Sampul Novel Gadis Penyuka Hujan

Gadis Penyuka Hujan

8.5 / 10.0
Setiap kali hujan membasahi malam dingin, memori kelam masa lalu kembali menghantui seorang siswi SMA. Di balik rintik air tersebut, ia memendam kepedihan mendalam atas kenyataan pahit bahwa dirinya tengah mengandung di usia muda. Kisah ini menyoroti perjuangan emosionalnya saat luka lama terbuka lagi, memaksa dirinya memikul beban hidup yang teramat berat. Sebuah narasi tentang duka, rahasia besar, serta kenyataan hidup yang tak mungkin ia hindari.
Ringkasan Gadis Penyuka Hujan
Setiap kali hujan membasahi malam dingin, memori kelam masa lalu kembali menghantui seorang siswi SMA. Di balik rintik air tersebut, ia memendam kepedihan mendalam atas kenyataan pahit bahwa dirinya tengah mengandung di usia muda. Kisah ini menyoroti perjuangan emosionalnya saat luka lama terbuka lagi, memaksa dirinya memikul beban hidup yang teramat berat. Sebuah narasi tentang duka, rahasia besar, serta kenyataan hidup yang tak mungkin ia hindari.
Baca Selengkapnya

Gadis Penyuka Hujan Bab 1

Hujan turun membawa air dari langit. Tidak bagiku, hujan juga membawa kenangan. Sebongkah kenangan yang entah mengapa seketika membuat dadaku menjadi sesak. Sekarang, hatiku tak lagi memiliki ruang untuk mencintai hujan seperti dulu.

***

Rumah

05.55

Ini adalah kisahku, namaku Adina Candra Elsa. Orang-orang lebih sering memanggilku, Adina. Aku adalah anak yang lahir dari orang tua sederhana. Ibuku hanyalah karyawan biasa di salah satu perusahaan kecil di kotaku. Ayahku entahlah, sejak kecil aku telah ditinggalkan olehnya. Tepatnya saat usiaku menginjak 5 tahun.

"Adina, cuci piringnya sebelum berangkat." Omelan Yani bundaku, yang setiap harinya nyaris tanpa pernah libur. Persis setelah selesai sarapan aku disuruhnya membersihkan piring.

"Iya Bunda, udah aku berisihin tuh. Noh liat sendiri." Puas rasanya aku membalas omelannya itu.

"Iya-iya, makasih yaa Cantik," Ujar Bunda yang saat itu berada di dalam kamarnya.

"Ayo berangkat Bunda..."

Ajakanku itu membuatnya sedikit terburu-buru. Setiap harinya memang kita berangkat berdua, dengan roda dua bermesin negeri sakura keluaran tahun 2015. Tidak terlalu tua untuk motor matic yang memang sengaja Bunda beli saat aku merayakan ulang tahun. Untukku itu katanya.

"Sana buruan masuk, nanti keburu telat loh." Wanita cantik separuh baya dengan ekspresi manyun itu selalu aku lihat saat Bunda sedikit kesal.

"Iya Bunda, aku masuk kelas dulu."

Aku mencium tangan bundaku, setiap kali aku mau pergi. Aku mencintainya seperti aku mencintai diriku sendiri. Bagiku dialah penawar di saat semua masalah tiba-tiba memelukku secara kasar.

***

Sekolah

09.00

"Aku bakal lebih giat belajar, seperti tahun lalu. Beasiswa berprestasi bakal aku dapetin lagi. Buat Bunda" gumamku.

Tiba-tiba cowok tengil itu mengagetkanku dari belakang kursi, tepat di belakang bangku yang aku duduki.

"Eh, ngapain belajar terus? Dah pintar masih belajar terus?" katanya.

Namanya Devano Samuel Escapra, anak 11 IPA 1 (kelas 2 SMA). Teman sekelasku, cowok tampan, badboy, anggota geng motor, dan anak tunggal pemilik perusahaan Emas, Escapra Gold Company. Sayangnya, dia adalah siswa terajin yang selalu hadir di ruang Bimbingan Konseling. Bukan karena prestasi, tapi karena masalah yang sering dibuatnya.

"Iish,..apaan? Biarin kek. Suka-suka akulah." Aku berbicara dengan nada sedikit membentaknya.

"Ihh..cupu kamu."

"Biarin..."

Aku pergi meninggalkannya sendiri di kelas, dengan wajah kesal menuju ruangan outdor dengan banyak pepohonan dan bunga di sekelilingnya. Lima warung modern dan beberapa meja dan kursi yang terbuat dari kayu jati yang di atasnya tidak memiliki payung. Estetik dan romantis menurutku. Aku bisa melihat awan di sini, tanpa pembatas.

Anak-anak dari sini selalu meramaikan tempat ter-hits di sekolah. Waktu itu masih jam istirahat. Siswa SMA Zidduya kebanyakan memilih untuk menikmati beberapa menu spesial di kantin ini. Salah satunya aku, nasi goreng bebek mbak Lastri.

"Biasa ya Mbak," ucapku pada Mbak Lastri.

"Nasi goreng bebek sama es jeruk ya Din?"

"Iya Mbak," sembari aku menganggukan kepala.

***

Sekolah

12.30

SMA Zidduya adalah sekolah menengah atas dengan segudang fasilitas kelas mewah yang ada di kotaku, Malang. Salah satu fasilitas yang aku sukai dan sering aku datangi adalah Balairoom Teater.

Ruang jumbo berukuran dua kali seluas lapangan basket, dengan dinding bercorak cokelat muda dan beberapa ornamen lampu klasik. Di dalamnya terdapat kursi besi cantik yang dapat diduduki lebih dari 1500 orang. Tidak tepat jika disebut ruangan, namun begitulah namanya. Balairoom Teater yang memiliki panggung utama yang cukup luas.

Aku menyukainya, seni teater dan ruangan ini. Apalagi di bawah hujan yang turun, aku paling menyukainya. Suasana kali ini sangat membuatku terdiam, hening dan menenangkan.

Hujan adalah canduku. Bagiku dialah penenang di saat aku terdesak. Saat dunia seperti tidak lagi bersamaku untuk mengajaku berbahagia. Aku mencintai hujan, seperti mencintai diriku sendiri. Terimakasih Tuhan, Sang Pemilik Hujan. Aku mencintai salah satu milik-Mu bernama hujan.

"Ngapain lama-lama di sini?" Cowok tampan dengan rambut pendek, kulit putih, tinggi dan populer di sekolah, bernama Devano itu.

"Terserah gua, mau ngapain!" Nadaku kesal karena sering diganggu sama dia. Entahlah, untuk apa dia begitu suka menggangguku.

"Kamu suka sama pentas drama?." Tanyanya dengan wajah penasaran.

"Iya suka, kenapa?"

"Gak papa, nanya doang."

"Kenapa basah-basah gitu?"

"Tadi kehujanan dikit."

Rintihan hujan yang mengalun indah di atas atap rumah. Ditemani secangkir cokelat panas dan tentunya mie rebus dengan telur di dalamnya. Membuat seketika mulut ini tak bisa menolak, hanya untuk menikmati apa yang tersaji. Begitulah caraku menikmati hujan secara sederhana.

***

Rumah

09.12

Ruang tamu dengan interior bernuansa retro, dindingnya cokelat muda, ada plafon putih di atapnya dan lantainya terbuat dari ubin kuning tua khas tempo dulu. Aku duduk dengan Bunda di kursi kayu jati, di depanku terdapat cokelat dan mie rebus dengan telur buatan Bunda tercinta, chef andalan di rumah ini.

Rumah kecil ini adalah peninggalan Kakek Buyut dari Bunda. Rumah yang telah menemaniku sejak aku dilahirkan dan sekaligus saksi bisu perjuangan Bunda membesarkanku sendirian, tanpa Suami. Maklumlah sejak kepergian Ayah setalah usiaku 5 tahun. Ayah tak pernah datang mengunjungi kami. Entahlah, kini dia seolah telah menghilang untuk selamanya.

Ayah padahal aku benar-benar merindukanmu. Kunjungi kami, temui aku meski cuman sekejap. Kata Bunda, Ayah mengadu nasib di Jakarta. Ayah berusaha mencari peruntungan untuk masa depanku di sana. Berhari-hari, berminggu-minggu hingga bertahun-tahun sampai aku menjadi remaja di SMA. Ayah tak pernah kembali, seperti hilang di telan bumi. Aku selalu mengela nafas tak kala mengingat hal ini.

Tiba-tiba Bunda mengagetkan lamunanku.

"Gimana Din, enak nggak?"

"Buatan Bunda selalu enak, Adina suka Bunda."  Aku terlalu lahap dengan apa yang selalu dibuatkannya untukku, meski terlihat sangat sederhana.

"Belajar masak Din..!!" pintanya kepadaku.

"Buat apa Bunda?"

"Kan kamu udah kelas 2 SMA, nanti kuliah. Habis kuliah kan nikah. Masak gak bisa masak."

"Bunda apaan sih? Adina masih belum kepikiran nikah!"

"Iya kan belajarnya dari sekarang Din." Seloroh Bunda yang sedikit kesal karena aku sulit dinasehati tentang hal ini.

"Iya-iya, besok-besok ya Bunda," jawabku sambil membersihkan bekas piring dan gelas yang habis kami gunakan.

"Udah bersih semua ya Bunda."

"Makasih ya Cantik."

***

Sekolah

06.37

"Eh Din, bawa dasi lagi nggak?" tanya Devano kepadaku di kelas. Pastinya dia lupa tak membawa dasinya lagi.

"Lu, gak bawa lagi ya?

"Lupa Din."

"Ah kebiasan sih lu, apa sih yang kamu inget?. Nih ada tapi di kembaliin ya!" Aku sedikit kesal karena dasi yang ku pinjamkan minggu lalu katanya telah hilang.

"Iya-iya gampang."

Saat hari senin sekolah kami SMA Zidduya pasti akan melakukan upacara di lapangan. Selama upacara berlangsung sekitar 60 menit. Anak-anak Zidduya harus mengenakan atribut lengkap dan sesuai aturan.

Para guru akan mengecek secara detail, termasuk dasi. Bila peraturan ini dilanggar maka siswa akan mendapat hukuman.

Teringat saat pertama kali bertemu, waktu semester satu di kelas 11 IPA 1 (2 SMA). Aku mendapati Devano sebagai siswa pindahan dari Jakarta. Beberapa bulan yang lalu, lebih tepatnya tujuh bulan yang lalu. Dia tinggal di Malang bersama sopir dan pembantunya di rumahnya, kota Malang. Sedangkan ayah dan bundanya tinggal di rumah utama, kota Jakarta. Di sanalah Escapra Gold Company salah satu cabang perusahaan ayahnya berada.

Aku banyak mengetahui jika ayahnya jarang sekali mengunjunginya, karena kesibukan ayahnya sebagai pengusaha dengan grade international. Aku sebagai sesama anak tunggal sangat memahami kesedihan yang dialami cowok tampan itu. Terlebih, dia hidup sendiri tanpa bundanya di rumah.

Itulah kenapa kita sangat akrab, dan mungkin karena itulah aku mulai mencintainya. Rasa itu ada namun entah sejak kapan.

Bersambung….

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gadis Penyuka Hujan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki kekasihku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris sah Grup Nelson. Kini, berbekal kekayaan tanpa batas, aku siap membalas dendam. Saat mantan kekasihku bersujud memohon maaf, aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang melimpah hanyalah deretan angka yang siap kuhabiskan.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED