Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar

Ranjang Kakak Ipar

8.4 / 10.0
Maora menghadapi dilema rumit setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, resmi menikahi kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksa Maora tinggal bersama mereka. Kini, di bawah satu atap, Maora terjebak di antara kenangan intim masa lalu dan kewajiban menjaga kesetiaan pada sang kakak. Haruskah ia menyerah pada hasrat terlarang dengan suami kakaknya, atau bertahan menahan siksaan batin demi keluarganya?
Ringkasan Ranjang Kakak Ipar
Maora menghadapi dilema rumit setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, resmi menikahi kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksa Maora tinggal bersama mereka. Kini, di bawah satu atap, Maora terjebak di antara kenangan intim masa lalu dan kewajiban menjaga kesetiaan pada sang kakak. Haruskah ia menyerah pada hasrat terlarang dengan suami kakaknya, atau bertahan menahan siksaan batin demi keluarganya?
Baca Selengkapnya

Ranjang Kakak Ipar Bab 1

Siapa yang mengira, orang yang paling pendiam ternyata memiliki banyak topeng yang dikenakan, seperti Riky Suhendra. Kekasih Maora Salsabilla, pria itu tertangkap basah sedang bercumbu dengan Sinta, sahabatnya sendiri sekaligus teman kerjanya.

"Kamu Bajingan, Rik! Kamu lelaki nggak tau malu yang aku temui!" Maora memaki kedua orang yang saling tumpang tindih di atas ranjang.

Sorot mata Maora, yang selalu memancarkan cinta untuk Riky, kini tergantikan dengan rasa jijik untuk pria ini.

Riky mengambil pakaian yang berserakan di lantai, dia mulai mengenakan kembali bajunya satu persatu, sambil berusaha menjelaskannya pada Maora. "Kamu salah paham, Sayang. Aku di jebak oleh orang, pas kami lagi—i."

"Cuihh, bulshit!" Maora meludah ke arah Riky, baginya apa yang dikatakan pria ini tidak lebih dari sekedar pembelaan semata. Lagipula siapa Riky Suhendra? Hanya pria yang memiliki keberuntungan sedikit karena wajahnya yang elok. Sementara finansial pria itu, zonk! SPG pria di salah satu mall.

"Cukup, Rik! Kamu bukan CEO, apalagi anak Bupati. Kamu cuma orang biasa, siapa yang akan ngejebak kamu?! Nothing!" ujar Maora dengan emosi.

Sinta masih menutupi dirinya di atas ranjang, wanita itu seakan mentertawakan Maora dan itu terlihat dari raut wajah jalang ini.

Sial! Maora menghampiri Sinta, dia menatap tajam sahabatnya, atau mantan sahabat. Dengan emosi yang sudah di ubun-ubun, Maora melayangkan tamparan di wajah Sinta.

"Perempuan yang tidak punya harga diri kaya kamu itu, nggak beda jauh dari Jalang!" sungut Maora.

"Sialan! Berani kamu nampar aku, Ra?" Sinta beranjak dari duduknya, dia mulai menjambak rambut Maora yang panjang dan terurai dengan bebas.

Riky yang melihat dua wanita yang saling melerai itu hanya diam mematung. Dia seperti berada di atas angin, sebab merasa dirinya sedang menjadi bahan rebutan.

Maora yang dasarnya bar-bar, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan menjadi semakin gila. Dia tanpa sungkan langsung menendang perut Sinta.

Sinta mundur beberapa langkah, dia memegangi perutnya yang terasa sakit, mual menjadi satu. "Itu pantas untuk wanita murahan seperti kamu!" ucap Maora, dan berlalu pergi begitu saja.

Hujan yang mengguyur ibu kota, seakan menjadi teman kemelut hati Maora, dia menumpahkan segala rasa sesak di dada.

"Riky bajingang! Brengsek!" teriak Maora, suaranya yang keras menyamai gemuruh di angkasa.

Satu tahun menjalin hubungan dengan Riky, siapa yang mengira akan berakhir dengan sangat mengenaskan.

Langkah kaki Maora yang begitu cepat, menimbulkan suara di koridor. Dia membuka pintu kamar kostnya dan langsung berhambur memeluk Ayu.

"Ada apa, Ra?" tanya Ayu heran. Dia juga tidak bisa menolak saat Maora menangis di dekapan, meskipun pakaiannya ikut basah.

"Riky … dia selingkuh, Yu." Maora semakin terisak dalam bahu Ayu. Sahabatnya itu terus menepuk punggung Maora, mencoba memberi rasa tenang.

"Kamu udah yakin dia selingkuh?" Ayu berusaha bersikap bijak dalam mencerna ucapan Maora.

"Aku yakin! Orang aku sendiri yang mergokin dia selingkuh sama Sinta, mereka lagi wik-wik!" tukas Maora, sambil sesekali menyedot ingusnya yang menerobos keluar.

"Ihh, jorok, Ra. Astaga." Ayu seketika mendorong tubuh Maora ke belakang.

"Aku-aku tadi nggak sengaja ngeliat dia sama Sinta, masuk Hotel Berlin. Aku kira mereka ada perlu di sana, tau-taunya mereka malah nganuuuu." Maora semakin kencang menangis, mata dan hidungnya juga mulai memerah. Ingus yang terus saja keluar dia lap dengan bajunya sendiri.

"Astaga, Maora. Kenapa jorok banget sih!" Ayu memilih beranjak dan mengambil kotak tisu di atas meja dan melemparnya pada Maora. "Pakai ini!" sambungnya lagi.

Maora mengambil lembaran tisu sebanyak-banyaknya, dia mengelap cairan ingus dan juga air matanya, sambil terus sesenggukan.

Seketika Ayu teringat akan undiannya yang memenangkan liburan ke Bali. Dia mendapatkan itu dari Giveaway di Instagram. Beruntung bukan, tetapi sayang, seribu sayang dia tidak bisa pergi. Mendadak kakaknya yang di kampung akan mengadakan hajatan, keponakannya akan di sunat.

"Ra, daripada kamu galau begini, mending kamu gantiin aku aja. Aku ada tiket buat ke Bali, dapat Giveaway, kamu mau nggak?"

Maora yang sedari tadi hanya menangis, dan menghabiskan puluhan lembar tisu untuk menghapus sisa air mata. Dia mendongak ke arah Ayu yang membelakanginya.

"Ke Bali? Serius, Yu?" Maora bertanya dengan nada tidak percaya.

"Iya, berangkat besok pagi. Aku cari tiketnya dulu, kayaknya aku taruh di sini." Ayu terus mencari-cari selembar kertas tersebut.

"Ketemu!" pekik Ayu setelah mendapatkan sesuatu yang ia cari.

Ayu dan Maora sedikit mengobrol tentang rencana sahabatnya ini yang batal ikut, dan menghubungi panitia penyelenggara untuk menggantikan dia.

Setelah semua beres, Maora mengganti pakaiannya, dan terlelap di ranjang empuknya. Saling berpelukan bersama Ayu.

Keesokan paginya, Maora sudah bersiap di bandara hanya tinggal menunggu keberangkatannya. Menurut waktu tempuh dari Jakarta ke Bali menghabiskan sekitar dua jam pernerbangan.

Menunggu cukup lama, Maora akhinya dapat duduk dengan tenang, saat pesawat mulai Take Off meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta.

Dua jam berlalu di dalam pesawat, kini Maora sudah menginjakkan kakinya di Pulau Bali.

Maora segera menuju hotel tempat dia menginap nantinya, melepaskan rasa lelah di sekujur tubuh.

Semoga saja dengan menghabiskan dua hari di pulau ini, Maora dapat melepaskan rasa sakit hatinya tentang Riky.

***

Haidar Alvaro menatap nanar kelopak bunga mawar yang bertaburan di ranjang, seharusnya besok adalah hari bahagianya. Namun, Vivian malah pergi meninggalkannya begitu saja demi karier di Negeri Paman Syam.

Terkadang Alvaro berpikir, apa cinta Vivian tidak sama besar dengan dirinya? Mengapa wanita itu lebih memilih bekerja keras, dan merusak tubuhnya hanya untuk pujian dari para wartawan.

Sementara Alvaro mampu memberikan segalanya untuk Vivian, dia bisa menjamin kehidupan wanita itu akan mengalahi Luna Maya.

Alvaro mengembuskan napas kasar, dia berjalan keluar kamar, mencari kesenangan untuk melupakan masalah hatinya.

Bar Adrena menjadi tujuan Alvaro ketika dia dilanda masalah seperti ini, hiruk pikuk anak manusia yang bergoyang di bawah lampu disko, dan bau alkohol yang memenuhi tempat tersebut. Mungkin saja dia bisa mendapatkan sesuatu yang Amazing nantinya.

"Mas, wine satu," pinta Al kepada bartender.

"Oke." Bartender mulai meracik pesanan Alvaro, menuangkan segelas wine dan juga beberapa potong es batu. "Silahkan, Pak." Bartender menyerahkan segelas wine pada Alvaro.

"Thanks," ucap Al.

Alvaro mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru, matanya menangkap sosok bidadari yang telungkup di meja. "Mabok berat kayaknya."

Alvaro menghampiri wanita tersebut, wanita asing yang tidak sama sekali dikenal. "Hai," sapanya seramah mungkin.

Wanita tersebut mengangkat wajahnya, tatapan matanya sayu dan tanpa babibu, wanita ini mencium Alvaro begitu saja.

Bau alkohol menyeruak di bawah pangkal hidungnya, saat sang wanita mengembuskan napasnya.

Shit! Bukan ini yang diinginkan Alvaro, dia hanya mengajaknya berkenalan, dan tidak mengharapkan ciuman. "Maaf, Nona." Alvaro mendorong pelan kepala wanita ini, akan tetapi, perempuan ini malah berteriak kencang.

"Tolong! Tolong, saya mau diperkosa!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ranjang Kakak Ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula tenang seketika runtuh setelah ia mendapati benda asing milik seorang wanita di koper suaminya. Kejadian tak terduga ini menuntunnya mengungkap berbagai kebusukan dan rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami dengan rapi. Terluka akibat perselingkuhan tersebut, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang berat. Apakah ia akan pasrah menerima rasa sakit, atau justru memilih bangkit untuk membalas dendam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED