Hai-hai semua pembaca terkasih☺️ terima kasih telah hadir dan membaca karya-karyaku. Kali ini aku akan mengajikan cerita baru dan tentunya mampu membuat kalian semua merasa berkeringat dingin hehe....
Selamat membaca, I Love You all🧚
******
Hari ini, merupakan hari yang sial bagi seorang gadis yang sedang beranjak dewasa. Sebut saja namanya, Cashelie Craig atau sapaan akrabnya ialah Cashe.

"Longue Bar VIP xxx"
"Brengsek! Bagaimana bisa aku percaya dengan pria bajingan itu!" Gumam Cashe penuh rasa kesal. Kedua pipinya sudah terlihat merah, dikarenakan Cashe telah meneguk beberapa gelas minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.
Cashe berjalan dengan tergopoh, di tambah lagi kepalanya cukup pening akibat kebanyakan minum. Tanpa sengaja, Cashe menubruk seorang pria dengan postur tubuh proporsional.
"Hei bajingan, menyingkirlah!" Ucap Cashe tanpa peduli siapa pria tersebut.
"Sepertinya, aku mengenalmu, gadis kecil," ucap si pria sembari meraih dagu Cashe. Cashe sempoyongan dan hampir terjatuh, namun pria tersebut menahannya.
"Lepaskan tangan kotormu, kau hanyalah pria bajingan yang lemah..." ucap Cashe lagi.
"What? Aku lemah?" si pria pun menarik tangan Cashe menuju sebuah kamar vip.
...
"Aku tidak akan pernah bersedia menikah dengan bajingan itu! Maka, bantulah aku!" Ucap Cashe yang tiba-tiba terlihat agresif.
"Gadis kecil, apa kau tahu perbuatanmu ini dapat mengundang cacing Alaska milikku?" ucap si pria tampan itu.
Cashe seketika tertawa, "kau hanyalah pembual. Justru kau yang akan kalah telak!" Ucap Cashe mengejek. Entah mengapa, Cashe tiba-tiba menginginkan sentuhan yang ganas dari pria tersebut.
Melihat Cashe membuka-buka area dadanya, pria tersebut pun tak dapat menahan diri. Terlebih lagi, sepertinya pria ini juga senang atas kesempatan kali ini. pria ini juga terlihat cukup mengenal Cashe.
"Kau akan tahu akibat dari keberanianmu." Pria itu pun menyingkap dress yang sedang Cashe kenakan, dan kemudian membuka lebar kedua paha Cashe. Cashe terlihat semakin liar, dan sepertinya Cashe telah meminum sebuah obat perangsang.
Pria itu pun membuka lebar selangkangan Cashe dan mulai melakukan penjelajahan maksimal.
Hahh agkk... Cahse mendesah nikmat, kegiatan pria ini benar-benar gila. Mampu membuat Cashe berkali-kali membusungkan dadanya.
"Nikmatilah, siapa yang akan kalah telak." Ucap si pria dan mulai mengeluarkan Mr.P miliknya dan kemudian mengarahkan ke dalam mrs.V milik Cashe.

"O Shit! Kau masih virgin!" Gumam si pria yang terkejut akan hal itu. Namun kabut gairah seakan sudah membakar seluruh pikiran juga tubuhnya. Pria itu pun berkali-kali menerobos masuk ke dalam liang mrs.V milik Cashe, dan akhirnya tetesan darah perawan pun menetes dan membuat Cashe merasa sakit luar biasa.
Hmm mm... Pria itu membungkam mulut berisik Cashe dengan kecupan menuntut dan memabukan. Namun Cashe terlihat sangat kaku, apakah ini juga ciuman pertama Cashe, pikir si pria.
Ahhh.. "Kau benar-benar nikmat dan membuatku mabuk!" ucap si pria yang sudah setengah gila, akibat kenikmatan yang ia rasakan dari hubungan panas mereka malam ini.
Keduanya bermandikan keringat dan suara decitan dari ranjang pun tak dapat dihindari lagi. Beruntung, ruangan tersebut sudah di seting kedap suara. Bahkan di luar sedang ada music dengan volume yang cukup besar, hal ini membuat suara desahan mereka tak terdengar.
"Sial! Ini sangat nikmat!" ucap si pria dan terus memompa milik Cashe.
"Apa yang aku sedang lakukan... mengapa rasanya aku..." Cashe hampir tersadar dari keadaan mabuk beratnya. Akan tetapi sensasi dari dalam tubuhnya membuat Cashe harus tetap menurut dan menikmati gempuran dari si pria tampan itu.
Arghh! Pria itu pun mendapatkan klimaks luar biasa dari seorang gadis perawan, dan tak lupa ia mencabut mr.P miliknya sehingga tidak membuat masalah baru lagi.
Karena kelelahan bercinta, si pria pun akhirnya terlelap sejenak.
Setelah menjelang subuh, Cashe akhirnya terbangun dalam keadaan telanjang tanpa busana sehelai pun. Ditambah lagi, area selangkangannya terasa cukup perih. Hal itu dikarenakan kegiatan panasnya bersama si pria. Belum sempat melihat wajah si pria dengan seksama, Cashe terburu-buru kabur, dan kembali mengenakan rambut palsu miliknya.
"Sialan! Apa aku sudah gila! Ini sangat gila!" Cashe gemetar atas kenyataan yang telah terjadi.
Bagaimana mungkin Cashe menyerahkan keperawanannya pada pria yang tidak dikenal. Cashe sedang tidak ingin mengingat semua kejadian, dan ia hanya ingin segera pulang.
***
Cashe gemetar hebat, ketika melihat jam tangannya sudah menunjukan ini bukan malam hari lagi. Cashe melaju cepat ke arah apartemen miliknya, dan beralasan ia tidur di apartemen. Karena jika tidak, keluarganya akan menghukumnya dan membuat Cashe berada di dalam masalah baru.
"Apartemen California Pusat Kota"
Cashe memiliki kebiasaan unik, yaitu selalu melakukan penyamaran ketika ingin pergi ke Club malam. Hal ini Cashe lakukan, agar tidak ada yang benar-benar mengenalnya.
Cashe berusia dua puluh tahun, dan Cashe sudah menyandang gelar sarjana di jurusan hukum. Cashe dapat lulus kuliah dengan sangat cepat, dikarenakan ia seorang gadis yang sangat cerdas dan juga berasal dari keturunan bangsawan. Cashe merupakan asisten dari seorang pengacara terkenal di kota California.
Dengan kejadian malam ini, tentu saja menjadi aib besar bagi keluarga besarnya. Ditambah lagi, di semua anggota keluarga besar Craig yang menikah, mereka benar-benar wanita maupun pria yang murni perawan dan juga perjaka. Mereka menjunjung tinggi martabat, etika, sopan santun. Dikarenakan mereka adalah keluarga yang masih berasal dari keturunan bangsawan elit dan terhormat.
Namun, perbuatan gila Cashe malam ini sungguh diluar nalar. Terlebih lagi, Cashe sedang dijodohkan dengan seorang pria yang juga keturunan bangsawan elit. Akan tetapi, Cashe berhasil mengetahui sifat buruk di calon suaminya. Padahal, Cashe sudah mulai menyukai si pria tersebut.
"Aku tidak mungkin melakukannya... ini tidak mungkin... ini hanya mimpi..." ucap Cashe dan berusaha untuk terlelap, dan menganggap semua hanyalah mimpi saja.
Knock knock knock....
Suara ketukan pintu pun membangunkan Cashe, dan Cashe baru tersadar ini sudah menjelang siang hari.
Cashe pun melangkah menuju pintu utama dengan mengenakan piyama miliknya.
"Nona muda, Tuan dan Nyonya memintaku untuk menjemput nona." Ucap salah seorang pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Cashe.
"Oke. Tunggu sejenak." Ucap Cashe, lalu berganti pakain.
***
Selama berada di mobil, Cashe benar-benar gelisah. Ternyata, ini bukanlah mimpi. Namun, semua kejadian benar-benar kenyataan sebenarnya.
Cashe terus memilin ujung baju miliknya, ia sangat takut karena merasa telah melakukan kesalahan besar.
"Mansion Kediaman Keluarga Craig"

"Selamat siang, Tuan dan Nyonya." Ucap sang pengawal yang sedang bersama Cashee.
"Selamat siang, daddy mommy." Ucap Cashee menyapa, wajahnya terlihat sangat pucat hari ini.

"Cashelie, kau tidak perlu terlalu keras untuk hidupmu. Ini adalah akhir pekan, seharusnya kau beristirahat, bukannya terus bekerja." Ucap Grandpa Craig, kakek dari Cashee.
"Baik Grandpa, terima kasih." Ucap Cashee lalu memeluk sang kakek.
"Cashe, untuk selanjutnya, jika kau ingin menginap di apartemen, kabari kami secepatnya." Ucap Mr. Craig, ayah Cashee.
"Baik, daddy."
"Adik bodoh! Kau sangat suka membuat semua orang mencemaskan mu!" ucap seorang pria tampan, yang merupakan saudara laki-laki ke dua Cashee.
Daymion Craig

Berusia dua puluh tujuh tahun dan seorang pengacara yang cukup terkenal di bidangnya. Tampan, sudah tentu tidak perlu dipertanyakan lagi.
Sementara itu di sisi lainnya...
***
"Mansion Kediaman Kingsley Drax"

"Cashelie Craig, putri bungsu dari keluarga Craig. Keluarga ini masih keturunan bangsawan yang sangat elit dan terhormat. Begitukah?" ucap seorang pria yang sedang duduk di atas kursi berputar.

Yah, pria ini ialah Kingslei Drax, pria yang sudah menjadi orang pertama merenggut keperawanan Cashee di club malam.
Siapakah Kingslei sebenarnya? Apakah seorang yang sangat terpandang juga?
****
Kingslei Drax, adalah seorang crazy rich yang cukup terkenal. Hanya saja, urusan pribadinya tidak tersorot media. Karena ia tidak ingin dunia luar terlalu ikut campur dalam ranah pribadinya.
Kingslei Drax, pria tampan berusia tiga puluh lima tahun. Postur tubuh tidak perlu diragukan lagi, pria yang akrab di sapa Mr. Kings ini sangat gemar berolahraga dan hal itu tentu saja membuat postur tubuhnya sangat seksi dan menggoda iman para wanita.
Sejak usia remaja, Kings sudah dipercayakan untuk belajar bisnis manajemen dan lain sebagainya. Kings sangat cerdas dan multitalent. Sehingga saat Kings beranjak dewasa, Kings sudah mulai mendirikan beberapa perusahaan yang tidak terlalu besar namun berkembang dengan sangat pesat. Ada banyak bidang bisnis yang Kings tekuni.
Akan tetapi, di usia yang sudah matang seperti ini, akankah Kings belum memiliki kekasih? Ataukah, ada hal rahasia yang tidak tersorot media bahkan orang-orang sekitarnya?
.
.
"Mansion Kediaman Kingslei Drax"
Bahkan ketika sedang berada di mansion pun, Kings masih saja berkutat dengan layar iPad miliknya. Semua perkembangan usaha bisnis tak luput dari pengawasannya. Hanya saja, akhir-akhir ini, perhatian Kings sedikit teralihkan oleh sosok Cashe, si gadis yang menjadi lawan mainnya di percintaan cinta satu malam mereka.
Huh... "Gadis kecil, sepertinya aku harus segera menemuinya,"gumam Kings.
"Permisi tuan, besok kita akan bertemu di persidangan dengan pengaca dari pihak klien." Ucap salah seorang asisten keprcayaan Kings.
Ketika Kings baru saja menerima dokumen lengkap dari identitas sang pengaca, Kings seketika tersenyum penuh makna. Akankah, ada kejutan luar biasa yang telah membuat suasana hati Kings menjadi lebih bahagia?
***
Sebagai seseorang yang super sibuk, Kings tidak memiliki banyak waktu luang untuk melakukan hal yang kurang atau bahkan tidak penting.
Apakah, Kings tipe pria baik-baik, atau sama saja dengan para pria hidung belang di luar sana?
Waktu untuk bertemu dengan pengaca dari klien bisnisnya pun tiba. Kings hadir dan siap untuk memberikan kesaksian atas kebenaran yang di alami sang klien. Hal seperti ini sudah biasa terjadi di dalam semua ranah pekerjaan. Karena ada sangat banyak para penipu maupun yang suka korupsi.
Mereka keluar dari ruang pengadilan dan hendak pergi untuk makan sore bersama. Yah, karena persidangan cukup lama, ditambah lagi perbincangan bersama para klien lainnya.
... ...
"Restourant Pusat Kota A"
Sesuatu yang tak terduga pun akan segera membuat suasana hati Kings jauh lebih bersemangat.
"Selamat sore, Tuan Kings. Terima kasih, atas segala bantuan dari Tuan. Mari, silakan duduk." Ucap klien dari Kings, beserta pengacanya dan tak lupa seorang asisten cantik nan modis pun turut serta.
"Sepertinya, ada yang berbeda dari Tuan pengacara Vizo?" ucap Kings sembari meneguk segela air mineral.
"Ah, yah. Perkenalkan, ini Nona Cashelie." Ucap Mr. Vizo, sang pengacara yang cukup ternama dan selalu berhasil dengan kasus kliennya.
Mr. Vizo

"Senang berkenalan denganmu, Nona Cashelie." Ucap Kings sembari keduanya berjabat tangan.

Yah, asisten dari pengacara ternama nan tampan itu ialah Cashe, seseorang yang selama ini Kings nantikan dengan cukup sabar. Namun ada yang aneh di sini, Cashe sepertinya tidak mengenal Kings. Mengapa seperti itu?
"Yah, tuan." balas Cashe tersenyum lembut dan kemudian mereka pun mulai menyantap hidangan utama yang telah ditunggu-tunggu.

"Gadis nakal ini, sudah menyeretku ke dalam permasalahan baru, lalu dengan mudahnya dapat melupakanku begitu saja... apakah gadis nakal ini benar-benar tidak mengingatku..." Kings terus bergumul dengan pikirannya sendiri. Menerima kenyataan ini,membuat suasana hati Kings menjadi sedikit terganggu.
...
"Nona Cashe, bisakah kita bertemu kembali. Karena ada banyak hal yang harus dibicarakan." Ucap Kings, ketika mereka akan berpisah. Ah, Kings sedang membual kali ini, Kings merasa benar-benar kikuk di hadapan Cashe, terlebih lagi Cashe tidak mengingatnya.
Cashe sedikit bingung dengan pernyataan dari Kings, namun Cashe selalu merespon dengan sikap baik dan sopan. "Ah, jika tuan membutuhkan bantuan hukum. Tuan dapat menghubungiku, karena semua jadwal dari Tuan Vizo, akulah yang menghandle segalanya." Balas Cashe.
Mendengar hal itu, tentu saja suasana hati Kings menjadi jauh lebih tenteram dan akan mulai mengejar Cashe.
Akan tetapi...
Sebuah mobil sport mewah terhenti di area loby utama dan membunyikan klakson. Seseorang pun turun dari mobil melangkah menghampiri Cashe.
"Cashe, aku sudah bicara pada supir, aku akan menjemputmu." Ucap sang pria, yang ternyata ialah tunangan dari Cashe. Tunangan yang dijodohkan dua belak keluarga mereka.
Namun, raut wajah cashe seakan menolak. "Aku akan pulang bersama Tuan Vizo, karena masih ada hal lain yang akan kami bicarakan." Balas Cashe. Penolakan itu terlihat jelas di raut wajah Cashe. Sementara Kings berpura-pura tidak memperhatikan mereka dan bahkan berbalik badan. Meskipun telinganya seakan terbuka sangat lebar untuk terus menguping.
"Cashe, aku bisa menjelaskan segalanya untukmu. Dengan begini, tidak ada pihak yang akan dirugikan." Ucap si pria yang bersama Jozhar.
"Jozhar, aku sedang tidak ingin terlihat bodoh dengan bertengkar bersamamu." Tegas Cashe yang sudah tersulut emosi.
Jozhar

Bzzzttt... tiba-tiba, getar ponsel milik Cashe mengalihkan perhatiannya, dan itu ialah ayahnya.
Mr. Craig: "Pulanglah bersama Jozhar, selesaikan permasalahan kalian dengan baik. jangan bertindak seperti seorang anak kecil." Ucap Mr. Craig menegaskan.
Cashe: "baiklah, daddy. Bye" ucap Cashe, yang tidak berkesempatan untuk membantah, karena perintah ayahnya adalah mutlak.
Mereka pun pulang berdua, dan Cashe berpamitan dengan Mr. Vizo juga Kings.
"Oh, jadi itu pria bajingan yang kau maksud, gadis kecil nakalku..." Kings hanya dapat menahan diri dan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.
***
"Kau bajingan! Kau pikir aku tidak tahu perbuatan tercelamu bersama para wanita di luar sana! Lalu, kau ingin playing victim denganku! Bodoh!" Cashe membentak Jozhar dan hampir memukul Jozhar.
Cashe yang ialah mantan atlit bela diri, tentu saja jiwa-jiwa kekerasannya meronta ketiak berhadapan dengan Jozhar.
"Cashe, kau pikir aku menyukai perjodohan ini? Aku pun sudah memiliki wanita yang sangat aku cintai. Hanya saja aku harus merelakan semua itu, demi kebaikan kita."
"Bodoh! Kau sungguh bodoh! Sebagai pria kau seharusnya memiliki pendirian teguh! Kau mengorbankan orang lain demi kebaikan yang menurutmu baik, tapi bagiku itu sangat konyol!"
"Cashe, katakan siapa yang bersamamu di club malam, pada malam itu?" Tanya Jozhar tiba-tiba.
Cashe terdiam, dan seakan kembali pada ingatannya yang sudah berusaha untuk ia lupakan.
"Mengapa? Kau mulai amesia sekarang? Ataukah sudah terbiasa berada di club malam, dan hal itu kau sembunyikan dari keluargamu?" ucap Jozhar mengintimidasi.
"Kau! Kau ingin mengancamku, huh!" Cashe meraih kerah leher kemeja yang sedang Jozhar kenakan.
"Kau sangat kasar Cashe, kau tidak seperti seorang putri pada umumnya,"
"Untuk apa, untukmu! Bodoh! Kau tidak perlu bersandiwara, kau hanyalah pria busuk bajingan! Sampai kapanpun, pernikahan itu tidak akan pernah terjadi!"
"Kemana Cashelie yang kukenal dulu, seorang yang sangat anggun nan lembut...hanya karena satu hal, kau menjadi beringas seperti ini padaku?" Ucap Jozhar.
"Turunkan aku di sini, atau aku akan memukulmu hingga mati di sini!" Ancam Cashe.
"Cashe, please... jangan seperti ini, kita bisa bicara baik-baik," Jozhar terus memohon. Hingga sebuah mobil tiba-tiba menghadang mereka.
"Jozhar!" Cashe berteriak nyaring, mereka hampir mengalami tabrakan.
"Hei! Keluar!" ucap beberapa pria tinggi tegap sembari menarik Jozhar keluar, sementara Cashe juga hampir terseret.
Tiba-tiba, Kings sudah ada di belakang mereka, sepertinya sejak tadi sedang menguntit.
"Lepaskan tangan kotormu dari gadis itu!"Ucap Kings dengan raut wajah penuh amarah, ketika dua pria menarik kedua pergelangan tangan Cashe, dan Cashe kesulitan dengan hal itu.
"Tuan, ini urusan kami. Pria ini harus bertanggung jawab atas kehamilan anak dari tuan kami. Namun, pria ini justru bersama wanita jalang yang baru ini!" Bentak salah seorang dari mereka.
"Jalang?" gumam Cashe.
"Jangan pernah mengatakannya jalang, atau kau akan mati!" Kings pun menghantam kedua pria tersebut, dan perkelahian pun tak dapat dihindari lagi.
Mereka berkelahi dengan cukup brutal, sementara Cashe pun tak sengaja terkenal tendangan maut dari salah seorang dari beberapa pria tersebut.
"Cashelie!" Teriak Kings juga Jozhar.
***
Akibat perbuatan Jozhar, Cashe pun harus menjadi korban dalam hal ini. Tak lama kemudian, para polisi datang untuk melakukan pengamanan atas kejadian tersebut. Ketika melihat beberapa sosok yang terkenal, para polisi ini sedikit heran namun tetap menjalankan tugas dengan cukup baik.
Perkara yang dilakukan oleh Jozhar tentu saja tidak ada kaitannya dalam pertengkaran ini, semua seakan kesalahan dari si penyerang, dan mengingat semua terekam cctv jalan. Sungguh, Jozhar sangat beruntung, kebusukannya tertutupi bahkan diputihkan.
"Mansion Kediaman Keluarga Craig"
Cashe dibawa ke mansion kediaman keluarganya, dan Kings lah yang membawa Cashe ke sana.
Semua berterima kasih pada Kings, sementara posisi Jozhar terancam ditendang dari posisi sebagai calon menantu.
"Sungguh berani membuat putri kami celaka, hanya karena perbuatanmu! Apa kau tahu, perbuatanmu dapat menghancuurkan martabat keluarga yang selama ini terjaga!" Bentak Grandpa Craig yang jauh lebih emosional.
"Ampuni aku Grandpa, sungguh ini hanyalah fitnah untukku... aku tidak mengira, jika Cashe akan seperti ini."Jozhar terus memohon pada keluarga Craig. Karena di sini lain, Jozhar sudah menaruh rasa suka pada Cashe.
"Grandpa, daddy dan mommy... juga semua yang ada di sini, aku umumkan bahwa aku tidak akan dengan pria penipu dan pecundang seperti ini." tegas Cashe sembari menunjuk ke arah Jozhar.
Cashe selalu berada di dalam pembelaan Grandpa Craig.
"Aku tidak sudi cucu perempuanku harus menikah dengan pria pecundang sepertimu." Tegas Grandpa Craig.
"Maaf tuan, pernikahan tidak bisa dibatalkan begitu saja. Apa yang akan dikatakan media bahkan masyarat, jika kedua belah pihak keluarga membatalkan pernikahan secara tiba-tiba. Terlebih lagi, kita sesama keluarga bangsawan terhormat, bukan?" ucap Mrs. Ebbie, ibu dari Jozhar.
"Kau sebagai wanita, harusnya sadar, bagaimana mungkin kami menikahkan putri semata wayang kami dengan pria seperti Jozhar! Ini sangat memalukan!" Timpal Mrs. Craig, ibu dari Cashe.
Suasana pun kian memanas, ketika Jozhar mulai mengatakan hal buruk tentang Cashe.
"Hanya karena satu kesalahanku, semua menjadi hancur?bukankah, itu hanya masa laluku, dan aku tidak pernah menghamili siapapun. Sedangkan kau Cashe, kau seorang pria di club malam, kau bahkan sering berada di club demi kesenangan pribadimu. Apakah itu tidak sangat memalukan? Namun, aku masih menerimamu dan memaafkanmu, bukan?" ucap Jozhar yang mulai memprovokasi keluarga mereka.
Semua tegang dan tetapan tajam mengarah ke Cashe. Karena sudah begini, Cashe pun tidak ingin lagi menutupi segalanya.
"Cashe, katakan yang sebenarnya, jika itu salah, maka mereka akan menanggungg fitnah keji ini. namun, jika semua itu benar, kau akan menerima akibat dari tindakan memalukanmu." Tegas Mr. Craig, ayah Cashe.
"Benar. Aku memang kerap kali pergi ke club malam dan menyamar sebagai orang lain, aku berpenampilan layaknya masyarakat sipil pada umumnya dan tak ada yang tahu aku sebenarnya. Mengenai aku bersama pria, itu semua tidak benar. Karena jika ada, itu adalah klienku." Ucap Cashe setengah gemetar.
"Tapi, Jozhar juga sudah bermain gila dengan para wanita di club malam, aku melihatnya sendiri!" bentak Cashe. Lalu Jozhar dengan tampang tidak tahu malu pun melakukan pembelaan diri.
"Cukup!"
"Mengapa kau melakukan hal ini pada keluargamu Cashe! Apa kau tahu, betapa sulitnya keluarga ini menjaga martabat agar tetap baik?" Tegas Mr. Craig dan tiba-tiba tangan itu dengan ringan memukul wajah cantik Cashe.
Plak!
Mr. Craig melayangkan telapak tangannya ke wajah cantik Cashe.
"Pernikahan ini dibatalkan, apapun risikonya! Kau, kau hanyalah lintah busuk yang mencoba memporak porandakan keluarga kami. Mulai detik ini, keluarga kami menutup komunikasi dengan kalian para penipu!" Bentak Grandpa Craig.
"Baiklah, jika seperti itu! Untuk ke depannya, didiklah putri anda dengan baik, karena bisa saja putri anda sendirilah yang akan menghancurkan anda!" Tegas Mrs. Ebbie lalu melangkah pergi.
Jozhar beserta ibunya pun pergi dengan cara tidak hormat. Sementara itu, Jozhar pun tentu akan tetap berada di dalam masalahnya sendiri, dan segala tipuannya pada keluarga Craig.
.
.
Cashe masih berdiri tegak setelah tamparan dari ayahnya.
"Kau sangat mengecewakan kepercayaan kami padamu, Cashe... kau tidak perlu lagi menjadi asisten pengacara itu! Karena alasan pekerjaan, kau mulai pintar berbohong!" Bentak Mr. Craig.
"Maafkan aku daddy, mommy, grandpa dan semuanya... aku hanya ingin menjalani kehidupan normalku. Kumohon, jangan berhentikan aku dari pekerjaanku..." ucap Cashe sembari tersungkur di hadapan seluruh anggota keluarganya.
"Kau tidak perlu mendikte daddy, kau sebaiknya renungkan tindakan bodohmu itu. Kembali ke kamarmu!" Bentak Mr. Craig.
Cashe pun melangkah pergi dengan perasaan hancurnya. Hanya karena hal ini saja semua sudah rusak. Lalu, bagaimana jika keluarganya mengetahui kenyataan cinta satu malam Cashe bersama Kings itu...
***
Meski sedang berada di dalam pengawasan ketat,Cashe akhirnya kembali diijinkan untuk tetap bekerja. Semua berkat kebaikan hati Grandpa Craig yang berusaha membujuk Mr. Craig.
Semua media pun mulai memberitakan tentang batalnya pernikakan Cashe bersama Jozhar. Semua cukup heboh namun tetap kembali normal, dan hal itu tidak berselang lama. Cashe pun harus tebal wajah, dalam menghadapi segala pandangan miring orang-orang pada dirinya.
Mulai sejak itu, Kings kerap kali bertemu dengan Cashe, dengan alasan untuk urusan pekerjaan. Semua berjalan dengan cukup baik, dan cara Kings pun cukup sopan. Hingga suatu ketika, Kings akhirnya bicara terus terang akan kebenaran sebenarnya.
Kebenaran apakah itu...
Tepatnya di area sisi kota A.
"Kurasa, kita sudah cukup aman untuk saling bicara." Ucap Kings yang terlihat serius.
"Ah, ya." Balas Cashe.
"Nona, bisakah aku mengenalmu lebih dekat lagi?" tany Kings yang terlihat sangat serius.
"Apa maksud ucapan Tuan Kings? Apakah serius dalam hal pekerjaan kita?" balas Cashe dengan senyuman lembut.
"Kumohon, ijinkan aku untuk menyukai Nona dan rasa suka ini tidaklah biasa." Ucap Kings terus terang.
Cashe terdiam sejenak, apakah ini terlalu cepat baginya.
"Bukankah tuan sendiri sudah mengetahui, jika aku tidak lama ini baru saja batal menikah?" Tanya Cashe gugup.

"Aku tahu semua itu, bahkan aku sudah tahu semua hal yang sebenarnya tidak dapat kau ungkapkan pada semua orang." Ucap Kings.
Tatapan Cashe pada Kings berubah tegang, dan seakan ucapan Kings mengarah ke kejadian malam itu.
"AKu ingin bicara di dalam mobil." Kings meraih tangan Cashe menuju ke arah mobil. Mereka hanya pergi berdua tanpa ada pengawalan khusus, namun Kings kini mulai terpengaruh kebiasaan unik Cashe. Yaitu suka menyamarkan penampilannya ketika berada di lingkungan luar.

***
Keduanya pun pergi dan kini berada di dalam mobil dan di area lapangan nan luas.
"Apa kau sungguh tidak mengingatku?" Tanya Kings serius. Cashe pun menggeleng.
"Nona Cashelie Craig, apakah benar-benar sudah melupakan pria yang bercinta denganmu di club' malam, pada malam itu?" Tanya Kings lagi.
Seluruh tubuh Cashe seakan tegang dania merasa gemetar hebat, seluruh aliran darahnya mengalir tak biasa.
Kings pun menunjukan sebuah video singkat ketika Cashe sedang berada di dalam pengaruh alcohol. Hingga akhirnya, Cashe benar-benar mengingat segalanya. Setelah sekian lama bersama dan saling mengenal. Akhirnya Cashe baru mengetahui, bahwa Kings ialah pria yang bercinta dengannya dan juga telah merenggut keperawanannya.
"Tidak mungkin itu tuan..." ucap Cashe menggeleng tak percaya. Mendengar hal itu Kings menjadi sangat marah.
"Kaulah yang sudah menyeretku sejauh ini, lalu kau ingin aku terus berpura-pura lupa?" Ucap Kings, kemudian meraih tengkuk leher Cashe.
"Akan kubuat kau mengingatnya!" Ucap Kings dan terus mencumbu CAshe dengan penuh gairah yang sudah membuatnya pening.
Cashe berusaha melawan, namun Kings juga ialah seorang mantan altit bela diri dan hingga kini masih aktiv berlatih.
"Lepaskan! Lupakan semua itu! Mulai detik ini, anggap semua hanyalah masa lalu dan jangan pernah usik kehidupanku lagi!" Tegas Cashe sembari menyentuh bibirnya. Sementara itu, Kings terlihat terluka di bagian bibirnya, akibat gigitan dari Cashe.
"Aku mencintaimu." Ucap Kings tiba-tiba, dan tentu saja CAshe tidak secepat itu percaya.
"Apakah, kau ingin mengatakanku pembual, huh! Ingat, kau yang sudah menodaiku terlebih dahulu." Ucap Kings mengejek. Hal itu membuat Cashe kian marah.
****