Bab 1

"Mas, uang bulanan aku mana?" tanyaku kepada Mas Faisal, "Lho, kok mas cuma ngasih segini?'' tanyaku lagi sambil memperlihatkan kembali uang gaji Mas Faisal.

"Bulan sekarang gaji Mas di potong Dek, Karena Mas pinjam uang ke koperasi kantor buat modal usaha sampingan Mas,'' jawab Mas Faisal pergelangan tanganku.

"Emang Mas itu kerja sampingan apa sih? sampai-sampai minjam uang ke koperasi kantor segala, kan jadi nya gaji mas di potong deh," ucapku bicara nada kesal.

"Biasa lah, Dek. Mas mau coba belajar bisnis, mudah-mudahan bisa nambah buat kebutuhan rumah tangga. Apalagi sebentar lagi, kita mau punya anak. Jadi, harus punya tabungan untuk mempersiapkan anak kita nanti," ucap Mas Faisal sambil mengelus perut ini yang sedang hamil tiga bulan, " Oh ya Dek, Mas mau mandi dulu soal nya ini sudah gerah," ucapnya dan langsung pergi.

"Iya Mas, silahkan." ucapku singkat.

🍁🍁🍁🍁

Namaku Dira Anggraini, aku menikah dengan Mas Faisal karena perjodohan orang tua kami. Orang tua kami dulu bersahabat baik. Dari persahabatan tersebut, rupa-rupa nya orang tua ku dan orang tua Mas Faisal merencanakan perjodohan, awalnya aku menolak karena tidak mau di jodohkan. Tapi melihat orang tua ku yang terus-terusan membujukku supaya segera menikah, akhirnya aku mengiyakan demi kedua orang tuaku bahagia.

Akhirnya setelah perkenalan singkat hanya dua bulan, aku dan Mas Faisal sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Sampai sekarang usia pernikahan kami baru menginjak empat belas bulan dan alhamdulilah juga, sekarang aku tengah mengandung buah cinta kami menginjak tiga bulan.

"Lho. Dek, Kenapa tetap disitu?" tanya Mas Faisal. Rupa-Rupa nya aku melamun, mengenang memori kejadian saat perkenalanku dengan suamiku

"Aduh ... Mas mengagetkan aku saja! Tidak Mas, aku tidak melamun, "Oh iya Mas, mas udah makan belum? Yuk kita makan, aku sudah menyiapkan makanan kesukaan mas," ucapku dengan penuh lembut mengajak suamiku untuk makan bersama

Mas Faisal menganggukkan kepala lalu tersenyum menatapku, kami segera berjalan dan duduk di kursi meja makan. Mas Faisal langsung mencicipi hidangan yang tersaji di atas meja makan

"Wah ... Kamu setiap masak selalu enak, Dek. Mas jadi betah makan terus di rumah" ucap Mas Faisal mengacungkan jempolnya, aku tersenyum melihatnya

"Alhamdulillah. Kalau Mas suka masakan aku, aku senang mendengar nya Mas, "Oh iya Mas, aku mau berkunjung ke rumah Mama, aku sangat kangen pada Mama. Boleh kan, Mas? "Tanyaku menatapnya tanpa berkedip

"Boleh dong, Sayang," jawab suamiku membolehkan aku pergi, aku yang mendengarnya amat senang.

"Terima kasih, Mas," jawabku sembari menikmati makanan.

🍁🍁🍁🍁🍁

Hari sudah semakin siang, aku segera melangkah kan kaki pergi meninggalkan rumah. Suamiku sudah berangkat bekerja dan aku juga sudah membereskan pekerjaan rumah.

Aku memesan ojeg online supaya aku bisa segera sampai rumah Mama, kalau pakai mobil taksi pasti lama sampainya.

Lima belas menit kemudian, akhirnya yang ku tunggu datang juga, aku segera naik keatas motor dan segera memakai helm.

Motor segera dilajukan dengan cepat, aku menatap ke sekeliling jalanan, ramai sekali yang berlalu lalang mengunakan kendaraan.

Tidak berapa lama, sekitar 45 menit, aku telah tiba di depan rumah Mama. Jarak antara rumah Mama cukup jauh, sekitar 20 km. Alhamdulillah, aku selamat di perjalanan.

Aku segera membayar ongkos dan ojeg pun langsung pergi dari hadapanku. Aku berjalan pelan menatap rumah masa kecil ku. Aku segera mengetuk pintu perlahan dan mengucapkan salam

"Assalamualaikum," ucapku sambil terus mengetuk pintu rumah Mama.

Terdengar suara dari dalam rumah menjawab salam ku, "Waalaikum salam," jawab Mama ketika membuka pintu, " Dira ... Alhamdulilah kamu ke sini? Mama sudah kangen banget, dari kemarin Mama ingat kamu terus, " ucap Mama memelukku erat.

"Maaf ya, Mah. Dira baru kesini menjenguk Mama,"

"Iya, tidak apa-apa, Sayang. Oh ya, Bagaimana kabarmu dan kandunganmu? Baik-baik saja 'kan?" tanya Mama

"Alhamdulilah Mah, baik kok cuma agak sedikit pusing saja. Tapi, Dira sudah minum obat dan sudah konsul ke Dokter. Katanya tidak apa-apa, Mah," sahutku tersenyum

"Alhamdulilah ... Mama senang mendengar nya, pokok nya harus jaga terus kandungan mu ya! Jangan banyak pikiran, harus sering kontrol ke Dokter biar kandungan mu sehat, Dir. Terus jangan Lupa juga, kamu harus minum susu hamil." ucap Mama penuh perhatian padaku, aku menganggukkan kepala

"Iya Mah, Dira inget terus kok pesan Mama, pasti Dira lakuin kok," ucupku tersenyum.

"Ya sudah, sekarang kamu masuk dan istirahat. Mama mau bikin kue kesukaan kamu," ucap Mama menyuruhku untuk masuk dan duduk setelah itu Mama pergi ke dapur.

Aku menatap ke sekeliling sudut ruangan, fotoku masih terpajang di sudut ruangan ini. Aku menatap foto masa kecilku yang imut dan menggemaskan. Aku tersenyum menatap foto kenangan, rasa-rasanya aku ingin balik ke masa kecil.

Aku berniat akan membantu Mama membuatkan kue ke dapur. Mama memang sangat suka sekali membuat beraneka kue.

"Aku mau bantuin Mama buat kue, ya?" tanyaku berniat membantu

"Tidak usah, Sayang. Kamu diam saja istirahat, kamu kan cape takutnya terjadi sesuatu dengan rahim kamu bagaimana? Mama tidak mau sampai itu terjadi," Tolak Ma halus, aku menangguhkan kepala.

Mama memang seperti itu, setiap aku ingin membantunya Mama selalu menolak, aku hanya bisa pasrah saja.

"Ya sudah, kalau tidak mau aku bantu," jawabku singkat, aku segera pergi dari dapur dan duduk di ruang keluarga.

Aku menyenderkan kepala di bahu kursi, aku menutup mata perlahan. Tak terasa aku malah tertidur pulas. Aku membuka mata perlahan setelah aku merasa tidurku nyenyak.

Aku menatap ke depan, ternyata Mama sudah berada di sampingku, "Mama kenapa tidak membangunkan aku?" Aku segera duduk.

"Kamu tidurnya sangat pulas sekali sayang, Mama tidak tega membangunkan kamu," ucap Mama padaku. Aku menatap jam di dinding, ternyata sekarang sudah pukul 14:30 WIB.

Aku menatap makanan kue yang tersaji di hadapanku, "Mama sudah membuat kue nya?" tanyaku pada Mama. Mama menganggukkan kepala.

"Iya, coba kamu nikmati kue buatan Mama," ucap Mama, aku segera mengambil kue dan memakan nya, rasanya sangat enak dan manis.

"Enak sekali, Mah," Aku bicara sambil terus menikmati kue buatan Mama yang super enak.

Aku berdiam sejenak mengobrol bersama Mama, kami saling bercerita. Aku amat senang kalau sudah bercerita dengan Mama, setiap ada masalah, aku selalu cerita terhadap Mama. Apa pun itu masalah nya, aku menganggap Mama sekaligus teman curhatku.

"Mama mau tanya sesuatu sama kamu boleh, Dir?'' tanya Mama.

"Tanya apa emangnya, Mah?''

"Akhir-akhir ini Mama lihat kamu dan Faisal tidak seromantis seperti dulu. ke sini pun selalu diantar oleh suamimu. Apa ada masalah dengan rumah tanggamu?'' tanya Mama menatap sendu.

Aku menghela nafas perlahan, ternyata Mama tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini. Jujur, aku sama sekali tidak mau berkata yang sebetulnya tentang rumah tanggaku dengan Mas Faisal yang sedang tidak dalam keadaan baik.

Aku juga sudah sepatutnya merahasiakan aib suamiku, dan jika aku berbohong Mama tidak akan berfikir yang tidak-tidak kembali.

"Tidak ada kok, Mah. Kami baik-baik saja. Tadi 'kan sudah Dira bilang Mas Faisal tidak mengantar karena sibuk dengan pekerjaannya,'' ujarku terpaksa berbohong.

"Oh begitu, ya sudah. Alhamdulillah kalau rumah tangga kalian baik-baik saja, sebab dari kemarin Mama sangat kepikiran kamu terus sampai terbawa mimpi. Mama takutnya ada masalah dan jika ada pun lebih baik kamu bicarakan saja sama Mama,'' sahut Mama.

"Baik Mah, tidak ada kok!''

***

Tak terasa hari sudah semakin sore, aku menatap kembali jam di dinding sekarang sudah pukul 16:15 WIB. Aku berniat akan pulang, takutnya Mas Faisal sudah pulang dari.bekerja.

"Ma! Dira pamit pulang dulu ya, takut nya Mas Faisal sudah pulang ke rumah," ucapku meminta izin pulang pada Mama.

"Iya sayang. Tidak apa-apa, kapan-kapan kamu ajak Faisal kesini jadi kamu bisa sekalian menginap di rumah Mama," sahut Mama meminta, aku hanya tersenyum

"Iya Ma. Aku akan mengajak Mas Faisal supaya menginap di rumah ini. Ya sudah kalau begitu,Assalamualaikum?" ucapku mengucap salam dan mencium kening Mama.

"Waalaikum salam. Hati-hati di jalan, ya." jawab Mama perhatian, aku menganggukkan kepala.

Aku pergi meninggalkan halaman rumah Mama, sebetulnya aku juga tidak ingin secepatnya pulang, aku masih sangat merindukan Mama. Tapi, mau bagaimana lagi? Mas Faisal selalu marah ketika aku lama di rumah Mama.

Entah kenapa Mas Faisal melarang ku berlama-lama di rumah Mama, aku sama sekali tidak tahu.

Aku kembali memesan ojeg online untuk segera sampai dengan cepat ke rumah, aku tidak mau sampai terlambat pulang. Akan tetapi, sesaat aku tengah memesan ojeg online, aku melihat suamiku bersama seorang wanita berboncengan mesra di atas motor.

Tapi, sepertinya aku kenal dengan wanita itu, dia 'kan? ______

Bersambung .....

Ada yang tahu? siapa yang dibonceng oleh suaminya Dira? Kalau ada yang tahu di tunggu komentarnya yah! Dan simak terus kelanjutan cerita Dira sampai ending.

Bab 2

PART 2

Aku kembali memesan ojeg online untuk segera sampai dengan cepat kerumah, aku tidak mau sampai terlambat pulang. Akan tetapi, sesaat aku tengah memesan ojeg online, aku melihat suamiku bersama seorang wanita berboncengan mesra di atas motor.

Tapi, sepertinya aku kenal dengan wanita itu, dia kan? Rosa adikku

Rosa Kenapa bisa naik motor bersama suamiku? sambil berpelukan lagi! Apa jangan-jangan ada udang dibalik batu! Awas saja kamu mas, kalau kamu berani selingkuh dengan adik ku.

Ojeg online telah tiba, aku segera naik ke atas motor dan motor pun langsung di lajukan olehnya. Perasaan ku tidak karuan sekali, aku takut firasat ku menjadi kenyataan kalau Mas Faisal ada main dengan Rosa.

Tidak berselang lama, aku telah tiba di depan rumah, aku segera berjalan masuk kerumah Ssetelah aku membayar ongkos ojeg online.

Aku sangat tak sabar ingin berjumpa dengan Mas Faisal, aku ingin menanyakan perihal tadi suamiku bersama Rosa. Aku masuk ke rumah menatap mencari Mas Faisal, rupa-rupanya Mas Faisal belum pulang. Aku akan menunggunya

Sekitar sepuluh menit kemudian, akhirnya yang aku tunggu tiba juga. Mas Faisal datang kerumah mengendarai motor yang sama seperti yang aku lihat tadi. Aku akan langsung mempertanyakan perihal ini biar tidak membatin.

Mas Faisal menghampiriku, ia mencium kening ku pelan. Suamiku memang sangat romantis, aku sama sekali tidak menyangka kalau benar suami ku berselingkuh dengan adikku.

"Mas, aku mau tanya sama kamu! Barusan Mas habis dari mana? Apa benar Mas kerja bisnis sampingan? Apa rekan bisnis mas itu seorang wanita?" tanya ku mengintograsi Mas Faisal dengan berbanyak pertanyaan.

"Maksud kamu apa, Dek? Ya jelas dong, Mas kerja sampingan, Itu juga buat kamu juga hasilnya, sama sekali tidak ada wanita lain," sahut Mas Faisal kesal.

"Lantas, kenapa Mas tadi naik motor bersama Rosa? Sambil pelukan lagi, " tanya aku pada Mas Faisal marah.

"Oh itu, Mas bertemu rosa tadi dijalan, dia numpang naik motor barengan sama Mas. Mas tidak ada apa-apa sama dia Dek! Percaya sama Mas, Sudah dong. Jangan tanya lagi, Mas cape mau istirahat," sahut suamiku berlenggang masuk ke rumah.

"Ya udah, Mas!'' jawab ku singkat.

Aku sama sekali tidak percaya, apa yang di ucapkan Mas Faisal, aku sama sekali tidak yakin. Tapi, terlihat dari sikaf Mas Faisal terhadap ku baik-baik saja, justru kami selalu romantis dan aku selalu di manjakan oleh suamiku.

***

Aku dan Rosa itu saudara satu Ayah! Tapi, beda ibu. Melihat dari sifat ibunya ia adalah wanita penggoda buktinya Papa ku tergoda oleh ibunya Rosa sampai-sampai Papa menghianati Mama

Tapi, Rosa sifatnya sangat diam dan tertutup, ia berumur dua puluh tahun, baru masuk semester dua kuliah di Universitas ternama di kota ini, sedangkan aku berumur 24 tahun.

Kalau di pikir bisa saja Rosa berselingkuh dengan suamiku, Berpelukan mesra pun sudah membuktikan kalau mereka ada main. Tapi, kalau benar mereka selingkuh, aku harus cari bukti sebanyak mungkin.

Lantas, bagaimana dengan nasib bagi yang tengah aku kandung ini? Ya Allah ... mudah-mudahan itu hanya firasatku saja. Tapi tetap aku harus selidiki biar hatiku tenang.

"Mass ... Maafkan aku ya? Aku tadi cuma cemburu saja Mas dipeluk sama Rosa," ucapku pada Mas Faisal meminta maaf

"Iya tidak apa, Sayang. Kamu jangan banyak pikiran! Kamu jangan terlalu banyak pikiran takut nya nanti berpengaruh dengan janin ini," ucap Mas Faisal sembari mengelus perutku. Aku tersenyum mendengar ucapan suamiku.

****

Pagi menyapa, seperti biasa aku menyiapkan makan pagi untuk suamiku, tidak lupa juga aku menyiapkan baju kerja. Ya, walaupun aku masih kepikiran tentang Rosa. Tapi, aku harus tetap menyiapkan kebutuhan suamiku.

Kalau pun terbukti bener suamiku selingkuh aku maafkan Mas Faisal, aku akan relakan Mas Faisal bersama Rosa, aku tidak mau memaksa supaya terus bersamaku, mungkin kami belum berjodoh dan terpaksa aku akan meminta cerai.

"Selamat pagi, Sayang. Sudah menyiapkan sarapan saja nih, " Mas Faisal tubuhku dari belakang. Aku yang tengah menyiapkan menata makanan terperanjat kaget.

"Iya, kan Mas mau berangkat kerja. Jadi, aku harus sudah siap masak untuk sarapan.Takutnya mas pingsan dikantor, jadi Mas gak perlu makan di luar apalagi JAJAN diluar" aku tekan kan ngomong gitu.

"Mas tidak pernah pingsan, Dek ... Lagi pula, ngapain Mas pingsan cuma gara-gara tak sarapan. Dasar Istriku ini memang sangat perhatian," ucap Mas Faisal mencubit pipiku

"Sakit Mas aduh ... Ya sudah, ayo sekarang Mas duduk kita makan bersama, " ucapku sambil mempersilahkan suamiku duduk didepanku.

"Oh ya Mas! Nanti siang aku mau ke luar ada yang harus aku beli soalnya," Aku meminta izin pada Mas Faisal

"Iya sayang boleh, Memangnya kamu mau kemana?" tanya Mas Faisal menatapku

"Ah biasa Mas, Mau beli kebutuhan sayur," jawabku sambil mengunyah makanan

"Boleh! Apa mau Mas antar?"

"Enggak mas sendiri aja. Mass kan kerja, nanti takutnya keganggu lagi," jawabku spontan

"Enggak kok, Dek" jawab suamiku menatap penuh harapan

"Aku sendiri saja Mas, aku mau pesen taksi online aja," ucapku menatapnya sambil tersenyum

"Oh, ya sudah.''

Setelah selesai makan, Mas Faisal langsung berangkat bekerja memakai mobil, ia berpamitan padaku. Aku melambaikan tangan ketika Mas Faisal meninggalkan halaman rumah.

****

Aku sudah membeli kebutuhan rumah, Seperti sayuran dan daging. Sekarang, aku berada di Rumah makan. Ya ... rumah makan sederhana yang aku rintis. Mudah-mudahan aku bisa sukses seperti pengusaha kuliner

Rumah makan ini aku buka tanpa sepengetahuan suamiku--Mas Faisal. Sebab, aku tidak mau suamiku tahu aku mempunyai usaha.

Aku menatap karyawan kepercayaan aku, "Ris ... keuangan rumah makan ada pengeluarannya tidak? Lantas, pengeluaran sama pendapatan berapa?"

"Alhamdulilah ... Mbak, pendapatan kita meningkat dari bulan-bulan sebelumnya," Jawab Risna, sambil memperlihatkan buku nota pengeluaran dan pendapatan rumah makan ini

"Alhamdulilah ... mudah-mudahan usaha warung makan ini lancar dan meningkat terus ya Ris, Terima kasih berkat kamu rumah makan ini tambah ramai, " ucapku terhadap Risna sambil tersenyum

"Alhamdulilah ... Mbak, berkat Mbak juga! Kalau bukan karena mbak, aku tidak akan bisa bekerja di sini. Sampai di percaya sama Mba. Yang penting Mba jangan khawatir, percayakan ini ke Risna. Insa Allah Risna amanah jujur mbak," sahut Risna meyakinkan aku

"Iya Ris, Mba percaya kamu. Mbak sudah anggap kamu adik, tetap selalu jujur ya,Mba bangga sama kamu, " ucapku bangga pada karyawan kepercayaan aku ini.

"Terima kasih, mbak " jawab Risna tersenyum

"Sama sama,Ris "jawabku membalas senyuman Risna

Setelah cukup lama melihat usaha Rumah makan, akhinya aku memutuskan untuk pulang.

****

Sesampai nya dirumah, aku merebahkan tubuh di kursi, samar-samar aku mendengar bunyi suara nada dering. Aku mencari nya ternyata ada di atas meja dekat televisi . Aku menatap handphone ini, aku tak tahu ini handphone punya siapa?

Bersambung ....

🍁Ayo ... Ada yang tahu handphone siapa yang di temukan oleh Dira? Simak terus kelanjutan cerita ini yaa ..🍁

Bab 3

PART 3

Sesampai nya di rumah, aku merebahkan tubuh di kursi, samar-samar aku mendengar bunyi suara nada dering. Aku mencari nya ternyata ada di atas meja dekat televisi . Aku menatap ponsel ini, aku tak tahu ini benda pipih ini punya siapa?

Perasaan Mas Faisal tidak punya ponsel lain selain yang selalu ia pegang dan bawa kemana mana, atau bisa jadi ini ponsel rahasia milik suamiku? Lebih baik aku cek aja ponsel ini. Tapi, setelah aku ingin membuka nya, untung saja ponsel ini tidak menggunakan password jadi aku bisa melihat isi dalam ponsel ini.

Aku menatap semua isi file foto dan semua chat, tak berselang lama. Ada pesan masuk ke handphone ini.

` My Honey '

Nama kontak itu, aku semakin penasaran. Aku segera membuka pesan yang ia kirim.

[Sayang ... Kamu sedang apa? Aku kangen sekali Mas, sudah seminggu ini kita tidak bertemu," Pesan itu membuat dadaku bergemuruh, aku sama sekali tidak tahu siapa 'My Honey'

"Sayang ... Kenapa pesanku tidak di balas? Padahal kamu sedang online?"

"Balas!"

Apa ini ada kaitannya dengan suamiku? Aku akan coba menelpon, ingin mendengar suara lebih jelas. Aku ingin tahu siapa gerangan yang mengirim pesan itu

Tut ... Tut ... Tut ...

[Hallo, Mas!] Terdengar suara perempuan dari seberang telepon, setelah ia mengangkat telepon dariku.

[Mas Faisal kenapa diam? Pesan aku juga kenapa tidak kamu balas, Mas?] tanyanya. Aku seperti tidak asing dengan suara itu. Aku tahu siapa pemilik suara itu? Suamiku bermain di belakangku! Tunggu saja pembalasanku.

***

Aku sudah menyewa mata-mata untuk memata-matai suamiku, aku ingin tahu ke mana saja ia pergi? Aku ingin tahu rumah gundiknya dimana.

Tiba tiba, ada suara nada dering dari saku celanaku. Aku segera merogohnya dan menatap layar siapa yang menelpon. Ternyata nomer baru, aku segera mengangkatnya takutnya penting.

"Hallo! Apa ini dengan Ibu Dira? pemilik rumah Makan yang berada di sebrang jalan depan kantor PT Angkasa Group?" suara lelaki menanyakan tempat usahaku.

"Iya betul Pak, Ini dengan siapa ya?" Tanyaku dengan sopan

"Saya Pratama, Saya ingin memesan makanan langsung sama pemilik rumah makan. Berkenan tidak?" sahutnya bertanya

"Tentu boleh, Pak ... Pak Pratama mau pesan menu apa saja? Dan kapan harus saya kirim?" tanyaku padanya

"Makanan yang paling spesial di rumah makan Ibu saja! tiga hari lagi baru antar. Soalnya 3 hari kemudian saya akan ada acara pertemuan dengan kolega bisnis di kantor. Saya ingin menyajikan makanan spesial untuk tamu-tamu saya, Saya pesen banyak sekalian buat bagi-bagi ke panti asuhan Bu!! sekitar lima ratus cap makanan." ucapnya. Aku tersenyum sumringah mendengar ia memesan banyak.

"Oh iya, baik Pak ... Terima kasih, nanti akan saya kirim langsung ke kantor PT Angkasa Grup,"

"Baik, ya sudah. Terima kasih ... Assalamu alaikum" ucapnya mengucapkan salam.

"Iya Pak, Wa'alaikum salam'' sahutku menjawab salamnya.

Alhamdulilah ... rezeki datang tak terduga, rumah makan ku ada yang pesan banyak, aku mesti langsung telpon Risna. Aku sangat senang sekali.

🍁🍁🍁

Hari sudah semakin sore, jam di dinding sudah menunjukan pukul 05:00 WIB. Tapi, nyatanya belum ada tanda-tanda suamiku pulang. Aku khawatir takut Mas Faisal kenapa-napa! Apa mungkin Mas Faisal pergi ke rumah Gundiknya yah? Aku akan mencoba menghubungi Mas Faisal.

Tut ... Tut ... Tut ...

Akhirnya sambungan telepo terhubung, "Hallo Mass, Kamu dimana? Kok sampai sekarang kamu belum juga pulang?" Tanyaku pada suamiku dari seberang telepon

"Iya Dek, Maaf ... Mas ada lembur ngedadak banget, Maaf sampai lupa ngabarin kamu. Sekarang sedang ada di kantor masih kerja," jawab suamiku meyakinkan aku.

"Masa sih Mas, aku minta vidio call pengen lihat ruang kerja mas, betul tidak Mas sedang di kantor" Tanyaku tidak mempercayainya

"Benar!! Mass tidak bohong Mas masih kantor tidak percayaan banget sih," ucap Mas Faisal marah. Aku jadi semakin curiga

"Loh, kok Mas jadi marah sih sama aku? Aku kan nanya baik-baik,"

"Iya maaf, Sayang ... habisnya kamu malah curigaan terus. Mas masih di kantor," ucap Mas Faisal kembali bicara lembut

"Terus, pulang jam berapa?"

"Sekitar jam 22:00 WIB, kamu tidur saja duluan. Simpan kunci di tempat biasa, soalnya mas lupa gak bawa kunci cadangan" Ucap Mas Faisal

"Pulang nya apa tidak bisa cepat Mas? Soalnya aku takut sendirian dirumah," Aku memelas

"Tidak bisa Dek, mas kerja juga demi kamu kok dan demi calon bayi kita, kamu harus ngerti dan paham. Sudah ya! Mas sedang sibuk, jangan ganggu mas lagi!" ucap Mas Faisal mematikan sambungan telepon.

Aku membuang ponsel ku secara kasar, aku sangat kesal sekali pada Mas Faisal, ketahuan banget dari bicaranya Mas Faisal pasti sedang bersama gundiknya.

🍁🍁

Azan magrib berkumandang dengan merdu, aku bergegas berwudhu untuk menunaikan ibadah shalat magrib tiga rakaat. Setelah.berwudhu, aku segera melaksanakan shalat dengan khusu'

Setelah selesai aku memanjatkan doa kepada-Nya meminta supaya membuka kan hati suami ku, aku memohon dengan derain air mata.

Setelah berdoa, aku lekas mengaji, membaca ayat suci Al-qur'an. Supaya hati menjadi tenang. Aku membaca dengan bersungguh-sungguh. Aku membaca surat Arr-Rahman sampai selesai.

Mengaji dan shalat sudah selesai aku kerjakan, aku merapikan kembali sejadah dan mukena yang sudah aku pakai. Aku keluar dari kamar hendak menuju dapur, aku ingin makan karena perutku dari tadi sudah keroncongan..

Aku makan sendirian saja tanpa di Te maju sama suami ku, aku makan begitu nikmat, aku juga harus makan yang bergizi supaya janin ku selalu sehat.

Selesai makan aku bergegas duduk di depan televisi sambil menunggu kepulangan suamiku, aku menonton serial drama rumah tangga. Tapi, nyatanya aku sama sekali tidak bisa menahan rasa kantuk, aku malah tertidur dengan lelap di kursi keluarga depan televisi.

Bersambung...

🍁Kira-kira ada yang tahu tidak? Kapan Mas Faisal akan pulang kerumah? Kasihan sekali ya Dira, sampai harus mmenunggu kepulangan suaminya, sampai ketiduran begitu. 🍁

🍁Jangan Lupa Subcribe, Tap Love dan di tunggu komentarnya 🍁 Terima kasih ..

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED