Sampul Novel Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta

7.9 / 10.0
Bram bertekad membuktikan rasa cintanya kepada gadis masa kecil yang menyelamatkannya saat tragedi pembantaian keluarganya. Meski terpisah lama untuk bertahan hidup, takdir kembali mempertemukan mereka. Bram bahkan rela dipenjara demi melindungi wanita itu dari fitnah kejam. Namun, pengorbanan tersebut berbalas kekecewaan karena sang kekasih tak pernah hadir menjenguknya. Setelah bebas, akankah Bram meraih kebahagiaan, atau justru mendapati wanita itu telah bersama pria lain?

Pembuktian Cinta Bab 1

"Cepat pergi. Lari sana, jangan lihat kebelakang.. Ingat apa kata papa, nak. pergi dan lari lah. jangan pernah melihat ke belakang.. Apa pun yang terjadi, kau harus tetap pergi dari sini.. Kau paham. Hem.."

Migo. Membingkai wajah anaknya yang menangis, anak itu ketakutan. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, kalau ayahnya di hajar orang tadi.. Beruntung Ayahnya berhasil melumpuhkan empat orang pria tersebut..

"Pa, Bram tidak mau pergi. Bram takut pa, ayuk kita pergi bersama. Mama pasti sudah menunggu kita dirumah bersama nenek.. Ayo pa."

"Tidak, nak. Kau harus pergi, ingat nak, jangan pernah menoleh ke belakang. Ingat papa akan baik - baik saja, papa hanya ingin bicara dengan seseorang.. Kau jangan khawatir. OK.."

"Tidak, Bram tidak mau pergi sendiri.. Bram takut orang jahat itu kembali memukul papa seperti tadi.. Bram akan bersama papa, Bram takut kalau mereka memukul papa lagi.."

Bram masih menangis. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada papanya. Bram ingin papanya kembali pergi bersama dengan dirinya dari sana secepatnya..

Dor.. Dor..

Kembali suara tembakan terdengar. Migo semakin khawatir, dia tidak perduli dengan nyawanya sendiri, yang dia khawatirkan adalah Bram, anaknya.. Migo menoleh kebelakang. Dan benar saja, ada beberaap mobil mewah berhenti dari jarak yang cukup jauh..

"Pa, ayo kita pergi, mereka datang lagi, orang jahat yang lain datang lagi pa, Bram mohon. Bram takut pa.. Hiks, Hiks.."

"Hei, anak papa.. Bram jagoan papa, kamu anak lelaki papa.. Jagoan tidak boleh takut.. Ingat nak, pergilah. Jangan pernah lihat kebelakang.. Papa akan baik - baik saja. Pergilah, lari yang kencang, jangan pernah menoleh ke belakang. Kau mengerti.."

Bram geleng kepela, kedua tangan semakin erat memegangi tangan papanya, Migo.. Tak ingin anaknya pun ikut celaka, Migo pun mendorong Bram untuk pergi berlari..

"Pergi Bram, jika kau tidak meurut sama papa, maka papa akan marah sama kamu, papa akan mengirim mu ke asrama, papa tidak akan pernah mengijinkan mu bertemu mama kamu lagi.."

"Pergi Bram, cepat.. Jangan nakal, nurut sama papa. Pergi sana.." Migo mendorong Bram kuat.

"Tidak, biar saja Bram dikirim ke asrama, asal Bram ikut sama papa, Bram takut pa.."

Bram, pergi sana, kau harus melindungi mama, kau harus menjaga mama dari orang jahat.. Pergilah nak, papa akan menusul. Ingat jaga mama ya.."

Mendengar kata mama, Bram seketika takut kalau sampai dirumah neneknya pun, nyawa mamanya terancam.. Anak berusia sepuluh tahun itu segera mengangguk. Dia pun berlari kencang.. Niat hati ingin segera tiba dirumah neneknya, lalu dia akan menceritakan semua yang tarjadi saat ini..

Tapi, belum juah Bram berlari, dia sudah mendengar suara tembakan..

Dor..

Langkah Bram terhenti.. Di lihatnya ke belakang, papanya Migo berlutut sambil memegang lengan nya yang terluka..

"Papa.." Lirihan kecil keluar dari mulutnya di iringi tangis..

"Hiks, Hiks,... Papa.. Papa.. Jangan sakiti papaku.." Ingin Bram melangkah mengejer papanya. Tapi kembali terhenti ketika mendengar ucapan seorang pria yang sangat menakutkan..

"Cari seluruh keluarganya, dan bunuh mereka semua, jangan sampai ada yang tersisa.."

Deg..

"Mama, nenek.. "

Bram kemudian berbalik.. Berlari kencang untuk bersembunyi..

"Itu ada anak kecil.. Tangkap dia, jangan sampai lolos.. Dia bisa saja melaporkan apa yang terjadi hari ini.."

"Tidak, aku tidak boleh tertangkap.." Jawab Bram dalam hati.. Terus berlari, hingga Bram melihat semak - semak yang mungkin bisa menyelamatkan nyawanya..

"Tolong, jangan sakiti anak itu.. Dia hanya anak kecil.. Dan tolong jangan sakiti  keluargaku.. Mereka tidak salah, mereka tidak tau apa yang terjadi.. Dan--"

"Tutup mulutmu.. Ini lah dunia Mafia.. Siapa yang kuat, maka dialah yang memang.. Hahahah.."

"Tapi, kau berhianat, kau curang.. Kau sudah menipuku.. Kau bilang akan ada kerja sama diantara kita, dan kau juga sudah berusaha mengambil perusahaan ku..." Jawab Migo, nafasnya sudah tidak beraturan lagi.. Migo sudah pasrah jika dirinya akan berakhir saat ini..

Migo, hanya berharap, istri dan anaknya baik - baik saja. Migo tidak ingin istrinya juga ikut merenggang nyawa..

"Tutup mulutmu, kau saja yang bodoh. Mau percaya dengan apa yang sudah kami lakukan.. Terima hukuman mu."

Dor..

"Agkhh.." Lengan kanan Migo kembali di tembak.. Migo yang tidak mau ma-ti sia - sia, dia pun mencoba melakukan perlawanan.. Migo tidak perduli jika harus berakhir hari ini, setidaknya dia sudah melakukan perlawanan. Migo sudah yakin, tidak mungkin menang dengan kondisi dirinya yang sudah terluka, apa lagi musuhnya sangat banyak.. Lebih dari dua puluh orang lengkap dengan senjata api. Sedang dirinya sendiri dengan keadaan terluka..

Bug.. Bug..

"Kurang ajar, kau sudah mau mati, tapi masih saja mau melawan.."

"Habisi dia, jangan biarkan dia hidup.. Jika dia sudah tiada, aku bisa menguasai perusahaan miliknya.. "

Bug.. Bug..

Lima menit, Migo pun tumbang, tapi masih bernyawa.. Dilihatnya Migo masih bernyawa.. Seorang bos yang licik itu pun meletuskan peluru tepat di jantung Migo..

Dor.. Dor

Bram menutup mulut dengan kedua tangan.. Dia sekuat tenaga menahan tangis.. Di depan mata sendiri, melihat papanya merenggang nyawa.. Bram ingin sekali berlari mengejar papanya, tapi Bram takut.. Sesuai dengan pesan papanya, bahwa dirinya harus melindungi Mama dan neneknya..

"Papa.." lirihnya pelan..

"Papa, jangan tinggalkan Bram. Papa, Bram takut, pa.. Hiks, Hiks.."

"Ayo kita pergi.. Tinggalkan saja jasadnya, kalian cari keluarganya.. Yang aku dengar keluarganya tinggal di kota.. Cari anak dan istrinya dirumahnya, segera habisi.. Jangan sampai ada yang tersisa.."

"Siap tuan, akan kami lakukan juga malam ini.. Semua pasti akan lenyap secepatnya.. Tuan bisa mengambil semua harta pria tak berguna ini.." Jawab anak buah nya.. Mereka semua tertawa senang.. Musuh mereka sudah tewas.. Tidak ada lagi penghalang untuk mendapatkan kekayaan..

Dunia memang sangat kejam.. Manusia serakah sanggup melenyapkan nyawa orang lain demi harta.. Seharusnya, jika ingin kaya maka berusahalah  bekerja lebih keras lagi.. Bukan malah menginginkan harta orang lain.. Tapi apa yang mereka lakukan, mereka bahkan sudah menjadikan seorang anak kehilangan ayahnya, menjadikan seorang istri kehilangan suaminya..

"Papa.. Hiks, Hiks.. "

Bram, berlari kencang, mengejar papanya yang sudah tidak bernyawa lagi.. Bram tertunduk sedih, tangisnya pun pecah.. Bram melihat beberapa mobil yang sudah tampak mengecil dari pandangan nya..

Bram, membingkai wajah orang yang sudah menghabisi nyawa papanya.. Akan dia ingat seumur hidupnya..

"Papa, hiks, hiks, Bram takut pa, kenapa papa pergi.. Maafkan Bram pa, Harusnya tadi Bram tidak ninggalin papa, harusnya tadi Bram bantuin papa melawan penjahat itu.. Hiks, Hiks.."

Pecah sudah tangisnya.. Di peluknya  tubuh Migo yang sudah kaku, Bram tidak perduli dengan tubuhnya yang sudah ikut berdarah..

Kebencian dalam hati anak lelaki berusia sepuluh tahun itu sangat besar.. Bram, kembali teringat dengan mama dan neneknya dirumah.. Bram khawatir jika mama dan neneknya juga di habisi. Jika sampai mama dan neneknya tiada, maka Bram tidak tau harus pergi kemana..

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pembuktian Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam. Apakah pernikahan ini berjalan atas sisa cinta, atau justru menjadi ajang pembalasan dendam atas sakit hati masa lalu? Kini, sebagai suami istri, keduanya harus berkomitmen meski bayang-bayang masa lalu terus mengusik. Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, berbagai rahasia dan konflik pun mulai bermunculan, menguji kesetiaan serta keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED