Sampul Novel Love my adoptive father

Love my adoptive father

7.9 / 10.0
Demi mengobati luka hatinya, miliarder Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent yang berusia tiga belas tahun dari panti asuhan. Meski Alex sempat bersumpah tak akan menikah lagi, kedekatan mereka justru menumbuhkan cinta terlarang yang begitu mendalam. Bella memberi warna baru dalam hidup Alex hingga hubungan keduanya menjadi sangat intim. Sayangnya, asmara mereka terancam hancur saat orang tua Alex memaksanya bertunangan, ditambah kembalinya sang mantan kekasih yang mulai mengusik.
Ringkasan Love my adoptive father
Demi mengobati luka hatinya, miliarder Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent yang berusia tiga belas tahun dari panti asuhan. Meski Alex sempat bersumpah tak akan menikah lagi, kedekatan mereka justru menumbuhkan cinta terlarang yang begitu mendalam. Bella memberi warna baru dalam hidup Alex hingga hubungan keduanya menjadi sangat intim. Sayangnya, asmara mereka terancam hancur saat orang tua Alex memaksanya bertunangan, ditambah kembalinya sang mantan kekasih yang mulai mengusik.
Baca Selengkapnya

Love my adoptive father Bab 1

Pagi tampak begitu terlihat indah dan cerah. Cuaca dipagi itu terlihat sangat mendukung. Orang-orang sudah sibuk dengan aktivitas mereka diluar sana.

Tapi tidak dengan wanita cantik yang masih begitu terlelap diatas pembaringannya, ia begitu menikmati tidurnya dengan begitu pulas dengan senyuman manis di-bibirnya, ia seakan sedang memimpikan sesuatu yang membuatnya tersenyum ditidurnya.

Tubuh seksinya masih nyaman terpejam dibawah selimut tebal dengan memeluk gulingnya.

Beberapa detik kemudian terdengar bunyi langkah kaki memasuki kamar wanita cantik dan seksi itu. Pria tersebut tersenyum saat sudah membuka pintu kamar itu, ia menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan terlipat didepan dada.

Karena ulahnya semalam membuat Bella begitu terlihat lelah diatas pembaringannya. Bukan tanpa sebab karena ia menggempur Bella habis habisan semalaman, ia baru membiarkan Bella tertidur pada pukul jam 3 pagi.

Ia terkekeh pelan mengingat Bella merengek untuk menyudahi permainan mereka semalam. Alexander dengan perlahan melangkah kearah ranjang mendekati tubuh molek itu.

"Sayang bangun, dasar pemalas. Ayo bangun ini sudah pagi. Memangnya kamu tidak ingin jalan jalan bersama Dadddy." Ucap Alex yang masih tidak dijawab oleh Bella.

Bella belum juga terusik dengan panggilan Alex. Melihat itu Alex pun mendekati wajah Bella lalu memberikan kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Bella.

"hmmpt, Dadd jangan diganggu lagi ah aku masih ngantuk nhi." Rengek Bella dengan bibir mata yang masih tertutup.

Alex tersenyum saat mendapat sahutan dari bella. "Ayo bangun bukannya kamu ingin Daddy bawah kamu jalan-jalan, hari ini?"

"Nggak jadih deh, aku udah kehabisan tenaga lagi buat pergi. Daddy aja yang pergi." Ucap Bella sambil mempererat pelukannya di guling.

"Jadi benar kamu nggak mau? Hmm sayang banget dong kalau gitu. Padahal hari ini Daddy udah nyiapin tempat yang bagus banget buat kamu." Bohong Alex mencoba merayunya.

Mendengar itu Bella seketika membuka matanya dengan sempurna, ia langsung bangkit dari tidurnya. Duduk menghadap pria mapan tersebut.

Bahkan Bella tanpa sadar sudah setengah telanjang di-bagian atasnya karena selimut itu melorot. Hingga memperlihatkan dua buah kembarnya yang begitu menantang pria di depannya tersebut.

"Memangnya Daddy udah nyiapin tempat apa?" Tanya Bella dengan penasaran.

"Hmm kasih tau nggak ya, jangan dong nanti nggak jadi suprise lagi." Ucap Alex.

"Loh emangnya kenapa? Bukannya Bella juga belum ulang tahun kan? Terus ngapain buat surprise?" Tanyanya dengan bingung.

"Memangnya cuman orang yang ulang tahun aja di kasih surprise? Kan tidak. Semua juga berhak dapat kejutan." Ucap Alex tersenyum dengan tangannya terangkat mengelus pipi mulus Bella.

"Ah Daddy kasih tau dong dad, Daddy mah nggak asik." Rengek Bella dengan bibir terlihat meruncing ke-depan.

"Jangan menggoda Daddy dengan bibir kamu dimajukan kayak gitu, pengen banget di gigit ya kamu. Dari tadi juga kamu kayaknya pengen godain Daddy dengan tubuh yang udah setengah telanjang kayak gitu." Ucap Alex sambil tersenyum nakal.

"Ap-apa! Astaga!" Bella begitu terkejut menatap dadanya yang tidak tertutup lagi oleh selimut.

Tapi itu juga tak membuatnya menutupi kedua benda tersebut karena percuma juga, tubuhnya sudah dilihat dan dijamba oleh pria di depannya itu. Bahkan pria tersebut begitu menghafalnya di-setiap inci tubuh itu.

"Ayo mandi kamu harus siap-siap, kita akan berangkat bareng." Ucap Alex meraih tangan Bella untuk digenggam.

Tapi Bella masih bergeming ditempatnya dengan wajah bingung ia perlihatkan pada pria tersebut.

"Memangnya kita mau kemana sih Dad? Dan lagian hari ini bukannya Daddy mau ke kantor?"

"Tidak papi tidak ke kantor, hari ini papi mau habisin waktu buat kamu." Ucap Alex tersenyum.

"Beneran Dad? Daddy ngga sibuk lagi kan?" Tanya Bella dengan wajah begitu senang. Ia senang karena bisa punya waktu seharian dengan pacar sekaligus Daddy angkatnya itu.

Biasanya pria itu selalu disibukkan dengan pekerjaannya hingga membuat keduanya hanya bisa bertemu jika malam hari.

"Iya, sayang. Hari ini kamu sepuas-puasnya kuasai Daddy lagi tanpa harus bersaing dengan pekerjaan Daddy." Sambil terkekeh.

Bella pun sontak langsung memeluk tubuh Alex dengan begitu senangnya. "Akhirnya kita bisa me time lagi." Ucapnya pelan dalam pelukan Alex.

Alex mengulum senyumnya sembari mengelus punggung Bella dengan sayang.

"Iya." Ucap pria itu.

Merasa sudah cukup berpelukan, Alex pun melepaskan pelukan mereka. Ia kemudian menatap wajah Bella sebentar sebelum melabuhkan kecupan di wajah Bella.

"Ayo sekarang kamu harus mandi setelah itu siap siap kita akan pergi." Ucap Alex tersenyum.

Bella mengangguk membalas senyuman Alex.

"Ayo." Sambil menyodorkan tangannya untuk menggenggam Bella menuju kamar mandi.

"Bella mau digendong Dad." Ucapnya dengan manja.

"Dasar manja." Ucap Alex terkekeh lalu membawa tubuh Bella dalam gendongannya, mengendongnya bak koala.

Bella tersenyum senang sambil melingkarkan kedua kakinya di-pinggang Alex. Dengan kedua tangan mengalun di leher pria mapan tersebut.

Alex tersenyum merasa gemas dengan Bella, yang begitu manja pada dirinya. Alex Kemudian melangkah kearah kamar mandi sesekali mengecup bibir Bella, Bella tak menolaknya ia bahkan dengan senang hati membalas kecupan Alex.

Sesampainya mereka di kamar mandi itu, Alex langsung menurunkan Bella di-atas bathub lalu menyalakan air untuk wanita itu.

"Udah sekarang kamu mandi, Daddy akan tunggu di bawah. Jangan lama lama mandinya." Ucap Alex sambil mengecup pelipis Bella.

Saat Alex akan melangkah Bella dengan cepat menahan pergelangan tangan Alex, hingga membuat pria itu langsung menoleh lagi kearah nya.

"Kenapa?" Tanya Alex dengan bingung.

"Aku mau dimandiin sama Daddy." Ucapnya dengan suara manja.

"Astaga, tapi Daddy udah selesai mandi sayang. Masa Daddy harus mandi lagi." Ucap Alex.

"Pokonya Bella nggak mau mandi kalau nggak dimandiin Daddy." Ucapnya yang sudah terlihat merajuk.

Melihat itu mau tidak mau Alex harus mengalah demi tidak membuat wanita yang ia sayangi itu menangis.

"Baiklah putri manja Daddy." Sambil mencubit gemas pipi Bella.

"Aow sakit Daddy." Bella mengaduh.

Alex pun langsung menanggalkan pakaiannya lalu ikut masuk kedalam buthub yang sama bersama Bella.

Bella tersenyum lalu menganti posisi di pangkuan Alex. Mereka pun mandi bersama dengan Alex yang menyabuni tubuh polos bella dari belakang.

"Hmmpt." Lenguh Bella saat Alex dengan isangnya meremas dua bukit kembarnya.

"Dia semakin besar." Ucap Alex merasa gemas dengan kedua benda itu.

Bella tersenyum sambil menyadarkan kepalanya di dada Alex. "Mungkin Daddy kebanyakan pegang deh." Ucap Bella tak kalah frontal hal itu berhasil membuat Alex tertawa.

"Mungkin, bisa jadi karena itu." Ucap Alex.

"Oh iya Dad, kapan orang tua Daddy mau ke sini?" Tanya Bella sambil mendongakkan wajahnya keatas menatap Alex.

Alex pun membalas tatapan Bella dengan kedua tangan yang masih terus bermain-main di kedua benda padat milik Bella.

"Mungkin lusa, mereka udah kangen sama Daddy jadi pengen makan malam bersama bareng di Daddy sama kamu." Ucap Alex sambil mengecup dahi Bella.

"Oh gitu ya dad." Ucapnya mengerti.

Keduanya pun menikmati mandi bersama itu.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Love my adoptive father

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED