Sampul Novel Dosa yang Tak Termaafkan

Dosa yang Tak Termaafkan

8.9 / 10.0
Bukti belanja barang wanita dan tiket bioskop yang mencurigakan mengungkap perselingkuhan suami Dewi. Meski berusaha bicara dengan nada lirih, amarah besar Dewi tak terbendung saat mengonfrontasi pengkhianatan yang kembali terulang ini. Batas kesabarannya telah habis. Karena peringatan sebelumnya diabaikan, ia menegaskan tidak ada lagi kesempatan kedua bagi sang suami. Kini, hubungan pernikahan mereka berada di ambang kehancuran total.
Ringkasan Dosa yang Tak Termaafkan
Bukti belanja barang wanita dan tiket bioskop yang mencurigakan mengungkap perselingkuhan suami Dewi. Meski berusaha bicara dengan nada lirih, amarah besar Dewi tak terbendung saat mengonfrontasi pengkhianatan yang kembali terulang ini. Batas kesabarannya telah habis. Karena peringatan sebelumnya diabaikan, ia menegaskan tidak ada lagi kesempatan kedua bagi sang suami. Kini, hubungan pernikahan mereka berada di ambang kehancuran total.
Baca Selengkapnya

Dosa yang Tak Termaafkan Bab 1

"Kamu selingkuh lagi Mas? Aku sudah pernah bilang ‘kan. Cukup sekali, enggak ada dua kali,” lirih Dewi, istriku.

“Ini? Bon belanjaan sebanyak ini buat siapa? Semuanya barang-barang perempuan. Ini juga tiket bioskop.” Dewi menggeleng. Meski dia berbicara cukup pelan. Namun jelas ada kemarahan yang teramat sangat.

“Aku bisa jelaskan.”

“CUKUP!!!” Dewi baru saja meninggikan suaranya dan itu membuat aku cukup terkejut, untuk pertama kali wanita yang biasanya bersikap lemah lembut hari ini mulai berani menunjukkan emosinya. Seketika dia menangkupkan wajah. Dia bersandar pada dinding ruang tamu. Bahunya berguncang hebat. Tangis yang sejak tadi tertahan akhirnya pecah juga. Aku mencoba merangkulnya namun ia seolah memberi jarak, dengan mendorong dadaku dengan tangannya. Satu gelengan pelan darinya aku dibuat malu bukan main. Dewi tampak mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan, sejenak dia menengadahkan pandangannya, menatap langit-langit rumah.

“Wi, kita bisa bicarakan ini baik-baik.”

“Katakan berapa kali?”

“Apanya yang berapa kali, Wi?” Aku segera meraih tangannya.

“Apa kurangnya aku, Mas? Kurang cantik, sexi atau kurang liar, hah? Jawab, jangan diam saja!”

“Wi, oke aku mengaku aku salah.”

“Dua kali kamu lakukan itu ke aku Mas, jelas itu salah. Sekarang kamu mau mengelak lagi. Bilang kalau semua itu khilaf, iya ‘kan?" Aku terdiam, jujur saja aku bingung.

“Tega kamu.”

“Wi, kita bicara sambil duduk ya, biar kamu lebih tenang.”

“Aku ini punya perasaan Mas, sakit aku diperlakukan seperti ini. Aku bisa terima kamu sakiti, tapi anak-anak … bisa-bisanya kamu pergi senang-senang sama pelacur padahal anak kamu lagi di rawat di rumah sakit.”

“Dia bukan pelacur, Wi.”

“Ya terus apa namanya kalau bukan pelacur?”

“Ya ampun, istigfar Wi.” Bukannya melafalkan istigfar, Dewi malah tersenyum, lalu dia justru menertawakan dirinya sendiri.

“Jangan begini, Wi.” Itu benar-benar menakutkan. Aku tahu di kecewa, tapi keempat anak kita masih sangat membutuhkan Ibunya.

“Ingat kamu sama Tuhan, waktu selingkuh ingat, enggak? Yang perlu istighfar itu kamu Mas, bukan aku!” Lantas Dewi pergi begitu saja, meninggalkan aku yang kebingungan. Entah tindakan apa yang akan dia ambil ke depannya. Sekarang, melihatnya tertawa seraya menangis secara bersamaan. Aku merasa tak tenang, takut kalau Dewi bisa saja berbuat nekat. Bukankah orang bilang, orang yang pendiam justru sering kali lebih berbahaya dalam caranya meluapkan emosi. Tanpa pikir panjang aku gegas menyusul Dewi yang pergi ke dapur. Ya Tuhan, jangan-jangan dia mau bunuh diri.

“Dewi!” Aku berteriak sekencangnya. Membuat Dewi seketika membalikkan badan menatapku.

“Kenapa? Kamu pikir aku mau bun*h diri?”

“Aku cuma khawatir kamu berbuat nekat Wi, Apa lagi yang ada di tangan kamu sekarang. Pisau itu, bukannya akan lebih baik kalau di simpan saja?” Melihat Dewi memegang pisau seperti itu, bagiku hal itu cukup mengerikan.

“Kenapa aku yang harus mati Mas, kamu yang salah!” katanya.

“Wi, kamu enggak berpikir buat membunuh aku ‘kan?” Bukannya menjawab Dewi hanya menatapku saja.

“Mah, Pah lagi apa sih malam-malam di dapur? Pakai teriak-teriak segala. Aku kira Mamah kenapa-kenapa,” kata Rafa, putra sulungku. Umurnya menginjak 10 tahun.

“Mamah habis menangis, ya?” tanyanya. Entah kenapa dari tadi Dewi hanya diam menatap kami bergantian.

“Papah sama Mamah berantem?”

“Enggak Sayang, Mamah cuma kena sabun aja tadi,. Kamu mending balik saja ke kamar. Mamah sama Papah baik-baik saja kok.”

“Bener, Mah?” Rafa kembali memastikan. Namun, respons Dewi masih sama. Hanya menatap Rafa tanpa peduli apa yang anak kecil itu katakan.

“Mamah kenapa sih?” Rafa yang penasaran malah mendekat.

“Rafa kamu masuk ke kamar ya, biar Mamah, Papah saja yang urus."

“Enggak ah, apa yang sudah Papah lakukan ke Mamah?” Rafa justru berbalik menatap tajam ke arahku.

“Papah kalau terus nyakitin Mamah. Enggak usah pulang deh, pergi aja yang jauh!” teriak Rafa. Dari mana dia belajar kata-kata seperti itu? Sungguh aku terlonjak dibuatnya. Perlahan sulungku menarik Dewi. Mereka berjalan beriringan menaiki tangga ,lalu begitu sampai ke atas, sekali lagi aku kembali dibuat heran dengan perlakuan Rafa yang melarangku masuk ke kamar.

“Papah enggak usah dekati Mamah lagi!” tegasnya.

Aku melirik Dewi sekilas berharap ia mau memberikan sedikit saja pembelaan padaku, namun nyatanya dia seakan tak peduli pada sekitar. Mata kami bertemu dalam sesaat namun tatapannya padaku begitu dingin dan datar. Layaknya orang yang tak punya gairah hidup. Ini mulai tak beres.

“Biarkan Papah bicara sama Mamah!”

“Enggak,” tegasnya dengan sedikit kasar.

“Kamu masih anak-anak, enggak mengerti urusan orang tua.” Aku melepaskan lengan mereka yang saling menggenggam. Seraya terus mencoba mengajak Dewi bicara, namun sayang usahaku tak membuahkan hasil.

“Ini semua gara-gara Papah.”

“Kamu bisa diam enggak, mending kamu masuk kamar! Papah bilang kamu masuk!” Aku kalap waktu itu. Hingga sampai hati membentak Rafa yang jelas hanya mencoba membela Mamahnya. Namun, reaksi Dewi di luar dugaan. Dia menarik lengan Rafa, menyembunyikan di belakang tubuhnya, lalu beralih menatapku masih dengan tatapan dinginnya.

“Aku yang pergi atau kamu?”

“Enggak bisa begitu, nanti anak-anak mau ikut siapa? Cobalah berpikir jernih anak kita sudah empat, pisah itu bukan solusi.”

“Harusnya kamu yang berpikir jernih, Mas! Oke kalau begitu biar aku dan anak-anak yang pergi kamu bisa tinggal di sini! Bawa sekalian perempuan itu ke sini, jadi ke depannya kamu enggak perlu keluar biaya untuk penginapan.”

“Wi, bagaimana bisa kamu membicarakan hal itu di depan anak-anak?”

“Asal Papah tahu, di sekolah aku dibuli gara-gara Papah! Aku malu punya Papah tukang selingkuh! Aku enggak punya Mamah dua! Hmm Aaaaa.” Rafa tiba-tiba saja mendorong tubuhku hingga hampir saja terjungkal. Dewi hanya menatap nanar ke arah anaknya yang berlari ke arah kamar.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dosa yang Tak Termaafkan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.0
Demi melindungi ayahnya, sang protagonis rela disiksa penculik hingga tewas. Tragisnya, sang ayah justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya dan mengabaikan telepon terakhir korban dengan sumpah serapah. Jasadnya kemudian ditemukan di dalam pot bunga depan kantor polisi. Sang ayah yang bertugas melakukan otopsi menyadari kekejaman luar biasa sang pelaku, tanpa pernah menyadari bahwa korban di hadapannya adalah anak kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng kepedulian Samuel perlahan terkikis, menyingkap rahasia gelap yang selama ini tersembunyi rapat. Elena harus menghadapi kenyataan pahit bahwa pernikahan mereka bukanlah didasari cinta, melainkan sebuah rencana licik. Menyadari dirinya hanya diperalat demi ambisi terselubung sang suami, amarah Elena pun meledak.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Legenda masa lalu mengabarkan lahirnya seorang gadis dengan darah suci yang sangat berharga. Hanya dengan setetes darahnya, keabadian, kekuatan tak tertandingi, dan kemudaan abadi bisa diraih, bahkan mampu menyelamatkan klan dari kepunahan. Kemunculannya di dunia ditandai oleh langit malam yang gelap gulita serta suhu dingin yang menusuk. Kini, saat seluruh makhluk merayakan kehadirannya, sang gadis harus menghadapi ancaman besar karena nyawanya menjadi target buruan semua pihak.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED