Sampul Novel Dendam Wanita Simpanan

Dendam Wanita Simpanan

8.1 / 10.0
Nayla terjepit dalam ancaman besar akibat mencoba menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan siapa pun. Kini, kutukan dari Kak Yuni seakan menjelma jadi kenyataan yang menerornya. Lelah karena terus-menerus dituduh secara keji sebagai pelakor, ia akhirnya mengambil keputusan nekat. Nayla bertekad mengubah semua fitnah buruk tersebut menjadi kenyataan demi membalas dendam atas penderitaan yang diterimanya.

Dendam Wanita Simpanan Bab 1

"Bukan aku, Kak! Aku sama sekali gak pernah nyebarin kabar soal Kakak sama Kak Anto," tampikku.

Kesal saja, yang melakukan perselingkuhan mereka. Yang melihat dan menyebarkan tetangga, tapi aku yang harus terkena getahnya.

"Lalu siapa lagi? Dasar gak tahu terima kasih! Udah ditampung, dirawat, diusahain biar gak putus sekolah. Balasannya malah nyebar fitnah. Kamu mau kakak cerai sama Hendrik?" Kak Yuni menatapku nyalang, suaranya semakin tinggi dipenuhi amarah.

Dari pintu depan, Kak Makmur masuk diiringi Kak Aulia.

Kak Yuni melayangkan tangan ke arahku, tapi Kak Aulia lebih dulu sempat menahan. Meski gemetar, aku tak ingin menunjukkan raut ketakutan yang membuat tuduhannya semakin besar.

Kak Makmur menarikku ke luar. "Nay, kamu sementara di rumah Kakak aja, ya!"

"Yun, sabar. Istigfar. Kan bisa dibicarakan baik-baik." Kak Aulia berusaha membujuk Kak Yuni.

"Sabar gimana lagi! Itu anak gak tau terima kasih! Sudah ditampung, bikin malu! Kamu gak tahu aja alasan dia dipindahin ke sini gara-gara overdosis di sekolah, dia pura-pura baik. Dasar serigala berbulu domba!" Kak Yuni tak henti-henti memaki.

Rumah Kak Aulia bersama Kak Makmur yang hanya terhalang triplex tipis membuatku bisa mendengar semua teriakan dan makian itu dengan jelas. Sesak, kecewa, ingin marah dan balas mengatakan semua aibnya yang selama ini sudah berusaha keras kujaga.

Air mata mulai merebak, aku menunduk menyembunyikan wajah di kedua lutut.

"Aku sumpahin, biar dia yang jadi pelakor sekalian! Biar tahu gimana rasanya dituduh merebut laki orang!" Suara berdebum dari barang apa yang entah ditendang kembali diiringi makian.

"Nay, udah. Padahal aku kemaren juga udah bilang, kalau yang pertama lapor itu Lily. Lily liat Anto ke luar dari rumah Yuni tengah malam lewat pintu dapur." Kak Makmur berusaha menenangkan.

"Tapi kenapa sekarang aku yang dituduh, Kak?" Isakku semakin keras dan menjadi-jadi. Amarah, kebencian, rasa kesal bercampur aduk di hati.

"Mungkin karena cuma kamu orang luar yang tinggal di sana dan dipikir tahu semuanya," jelas Kak Makmur.

Dari rumah Kak Yuni telah sunyi, Kak Aulia terdengar masuk dan menghampiri kami berdua.

"Nay, malam ini tidur di rumah aku aja sementara, ya? Takut Yuni masih marah terus emosi kalo kamu balik," ujar Kak Aulia.

"T-tapi, Kak?" Aku segera mengangkat kepala dan menatap.

"Udah, gak apa. Ayah kamu juga nitip tolong jagain kamu. Aku juga kaget kalo Yuni sampai semarah itu."

"Boleh nginap di rumah Kak Lily di belakang aja? Di sini takut ngerepotin," ujarku mengingat rumah Kak Aulia yang kecil. Tak tega harus berdesakan dengan sepasang suami istri itu, ditambah dengan kelima anaknya lagi.

"Apa nanti gak dikira kamu 'sekongkol' sama Lily?" cegah Kak Makmur.

"Iya, terserah. Orang jujur salah juga. Nyalahin orang padahal yang salah siapa!" sungutku.

Kak Aulia akhirnya mengalah, mengantarkanku ke rumah kecil di belakang.

"Li ...," panggilnya sambil mengetuk pintu.

Wanita yang usianya baru memasuki kepala tiga itu membuka pintu, daster merah motif bunga-bunga membalut tubuhnya yang kurus.

"Aku nitip Nayla, ya? Kamu denger aja, 'kan, barusan Yuni marah? Takut Nayla kenapa-napa," ujar Kak Aulia.

"Masuk, masuk. Aku malas ikut campur. Dia salah, tapi dia yang marah karena merasa difitnah." Kak Lily segera memberi jalan untukku masuk.

Aku masuk diiringi Kak Aulia. Kak Lily menyuruhku untuk segera ke kamar, tersisa mereka berdua berbicara entah membahas apa.

Aku menurut, melangkah menuju ruang kecil di mana hanya triplek yang menjadi dindingnya juga. Aku duduk di sisi dinding kayu sambil mengotak-atik ponsel.

Tak lama Kak Lily menghampiri, segera kukembalikan ponsel ke dalam kantong celana.

"Kak Aulia sudah pulang. Sementara tidur di rumahku, nanti keperluan kamu biar Kak Aulia aja yang ngambil. Kamu jangan temuin Yuni sampe keadaan tenang, ya?" pesan Kak Lily.

Aku mengangguk patuh. Saat dia memintaku untuk segera tidur pun, aku tak berani membantah.

Kurebahkan diri dengan banyak perasaan yang mengganggu, kesal, benci, sedih bercampur bahagia. Sepandai-pandai menyimpan bangkai, pasti akan tercium bau busuknya. Mungkin itu kata yang tepat.

Aku memang saksi bisu perselingkuhan Kak Yuni dan Kak Anto, tapi tak cukup berani mengungkapkan. Padahal Kak Hendrik selama ini sudah sangat baik dan perhatian.

Malam-malam meresahkan setiap Kak Hendrik pergi merantau, lalu Kak Anto datang menyelinap ke kamar kini takkan ada lagi. Aku tak pernah bisa tidur dengan tenang mendengar suara desahan mereka setelah ketiga anak Kak Yuni tidur. Bahkan tak jarang aku yang harus berjaga-jaga agar 'malam panas' mereka lancar dan aman.

Pernah aku diamuk Nisa, anak pertama Kak Yuni karena menghalanginya masuk saat Kak Anto bersembunyi tanpa busana di dalam kamar.

Aku merasa jadi orang jahat yang lemah. Tapi, sekarang semuanya sudah berakhir tanpa campur tanganku lagi, harusnya aku sudah tenang. Tanpa sadar, kedua mata terpejam dengan banyak hal yang ternyata masih harus kusimpan sendirian.

****

"Nay, Nay." Kak Lily membangunkanku.

Meski berat, tetap kupaksa membuka kedua mata. Terlihat dia sudah rapi dan wangi, oh, astaga, sekarang jam berapa!

"Kakak ke pasar, ya, jualan? Tadi baju-baju kamu sudah diambilkan Kak Aulia. Mandi, makanan ada di dapur," jelasnya, aku masih berusaha mengumpulkan nyawa yang tadi berkelana di alam mimpi.

"Jangan telat makan, kalo nanti Kak Yuni datang jangan dibukain pintu. Oke?" pesan Kak Lily lagi.

Aku mengangguk meski setengah sadar. Wanita yang tadi bicara itu beranjak ke luar.

"Jul! Ayo, berangkat!" Teriakan Kak Lily memanggil suaminya terdengar.

Aku melirik angka di sudut ponsel. Jam sembilan! Pantas saja jendela yang terbuka membuatku silau.

Sekarang, aku sendirian. Kak Lily sudah berangkat bekerja membawa Izam, anak semata wayang mereka. Kak Ijul pasti juga akan bekerja.

Kak Makmur bekerja di Kantor Lurah, sedang Kak Aulia setiap pagi ikut kursus menjahit. Mustahil harus mendatangi Kak Yuni.

Aku bergegas mandi karena tuntutan perut yang lapar. Usai mengguyur air seadanya dan memakai kaos tanpa lengan juga celana pendek di atas lutut, kulirik semangkok mie goreng plus telur dadar yang tersedia.

Segera kubawa ke ruang depan sambil menikmati kipas angin yang menyala.

Belum usai menghabiskan separuh, terdengar suara sepeda motor berhenti di depan. Aku gegas menyelesaikan kunyahan dan berniat ke kamar untuk mengambil celana panjang serta jaket.

Beberapa langkah, pintu depan sudah terbuka. Kak Ijul berdiri memandangku saat aku berpaling untuk memastikan siapa yang datang.

"Eh, Nay. Kenapa mie nya gak dihabiskan?" tanyanya memecah kecanggungan.

"Mau ambil jaket bentar, Kak. Sama ganti celana," sahutku tanpa menoleh lagi.

Derit papan kayu yang diinjak terdengar mendekat. Aku mempercepat gerak memasang celana panjang.

Kak Ijul berdiri tepat di depan pintu kamar. Tatap matanya menyapu seluruh tubuhku.

"M-maaf, Kak. Kakak, 'kan, tau ada aku, kenapa gak ketuk pintu dulu sebelum mau masuk? Mau cari apa?" tanyaku terbata.

Bukannya menjawab, dia malah melangkah maju.

"Kak, aku ke luar sekarang, ya?" Aku melangkah mendekati pintu, tapi satu tangannya mencengkeram.

Pintu ditutupnya dengan kasar. "Nay, kamu cantik banget. Putih, mulus, bersih," puji Kak Ijul sambil menatapku.

"Makasih, Kak. Tapi kalau gini nanti dikira apa sama orang," elakku kala tangannya mengelus pipi.

Kak Ijul tak menyahut, malah mendorongku ke kasur kapuk kemudian turut menunduk. Dalam keadaan tak berjarak, aku bisa melihat sepasang matanya yang memerah. Astaga, pasti dia sedang mabuk! Bodohnya aku!

Harusnya tadi aku membawa mie itu ke kamar dan mengunci pintu. Pikiranku tentang Kak Ijul yang akan pergi bekerja ternyata salah.

"Kak." Aku mendorong kedua bahunya.

"Ssst!" Kedua tanganku dicengkeramnya merapat ke lantai. Aku ingin memberontak, tapi tubuhnya sudah tepat di atas dan berat. Aku ingin berteriak, tapi mulutnya yang menjijikkan tak jua melepaskan kecupan meski kepalaku terus bergerak menghindar.

"Kalo kamu teriak, aku tinggal bilang kamu yang menggoda duluan. Semua orang pasti akan percaya karena kelakuan Yuni. Diam!" ancamnya.

Tenagaku yang tak seberapa harus kalah meski terus berusaha melawan. Hanya air mata yang terus berjatuhan saat kehormatanku harus direnggut paksa.

Detik-detik berubah menjadi sangat lambat dan menghunuskan belati-belati tajam ke dalam dada. Hancur sudah masa depanku, takkan ada lagi pria yang mau menerima.

Aku tak bisa menjaga, aku salah, aku terlalu lemah!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dendam Wanita Simpanan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED