Bab 1

Pagi ini, saat cuaca mulai mendung dan gerimis turun di Houston tidak menghalangi langkah seorang gadis cantik berusia dua puluh satu untuk keluar dari flat sederhana dan meletakkan beberapa bungkusan di dalam keranjang sepedanya . Matanya melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan..

"Ehmm .. masih jam setengah enam pagi . sebelum kakek bangun lebih baik aku pergi."

Ia mengayuh sepedanya ke tiga toko kue di tempat berbeda yang jaraknya tidak terlalu jauh dari flat sederhana yang di tinggali . Sesekali ia melirik arlojinya , hatinya di penuhi kecemasan dan bayangan kakeknya menari-nari di pikirannya . Setelah mengantarkan kue-kue dagangannya ke tiga toko kue tersebut dan menerima uang hasil penjualan kue minggu lalu , langsung kakinya mengayuh sepeda pulang ke flat .

"SAMANTHA WALKER... SAMANTHA WALKER..."

Teriak seorang pria tua dari dalam flat,

"Iya kakek Johnson..."

Sahut Samantha Walker sembari membuka pintu depan flat.

"Darimana saja kamu , Samantha Walker .?. Apa kamu mau membuang kakekmu yang tua renta ini ke panti jompo .?"

Samantha Walker tersenyum mendengar omelan kakeknya,

"Yuhuuyyy... Tiada hari tanpa omelan kakekku tersayang ini .!. Ayo kumandikan kakek lalu kita sarapan berdua.!""

Samantha Walker berjalan dengan langkah pasti menuju ke kamar tidur kakeknya. Dengan penuh kesabaran , gadis cantik itu merawat kakeknya. Ya, Samantha Walker tinggal berdua dengan Johnson Walker kakeknya , semenjak ia masih berusia sepuluh tahun karena kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil beruntun di Houston. Jika dulu, kakeknya yang merawatnya, sekarang berbalik.. ia yang merawat kakeknya .

*KNOCK..KNOCK*

"Ya tunggulah sebentar .!"

Seru Samantha Walker yang sedang menuntun kakeknya ke ruang ke ruang keluarga.

"Kakek duduklah dulu !. Aku mau membuka pintu .!"

Bergegas Samantha Walker membuka pintu ruang tamu. Matanya terbelalak melihat...

"Carl Davidson..,"

serunya dengan nada yang terdengar kaget yang seimbang dengan ekspresi wajahnya yang rumit pula.

"Kamu kaget melihatku , Samantha Walker.?"

Tanya pemuda bertubuh tinggi besar dengan nada yang terdengar familiar, ia langsung memeluk dan mengecup bibir gadis cantik Houston.

"SIAPA YANG DATANG , SAMANTHA WALKER CUCUKU .?"

Teriak kakek Johnson Walker dari ruang keluarga, belum sempat Samantha Walker menjawab pertanyaan kakeknya , pemuda itu sudah melangkah masuk ke dalam , suara detak sepatunya menggema memenuhi ruangan.

"Aku Carl Davidson. apa kamu masih mengingatku , kakek Johnson Walker .,?"

Ucapan ramah Carl Davidson membuat kakek Jonson Walker menoleh dan berseru bahagia...

"Carl Davidson ..!"

Kebahagiaan terpancar di wajah kakek Johnson Walker yang berseri-seri.

"Kubawakan sarapan untuk kita bertiga, kek . Kita harus sarapan sambil menonton siaran langsung pertandingan sepak bola di tv.!"

Bisik Carl Davidson pada kakek Johnson Walker yang langsung terkekeh sembari menepuk-nepuk pundak pemuda itu,

meskipun mereka berdua bukan kakek dan cucu kandung tapi sudah akrab sekali. Pemuda bertubuh tinggi besar itu mengangkat wajahnya menatap Samantha Walker gadis cantik yang masih melongo menatapnya , Carl Davidson melangkah mendekati Samantha Walker yang masih berdiri mematung melihatnya,

"Sampai kapan kamu menatapku dan pintu tidak di tutup , Samantha Walker .?"

Carl Davidson mengulurkan tangannya memegang knop daun pintu dan menutupnya kemudian tangan kanannya menggandeng Samantha Walker berjalan menuju ke dapur namun saat mereka berdua melewati kamar tidur gadis itu yang pintunya terbuka sedikit , langsung Carl Davidson menariknya masuk ke dalam kamar .

"Mau apa kita ke.."

Bibir Carl Davidson langsung membungkam bibir Samantha Walker yang belum sempat selesai bicara.

Carl Davidson memeluk lembut pinggang Samantha Walker sambil menciumi bibirnya.

"Berhentilah menciumiku , Carl Davidson !. Aku harus menyiapkan sarapan buat kakekku !."

Samantha Walker berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Carl Davidson di pinggangnya.

"Aku merindukanmu , Samantha Walker."

Carl Davidson enggan untuk melepaskan.

"Apa kamu tidak mencintaiku, Samantha Walker .?. Apakah sudah ada laki lain yang menggantikan diriku .?"

Ia bertanya dengan nada tidak suka, Samantha Walker mendekatkan wajahnya...

"Aku mencintaimu dan selalu menunggumu datang , Carl Davidson. Tapi hari ini kamu datang bagaikan hantu yang tiba-tiba berdiri di depan pintu dan aku masih tidak yakin Jika itu dirimu, jangan-jangan itu hantu yang menyerupai Carl Davidson kekasihku."

Samantha Walker berucap dengan membulatkan matanya dengan sempurna yang membuat Carl Davidson tertawa. Mereka berdua keluar dari kamar langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

"Samantha Walker , hari ini aku menginap di sini dan sebaiknya besok kamu dan kakekmu pindah ke rumah baru ."

Ucap Carl Davidson sembari membantu Samantha Walker yang tengah membereskan semua makanan yang di dapur untuk disajikan di meja makan.

"Bicaralah pada kakekku , Carl Davidson.!"

ketika Carl Davidson menoleh , sebuah ciuman lembut mendarat di pipinya. Samantha Walker tidak mau mengambil keputusan karena sudah terbiasa dari kecil jika ia selalu memprioritaskan semua keputusan harus dari kakeknya yang sudah mengasuh dirinya semenjak kecil dengan limpahan kasih sayang.

"Kamu benar-benar menggemaskan , Samantha Walker."

Ia menatap Samantha Walker yang tengah tersenyum manis padanya. Senyuman manis inilah yang membuat Carl Davidson pengusaha muda itu makin mencintainya. Sebuah rumah minimalis minimalis khusus dibelikan Carl Davidson untuk Samantha Walker kekasihnya . Awalnya mereka berdua hanyalah teman sepermainan semasa kecil , akhirnya Samantha Walker menjadi kekasihnya Carl Davidson yang sekarang telah menjadi seorang pengusaha sukses di bidang otomotif , tak heran jika ia memiliki koleksi mobil mewahnya seperti Bugtti Chiron, Bugatti Veyron, McLaren Senna, Ferrari F12 TDF, Rolls Royce Ghost, Rolls Royce Phantom, Rolls Royce Cullinan dan masih banyak lagi. Jika Samantha Walker berusia dua puluh satu tahun , Carl Davidson sekarang berusia dua puluh lima tahun. Perbedaan usia yang hanya empat tahun tidak bisa menjadi penghalang bagi hubungan asmara mereka yang sudah berjalan setahun dan memang mereka berdua merahasiakan hubungan ini atas kehendak Carl Davidson.

💃

DUA HARI KEMUDIAN,

"SAMANTHA WALKER... SAMANTHA WALKER.."

Teriak Carl Davidson sambil keluar dari mobil mewahnya ,, kakinya melangkah lebar memasuki halaman rumah. Tidak terdengar suara sahutan dari kekasihnya , malah terdengar tangisan kakek Johnson Walker dari dalam rumah.

"Pintu rumah terkunci , kemana Samantha Walker.?"

Guman Carl Davidson yang berusaha masuk ke dalam rumah tapi pintu terkunci rapat, tangannya merogoh saku jaketnya , mengambil kunci duplikat dan bergegas membuka pintu..

"Kakek.. kakek Jonson Walker.."

Panggil Carl Walker pada pria tua yang sedang menangis di dalam kamarnya.

"Mana Samantha Walker cucuku .?

Tanya kakek Johnson Walker lemah, suaranya nyaris tak terdengar.

Bab 2

Carl Davidson duduk diam di hadapan kakek Johnson Walker, berulang kali dia menelpon ke ponsel kekasihnya namun selalu mailbox . Pengusaha otomotif tampan itu berusaha menahan amarahnya , ia menarik nafas panjang dengan sorot mata tajam sarat emosi .

"Di mana Samantha Walker berada saat ini.?"

Desisnya sembari mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat di atas paha.

💃

Sedangkan di waktu yang bersamaan, saat ini di dalam sebuah kamar Presidential Suite hotel The Post Oak .

"Aahhh... Adriano , ini yang kumau..."

Desahan kenikmatan Menchie Reagen bertubuh mulus nan sexy dengan suara penuh nafsu menggema di dalam kamar Presidential Suite , ia menggelinjang kenikmatan di atas ranjang. Adriano Santiago makin meremas sambil menjilati dua payudara montok menchie Reagen gadis sexy yang sudah setahun ini resmi menjadi kekasihnya.

"Aku mau kamu liar seperti hewan kelaparan di atas ranjang , Adriano.!"

Perintah menchie Reagen sembari mendorong tubuh Adriano Santiago kekasihnya dan kedua tangannya melucuti gaunnya sendiri yang sudah setengah terbuka kemudian dilemparkan sembarangan di atas lantai. Pria itu menelan ludahnya sendiri , melihat tubuh putih mulus Menchie Reagen.

"Kamu mau kita kasar seperti biasanya , menchie .?"

Tanya Adriano Santiago sembari melepas kemeja dan celana panjang kemudian di letakkan di atas kursi. Menchie Reagen menggangguk manja , kedua matanya mengerling centil.

"Kamu bawa , sayang .?"

Tanya Adriano seraya memungut gaun kekasihnya dari lantai dan meletakkan di atas kursi. Menchie Reagen dan Adriano Santiago ini sepasang kekasih yang sangat se-iya sekata jika berkolaborasi dalam urusan ranjang karena mereka berdua sama-sama berbahagia saat Adriano menyakiti menchie Reagen yang merasakan sakit , ya mereka pasangan sadomasoskis.

"Kuikat kedua tanganmu ya , menchie sayangku .!"

Pinta Adriano Santiago sembari membuka tas milik menchie , diambilnya tiga kain seukuran sepanjang lengan orang dewasa .

"Ya, Adriano sayangku .!"

Genit suara Menchie mengundang gairah sex Adriano Santiago , dengan gaya menantang pula ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar di hadapan pemuda tampan Amerika itu yang langsung mengikat kedua pergelangan tangannya di sisi kanan kiri kepala ranjang kemudian menutup kedua mata kekasihnya dengan kain yang melingkari kepalanya lalu di ikat di belakang kepala dengan erat .

"Aku mau kita saling memuaskan di ranjang , menchie sayang.!"

Ucap Adriano Santiago setelah mengikat kain hitam menutupi mata menchie Reagen, kemudian tangan kekar itu mengambil cambuk berukuran sedang di dalam tas Menchie Reagen, pelan-pelan di ayunkan cambuk ke atas udara lalu...

*CETARR...*

Ujung cambuk mengenai pinggang mulus Menchie Reagen..

"AAHHH..."

Teriak Menchie Reagen yang terkejut namun ia mulai merasakan kenikmatan sensasi sex .

*SRREEEKK..*

Dengan sangat kasar Andriano Santiago merobek celana dalam ala G-string yang dikenakan menchie Reagen.

"Buka lebar-lebar kakimu, jalang betina cintaku .!"

Desis Adriano Santiago dengan dingin sambil membuka kasar kedua kaki menchie Reagen lebar-lebar. Pemuda tampan Amerika mulai membenamkan wajahnya di selangkangan kekasihnya, lidahnya mulai menjilati 'milik' menchie dan menggigit sekeras mungkin klitoris kekasihnya.

"AAAHH...SAKIT... ADRIANO..."

Menchie Reagen merasakan sensasi sakit yang begitu mendebarkan ketika Adriano Santiago menggigit keras klitorisnya , makin bergairah ia menerima rasa sakit tersebut.

"Ini masih permulaan, menchie sayangku. "

Ujar Adriano Santiago seraya mengangkat wajahnya , di ambilnya cambuk lalu...

*CETARR....CETARR....CETARR....*

Berulangkali ia mencambuki tubuh bugil kekasihnya yang terikat di atas ranjang. makin keras cambukan Adriano Santiago, makin bergairah Menchie Reagen menerima rasa sakit tersebut. Bahkan Adriano Santiago makin kesetanan mencambuki , matanya menatap dengan tatapan nyalang pada tubuh kekasihnya yang menggeliat- geliat kesakitan namun tak bisa menahan rasa kenyang kenikmatan yang berbalut sakit dan ini tak jarang semakin membangkitkan gairah seksual Adriano Santiago.

"AAHHH...SAKIT.... SAKIT..."

Teriakan kesakitan yang keluar dari mulut Menchie Reagen bagaikan alunan musik memikat di telinga Adriano Santiago.

"Binatang betina , hisaplah penisku .!"

Perintah Adriano Santiago dengan kata-kata kasar melecehkan , tapi bagi menchie Reagen... Itulah kata-kata rayuan terindah yang menambah nafsu birahinya makin menggelegar dalam dirinya.

"Buka mulutmu, binatang betina sayangku.!"

Adriano Santiago memajukan badannya , dengan posisi berjongkok di atas wajah menchie Reagen yang membuka mulutnya. Pemuda tampan itu mengatur posisi nyaman agar penisnya bisa tepat sasaran masuk ke dalam mulut kekasihnya.

"mmmhhmm... Nikmatnya... Hisapannya binatang betina kesayanganku ini .!"

Guman Adriano Santiago penuh kenikmatan sambil memejamkan kedua matanya, saat penisnya dikulum Menchie Reagen.

*PLAK ..PLAK .. PLAK ..*

Tangan Adriano Santiago berkali-kali mendarat di pipi mulus kekasihnya namun Menchie Reagen tidak memperdulikan rasa sakit tamparan di pipi kanan kirinya karena ia terbuai kenikmatan dan gadis sensual itu tetap fokus mengulum penis Adriano Santiago.

"oohhh.. Menchie.. luar biasa hebatnya kamu bisa menghisap penisku seperti ini.!"

Sanjung Adriano Santiago pada kekasihnya yang masih fokus mengulum dan menghisap penis pemuda tampan Amerika.

"ingin kukulum buah zakarmu , Adriano.!. Anjing Jantan kesayanganku, sodorkanlah zakarmu ke mulutku .!"

ucap nakal Menchie Reagen sembari menjilati 'milik' Adriano Santiago yang makin tegang.

"Ini ... Kulumlah sepuasmu, menchie binatang betina cintaku .!"

Adriano Santiago menggeser tubuh dan mengatur posisi sehingga buah zakarnya tepat masuk di mulut Menchie Reagen.

"Ohhh ... enak sekali , menchie.!. Kamu benar-benar binatang sex bagiku. Aku mencintaimu.!"

Menchie Reagen pun merespons dengan menyedot sekuat mungkin dan menggigit buah zakar kekasihnya.

"AUWWW... SAKIT , MENCHIE BANGSAT SAYANGKU.!"

Teriak Adriano Santiago yang kesakitan karena gigitan kekasihnya di buah zakarnya, tangannya langsung menarik rambut panjang Menchie Reagen.

"AUWWW.."

Teriak Menchie Reagen kesakitan. Sepasang kekasihnya mulai saling menyakiti dan teriakan kesakitan yang di sertai makian melecehkan dari mulut mereka menambah keliaran gairah sex mereka. Adriano Santiago menarik tubuh kekarnya perlahan-lahan lalu menindih tubuh Menchie Reagen , dengan sekali hentakan yang sangat kuat dan dalam.

"Auww... Nikmatnya, Adriano..."

Pekik Menchie Reagen, bergegas Adriano membuka ikatan di tangan dan mata kekasihnya.

"Masuk semua kan, menchie sayangku .!"

Bisik Adriano Santiago yang terus melanjutkan gerakannya dengan penuh semangat, tangan Menchie Reagen meraih cambuk yang tergeletak di sisi kemudian....

*CETARR....CETARR....CETARR.......*

Berulangkali ia mencambuki punggung kekasihnya,

"AUWww.... AUWWW... "

Adriano Santiago berteriak kesakitan tapi Menchie Reagen tidak berhenti mencambuki punggung kekasihnya. Meskipun Adriano Santiago kesakitan namun gerakannya makin menggila di atas tubuh bugil menchie Reagen yang juga merasa kenikmatan melihat wajah pria tampan itu kesakitan.

"Aahhhmmm... Nikmatnya goyanganmu, Adriano .!"

Adriano Santiago dan Menchie Reagen memang berbeda dengan orang lain yang justru akan berhenti melakukan hubungan sex ketika merasa sakit, namun ...

Bab 3

sepasang kekasih yang sama-sama pengidap masokis ini justru semakin merasa puas jika hubungan intim yang dilakukan semakin menimbulkan rasa sakit. Mereka berdua makin menggila di ranjang , dua tubuh bugil bergumul meluapkan birahi sex dengan saling menggigit dan mencambuki yang akhirnya membawa mereka berdua menuju puncak kenikmatan .

yang tak terlupakan.

"Ohh...nikmatnya , Adriano Santiago. Aku mau orgasme denganmu, laki binatang .!"

Desis Menchie Reagen yang hendak orgasme. Adriano Santiago menyeringai sembari mengusap peluh di keningnya...

"Ya, kita orgasme bersama...menchie cintaku... Aacchhh.."

"AAAHHH.... Adriano..."

mereka berdua merasakan sensasi orgasme yang melampaui batas , tiba-tiba...

"ADRIANO SANTIAGO, KAMU TIDAK PAKAI KONDOM... AKU JUGA TIDAK MINUM PIL. KENAPA KAMU KELUARKAN SPERMAMU DI DALAM VAGINAKU .?. BAGAIMANA JIKA AKU HAMIL.??!!"

Teriak Menchie Reagen histeris seraya mendorong dada sixpack Adriano Santiago namun kedua tangannya malah merengkuh kuat tubuh bugil gadis itu dan makin di tancapkan kuat-kuat penisnya lalu dikeluarkan semua cairan putih kental tanpa sisa ke dalam vagina kekasihnya. Di abaikan cakaran di bahunya.

"Aku mencintaimu, lebih bagus kamu hamil.! Itu yang kuinginkan darimu , Menchie Reagen.!"

Desis pemuda tampan Amerika itu dengan suara serak sembari menggulingkan tubuhnya di samping Menchie Reagen.

"TIDAAKKK...."

Teriakan Menchie Reagen menggema memenuhi kamar presidential suite.

Gadis berambut pirang panjang indah itu mendengkus kesal, ia berbalik menoleh menatap kekasihnya yang tengah tersenyum getir dan tatapan sedih padanya.

"Aku serius mencintaimu dan ingin menikahimu. Aku bukan pemuas nafsu birahimu , Menchie Reagen."

"tidak segampang itu , Adriano Santiago.!."

nyalang sekali , tatapan Menchie Reagen.

"Aku bukan laki melarat dan pastinya sangat bisa menafkahimu, menchie Reagen.!. Kekayaanku tidak kalah dengan kekayaan daddy-mu.!"

Ucap Adriano dengan tegas dan penuh penekanan namun Menchie Reagen mengabaikan semua ucapan kekasihnya. Ia malah bangkit dari ranjang dan memakai gaun mininya lalu melangkah keluar kamar.

*BRUAK*

Adriano menghela napas dengan kasar .

"Kamu kira bisa seenaknya meninggalkanku , Menchie Reagen .!. Perusahaan daddy-mu tidak pernah bisa mengalahkan perusahaanku.!"

Terdengar ucapan beraroma sakit hati yang berasal dari mulut lelaki tampan Amerika itu , tanpa membuang waktu.. Adriano Santiago langsung membersihkan dirinya karena harus secepatnya pergi ke kantornya untuk bertemu dengan beberapa kolega bisnisnya. Bergegas ia keluar dari hotel dan langsung masuk ke dalam mobilnya kemudian diluncurkan dengan kecepatan tinggi.

*BRUAK*

Mobil yang di kendarai Adriano Santiago menabrak sepeda yang berhenti saat lampu merah. Sontak, Samantha Walker dan sepedanya terjatuh. Matanya terbelalak saat melihat sebuah dus kue terpental dari keranjang sepedanya dan... Tart ulang tahun hancur berantakan.

*TIINNNNN....*

Samantha Walker menoleh ke mobil yang membunyikan klakson panjang. Kaca jendela mobil terbuka dan seorang pria tampan berkacamata hitam berteriak..

"HEI... MINGGIRLAH, AKU HARUS CEPAT KE KANTOR.!"

Seketika itu juga, meledak emosi Samantha Walker. Semua orang di jalan memperhatikan gadis cantik itu bangkit berdiri dari jalan aspal lalu berjalan menghampiri mobil yang menabrak sepedanya dan berkata dengan tegas dan amat sangat penuh penekanan.

"Keluar kamu dari mobil busukmu .. atau aku berteriak jika kamu penjahat agar semua orang mengeroyokmu dan memukulimu.!"

Biasanya Adriano Santiago sangat suka ketika para perempuan datang secara tiba-tiba dan mengajaknya berkenalan, tapi tidak kali ini.

*BRUAK*

Kaki Samantha Walker menendang pintu mobil , terpaksa dengan kesal... Adriano Santiago pun keluar dari mobilnya.

"Lihat...lihat... Ini bukti ketololanmu.!"

Tangan Samantha Walker menarik dasi Adriano Santiago yang melingkar di lehernya akhirnya ia berjalan bagaikan sapi yang di tarik tali pengikat di lehernya.

"Kamu menghancurkan tart ulang tahun kakekku dan mulutmu tak bisa minta maaf .!"

Geram campur dongkol nada suara Samantha Walker seraya menunjuk Tart yang remuk di jalan. Dengan santainya dan tanpa merasa bersalah sedikit pun, Adriano Santiago mengambil dompet dari dalam saku jasnya .

"Hanya masalah tart jatuh tapi kamu berlaku tidak sopan padaku. !. Kamu menendang pintu mobilku dan menarik dasiku .!. Ambillah ini dan belilah tart agar kakekmu bisa makan .!"

Samantha Walker tidak bisa menahan emosinya melihat keangkuhan Adriano Santiago. Gadis cantik itu berkacak pinggang sambil memejamkan kedua matanya kemudian menarik nafas dalam-dalam sambil membuka matanya.

"Kuajarkan padamu , bagaimana caranya harus bersabar, keledai dungu .!"

Desis Samantha Walker mengambil sepuluh lembar uang seratus dolar yang disodorkan Adriano Santiago di depan wajahnya.

"akhirnya kamu ambil juga uangku.!. Kamu gadis miskin .!"

Hina Adriano Santiago dengan menyeringai licik,

"Benarkah demikian, keledai dungu .?"

Tanya Samantha Walker dengan ekspresi wajah tidak suka yang seimbang dengan nada sinis dan kedua tangannya meremas sepuluh lembar uang seratus dolar lalu melemparkan ke wajah Adriano Santiago

"Aku tidak butuh uangmu , keledai dungu.!."

Belum habis rasa terkejut Adriano Santiago , buru-buru Samantha Walker membungkukkan badannya dan kedua tangannya mengambil tart yang remuk kemudian..

*BLUPP..*

Samantha Walker menempelkan tart ke wajah Adriano Santiago.

"Aku dan kakekku miskin tapi kami punya harga diri , keledai dungu .!"

Melongo Adriano Santiago melihat gadis itu dengan beraninya mengotori wajahnya dengan tart lalu melap kedua tangannya yang berlumuran krim tart ke jas yang dikenakan Adriano Santiago, tidak berhenti sampai di sini. Semua orang melihat Samantha Walker mengambil sepedanya yang rusak tergeletak di jalan.

*BRUAKK..*

Melongo Adriano Santiago melihat gadis cantik itu dengan beraninya melemparkan sepedanya mengenai kaca mobilnya.

"Tidak kuijinkan seorang pun termasuk kamu berani menghina kakekku, keledai dungu.!"

Samantha Walker berucap dengan nada yang sangat menuntut dan tatapan mata tajam mengerikan. Kemudian dengan penuh percaya diri , tangannya melambai ke atas..

"TAXI...."

Taxi berhenti tepat di depan Samantha Walker yang berjalan masuk ke dalam taxi yang langsung meluncur meninggalkan Adriano Santiago yang masih berdiri mematung , semua orang yang menonton kejadian itu bertepuk tangan sambil tertawa mengejek Adriano Santiago. Sopir taxi melirik Samantha Walker dari kaca spion , hatinya terenyuh melihat gadis itu menunduk sambil mengusap kedua matanya yang berair.

"Selamat ulang tahun buat kakekmu .!"

Samantha Walker mengangkat wajahnya dan menjawab...

"Terima kasih, pak."

"Tadi aku melihat kejadian itu. Janganlah bersedih !. Pasti orang tuamu juga membelikan tart di hari ulang tahun kakekmu .!"

Sopir taxi itu berusaha menghibur Samantha Walker yang langsung menggelengkan kepalanya seraya menoleh menatap pemandangan jalan raya dari kaca jendela taxi.

"Orang tuaku sudah meninggal dan aku hidup berdua dengan kakekku ,pak."

Samantha Walker menunduk, air mata tipis jatuh di pipinya. Namun, dalam sekejap ia menghapus air matanya tapi tidak bisa menghapus kesedihannya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED