Sampul Novel About Sila

About Sila

8.6 / 10.0
Siti Laila, putri ustaz yang keras hati karena kurang kasih sayang, menjalani kehidupan ganda. Di rumah ia tampak santun, namun di luar ia menjadi sosok pendendam. Saat Sila berniat tobat dan meninggalkan masa lalu kelamnya bersama Lucas, ancaman besar justru datang menghadang. Lucas mengancam akan menghancurkan seluruh keluarganya jika ia berani berhenti. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit antara menebus dosa atau melindungi keselamatan keluarganya.
Ringkasan About Sila
Siti Laila, putri ustaz yang keras hati karena kurang kasih sayang, menjalani kehidupan ganda. Di rumah ia tampak santun, namun di luar ia menjadi sosok pendendam. Saat Sila berniat tobat dan meninggalkan masa lalu kelamnya bersama Lucas, ancaman besar justru datang menghadang. Lucas mengancam akan menghancurkan seluruh keluarganya jika ia berani berhenti. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit antara menebus dosa atau melindungi keselamatan keluarganya.
Baca Selengkapnya

About Sila Bab 1

"Yahh kasian! Kamu enggak punya orang tua kan? Makanya ngambil raport sendiri," ujar salah seorang anak sambil menatap remeh gadis kecil yang menunduk di hadapannya.

"Dia itu punya mama-papa tapi, mama-papanya sibuk sama adik-adiknya," sahut teman di sampingnya. Sedangkan, 'dia' yang disebut tetap diam menunduk.

"Iya, makanya kamu jangan nakal. Jadinya mama kamu lebih sayang sama adik kamu."

"Mama kamu enggak sayang kamu, ya? Kasian!"

"Ayo, jangan main sama anak nakal."

Mendengar kata 'nakal' gadis kecil ini itu tak terima dan mulai menangis. "Hiks, mama aku sayang aku! Aku enggak nakal hiks," balasnya dengan sesenggukan. Dia benci dihina, dia sangat benci dicaci tapi, dia nggak tahu harus apa. Bahkan mamanya saja lebih sayang adiknya dari pada dia.

"Mama bohong hiks, mama bilang mama bakal datang hari ini tapi, mama malah nggak dateng. Aku benci dibohongi! Aku benci!" lirihnya dengan emosi.

Akhirnya, gadis kecil itu pulang ke rumahnya.  Ia membawa rapotnya dan sertifikatnya yang tertera tulisan 'peringkat dua' di sana. Harusnya, dia senang karna bisa membuat mama-papanya bangga. Namun kini, dia sedih karena mamanya tidak datang mengambil rapotnya.

"Assalamualaikum, Lai pulang!" teriak gadis itu. Biasanya mamanya akan menghampirinya, tapi ini tidak ada tanda-tanda mamanya ada di rumah.

"Mama!" teriaknya lagi.

"Sini dek di dapur ada kakak, kakak lagi masak," ucap seseorang dari arah dapur kala mendengar Lai berteriak.

Lai celingak-celinguk, ia datang menghampiri kakaknya dan bertanya, "Mama mana, Kak?"

Sang kakak menghampiri Lai, melihat mata sembab Adiknya. "Kamu nangis? Kenapa?" Ia mengusap rambut adiknya dengan lembut. Lai yang ditanya malah semakin menangis.

"Mama mana?!"sentaknya.

"Astaghfirullah! Kamu kenapa? Mama sama papa pergi ke rumah Tante Dina, Tante Dina lahiran dek."

"Mama tadi bohong dan sekarang mama ninggali Lai. Mama jahat! Mama lebih sayang adek, mama lebih sayang tante. Mama jahat kak, mama jahat!" Lai menghentakkan kakinya, lalu meninggalkannya kakaknya menuju kamarnya.

"Mama bohong! Mama nggak ambil rapot Lai. Papa juga bohong, pergi nggak ajak Lai. Tante juga, katanya mau ajak Lai kalo lahiran, tapi mana? Semua bohong! Lai benci bohong! Lai benci semuanya! Lai benci!"

Gadis itu menangis, tak mengeluarkan suara lagi. Mungkin sudah lelah, karena dari tadi dia sudah menangis lama, dia beranjak ke kasur motif angsanya dan mulai tertidur. Gadis itu meringkuk di bawah selimutnya. Perlahan kelopak matanya mulai terpejam.

"Kamu enggak boleh dihina, kamu anak pintar. Kamu harus kuat, kamu enggak akan bisa lagi dibohongi. Kamu pasti bisa semangat." Suara itu, suara bisikan yang  terdengar asing di telinga Lai. Lai tidak tau itu bisikan dari siapa. Yang pasti, bisikan itu membangkitkan sesuatu di dalam diri Lai.

***

Dua anak kecil sekitar umur sembilan tahun sedang  mengobrol di taman main.

"Aku kemarin dengerin mama baca koran, katanya ada psikopat," ucap salah satu anak berambut panjang digerai, dengan bando sebagai aksesorisnya.

"Hush, kamu diam!" sarkas kasar salah satu anak lain yang berambut pendek. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga anak berambut panjang tadi. "Kamu tau nggak kenapa aku selalu ikut Eja ke mana-mana? Eja nyuru apa pun aku turutin?"

"Enggak tau, emang kenapa?" tanya anak itu penasaran, sambil memperbaiki bandonya yang miring karna ulah temannya.

"Dia itu psikopat. Jadi kalo kamu mau selamat, kamu harus nurutin semua kemauan dia, kalo engga dia bakal bunuh kamu!"

"Aku nggak mau dibunuh," gumam anak itu.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki datang dengan kacamata hitam melekat di matanya. "Heh kalian! Lagi ngapain aku mau jajan kalian ikut nggak?"

"Ayo kita ikut! takut dia marah," ucap anak berambut pendek.

"Iya ayo." Mereka berlari menuju laki-laki berkacamata itu. "Kamu kalo butuh aku bilang aku nggak akan nolak."

Anak laki laki itu merasa heran, lalu mendapat bisikan dari si rambut pendek dan akhirnya paham. Setelah kejadian itu, anak berambut panjang sering disuru-suru oleh kedua anak tadi. Sampai tiga hari kemudian, anak perempuan berambut panjang di suru membeli jajanan di warung, dan anak laki-laki ditinggal sendirian di taman. Setelah anak perempuan kembali, dia melihat ada orang dewasa yang menarik narik anak laki-laki terlihat seperti akan terjadi penculikan.

Perempuan berambut panjang bersembunyi di semak semak. Setelah berancang-ancang ia berteriak, "Eh, om polisi di sini aja mainnya di taman!"

Penculik tadi panik dan mengurungkan niatnya untuk menculik. Anak perempuan itu pun menghampiri anak yang hampir diculik tadi. "Kamu nggak papa?"

"Aku gak papa makasih," ujar anak laki laki dengan tatapan bersalah.

"Sama-sama, nih jajan kamu." Perempuan itu menyodorkan keresek hitam yang sedari tadi ia pegang.

Laki-laki itu menggeleng. "Buat kamu aja, aku minta maaf karna udah bohongin kamu. Sebenarnya, aku bukan psikopat. Aku bohong sama kamu, biar kamu nurut sama aku. Aku minta maaf," ucapnya sambil menunduk.

Anak perempuan syok mendengarnya dia merasa ditipu, dibohongi, dipermainkan, "Kamu jahat!"

Anak itu pergi meninggalkan anak laki-laki yang menangis. Dia berlari tak tau arah sambil meneteskan air mata. Gadis kecil yang benci kebohongan, benci dikhianati dan diperlakukan semena-mena. Larian kecil berubah menjadi langkah, karna kecapean. Ia terus menangis, sampai tak sadar jika dia tersesat. Gadis kecil itu melihat sekitar mengusap air matanya menahan diri untuk tak mengeluarkan suara. Namun sia-sia, air matanya terus menetes karna ketakutan.

Dia menyadari jika dia berada di tempat sepi sendirian. Ada rumah yang tak jauh dari pandangannya. Namun, rumah itu nampak tak berisi, terkesan horor. Rumah yang penuh dengan sarang laba-laba, berdebu dan sangat kumuh. Tangisannya mulai bersuara dan kakinya tak tau harus berjalan ke arah mana, melihat sekitar tak ada orang di sana.

"Lai hiks kuat, Lai kuat hiks," lirihnya meyakinkan dirinya sendiri.

"Woy, berisik!"

Teriakan itu membuat tubuh Lai bergetar, tangisnya semakin kencang. Seorang remaja datang dengan wajah kesalnya. Namun, Setelah remaja itu melihat ke arah Lai, mimik wajahnya berubah. Dia tersenyum tulus dan segera menghampiri Lai.

"Hei, kamu kenapa? Jangan takut ayo ikut kakak, nanti kakak anterin kamu pulang!" Hibur remaja itu sambil mengusap bahu sang anak.

Gadis itu meredakan tangisannya. "Lai takut ... Lai hiks ... tidak tahu jalan hiks untuk pulang."

Sang remaja itu paham dengan apa yang dikatakan Lai. "Gak papa, kamu tinggal di mana? Nanti kakak anterin."

"Aku tinggal di komplek xxx."

"Ya udah sekarang ikut kakak jalan-jalan dulu, mau enggak? Biar kamu nggak sedih lagi. "

Lai mengangguk antusias. "Mau, Kak."

***

Lai menangis kencang, setelah mendapat kabar bahwa sang kakak pergi ke Jakarta tanpa pamit padanya. Dia marah, tentu saja. Kecewa, apalagi. Untuk kesekian kalinya, lagi-lagi dia telah dibohongi oleh orang terdekatnya.

Mamanya mendekat ke arah gadis itu mengusap-usap punggungnya lembut, "Udah sayang kakak kamu ke Jakarta buat kerja, biar bisa dapat uang buat kamu sama adek kamu sekolah."

Bukannya mereda tangisan gadis itu malah mengencang. "Kakak bohong, Mah! Kakak bohong, kakak bilang dia bakal temenin aku tidur. Dan Kakak malah ninggalin aku, padahal kakak udah janji nggak bakal ninggalin aku."

"Enggak sayang kakak kamu enggak bohong, kakak kamu engga ninggalin kamu, dia masih ada di sini di hati kamu." Mamanya menunjuk ke arah dada Lai. "Kita masih bisa video call atau  telponan. Kakak kamu juga bakal pulang sebulan sekali. Jadi kamu jangan merasa kalo kakak kamu ninggalin kamu ya."

Tangisannya mulai mereda, Lai juga mulai menghapus air matanya kemudian menganggukkan kepalanya. "Aku boleh main nggak, Mah? Aku mau jalan-jalan liat pemandangan di luar."

"Emang kamu enggak capek, tadi kan habis nangis?" tanya sang Mama.

Lai menggelengkan kepalanya. "Enggak mah, aku cuma mau main sama kakak ganteng biar aku seneng boleh ya?"

"Boleh, tapi mandi dulu sana!"

"Yeay! Main sama kakak ganteng."

Lai nampak sangat bersemangat, seolah melupakan kakaknya dan  tangisan bawang bombai yang tadi. Dengan alasan, karna dia bisa ketemu dengan kakak gantengnya, orang yang pernah mengantarkan dirinya pulang dengan ketika dia tersesat.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi About Sila

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki kekasihku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris sah Grup Nelson. Kini, berbekal kekayaan tanpa batas, aku siap membalas dendam. Saat mantan kekasihku bersujud memohon maaf, aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang melimpah hanyalah deretan angka yang siap kuhabiskan.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED