Sampul Novel BELENGGU CINTA MANTAN

BELENGGU CINTA MANTAN

9.3 / 10.0
Kehidupan Andini hancur setelah Ardian, cinta pertamanya, pergi meninggalkannya begitu saja. Tiga tahun kemudian, saat Andini telah membina rumah tangga bersama Hendra yang begitu tulus mencintainya, Ardian mendadak muncul kembali. Rayuan sang mantan kekasih perlahan menjerat Andini hingga ia goyah. Akankah keputusan Andini membawa kebahagiaan di pernikahan keduanya? Bagaimana nasib suami pertama serta putra kecil mereka yang harus terluka akibat pengkhianatan ini?

BELENGGU CINTA MANTAN Bab 1

Mata elang lelaki berambut gondrong itu memindai sekeliling rumah yang sepi. Berlahan, ia meraih kedua tangan kekasihnya dan mengajak gadis berusia dua puluh tahun itu berdiri dari duduknya.

Keduanya kini saling menatap, saling mengunci dalam diam. Jantung mereka berdegup lebih kencang ketika Ardi mengikis jarak, lalu berbisik di telinga sang gadis, “Izinkan aku menciummu untuk pertama dan terakhir kalinya, Andini.”

Mata Andini membulat kaget. Setahun bersama pemuda tegap dan atletis itu, mereka hanya sekedar berpegangan tangan. Kini, Ardi ingin menciumnya?

“Jangan, Mas ….” Andini berusaha melepaskan pelukan tangan kekar Ardi di tubuhnya. Pria itu ternyata tidak hanya menciumnya, tapi menginginkan yang lain. Andini yang mungil tidak berdaya begitu lelaki berotot itu sudah menyeretnya ke dalam kamar. Tubuh gadis berlesung pipi itu kemudian didesak hingga berbaring di ranjang. Andini membelalak. Otaknya seketika terasa kosong saat Ardi menindih tubuh dan menciumnya kasar, apalagi kemudian dengan cepat kekasih tercintanya itu melepaskan baju dan melemparkan begitu saja. Tubuh sixpack dan kokoh segera terpampang di depan Andini.

“Kau bilang sangat mencintaiku, jadi daripada kau serahkan kesucianmu pada duda itu, 'kan lebih baik aku yang mengambilnya,” ucap Ardi menarik paksa baju yang dikenakan Andini. Gadis yang sudah dijaganya selama mereka pacaran itu menjerit, berusaha menutupi tubuhnya. Namun, usaha Andini sia-sia karena Ardi sudah sangat bertekad untuk mengambil kehormatannya.

Andini hanya bisa menangis, ia benar-benar tak berdaya melawan Ardi yang sangat kuat. Lelaki cinta pertamanya itu berubah menjadi buas, mencabik-cabik tubuhnya yang belum pernah disentuh laki-laki. Gadis muda itu merintih kesakitan, tapi pria berusia dua puluh tiga tahun itu tak peduli. Ia menghisap madu itu sepuas hati.

Usai melampiaskan keinginannya, Ardi meninggalkan Andini yang masih menangis meratapi tubuhnya yang sudah tidak suci lagi. Ia tak menyangka kekasih hatinya itu tega menodainya. Bagaimana ia akan menghadapi Hendra—calon suaminya yang sudah datang melamar minggu lalu?

***

Satu jam sebelumnya.

“Mas … aku minta maaf, tolong besok-besok jangan datang lagi ke sini.” Andini berkata pelan kepada pemuda berambut gondrong yang duduk bersamanya di bangku depan rumahnya yang sepi di siang hari itu. Ibunya belum kembali dari berjualan sayur di pasar.

“Kenapa? Apa gara-gara duda tua yang melamarmu minggu lalu?” tanya Ardi sembari mengisap rokoknya dan mengembuskan ke udara dengan kesal.

“Aku terpaksa menerimanya, Mas. Aku tidak bisa menolak permintaan ibu yang ingin aku segera menikah. Ibu malu karena anak gadisnya jadi perawan tua, gak laku-laku,” jawab Andini sambil menarik-narik ujung baju yang dipakainya.

“Masa baru usia dua puluh tahun udah dibilang perawan tua, sih? Bilang sama ibumu, nanti kalau aku sudah dapat pekerjaan, aku yang akan melamarmu jadi istriku,” tukas pemuda berusia dua puluh tiga tahun itu.

“Sampai kapan, Mas? Kita sudah pacaran lebih dari setahun. Aku sudah menolak banyak laki-laki yang datang melamar demi hubungan kita, tapi Mas belum juga memberiku kepastian. Aku sudah tidak bisa membujuk ibu lagi, Mas. Lamaran Pak Hendra sudah diterima ibu.” Andini bicara dengan air mata yang mulai menetes di pelupuk matanya. Impiannya yang ingin hidup bersama pria cinta pertamanya itu tidak akan terwujud. Ibunya sejak awal memang sudah tidak merestui dirinya berhubungan dengan Ardi yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, bisa dibilang seorang pengangguran.

Ardi bergeming melihat wanita cantik bertubuh mungil itu mulai terisak pelan. Hatinya ikut sakit mengingat gadisnya itu akan dimiliki oleh laki-laki lain. Ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperjuangkan cinta mereka. Hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama, Ardi tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehari-harinya, ia menjadi tukang angkat barang di pasar. Upah yang didapatkan hanya sekedar untuk makan dan beli rokok.

Bagaimana ia berani melamar Andini yang merupakan kembang desa yang banyak diincar kumbang-kumbang. Tentu saja, ia akan kalah bersaing. Apalagi ibunya Andini sudah pasti akan menolaknya. Hari ini saja, ia datang sembunyi-sembunyi menemui gadis yang hanya tinggal berdua saja dengan ibunya yang seorang janda.

Laki-laki itu membuang sisa rokoknya dengan kesal ke halaman rumah yang berjarak cukup berjauhan dengan rumah tetangga sekitar. Apalagi banyak pohon buah-buahan berdaun rindang di sekeliling rumah mungil yang berdiri di atas tanah cukup luas tersebut.

Ardi berdiri menghampiri Andini yang masih menangis. Gadis berlesung pipi itu sangat mencintai pria ganteng berkulit kecoklatan yang berada di hadapannya, tapi memilih Ardi menjadi suaminya, Andini juga ragu akan masa depan mereka nanti.

“Sudahlah, Dini. Aku memang laki-laki tak berguna. Aku juga tak yakin bisa membahagiakanmu, jika nekat untuk merebutmu dari laki-laki itu.” Ardi membawa kepala Andini yang duduk di kursi dalam dekapannya.

Mata elang lelaki berambut gondrong itu memindai sekeliling rumah yang sepi. Berlahan, ia meraih kedua tangan kekasihnya dan mengajak gadis berusia dua puluh tahun itu berdiri dari duduknya.

Keduanya kini saling menatap, saling mengunci dalam diam. Jantung mereka berdegup lebih kencang ketika Ardi mengikis jarak, lalu berbisik di telinga sang gadis, “Izinkan aku menciummu untuk pertama dan terakhir kalinya, Andini.”

Mata Andini membulat kaget. Setahun bersama pemuda tegap dan atletis itu, mereka hanya sekedar berpegangan tangan. Kini, Ardi ingin menciumnya?

Andini belum sempat menenangkan hatinya yang bergemuruh ketika tiba-tiba Ardi sudah menarik tangannya buru-buru masuk ke dalam rumahnya yang sepi.

***

Seminggu setelah kejadian itu, Andini mendatangi rumah orang tua Ardi, mencari pemuda yang tiba-tiba tidak pernah lagi datang menemuinya setelah mengambil paksa kehormatannya. Andini sudah bertekad, apapun yang terjadi, ia hanya akan menikah dengan Ardi. Ia akan menceritakan semuanya pada ibunya, agar sang ibu mau merestuinya dengan pria satu-satunya yang ada dalam hatinya.

Rumah orang tua Ardi seperti tak berpenghuni ketika Andini tiba di sana. Ia sudah tahu kalau Ardi hanya tinggal berdua dengan kakak laki-lakinya. Maka tak heran kalau rumah yang lumayan besar itu tampak kumuh dan tidak terawat. Ibunya Ardi sudah lama meninggal dunia, kala Ardi masih duduk di bangku SMP. Sang ayah pun sudah menikah kembali dan menetap di kota, meninggalkan dua anak remajanya yang kemudian mencari jalan hidup masing-masing. Tak berbeda dengan Ardi, sang kakak juga putus sekolah setelah ibu mereka meninggal dunia. Kakak Ardi juga mencari makan dengan bekerja serabutan.

Andini dengan ragu-ragu mengetuk pintu rumah itu. Berkali-kali ia lakukan, tapi tidak ada tanda-tanda pintu itu akan terbuka. Dengan putus asa wanita yang sudah ternoda itu membalikkan tubuhnya, ingin meninggalkan tempat itu. Namun, baru saja ia akan melangkah, terdengar kunci pintu dibuka.

“Siapa, sih? Ganggu orang tidur aja!” Suara berat dan serak menegur ketus.

Andini membalikkan tubuhnya kembali, menatap seraut wajah yang mirip dengan orang yang dicarinya berdiri di pintu. Sedikit takut, ia menyapa pria yang hanya memakai celana pendek selutut, memamerkan tubuh berototnya yang tidak memakai baju.

“Ma-maaf, Mas Dion. A-aku mencari Mas Ardi, ada gak?” tanya Andini gugup. Kakak Ardi itu terlihat masih mengantuk, mengucek-ucek mata merahnya. Rambut yang sama gondrongnya dengan sang adik tampak berantakan. Samar-samar Andini masih bisa mencium aroma alkohol yang menguar begitu mulut di depannya menguap lebar-lebar.

“Ardi gak ada! Udah gak pulang seminggu kayaknya. Ada apa cari dia? Kamu udah dikerjainnya, ya?" Dion tertawa sinis sambil melipat lengan kekarnya di dada. Memandangi wanita cantik di depannya dengan sorot mata lapar.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi BELENGGU CINTA MANTAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED