian bawah celana dan bergegas membuka pintu. Seorang pria tinggi dan tampak biasa saja berdiri di sana, memegang setumpuk kertas di tangannya.

"Ivan." Rachel dengan cepat mencari ingatannya dan menemukan nama pria itu.

Wajah pria itu tanpa ekspresi, Ivan Guntoro lalu menyerahkan dokumen dan pena pada Rachel, "Tuan Rayadinata meminta saya untuk mengawasi Anda keluar. Segera setelah Anda menandatangani surat cerai ini."

Rachel melirik dokumen-dokumen itu, mengingat apa yang dikatakan oleh kepala pelayan sebelumnya untuk menyelamatkan nyawanya. Hari ini adalah ulang tahun pernikahan kedua antara Victor dan Rachel, tapi mulai sekarang, itu juga akan menjadi hari yang sama sebagai akhir dari pernikahan mereka.

Apa perjanjian perceraian bisa dibuat dalam waktu kurang dari satu jam? Victor pasti begitu membenci Rachel.

Rachel menerima dokumen itu dan mulai membaliknya, lalu menandatangani bagian mana pun yang membutuhkan tanda tangannya sebagai "Rachel Verdianto" dengan rapi. Dia menyelesaikan semua itu dalam waktu kurang dari 30 detik.

"Ini," ucap Rachel sambil mengembalikan dokumen dan pena pada Ivan.

Ivan menatap wanita yang ada di depannya dengan pandangan penuh keheranan, alisnya terangkat. Dia tidak menyangka urusan ini akan menjadi begitu mudah. Ketika Victor memintanya untuk membawa dokumen perjanjian, Victor memberitahunya bahwa Rachel bersikeras tidak ingin menandatanganinya, jadi dia mungkin harus menggunakan kekerasan agar Rachel mau menandatanganinya.

"Apa Anda tidak ingin membacanya dulu?" ucap Ivan, masih belum mengulurkan tangan untuk mengambil dokumen-dokumen itu dari Rachel.

Rachel mengangkat alisnya dan menjawab dengan nada datar, "Tidak."

"Apa Anda tidak ingin tahu tentang apa yang akan Anda dapatkan dari perceraian ini?" Ivan mengerutkan kening sekarang, tampak semakin bingung dengan sikap Rachel.

Rachel mengangkat alisnya sambil menaikkan celana yang dia kenakan. Dia memberi Ivan seulas senyum, "Tidak perlu membacanya. Aku tahu bahwa ada dua kemungkinan hasil dari perceraian ini. Salah satunya adalah bahwa aku mungkin terlilit hutang dan akan segera bangkrut, dan yang lainnya adalah aku harus meninggalkan pernikahan ini tanpa membawa uang sepeser pun. Aku yakin Victor mengumpulkan tim pengacara yang luar biasa untuk membuat pilihan terbaik untuknya."

Mata Ivan seketika berubah menjadi suram. Akhirnya dia mengambil dokumen perceraian itu dan berkata, "Tuan Rayadinata hanya ingin Anda pergi tanpa mendapatkan asetnya."

"Kalau begitu pastikan kamu menyampaikan rasa terima kasihku padanya." Rachel benar-benar tidak peduli sama sekali dengan semua ini. Mantan penghuni tubuh inilah yang sangat mencintai Victor, bukan dirinya. Dia bahkan tidak peduli apakah pria itu hidup atau mati.

Dia tidak ingin pria yang kejam seperti Victor menjadi suaminya. Seorang pria yang bisa begitu membenci istrinya sampai-sampai ingin mencekik istrinya sendiri sampai mati. Rachel sekarang memiliki kesempatan lain untuk bisa melanjutkan hidup dan dia berniat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

Mata Ivan jatuh ke leher Rachel.

"Apa Anda ingin saya memanggilkan seorang dokter untuk Anda?"

Untuk sesaat, Rachel merasa bingung. Kemudian, dia ingat memar di lehernya dan mengangkat tangannya untuk menyentuh bagian di mana Victor mencekiknya. Perasaan ketika dirinya sesak napas dan berada di ambang kematian kembali menerjangnya, dan dia harus menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan perasaan itu.

"Tidak, terima kasih untuk tawarannya. Aku tidak apa-apa. Ini tidak terlalu buruk," jawabnya sambil mengangkat bahu.

"Kalau begitu, tolong kemasi barang-barang Anda." Nada bicara Ivan kini kembali normal, terasa dingin dan sangat profesional.

Rachel mengangguk dan meninggalkan kamar Victor tanpa mengenakan alas kaki, masih menarik celananya. Dia harus menempuh jalan yang cukup panjang untuk bisa mencapai kamarnya sendiri. Victor sangat membenci Rachel hingga dia bahkan tidak ingin bertemu dengan istrinya di koridor, jadi kamarnya berada di ujung rumah besar itu.

Butuh waktu hampir dua menit baginya untuk bisa sampai ke sana.

Kamar tidur Rachel awalnya adalah ruang gudang, tapi setelah pernikahan Rachel dan Victor berlangsung, Rachel pindah ke sini. Dia mendorong pintu hingga terbuka dan berjalan melalui pintu yang sempit dengan gesit.

Ruangan itu sangat kecil. Kamar itu hanya berisi ranjang dan meja rias, perabotannya terletak sangat berdekatan hingga tidak ada ruang untuk bisa berjalan dengan leluasa.

Rachel tidak punya banyak barang untuk dikemas. Kecuali kosmetiknya yang berserakan di meja rias dan beberapa pakaian, selain itu dia tidak punya banyak barang lagi. Dia berganti pakaian dan memasukkan barang-barang lainnya ke dalam koper.

"Oke, aku sudah selesai berkemas. Aku akan pergi sekarang. Kuharap aku tidak akan pernah melihatmu lagi, Ivan! Selamat tinggal!" Rachel berkata dengan suara dingin, tapi masih dipenuhi dengan rasa riang sambil menyeret kopernya melintasi aula.

"Rachel, ke mana kamu akan pergi?" Tiba-tiba, pintu lift terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang mengenakan setelan bisnis. Suara sepatu hak tingginya berbunyi saat bersinggungan dengan lantai marmer, suara itu bergema renyah, sangat kontras dengan suara wanita yang tajam itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pemikat Hati: Tak Mau Apa Pun Selain Kamu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED