Sampul Novel Cinta Semu yang Kukira Abadi

Cinta Semu yang Kukira Abadi

8.1 / 10.0
Pernikahan Richelle dan Dave harus tertunda untuk ke-33 kalinya setelah Richelle ditabrak mobil hingga menderita 19 patah tulang dan kritis di ICU. Saat kondisinya membaik, Richelle tidak sengaja mendengar percakapan Dave dengan seorang teman di koridor rumah sakit. Sang teman membahas rencana kejam Dave yang sebelumnya hampir menenggelamkan Richelle dan kini menabraknya demi menunda pernikahan. Richelle membeku mendengar jawaban dingin tunangannya yang mengisyaratkan rencana akhir yang fatal.
Ringkasan Cinta Semu yang Kukira Abadi
Pernikahan Richelle dan Dave harus tertunda untuk ke-33 kalinya setelah Richelle ditabrak mobil hingga menderita 19 patah tulang dan kritis di ICU. Saat kondisinya membaik, Richelle tidak sengaja mendengar percakapan Dave dengan seorang teman di koridor rumah sakit. Sang teman membahas rencana kejam Dave yang sebelumnya hampir menenggelamkan Richelle dan kini menabraknya demi menunda pernikahan. Richelle membeku mendengar jawaban dingin tunangannya yang mengisyaratkan rencana akhir yang fatal.
Baca Selengkapnya

Cinta Semu yang Kukira Abadi Bab 1

Ini adalah kali ke-33 pernikahan Richelle dan Dave ditunda. Karena di malam sebelum pernikahan, Richelle tertabrak mobil. Seluruh tubuhnya mengalami 19 patah tulang. Dia tiga kali masuk ICU sebelum akhirnya kondisinya stabil.

Ketika tubuhnya mulai sedikit membaik, dia menopang tubuhnya di dinding, berniat berjalan-jalan di koridor. Namun, baru sampai di tikungan, dia mendengar percakapan antara tunangannya, Dave, dan temannya.

"Terakhir kamu bikin dia hampir tenggelam, kali ini kamu tabrak dia pakai mobil. Pernikahan kalian tertunda dua bulan lagi. Selanjutnya kamu mau pakai cara apa?"

Richelle yang berdiri di balik tikungan seketika merasa seluruh darah di tubuhnya membeku.

Dave mengenakan jas dokter putih, memainkan ponselnya sambil menyahut dengan nada datar, "Kali ini nggak akan ditunda lagi."

Ini adalah kali ke-33 pernikahan Richelle dan Dave ditunda. Karena di malam sebelum pernikahan, Richelle tertabrak mobil. Seluruh tubuhnya mengalami 19 patah tulang. Dia tiga kali masuk ICU sebelum akhirnya kondisinya stabil.

Ketika tubuhnya mulai sedikit membaik, dia menopang tubuhnya di dinding, berniat berjalan-jalan di koridor. Namun, baru sampai di tikungan, dia mendengar percakapan antara tunangannya, Dave, dan temannya.

"Terakhir kamu bikin dia hampir tenggelam, kali ini kamu tabrak dia pakai mobil. Pernikahan kalian tertunda dua bulan lagi. Selanjutnya kamu mau pakai cara apa?"

Richelle yang berdiri di balik tikungan seketika merasa seluruh darah di tubuhnya membeku.

Dave mengenakan jas dokter putih, memainkan ponselnya sambil menyahut dengan nada datar, "Kali ini nggak akan ditunda lagi."

Temannya agak terkejut. "Jadi, kamu menyerah dan akan menikahi Richelle? Terus, gimana dengan murid magang itu, si Stevie?"

"Waktu kecil Richelle dikirim ke Keluarga Bramasta. Ayahku bilang padaku untuk memperlakukannya dengan baik karena kelak kami akan menikah. Jadi sejak kecil aku sudah menganggapnya seperti istri sendiri. Bahkan, merawatnya sudah jadi kebiasaan .... Sampai aku bertemu Stevie."

Usai mengatakan itu, seulas senyuman muncul di matanya. "Dia memang bukan dari keluarga baik-baik, tapi dia nggak pernah menyerah pada nasib. Dia selalu kuat. Sejak pertama kali melihatnya, aku langsung memperhatikannya."

"Kalau kamu begitu menyukainya, kenapa nggak kejar saja dia?" Temannya merasa heran.

Setelah hening beberapa detik, Dave menunduk dan berkata, "Ibu Richelle pernah berjasa besar pada Keluarga Bramasta. Dia adalah tanggung jawabku. Tiga puluh tiga kali penundaan itu adalah bentuk pergumulanku. Sekarang aku harus memikul tanggung jawab ini. Sedangkan Stevie ... bisa melihatnya dari jauh saja aku sudah merasa cukup. Aku nggak berani berharap lebih."

Setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa seperti pisau yang menancap di jantung Richelle. Dia menahan diri di dinding agar tidak jatuh.

Wajahnya terasa gatal. Ketika menyentuhnya, dia baru sadar bahwa air matanya telah berlinang.

Richelle tak mendengarkan lebih lanjut. Dia berlari terseok-seok kembali ke kamar rawatnya. Air mata membanjiri wajahnya.

Dia tidak pernah menyangka, 33 kali insiden yang menimpa dirinya itu semuanya adalah ulah Dave.

Pertama kali, dia terluka parah karena tertusuk pisau saat terjebak dalam keributan. Kedua kali, dia hampir mati karena digigit ular di taman rumah. Ketiga kali, Dave mengajaknya mendaki gunung dan dia terjatuh, lalu terbaring di ICU selama setengah bulan.

Semua itu hanya karena Dave tidak ingin menikah dengannya ....

Pertunangan mereka sebenarnya sudah ditetapkan sejak Richelle berusia sepuluh tahun. Saat itu, Keluarga Bramasta terjerat kasus dan hampir masuk penjara. Ibunya yang seorang akuntan mengaku bertanggung jawab atas semua kesalahan agar Keluarga Bramasta bisa selamat.

Sebagai imbalannya, kakek Dave membawa Richelle ke rumah mereka, menetapkan pertunangan antara dirinya dan Dave, agar Richelle memiliki jaminan di masa depan.

Sejak kecil, seluruh Keluarga Bramasta, termasuk Dave, sangat baik padanya. Mereka mendukung semua keinginannya. Bahkan saat dia ingin membentuk band yang dianggap rendah oleh kalangan atas, mereka tetap mendukung.

Karena itulah dia yakin mereka saling mencintai. Tak pernah terpikir olehnya bahwa semuanya hanya karena rasa tanggung jawab, apalagi hati Dave sudah dimiliki wanita lain.

Rasa nyeri di dadanya berubah menjadi pisau tajam yang mengorek luka di seluruh tubuhnya.

Sepuluh menit kemudian, Dave masuk ke kamarnya untuk membersihkan luka. Melihat matanya yang agak merah, Dave sempat tertegun. "Ada apa? Lukanya sakit lagi?"

Menatap wajah penuh kepedulian itu, kata "tanggung jawab" terus menggema di kepala Richelle. Sungguh menyesakkan dadanya.

Daya tahannya terhadap rasa sakit lebih rendah dari orang lain, jadi bahkan untuk perawatan luka pun perlu bius lokal.

Dave mengambil bius itu, tetapi sebelum sempat menyuntikkan, ponselnya berdering. Dia lantas meletakkan obat biusnya dan mengangkat telepon.

Richelle menatap gantungan kecil di ponsel Dave dan teringat masa lalu. Dulu saat band-nya meraih kemenangan pertama dalam kompetisi dan mendapatkan gantungan kecil, dia dengan senang hati memberikannya kepada Dave. Namun, Dave melemparkannya ke dalam laci dan mencela dengan alis berkerut, "Terlalu kekanak-kanakan."

Namun sekarang, di ponselnya tergantung gantungan yang sama persis dengan milik Stevie. Benda itu bergoyang ke sana sini, sangat menusuk mata Richelle.

Suara dari telepon terdengar jelas di ruang rawat yang hening. Itu suara Stevie. "Dokter, di sini ada pasien yang aku agak ragu dengan kondisinya. Bisa tolong datang sebentar?"

Begitu mendengar itu, Richelle bisa merasakan suasana di sekitar Dave berubah lebih ringan, seolah-olah dia merasa bahagia.

"Baiklah, aku segera ke sana." Suaranya terdengar riang.

Dulu Richelle mengira itu hanya bentuk perhatian seorang pembimbing pada murid magangnya. Kini, dia sadar perasaan itu ternyata sudah ada sejak lama.

Setelah menutup telepon, Dave melewati obat bius yang tergeletak di meja, langsung mengambil alat untuk membersihkan luka.

Rasa sakit luar biasa menyebar dari lukanya ke seluruh tubuh. Richelle menahan suara. Kepalanya pusing. Keringat dingin membasahi seluruh tubuh. Dengan suara bergetar, dia memanggil, "Dave ... belum disuntik obat bius ...."

Tangan Dave tak berhenti. Dia menghibur dengan tidak acuh, "Tanpa bius hasilnya lebih baik. Bius bisa menghambat efek obat. Tahan sedikit ya."

Tubuh Richelle bergetar menahan sakit. Tangannya mencengkeram seprai hingga hampir robek. Suaranya parau, nyaris seperti permohonan. "Dave ... tolong suntikkan biusnya .... Aku benar-benar kesakitan."

"Ayolah, tahan sebentar lagi. Sebentar saja." Gerakan tangannya malah semakin cepat.

Beberapa menit kemudian, perawatan selesai. Dave melempar alat ke nampan logam.

Richelle yang tak berdaya terbaring di ranjang. Dari sudut matanya, dia melihat Dave meninggalkan ruangan dengan tergesa-gesa.

Padahal obat bius sama sekali tidak akan menghambat efek obat. Dave hanya ingin segera pergi ke tempat Stevie, bahkan tak sudi menunggu lima menit pun.

Seketika, hatinya seolah-olah tersayat-sayat. Air mata jatuh di seprai putih dan bersih. Rasa sakit terus menggerogoti tubuhnya, hingga akhirnya pandangannya gelap dan dia kehilangan kesadaran.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Semu yang Kukira Abadi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6 Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.0
Demi melindungi ayahnya, sang protagonis rela disiksa penculik hingga tewas. Tragisnya, sang ayah justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya dan mengabaikan telepon terakhir korban dengan sumpah serapah. Jasadnya kemudian ditemukan di dalam pot bunga depan kantor polisi. Sang ayah yang bertugas melakukan otopsi menyadari kekejaman luar biasa sang pelaku, tanpa pernah menyadari bahwa korban di hadapannya adalah anak kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED