Sampul Novel Kencan Buta Salah Alamat

Kencan Buta Salah Alamat

8.3 / 10.0
Tujuh tahun Cinta terjebak dalam zona pertemanan demi Raka, namun hatinya hancur saat pria itu memilih wanita lain. Di tengah kepedihan, ia terpaksa menggantikan sahabatnya menghadiri kencan buta. Tak disangka, ia salah menemui orang dan justru berhadapan dengan calon bosnya sendiri. Meski berawal dari kesalahan memalukan yang merusak rencana, insiden salah alamat ini justru menjadi awal takdir unik yang mempertemukan Cinta dengan jodoh sejatinya.

Kencan Buta Salah Alamat Bab 1

Pipi Cinta terasa dingin. Bukan karena AC, tapi karena lapisan es yang menempel di cermin.

Dia menekankan pipi kanannya pada permukaan cermin kamar mandi, berharap dinginnya bisa menyerap sensasi panas, perih, dan bodoh yang memenuhi kepalanya. Air mata? Sudah kering. Tisu bekas ingus dan air mata sudah menumpuk di tempat sampah kecil samping kloset, menjadi monumen kegagalannya selama tujuh tahun terakhir.

Tujuh tahun.

Tujuh tahun itu bukan waktu yang sebentar. Itu waktu yang cukup untuk menyelesaikan kuliah, punya gelar ganda, bahkan sempat ganti genre musik favorit tiga kali. Tapi, Cinta menghabiskan tujuh tahun itu hanya untuk satu orang: Raka.

Raka Adiputra, si manusia menyebalkan yang selama ini Cinta yakini adalah tulang rusuknya yang hilang. Selalu ada untuknya, selalu tertawa saat dia membuat lelucon garing, selalu membawakan matcha latte saat dia sedang stres mengerjakan deadline-semuanya terasa sempurna, seolah mereka sedang menjalani sebuah cerita romantis yang hanya menunggu bab "Jadian" tiba.

Namun, bab itu tidak pernah datang.

Justru, bab yang datang adalah "Raka dan Wanita Lain".

"Aku dan Luna mau serius, Cin," kata Raka tiga minggu lalu. Sambil menatap Cinta, tanpa sedikit pun keraguan atau rasa bersalah di matanya. Hanya ada kebahagiaan murni, kebahagiaan yang tidak pernah Raka tunjukkan saat mereka berdua saja.

Cinta masih ingat bagaimana ia berusaha mati-matian tersenyum saat itu. Ia ingat bagaimana tenggorokannya tercekat, dan ia hanya bisa berujar, "Oh, baguslah. Luna cantik, Ka."

Luna cantik, Ka. Kalimat itu sungguh munafik. Cinta ingin berteriak, ingin melempar cangkir kopi ke wajah Raka, ingin mengguncangnya sambil bilang, Aku di sini, tujuh tahun di sisimu! Apa aku nggak cukup cantik? Tapi, yang keluar hanyalah pujian standar yang menyakitkan.

Dan kini, tiga minggu setelah pengakuan itu, Cinta masih stuck di dalam kamar, mengutuk takdir dan dirinya sendiri yang terlalu pengecut untuk mengakui perasaan.

Kenapa nggak bilang? Kenapa harus jadi sahabat terus?

Jawabannya karena aku takut, bodoh.

Cinta melepaskan wajahnya dari cermin. Ia menatap pantulan dirinya: seorang wanita berusia 25 tahun, dengan rambut sebahu yang berantakan, mata sedikit bengkak, dan kaus kebesaran bergambar Doraemon yang sudah bolong di bagian lengan. Jauh dari kata "siap untuk move on".

Tiba-tiba, ponselnya bergetar kencang di atas wastafel. Nama "Bulan" muncul dengan ikon emoji bom meledak.

Cinta menghela napas. Hanya Bulan yang berani mengganggu proses self-pity dramatisnya.

"Apaan, sih?" sapa Cinta, suaranya terdengar serak.

"Ya ampun, Cinta! Akhirnya diangkat juga! Aku udah spam kamu dari tadi! Kamu udah makan, belum? Aku tahu kamu pasti cuma rebahan sambil dengerin lagu galau Korea." Suara Bulan langsung menembus, seolah dia tahu persis apa yang Cinta lakukan.

"Udah. Aku makan udara patah hati. Kenyang. Ada apa?" jawab Cinta dingin.

"Aduh, drama banget. Dengar, Cin, aku nggak mau dengerin ratapanmu lagi. Cukup. Kamu tahu nggak, aku ada masalah besar!" Bulan terdengar panik, dan itu berhasil menarik perhatian Cinta. Bulan jarang panik.

"Masalah apa? Deadline proyekmu belum selesai? Jangan bilang kamu lupa submit laporan keuangan lagi?"

"Bukan itu, Beb! Ini soal date. Blind date! Ingat, kan, yang aku ceritain sama client baru dari perusahaan Kencana Group, namanya Dio?"

"Dio? Cowok yang kamu bilang lumayan oke tapi too stiff itu?"

"Iya! Nah, malam ini, dia ngajakin ketemu. Katanya mau bahas detail kerjaan sekalian kenalan lebih lanjut. Aku udah bilang iya, tempatnya udah booked, tapi..." Suara Bulan mengecil, "Aku barusan dapat telepon. Ibuku masuk rumah sakit. Pendarahan usus. Aku harus ke sana sekarang juga."

Cinta terdiam. Urusan Ibu Bulan jelas jauh lebih penting dari kencan buta. "Ya ampun, Bulan! Cepat ke sana! Nggak usah khawatir soal Dio. Cancel aja."

"Nggak bisa, Cin! Dia ini client besar. Kalau aku cancel mendadak, dia bisa mikir aku nggak profesional dan kabur ke agensi lain! Reputasi perusahaan kita dipertaruhkan, Cin! Aku harus menjaga Dio ini tetap tertarik, setidaknya sampai besok pagi!"

"Terus?" Cinta mulai curiga ke mana arah pembicaraan ini.

"Terus... kamu kan lagi libur. Please, tolong aku, Cin. Gantikan aku!"

Cinta langsung menarik kepalanya menjauh dari ponsel. "Gila! Nggak mau!"

"Cinta, please! Cuma sebentar! Kamu cuma perlu dateng, senyum, bilang kamu Bulan, dengarkan dia ngomongin proyek, dan bilang kamu harus pulang duluan karena ada urusan mendesak. Aku janji, besok aku traktir kamu all-you-can-eat sepuasnya! Dua kali! Sampai kamu muntah!"

Cinta menyambar ponselnya lagi. "Bulan, kamu waras? Gantiin kencan buta? Dio nggak pernah lihat kamu, kan?"

"Belum! Kami cuma tukeran foto profil WhatsApp! Dan untungnya, wajah kita mirip-mirip gitu kalau dilihat dari kejauhan. Kamu cuma perlu pakai kacamata bingkai tebal dan iket rambut, biar auranya beda!" Bulan memohon, nadanya penuh keputusasaan.

Cinta menimbang-nimbang. Patah hati, di rumah sendirian, atau keluar dan berpura-pura menjadi orang lain selama satu jam? Pilihan kedua kedengarannya lebih... menghibur, setidaknya.

"Aku nggak tahu apa-apa soal Dio, soal proyekmu!"

"Nggak masalah! Bilang aja kamu lagi capek banget dan mau dengerin dia aja! Dia pasti suka cowok yang mau didengarkan! Cin, ini buat healing kamu juga! Kamu harus keluar, ganti baju, pakai make up! Jangan biarin Raka lihat kamu mengenaskan begini!"

Kata-kata terakhir Bulan menancap. Jangan biarin Raka lihat kamu mengenaskan begini.

"Oke. Aku gantiin. Tapi kalau Dio ternyata psikopat, aku bunuh kamu besok."

Bulan bersorak heboh. "Aku kirimin alamatnya sekarang! Restoran Italia yang super mewah di lantai atas gedung Astra. Namanya Il Cielo. Meja atas nama 'Dio'. Good luck, Cinta! You are my hero!"

Sambungan terputus. Cinta menatap pantulannya di cermin sekali lagi. Blind date. Dengan calon client Bulan. Demi menyelamatkan reputasi agensi. Demi melupakan Raka sejenak.

"Oke, Doraemon. Kita keluar dari sangkar ini," bisik Cinta pada kaus kumalnya.

Satu jam kemudian, Cinta berdiri di lobi restoran Italia yang namanya Il Cielo-yang benar-benar terasa seperti di langit karena terletak di lantai 38. Jantungnya berdebar kencang, campuran antara rasa gugup dan takjub melihat kemewahan di sekitarnya.

Ia sudah berusaha keras. Rambutnya yang sebahu kini ditata rapi. Ia memakai dress hitam sederhana tapi elegan yang selama ini tersimpan di lemari. Make up-nya tipis, hanya untuk menutupi jejak-jejak kesedihan. Ia bahkan menemukan kacamata bingkai tebal Bulan yang tersimpan di laci.

Cinta menghampiri seorang pelayan dan menyebutkan nama yang ia cari. "Saya dengan Tuan Dio. Meja atas nama Dio."

Pelayan itu tersenyum ramah dan mengarahkan Cinta ke pojok ruangan yang agak privat, dekat jendela besar dengan pemandangan lampu kota yang berkilauan.

"Meja Tuan Dio sudah menunggu, Nona."

Cinta menarik napas dalam-dalam. Ingat, kamu Bulan. Kamu profesional. Kamu cantik. Kamu di sini untuk proyek, bukan cinta.

Ia melangkahkan kaki perlahan. Di meja itu, sudah duduk seorang pria.

Pria itu membelakangi jendela, sehingga cahaya dari luar menciptakan siluet yang dramatis. Posturnya tegap, bahunya lebar, dan ia mengenakan setelan jas abu-abu gelap yang terlihat sangat mahal. Rambutnya ditata rapi ke belakang. Aura di sekelilingnya langsung berteriak: keseriusan, otoritas, dan sangat-sangat-tampan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kencan Buta Salah Alamat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED