Sampul Novel HILDA PERAWAN TUA

HILDA PERAWAN TUA

7.9 / 10.0
Karier Hilda melesat berkat kecerdasannya, tetapi kehidupan asmaranya hancur akibat ulah sang ibu. Sikap ibunya yang materialistis dan terlampau pemilih membuat Hilda dicap sebagai perawan tua. Selain masalah jodoh, ia harus menghadapi ketidakadilan ibunya yang selalu menganakemaskan sang adik dengan dalih penyakit jantung bawaan. Di tengah konflik keluarga yang terus mendera dan mengancam hidupnya, mampukah Hilda bertahan dan menemukan kebahagiaan sejatinya?

HILDA PERAWAN TUA Bab 1

Sekarang aku sudah tak berdaya. Duduk di kursi roda dengan tangan yang aku tumpangkan di kedua lututku. Jalan aku tak bisa, berdiri pun aku kesusahan karena badanku yang sudah bongkok.

Usiaku kini sudah menginjak di angka tujuh puluh tahun. Usia yang yang sudah rentan dengan berbagai penyakit. Sedangkan suamiku, ia sudah meninggal beberapa tahun lalu tepat setelah menyaksikan acara wisudanya Hilda anak sulung kami.

Seandainya aku ingin makan, maka akan kupanggil anakku Hida, ia akan berjalan gesit mengambil sebuah piring berisi nasi lembek. Dengan telaten, ia akan menyuapiku sesendok demi sesendok.

Hilda adalah anak sulungku. Ia berbeda sendiri dari kedua adiknya, Risa dan Angga. Kalau sekarang kedua adiknya itu sudah berumah tangga dan di karuniai buah hati, justru Hilda hanya hidup berdua saja denganku. Dengan seorang Ibu yang sudah renta, yang mandi saja harus di mandikan, buang air besar pun tak bisa sendiri, semua yang aku lakukan harus dengan bantuan anakku Hilda.

Saat ini, Hilda genap berusia empat puluh lima tahun. Usia yang sudah pantas mempunyai tiga atau empat anak. Namun itu tak terjadi, dan semua karena aku, Ibunya yang tak berguna ini.

Di antara ketiga anakku, Hildalah yang paling pintar. Saat ia masih duduk di bangku sekolah, ia selalu mendapat juara kelas dan sudah beberapa kali menjuarai olimpiade matematika tingkat propinsi. Rasa bangga ini menyeruak begitu saja dalam hatiku. Hildaku mendapatkan beasiswa sampai ia lulus S2 di salah satu universitas negri ternama di ibu kota. Dan kini, ia sekarang telah menjadi dosen, tentunya, di salah satu universitas yang paling berkelas.

Beberapa tahun lalu.

"Mak, usiaku sudah dua puluh enam tahun sekarang, mungkin saat ini aku sudah pantas untuk menikah," ujar Hilda pada suatu siang, di saat kami sedang menikmati makan siang bersama.

"Memangnya, siapa yang akan melamarmu?" tanyaku penasaran.

"Mas Arif, Mak, ia berasal dari Madiun," jawab Hilda.

"Apa pekerjaannya?"

"Ia seorang pegawai di tokonya Pak Hasan," jawab Hilda sambil menunduk, seperti sedang menghitung lantai rumah kami.

"Apa? Jadi kamu akan dilamar oleh seorang pegawai toko? Kamu mau mempermalukan Ibumu heh? Apa kata orang jika mereka tahu kalau seorang dosen pintar seperti kamu menikah dengan gembel?" Ketus Ku pedas.

Hilda menangis pilu disaksikan oleh kedua adiknya. Acara makan siang pun terasa hambar.

"Tapi ia orang baik, Mak."

"Terserah kamu! Di bilangin orangtua kok ngeyel, pokoknya Emak tak setuju kalau kamu menikah dengan Arif!" Tekan ku. Aku berdiri dan langsung berjalan menuju kamarku. Aku tak jadi melanjutkan makan siangku, sudah tak berselera lagi.

"Maunya Emak ini gimana, Mak? Waktu aku mau dilamar Mas Rido Emak nggak setuju juga." Hilda membuntutiku dari belakang, duduk di pinggir ranjang kamarku.

"Masa kamu nggak ngerti kemauan, Emak? Emak hanya ingin kamu menikah dengan orang terpandang dan berpendidikan tinggi, minimal ia punya gelar S2 dan satu kerjaan dengan kamu, bukan gembel kayak si Arif dan si Rido!" Aku mendengus kesal.

Mata Hilda berkaca-kaca, ia tak mampu menyembunyikan air matanya di hadapanku. Untuk kedua kalinya, ia putus dengan kekasihnya akibat tak mendapat restu dariku, dari Ibu yang tak berguna.

Di usia Hilda yang ke tiga puluh tahun, seorang laki-laki datang melamar ke rumahku. Kutanya pekerjaannya dan ia hanya seorang buruh di perusahaan industri rumahan. Sama saja, ia tak masuk pada kriteria lelaki yang boleh menikahi Hilda anakku.

Di usia Hilda yang ke tiga puluh lima tahun, Risa adiknya Hilda menikah dengan seorang lelaki yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Tapi tak mengapa, karena memang mereka sepadan, Risa hanya lulusan SMU dan sekarang bekerja menjadi tukang cuci piring di rumah makan. Bukannya aku tak mau menyekolahkan Risa sampai ke bangku kuliah, namun otak Risa tak sepintar kakaknya, jadi kupikir buat apa kuliah kalau hanya membenaniku dengan biaya perkuliahan.

Setelah Risa menikah, dua tahun kemudian si bungsu Angga menyusul. Sama seperti Risa, ia hanya tamat SMU dan sekarang ia menikah dengan seorang gadis yang berprofesi sebagai tukang jahit. Tak mengapa, toh mereka sepadan.

Hilda sudah dilangkahi oleh kedua adiknya, dan usianya sudah hampir empat puluh tahun. Ia semakin susah mendapatkan jodoh hingga pada akhirnya ia di jodohkan oleh seorang sahabat lamanya, ketika masih duduk di bangku SMP. Namun, aku terperanjat kaget, hampir saja jantungku lepas dari tempatnya ketika kutahu kalau pekerjaan lelaki itu hanyalah penjual es mambo keliling.

"Rita, kalau menjodohkan teman itu mbok yok yang pantes gitu, masa seorang dosen menikah dengan penjual es mambo?" Bentakku muak.

Untuk kesekian kalinya, Hilda gagal menikah karena tak di restui oleh aku, Ibunya. Padahal menurut Rita, Hilda dan lelaki itu sudah dekat dan sering bertemu hingga mereka merasa cocok satu sama lain.

Tok tok tok. Suara pintu diketuk orang beberapa kali, aku tersadar dari lamunanku. Hilda berlari untuk membukakan pintu. Risa datang bersama suami dan jagoan kecilnya, Dafa. Ia berjanji untuk datang menjengukku hari ini. Mereka kupersilahkan duduk di ruang tamu dan kusuruh Hilda membuatkan minuman dingin untuk mereka.

Sore hari, Risa dan suami serta anaknya berkumpul di teras rumahku sambil menikmati sepiring pisang goreng buatan Hilda. Mereka asyik bercanda, menyimak celutukkan Dafa yang menggemaskan. Namun tiba-tiba, Hilda berlari kedalam tanpa sepengetahuan Risa. Kulihat dengan jelas Hilda menangis di balik pintu ruang tamu. Aku tahu, ia sangat sakit melihat adiknya yang sudah mempunyai keluarga sendiri dan hidup bahagia. Sedangkan ia, di usianya yang ke empat puluh lima tahun, ia masih sendiri. Aku melengos, pura-pura tak melihatnya menangis, karena aku pun tak tega melihat ia tersiksa batin seperti ini.

***

Hilda berlari sambil mengusap air mata dengan punggung tangannya. Air mata itu terus menetes dari pipinya. Terburu ia masuk ke dapur dan meletakkan sekantung sayuran begitu saja di meja dapur. Ia baru saja membeli sayuran dari seorang tukang sayur keliling yang sedang dikerubuti Ibu-Ibu di depan rumahku.

"Kenapa kamu menangis, Hilda?" Tanyaku yang sedang duduk tak berdaya di atas kursi roda.

Hilda menoleh, tersenyum padaku sambil menggelengkan kepalanya.

"Nggak apa-apa, Mak, aku tidak menangis, mataku tadi kelilipan," ia menghadiahkan senyumnya untukku. Tentunya, senyum yang dipaksakan.

"Kamu jangan bohong, apa mereka mengata-ngatai kamu lagi hah?" Bentakku emosi. Hilda menangis tersedu, berjongkok dan menempatkan kepalanya di pangkuanku. Aku mengusap kepalanya perlahan.

"Mereka bilang, aku perawan tua, Mak, aku jomblo, aku tak akan laku lagi karena aku sudah tua. Tangisan Hilda semakin kencang, air matanya membasahi rok batik yang aku pakai.

"Maafkan Emak, Nak, ini semua gara-gara Emak."

Hilda menengadah, menatap wajahku lekat. Air mata itu, entah berapa kali ia kuras hingga membentuk butiran-butiran bening yang tak ada habisnya.

"Tidak, bukan gara-gara Emak, ini sudah takdirku," ia menunduk lesu.

Aku menyingkirkan Hilda yang sedang menangis di hadapanku, lalu kukayuh kursi roda ini dengan cepat menuju keluar rumah. Entah mengapa, tiba-tiba tenagaku menjadi kuat, bahkan dua kali lipat dari sebelumnya.

"Hai, Ibu-Ibu tukang gosip! Kudo'akan agar anak kalian menjadi perawan tua, dan tidak menikah seumur hidup!" Teriakku pada Ibu-Ibu yang sedang sibuk memilih sayuran sambil bergosip. Mereka menoleh, lalu menatapku sinis.

"Ibu, sudah, ayo kita masuk." Hilda mendorong kursi rodaku memasuki rumah.

Tolong maafkan Emak, Nak.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi HILDA PERAWAN TUA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED