Bab 1

Tok!!tok!!tokk

Suara ketukan pintu terdengar nyaring, membuat Anisa yang tertidur di ruang tamu ikut terbangun,karena ingin menunggu sangsuami pulang dari pekerjaannya.

"ya, sebentar" ujar Anisa.

Anisa pun bangkit dan membukakan pintu,terlihat Hendra yang berdiri di ambang pintu, seketika Anisa menelisik melihat penampilan dari suaminya,ada yang sedikit berbeda.

"kenapa kamu?" tanya Hendra kepada Anisa

"tidak ada apa apa mas" Anisa menjawab dengan senyuman

"siapkan air hangat ya Sayang,aku mau mandi"

"iya mas, akan aku siapkan air hangat nya, tunggu sebentar ya"

Anisa berlalu dari hadapan suaminya, tidak butuh waktu lama Anisa telah menyiapkan semuanya.

"sudah siap mas" ucap Anisa kepada Hendra

"ok terimakasih ya sayang " Hendra pun berlalu ke kamar mandi dan segera membersihkan diri.

Ting!!Ting

Terdengar notifikasi dari handphone Hendra, Anisa berjalan untuk mengecek handphone Hendra, Namum handphone Hendra tidak bisa terbuka, ternyata handphone Hendra di kunci.

"kenapa harus di beri sandi segala sih" keluh Anisa dan akhirnya dia menyimpan handphone milik Hendra di atas meja rias kembali.

Tidak lama kemudian Hendra pun keluar dari kamar mandi,dan memakai baju tidurnya.

"mas, tadi ada yang kirim pesan ke kamu, tapi pas aku mau buka, kenapa hape kamu dikunci?" tanya Anisa kepada Hendra,yang lagi membetulkan posisi batalnya.

"oh gapapa sayang, karena di hape mas itu banyak dokumen penting jadi mas kunci deh hapenya"

"oh gitu, kirain kenapa mas"

"gapapa,ayo kita tidur udah malem beso mas harus bangun pagi " ujar Hendra sambil mengajak Anisa untuk tidur

***

"mas bangun, udah pagi" Anisa membangunkan suaminya agar tidak terlambat ke kantor.

"mmm iya sayang,jam berapa sekarang?" tanya Hendra kepada Anisa

"masih jam setengah 6 mas".

"bangun ya,aku mau buatkan kamu sarapan dulu" Anisa segera melangkah ke dapur dan membuatkan nasi goreng,5 menit kemudian nasi goreng buatan Anisa pun sudah matang, aroma nasi goreng pun menguar di indera penciuman Hendra.

"mmm wangi sekali" buru-buru Hendra keluar kamar, dan menghampiri Anisa .

"mas kok masih belum mandi sih"

"mas tadinya mau mandi, karena nasi goreng buatan kamu wangi banget, jadi mas gak jadi mandinya deh". Ucap Hendra sedikit merayu Anisa

Nampak ada semburat warna merah di wajah cantik Anisa, dan Anisa pun tersenyum dengan manisnya.

"ih apaan sih mas,ayo cepetan mandi nanti kesiangan berangkat kerjanya"

"ya udah deh mas mandi dulu ya,mas udah gak sabar buat makan nasi goreng buatan kamu " rayunya

Hendra berjalan ke kamar mandi, sementara Anisa membersihkan wajan yang habis terpakai membuat nasi goreng.

Terlihat Hendra yang sudah rapi dengan jas berwarna hitam di padukan dengan kemeja berwarna maroon dan celana bahan, Hendra terlihat sangat tampan dan gagah. Anisa yang melihat kedatangan suaminya langsung mempersilakan Hendra untuk sarapan bersama, mereka nampak terlihat menyantap sarapan dengan nikmat.

"Alhamdulillah, nikmat banget sayang,mas memang tidak salah memilih istri"

"ah mas, kebiasaan gombalin aku terus "

"ya udah,mas berangkat dulu ya sayang " Hendra pun pamit dan mengecup kening Anisa

"iya mas, hati-hati ya mas dan semangat kerja nya" ucap Anisa dan mencium tangan Hendra

Hendra berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil, seketika mobil Hendra pun melesat meninggalkan kediaman nya.

Setelah kendaraan Hendra berlalu, Anisa masuk kedalam rumah dan Dia segera menyelesaikan aktivitasnya. Namum saat Anisa sedang merapikan tempat tidur, Dia melihat sebuah ponsel yang tergeletak di atas meja. Dia berjalan menghampiri benda pipih itu.

"hmm kebiasaan, handphonenya suka tertinggal" celetuk Anisa yang mengambil handphone milik suaminya.tapi, ketika Anisa mau meletakkan barang pipih itu kembali, terdengar suara notifikasi dari handphone tersebut.

Ting!!Ting!!ting

ketika Anisa mau membuka ponsel itu, lagi-lagi terkunci dan tidak bisa terbuka, karena Dia tidak tahu kata sandi dari ponsel tersebut.

"kenapa sih harus di kunci segala? Ya udah lah nanti aku anterin aja ke kantor " ucap Anisa

kemudian Anisa menaruh ponsel milik suaminya kembali di atas nakas,dan melanjutkan bersih-bersih kamarnya.

Setelah menyelesaikan aktivitasnya, Anisa segera berganti baju, dengan menggunakan setelan pakaian yang berwarna dusty, di padukan dengan kerudung pasmina yang berwarna senada, tidak lupa juga, dia memberi sedikit polesan di wajah dan juga bibirnya, Anisa begitu terlihat cantik dan anggun.

Setelah selesai berdandan, Anisa keluar menggunakan sepeda motor kesayangannya. Dia melaju dengan kecepatan sedang, setelah 20 menit melewati perjalanan dan akhirnya Anisa pun sampai, di kantor tempat suaminya bekerja. Dia terus berjalan menyusuri ruangan, setelah berada di depan ruangan suaminya, Anisa a pun meraih gagang pintu dan membukanya. ketika pintu mulai terbuka Anisa di kagetkan dengan keberadaan adik sepupunya yang sedang duduk di pangkuan suaminya.

"assalamualaikum mas!" ucap salam Anisa yang berdiri mematung melihat itu semua.

"wa-wa'alaikumsalam sayang,mas bisa jelasin ini semua " ucap Hendra yang sedikit gugup ketika Anisa memergoki mereka.

"maaf mbak,mbak jangan salah paham dulu, tadi aku gak sengaja terpeleset saat aku mau mengantarkan berkas ini" ucap Tia,dia berusaha untuk memperjelaskan insiden itu kepada Anisa.

"ohhh iya gapapa, mbak paham kok, kan kamu belum terbiasa memakai high heels itu kan" jawab Anisa, sambil menunjuk ke high heels yang di kenakan Tia.Nisa tidak mempermasalahkan itu semua, Karena setau Anisa,Tia itu adik sepupunya yang terkenal sangat baik dan cerdas,tidak mungkin Tia ada bermain di belakangnya .

"hehehe iya mbak, kalau bukan karena tuntutan pekerjaan, mana mau aku pakai kayak ginian" jawab Tia sambil mengerucutkan bibirnya

"oh iya sayang,tumbenan kamu datang ke tempat pekerjaan mas,ada apa?" tanya Hendra dan menghampiri Anisa

"ini mas, aku cuma mau mengantarkan ponsel kamu, yang ketinggalan di meja rias, banyak banget loh notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya kamu." ucap Anisa sambil menyodorkan ponsel milik Hendra

"ooh pantesan aja pesan gue gak dibalas, ternyata ketinggalan toh" ucap Tia dalam hati.

seketika Hendra pun melirik sekilas ke arah Tia, Hendra pasti tahu kalu yang kirim pesan itu pasti Tia.

"iya sayang, terimakasih ya kamu sudah repot-repot mengantarkan ponsel aku ke sini" ucap Hendra

"ya gapapa mas, tidak repot samasekali kok,kan aku itu istri kamu mas" jawab Anisa yang sekarang bergelayut manja di lengan suaminya, tidak di pungkiri ketika Anisa sedang bermanja-manja dengan Hendra, Tia pun merasakan gejolak panas di dalam hati nya. tangannya mengepal kuat,bertanda dia sedang cemburu melihat kemesraan mereka berdua.

"ya udah kalau begitu, aku mau keruangan ku dulu ya mbak, Aku gak mau jadi obat nyamuk kalau berada lama-lama di sini hehehe " ucap Tia pamit sambil tersenyum,dan pastinya senyuman itu hanya kepalsuan.

"bisa aja kamu kalau ngomong" jawab Anisa yang di balas dengan senyum tulusnya.

Tia berjalan keluar dari ruangan itu dan kembali bekerja keruangannya, sambil marah-marah gak jelas.

"awas kamu ya mbak, suatu saat pasti aku bakalan memiliki mas Hendra seutuhnya" ucap Tia kesal

Sementara itu, di ruangan Hendra dan Anisa sedang membahas Tia, yang tiba-tiba ada di kantor tempat suaminya bekerja.

"mas, sejak kapan Tia sudah bekerja di sini?"

"baru seminggu yang lalu sayang, kenapa?"

"gapapa mas, berarti dia jadi asisten baru kamu sekarang?"

"iya sayang, seminggu yang lalu Tia menghubungi mas, dan menanyakan lowongan pekerjaan di tempat mas bekerja. Dan kebetulan mas lagi membutuhkan sekertaris baru, karena sekertaris mas yang lama minta cuti untuk melahirkan" ucap Hendra menjelaskan kepada Anisa

"ya udah deh mas terima aja, karena Tia juga anak yang pandai di bidang ini" lanjut Hendra.

"oh bagus deh kalau begitu mas, jadi aku gak perlu khawatir kalau mas bekerja sama dia" ucap Anisa, yang dia tidak tahu kalau Tia itu adalah musuh dalam selimut.

"mmm kalau begitu, aku pamit pulang dulu ya mas,gak enak soalnya kalau aku berlama-lama disini".

"iya sayang,oh ya nanti malam mas lembur ya. Kamu tidak usah menunggu dengan tidur di sofa ruang tamu lagi " ucap Hendra kepada Anisa

"oke deh, kalau begitu aku pamit, assalamualaikum" Anisa pamit dan bersalaman mencium tangan sangsuami dengan takzim.

"wa'alaikum salam" ucap Hendra menjawab salam dari Anisa, setelah Anisa keluar dan pergi dari ruangan Hendra. Kemudian Tia pun melangkah masuk menemui Hendra.

"bisa gak sih, kamu tidak usah bermesraan di depan aku mas" ucap Tia marah dan menyilangkan kedua tangannya di dada.

"ya gimana, Dia itu istri mas Tia, ya wajarlah kalau Anisa bersikap seperti itu ke mas" jawab Hendra yang kini berjalan dan merangkul pundak Tia.

"tapi aku gak suka mas" Tia berucap sambil mengerucutkan bibirnya, sehingga Hendra nampak gemas melihatnya.

"terus kamu sukanya apa sayang" ucap Hendra sambil menggoda Tia

"ya aku sukanya sama kamu lah" jawab Tia yang kini memeluk tubuh Hendra dengan manja.

"ya udah bagaimana nanti malam kita dinner romantis, anggap saja ini adalah permintaan maaf mas ke kamu, bagaimana?"

"oke deh kalau begitu, tapi bagaimana dengan mbak Anisa, apakah dia tidak curiga kalau mas ngajak aku dinner?" ucap Tia, karena dia takut kalau ketahuan lagi sama Anisa, seperti kejadian tadi pagi.

"tenang sayang,mas sudah memberitahu kepada Anisa,bahwa nanti malam mas akan lembur".

"aah pintar banget sih kamu mas?" ucap Tia nampak sumringah

"apa sih yang enggak buat kamu " ucap Hendra sambil mencium bibir ranum Tia, mereka tampak menikmati dan melupakan bahwa mereka sedang berada di kantor.

*****

setelah mengunjungi tempat suaminya bekerja, Anisa mampir di sebuah minimarket. Bahwa setelah Anisa mengembalikan ponsel milik suaminya, Anisa akan membeli kebutuhan bulanan yang sudah habis di dalam kulkas. Setelah selesai berbelanja Anisa pun menaiki sepeda motor miliknya dan mau meninggalkan minimarket tersebut, tiba-tiba.

"maaf mbak, berhenti dulu" ucap seseorang yang berada di belakangnya.

"ada apa ya mas?" tanya Anisa

Bab 2

"mbak mau kemana?" ucap tukang parkir yang datang menghampiri Anisa.

Anisa menengokan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari tahu orang yang sedang berbicara dengan tukang parkir .

"hey mbak,saya berbicara dengan anda!" ucap tukang parkir sambil menunjuk kearah Anisa.

"Abangnya ngomong ke saya?" dengan polosnya Anisa menunjuk dirinya sendiri.

"iya, mbaknya gak lihat kalo tidak ada orang lain di sini selain mbak!"

" oh haha, kirain Abang ngomong sama orang lain"

"saya tanya,mbak mau kemana kok malah ketawa?" ucap fras

"lah saya mau pulanglah bang" akhirnya Anisa pun kesal karena di tanya terus-menerus sama tukang parkir.

"enak aja nggak bisa, mbaknya belum bayar parkir loh, maen kabur aja" ucap fras yang menghampiri dan menghalangi motor milik Anisa.

"oh hehe, saya lupa bang. Saya minta maaf,ini bang uangnya" Anisa nyengir merasa malu bukan main, bisa-bisanya dia sempat melupakan itu. Kemudian Anisa pun menyodorkan uang yang berwarna kuning kepada si tukang parkir itu.

"cantik-cantik kok pelit" ucap fras menggerutu dan masih terdengar oleh Anisa.

"apa Anda bilang apa tadi?" ujar Anisa

"ah tidak, saya tidak bilang apa-apa" balas fras, Lalu Anisa pun pergi meninggalkan mini market itu.

25 menit kemudian, Anisa sampai rumah. lalu Dia memasukkan motor kesayangannya di bagasi, Dia pun berjalan kedalam rumah dan istirahat sejenak untuk menghilangkan kekesalan setelah bertemu dengan tukang parkir tadi.

"huuh ceroboh banget sih gue tadi, bisa-bisanya gue lupa membayar uang parkir, memalukan " ucap Anisa sambil menepuk jidatnya sendiri,dan dia mulai tertidur.

*****

Di luar rumah,ada seseorang yang datang. Dia berjalan masuk kedalam rumah Anisa dan juga Hendra, tanpa mengetuk pintu dan langsung nyelonong masuk ke rumah.

"enak banget ya, kerjaan kamu di rumah ini cuma tidur dan ongkang-ongkang kaki" ujar Laras dengan suara yang keras.

Laras adalah kakak perempuan tertua dari Hendra yang berarti kakak iparnya Anisa,sejak Hendra mempersunting Anisa.Laras sangat membencinya karena di mata Laras Anisa hanyalah perempuan benalu yang menggangu hidup adiknya.

"eh kak Laras,ayo duduk kak" Anisa pun terkesiap kaget dengan kedatangan Laras,diapun bangkit dari tidurnya dan mempersilahkan kakak iparnya untuk duduk. Kebetulan Anisa tiduran di ruang tamu.

"gak perlu sok baik kamu ya, cepetan siapkan kamar untuk saya. Karena saya akan menginap di sini" ujar Laras dengan menyilangkan tangannya di dada.

"kakak mau menginap disini!" tanya Anisa kembali, sebenarnya Anisa itu tidak suka kalau kakaknya menginap disini. Bukannya Anisa pelit melainkan Dia tidak suka kalau Laras sering memerintah Anisa seperti pembantu dan suka mencaci Anisa tanpa tahu apa penyebabnya.

"iya kenapa?kamu tidak suka kalau saya menginap di rumah adik saya.cepetan Kamu bereskan kamarnya,aku tunggu di sini" ujar Laras

"iya kak, Aku beresin sekarang" jawab Anisa, tidak membutuhkan waktu lama, Anisa pun langsung bergegas menuju kamar tamu untuk segera di berikan.

Anisa yang melihat Laras sedang santai itu pun langsung menghampiri.

"kak bantuin dong, yang mau tidur kan kakak masa aku harus ngeberesin itu semua". Ucap Anisa yang sudah mulai geram oleh tingkah kakak iparnya.

"ya ini kan rumah kamu, yang harus ngeberesin ya harus kamu bukan Aku,kan aku tamunya" ucap Laras tanpa beban.

" ya,tamu yang tak diundang " Anisa pun berjalan meninggalkan Laras sambil bergerutu.

******

Di lain tempat Hendra sedang menikmati makan siang di sebuah restoran bersama Tia, Tia sedang duduk dan bergelayut manja ke pada Hendra.

"mas kapan kamu akan menceraikan Anisa mas, Kamu kan udah janji bahwa kamu akan menceraikan Dia" ucap Tia

"sabar ya sayang,mas butuh waktu untuk mencari alasan supaya mas bisa menceraikan Anisa" jawab Hendra yang menggenggam kedua tangan milik Tia

"dari dulu aku sudah sabar mas" ucap Anisa yang mulai kesal kepada Hendra.

tidak lama seorang pelayan pun datang mengantarkan makanan yang sudah mereka pesan.

"ya udah ayok kita makan,Kamu harus menjaga stamina Kamu agar kuat" ucap Hendra.

"aku dari dulu udah kuat mas" jawab Tia yang masih saja kesal kepada Hendra

Lalu mereka berdua pun menyantap makan siang bersama, ketika mereka sedang menyantap makanan. tanpa mereka sadari Anisa pun datang dan mengambil tempat duduk tepat berada di sebelah mereka, pelayan pun datang dan membawa buku menu kepada Anisa.

"mbak saya mau pesan sate kambing dan minumannya jus alpukat" ucap Anisa kepada pelayan restoran.

Setelah Anisa memesan makanan, wajah Anisa menengok ke sebelah kanan dan di mana ada Tia yang sedang menyuapi Hendra.

Deg!!!! Anisa mematung melihat apa yang sedang Tia lakukan kepada Hendra, mendadak dadanya sesak dan sebuah pertanyaan memenuhi isi dari kepala Anisa. Anisa berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Hendra dan juga Tia.

"mas, sedang apa kamu di sini?" tanya Anisa dengan menahan emosi, Anisa tidak mau kalau ada keributan di sini.

"ka-kamu sedang apa sayang" jawab Hendra dengan raut sangat gugup melihat kedatangan istrinya. Sedangkan Tia,dia memasang raut yang tanpa berdosa sama sekali setelah apa yang dia lakukan kepada Hendra.

"aku sedang memesan makanan mas,kamu lagi ngapain di sini?" Anisa kembali bertanya kepada sangsuami, namun yang menjawab pertanyaan dari Anisa adalah Tia.

"kita lagi nunggu klien buat meeting mbak di restoran ini, jadi sebelum kliennya datang kita makan dulu" jawab Tia yang dalam mode sewot karena Tia sangat terganggu oleh kedatangan Anisa.

"tapi gak harus dengan menyuapi suami orang bisakan?" ucap Anisa yang di buat kesal oleh Tia.

"mbak lebay banget sih,tadi itu pak Hendra sedang sibuk sama ponselnya, jadi aku berinisiatif buat menyuapi pak Hendra, enggak lebih kok" ucap Tia yang makin kesini makin berani memberanikan diri untuk mendekati Hendra.

"gak lebih dari mana kamu itu__" ucapan Anisa pun terpotong oleh Hendra yang membela Tia.

"SUDAH!!!! Anisa kamu jangan keterlaluan kepada Tia, dia itu adik sepupu Kamu loh" ucap Hendra sambil mendekati Anisa.

"iya mas,aku tau tapi tadi dia itu menyuapi kamu loh mas, itu sangat tidak wajar" ucap Anisa

"Dari mana yang sangat tidak wajar Anisa? sikap Tia kepada mas itu wajar-wajar saja, yang tidak wajar itu cara berpikir kamu terhadap mas sama Tia" ucap Hendra, Anisa sedikit bergeming dengan perkataan sangsuami,dan baru kali ini Hendra membela wanita lain di hadapan dirinya.

"kamu membela Tia mas?" tanya Anisa kepada Hendra

"enggak mas gak membela siapa-siapa di sini" jawab Hendra,berlalu pergi yang di ikuti oleh Tia meninggalkan Anisa.

Bab 3

perut yang tadinya lapar mendadak tidak berselera untuk makan, akhirnya Anisa pergi dan mengejar Hendra bersama Tia.

"mas tunggu mas" ucap Anisa sambil berlari.

"apalagi Anisa,mas mau kerja" jawab Hendra yang sesekali melihat arah jam tangannya.

"mas aku minta maaf atas sikap ku yang barusan, tapi mas bisa tidak jangan terlalu dekat dengan Tia ya walaupun dia itu sepupu aku"ucap Anisa yang menatap sangsuami.

"tidak bisa Anisa,Tia ini sekertaris mas,mas membutuhkan dia di kantor" jawab Hendra.

"tapi mas,aku gak mau kejadian tadi terulang lagi "

"udah ya gak usah mikir yang macam-macam,kamu itu cuma salah paham" ucap Hendra kali ini dia menatap Anisa.

"mbak,mbak bisa gak sih berlaku secara profesional,kita ini sedang bekerja mbak wajar kalau aku dan mas Hendra dekat" ucap Tia yang tanpa sadar dia memanggil Hendra dengan sebutan mas.

"apa kamu bilang, Kamu memanggil suamiku dengan sebutan mas?" ucap Anisa yang emosi.

"sudah Anisa sudah,kamu itu bertingkah seperti anak kecil Anis. Aku muak mendengarnya, sekarang kamu pulang dan aku akan melanjutkan pekerjaan ku bersama Tia,ayo Tia kita kembali ke kantor " ucap Hendra sambil mengajak Tia pergi meninggalkan Anisa. Sementara Tia menatap Anisa dengan tatapan yang mengejek.

"tapi mas,mas" teriak Anisa yang memanggil Hendra.

"dadah mbak" ucap Tia sambil tersenyum miring dan menyusul Hendra dari belakang.

Anisa pun kembali kedalam restoran dan membayar makanan yang sudah di pesan tadi,Anisa pun berjalan ke arah taman yang terletak tidak jauh dari restoran tadi.

"aku cuma enggak mau melihat kamu dekat sama Tia mas,apa aku salah?" akhirnya benteng pertahanan yang dari tadi Anisa pertahankan mulai runtuh, Anisa menangis sambil terduduk di bangku taman.

"asal mas tahu,aku masih trauma mas sama kejadian beberapa tahun yang lalu" ucap Anisa .

****flashback on*******

Beberapa tahun yang lalu ketika Anisa sedang menjalin hubungan bersama laki-laki yang bernama Angga, hubungan mereka sudah sampai ke jenjang pertunangan. Namun tiba-tiba Tia datang dan mengacaukan semuanya.

Hubungan yang semula berjalan dengan baik tiba-tiba hancur dengan seketika,Tia datang dan mendekati Angga dengan segala bujuk rayunya.

Tidak sampai di situ,Tia bahkan rela menawarkan tubuhnya yang bohay itu demi memikat hati Angga, lambat laun Angga pun akhirnya tergoda dengan tawaran Tia,dia memesan hotel dan berhubungan intim layaknya seperti seorang pasangan yang sudah halal.

Pada akhirnya Anisa mendapatkan kabar dari seorang sahabatnya yang kebetulan sedang bertugas di hotel tersebut. dengan segala informasi yang dia dapat, Anisa pun segera berangkat dan menggerebek hotel tersebut.

"astaghfirullah mas,apa yang sedang kamu lakukan bersama Tia mas" setelah pintu kamar hotel terbuka, Anisa di kagetkan dengan penampakan kedua lawan jenis yang sedang bertindih tanpa mengenakan busana di depan sana. Dada Anisa mulai merasa sesak, nyeri di hatinya membuat air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya keluar. Anisa sama sekali tidak menyangka dengan lelaki yang selama ini terkenal dengan kebaikannya, ternyata menusuk dia dari belakang.

Akhirnya karena tidak kuat, Anisa pun pergi dan membatalkan pernikahannya yang sebentar lagi akan di langsungkan.

********flashback off*******

"aaaaarrgghh, kenapa kamu tidak mengerti dengan segala kecemasan aku mas, kenapa?" Anisa menangis dengan tergugu,dia khawatir dengan kejadian beberapa tahun silam, dia takut kejadian itu terulang kembali kepada dirinya.

"aaaaarrgghh" teriak Anisa.

Tiba-tiba ketika Anisa sedang berteriak dan melupakan segala kekesalan di hati nya, tanpa di komando fras pun datang dan menegur anisa dengan gaya tengilnya.

"woy,berisik gak usah teriak-teriak di taman,ngeganggu orang lain saja" ucap Fras

Seketika Anisa terkejut melihat kedatangan Fras dan memilih untuk diam.

"loh ini kan, mbak-mbak yang tidak mau membayar uang parkir itu kan" ujar Fras sambil menunjuk kearah Anisa.

"sembarang kamu kalau bicara, saya itu bukannya tidak mau membayar, tapi saya lupa" jawab Anisa dengan sinis, matanya yang sembab dapat mengalihkan pandangan Fras yang sedang berdiri di hadapannya.

"mbaknya sedang menangis? Hahaha selain mbak terkenal dengan pelit, mbak juga termasuk orang yang cengeng ternyata" ujar Fras sambil tertawa.

"diam kamu, saya tidak butuh komentar dari kamu" ucap Anisa yang berlalu pergi meninggalkan Fras di taman.

Fras pun menyusul Anisa, dan berjalan di sampingnya.

"ngapain kamu mengikuti saya?" tanya Anisa dengan mode judesnya.

"idiiiih,si mbaknya Ge'er saya gak ngikutin mbak, tapi arah kita sama" jawab Fras yang membuat wajah cantik Anisa tiba-tiba berubah jadi merah merona.

"aduuuh lagi-lagi gue bertingkah seperti orang bodoh" Anisa bergumam dengan pelan tapi masih terdengar oleh Fras, seketika Fras yang mendengar itu langsung tersenyum sangat manis dan tidak diketahui oleh Anisa pastinya.

"eh,ngomong-ngomong mbaknya kesini berjalan kaki, tumben motornya tidak mbak bawa " tanya Fras

Pertanyaan Fras seketika mengingatkan dengan sepeda motor kesayangannya, yang tertinggal di parkiran restoran tadi.

"aduh saya lupa, motor saya ketinggalan,di restoran tadi. terimakasih mas sudah mengingatkan" ucap Anisa dan berbalik arah meninggalkan Fras untuk mengambil sepeda motor di restoran tadi.

"dasar,selain pelit dan cengeng dia juga punya julukan baru sekarang yaitu pelupa" ucap Fras sambil melihat ke arah Anisa yang sedang berdiri lari.

setelah tidak sadar memandangi Anisa, Fras pun kembali bekerja sebagai seorang tukang parkir.

*******

Di kantor Hendra sedang duduk berdua bersama Tia di ruangannya.

"terimakasih ya mas,kamu sudah ngebelain aku di depan mbak Anisa" ucap Tia yang dengan manjanya.

"iya sama-sama sayang,mas cuma sudah mulai bosan saja sama dia, tingkahnya yang kekanak-kanakan membuat mas ilfil " jawab Hendra yang merangkul pinggang Tia.

"jadi kalau mas sudah bosan, tidak lama lagi mas akan menceraikan mbak Anisa dong, dan aku akan memiliki mas Hendra sepenuhnya" ucap Tia yang sumringah.

"iya sayang,mas akan mencarikan Anisa segera" ucap Hendra sambil mencium bibir Tia,mereka berdua sedang di mabuk cinta dan tidak memperdulikan ada wanita lain yang sangat tersakiti oleh hubungan asmaranya yang terlarang.

Di lain tempat Anisa sedang berlari untuk mengambil sepeda motornya yang tertinggal, lalu dia menaiki sepeda motor yang akan pergi dari restoran tersebut, namun ketika Anisa sedang mengendarai motor dan ingin menyebrang, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang yang hampir menabrak Anisa.

Titiiiiiin!!! Mobil itu mengkakson Anisa sehingga membuat Anisa tersadar dari lamunannya.

"aaaaarrgghh" ucap Anisa kaget .

"woy,mbak mau mati Lo,kalu mau mati jangan di sini, loncat dari gedung aja" hardik seorang pengguna mobil itu.

"maaf,maaf saya tidak sengaja" ucap Anisa yang bergetar.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED