Sampul Novel Belaian Cinta

Belaian Cinta

9.6 / 10.0
Demi masa depan Chika, putri mereka, Prima rela bekerja di Kalimantan dan menjalani hubungan jarak jauh dengan istrinya, Ratih. Namun, perpisahan ini justru memicu masalah besar. Tanpa kehadiran sang suami, Ratih yang memesona didekati oleh Wira sang duda, Heru tetangganya, serta Derry yang masih sekolah. Ratih pun terbuai godaan mereka hingga dirinya hamil. Kini, rumah tangganya di ambang kehancuran, dan ia harus menghadapi misteri tentang siapa sebenarnya ayah dari janin tersebut.

Belaian Cinta Bab 1

Ratih, wanita berusia dua puluh empat tahun. Menikahi senior selama kuliah, Prima yang berbeda tiga tahun dengannya. Mereka sudah menikah hampir setahun, tidak membutuhkan waktu lama bagi Ratih hamil buah cinta mereka. Semua terasa berat saat Prima mendapatkan pekerjaan yang menempatkannya di Kalimantan, Chika masih bayi dan Ratih sendiri semester akhir jadi tidak bisa ikut Prima. Keputusan berat yang mereka ambil adalah menjalani hubungan jarak jauh, Ratih tidak mungkin pulang ke rumah orang tua mereka yang jauh dari tempat kuliah Ratih.

“Kamu yakin bisa berdua aja sama Chika?” tanya Prima memastikan kembali.

“Yakin, lagipula ada Mbak Ayu sama Mega. Aku bisa nitip Chika ke mereka, apalagi Pak Wira pasti senang sama Chika biar Mega ada temannya juga, belum lagi Mbak Ayu yang masih nunggu hamil sama Mas Heru.”

“Baiklah,” ucap Prima pasrah. “Penting kamu bisa jaga diri, kuliah yang benar biar cepat lulus dan nyusul aku disana.”

Ratih menyiapkan pakaian dan obat-obatan yang akan dibawa Prima, sedangkan pria itu sendiri melakukan hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan. Chika sudah tidur dari beberapa menit yang lalu, membuat mereka memiliki waktu untuk berkemas.

“Kamu akan lama disana, Mas?” Ratih membuka suara membuat Prima mengalihkan pandangan kearahnya dan mengangkat bahunya “Kamu akan pulang berapa minggu sekali?”

“Kalau memang waktunya memungkinkan setiap dua minggu sekali pulang, tapi tiket pesawat mahal pastinya.” Prima menjawab tanpa menatap Ratih.

Hembusan nafas dikeluarkan pelan, Ratih mulai membayangkan kehidupannya setiap hari tanpa Prima. Usia mereka masih muda pastinya memiliki hasrat yang tinggi, mereka saja melakukan seminggu empat kali untuk menuntaskan hasrat. Sekarang Ratih harus bisa menahan diri atas hasrat dan nafsunya, memiliki hasrat tinggi membuat Ratih tidak yakin bisa menahan dirinya.

“Tih, sebelum berangkat kita main gimana?” suara Prima membuyarkan lamunan Ratih.

“Sebentar, aku benarkan ini dulu. Memang mas sudah selesai?” Ratih menatap Prima yang hanya mengangguk.

Memilih fokus pada pekerjaannya, Prima membantu Ratih membuat semua selesai dengan cepat. Membawa keluar koper dan semua yang dibawanya ke Kalimantan, Ratih sendiri memilih masuk kedalam kamar mandi menyiapkan sebagai perpisahan pada Prima sebelum berangkat ke Kalimantan. Ratih ingin Prima mengingat semua tentang dirinya, terutama saat berada diatas ranjang.

Menatap penampilannya depan cermin, menggunakan pakaian mini yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ratih tahu jika bentuk badannya membuat para pria menatap kearahnya, sejauh ini tidak pernah peduli tapi setelah ini akan melakukan hal gila. Tersenyum kecil membayangkan apa yang akan dilakukannya nanti, memberikan parfum pada tubuhnya yang akan membuat Prima senang pastinya. Keluar dari kamar mendapati pemandangan Prima sedang menatap Chika dengan tatapan sedih, melangkah kearahnya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Prima.

“Aku bakal kangen sama kalian berdua.” Prima memutar tubuhnya membuat mata mereka saling menatap, “Kamu wanita luar biasa yang membuatku jatuh cinta.”

Prima langsung melumat bibir Ratih, ciuman langsung disambut Ratih membuat mereka berdua hanyut dalam ciuman dengan saling bertukar saliva dan memainkan lidah dalam mulut. Ratih sendiri telah mengalungkan tangannya pada leher Prima yang membuat ciuman mereka semakin dalam, mengangkat tubuh Ratih yang membuat kakinya langsung melingkar di pinggang Prima. Berjalan kearah ranjang, meletakkan Ratih tanpa melepaskan ciuman mereka satu sama lain. Prima merobek langsung pakaian yang Ratih gunakan membuatnya langsung telanjang, melihat itu membuat Prima melumat bibir Ratih kembali.

Prima melepaskan ciumannya dan beralih pada leher Ratih, menggigitnya seakan menegaskan bahwa miliknya. Tangan Prima bergerak di payudara Ratih dengan meremasnya pelan, ciuman Prima turun menuju ke payudara dan langsung menghisap putingnya yang masih mengeluarkan ASI untuk Chika.

“Ough...Mas.” Ratih mendesah keras dengan meremas rambut Prima.

Tangan Prima yang lain mulai memainkan vagina Ratih, memasukkannya kedalam dan mulai menggerakkan keluar masuk. Satu jari sudah berada disana, tidak lama kemudian menambahkan satu jari lagi membuat Ratih membelalakkan matanya. Gerakan Prima membuat Ratih semakin tidak menentu, mengetahui Ratih akan mencapai klimaks membuat gerakan tangannya semakin cepat sedangkan Prima sendiri melumat bibir Ratih. Desahan tertahan keluar dari bibir Ratih saat merasakan cubitan klitoris di bawahnya, mendorong tubuh Prima pelan membuat Ratih teriak dan tidak lama cairannya keluar.

Jemari Prima masih mengocoknya pelan saat cairannya keluar, menatap Ratih yang bernafas lelah dan melumat bibirnya kembali. Prima beranjak dari atas Ratih melepaskan pakaiannya membuat tubuhnya telanjang, pandangan Ratih mengarah pada penis Prima yang berukuran standard.

“Tidak ada waktu untuk memasukkan dalam mulutmu, Sayang.” Prima melumat bibir Ratih kembali.

Mengambil posisi penisnya depan bibir vagina, mendorongnya pelan dan tidak butuh waktu lama penisnya sudah berada didalam. Mereka berdua mulai bergerak untuk mendapatkan klimaks, Prima tidak berhenti mencium wajah Ratih, melumat payudaranya dengan terkadang meremasnya. Suara desahan dan teriakan mereka berdua membuat suasana didalam kamar semakin panas, Prima memasukinya dengan keras dan tidak lama kemudian mereka mencapai klimaks. Melepaskan penyatuan mereka, Prima berbaring disamping Ratih dengan memasukkannya kedalam pelukan.

“Kamu selalu memuaskan dan aku bakal kangen sama vaginamu,” bisik Prima setelah memasukkan Ratih kedalam pelukannya.

Mereka berdua tertidur tidak lama kemudian, hanya saja Ratih tidak terlalu lama tidur karena Chika menangis membuatnya bangun dan memeriksa keadaan Chika. Tubuh telanjangnya masih terlihat dan seakan lupa jika dirinya telanjang, Ratih membuka pintu depannya dengan menyusui Chika sambil menepuk punggungnya pelan agar tenang, Ratih menatap sekitar dan matanya bertemu dengan Wira yang memandang dirinya tanpa berkedip. Ratih menundukkan kepalanya untuk menyapa Wira, memilih menutup pintunya dan meletakkan kembali Chika di ranjangnya setelah melihat sudah tidur dengan lelap.

Ratih memilih keluar lagi ke dapur, masih dengan tubuh telanjangnya. Melihat Wira tadi membuatmya secara reflek membuatkan minuman, sekali lagi Ratih tidak menyadari jika dirinya masih telanjang saat membuka pintu.

“Pak Wira ini minuman buat nemenin bergadang,” ucap Ratih membuat Wira langsung mendatangi dirinya.

Ratih merasakan aneh dengan tatapan Wira, memberikan gelas minuman dan langsung masuk kedalam rumah kembali tidak lupa mengunci pintunya. Berjalan kedalam kamar melihat Prima tidur dengan nyenyak, keinginan membuang air membuat Ratih masuk kedalam kamar mandi dan seketika membeku.

“Pantas Pak Wira menatap seperti itu ternyata aku telanjang.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Belaian Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Hari pernikahan yang dirancang demi kampanye Baskara berakhir tragis. Diriku dibius demi membiarkannya menikahi selingkuhannya di hadapan para elite. Pengorbananku selama tujuh tahun demi kariernya dibalas dengan hinaan bahwa aku tak berguna. Di tengah proses cerai, Baskara mengalami kecelakaan, pura-pura amnesia, lalu memohon agar aku bertahan. Karena dia ingin bersandiwara, aku akan mengikuti permainannya demi menghancurkannya.
Sampul Novel Satu-PD155
9.7
Sam tega menikahi Sinta hanya demi mendonorkan ginjal istrinya kepada Ayu, sahabat masa kecilnya. Begitu menyadari dirinya cuma dijadikan alat medis cadangan, Sinta yang patah hati memilih memalsukan kematiannya. Setelah Ayu pulih, penyesalan menghampiri Sam saat menyadari kebusukan Ayu dan besarnya cinta dia kepada Sinta. Lima tahun berselang, Sinta kembali sebagai sosok sukses. Meski Sam bersujud memohon maaf, semua terlambat. Ayu pun dipenjara, meninggalkan Sam dalam nestapa, sementara Sinta hidup bahagia.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED