Sampul Novel BENIH KAKAK IPAR

BENIH KAKAK IPAR

8.3 / 10.0
Kehidupan indah Nayla Maldania bersama sang suami, Alvin Rayes, seketika runtuh setelah kasus perselingkuhan Alvin terungkap. Di tengah kepedihan mendalam dan kondisi dirinya yang sedang mengandung, Nayla justru terjebak dalam dilema asmara terlarang dengan kakak iparnya, Alvaro Rayes. Kini, ia harus memilih antara bertahan demi masa depan calon bayinya atau menerima ketulusan cinta Alvaro. Siapakah pria yang kelak akan menjadi pelindung sejati bagi Nayla?
Ringkasan BENIH KAKAK IPAR
Kehidupan indah Nayla Maldania bersama sang suami, Alvin Rayes, seketika runtuh setelah kasus perselingkuhan Alvin terungkap. Di tengah kepedihan mendalam dan kondisi dirinya yang sedang mengandung, Nayla justru terjebak dalam dilema asmara terlarang dengan kakak iparnya, Alvaro Rayes. Kini, ia harus memilih antara bertahan demi masa depan calon bayinya atau menerima ketulusan cinta Alvaro. Siapakah pria yang kelak akan menjadi pelindung sejati bagi Nayla?
Baca Selengkapnya

BENIH KAKAK IPAR Bab 1

"Andai saja Mas Alvin tidak pergi malam ini." Seorang wanita mengeluh saat mengingat suami tercintanya memilih pergi untuk urusan pekerjaan.

Nayla, wanita muda berparas cantik itu memilih duduk di depan meja rias untuk memoles sedikit wajahnya.

Wajah berlesung pipit itu terlihat berseri sembari membayangkan Alvin–sang suami–akan segera kembali.

Sebentar. Ya, kata itulah yang dia janjikan kepada Nayla. Wanita muda dengan kulit putih bersihnya itu merebahkan diri di atas tempat tidur berukuran besar. Benaknya membayangkan sikap manis Alvin yang yang selalu memanjakannya. Entah kapan tepatnya mata bening itu terasa berat, membuatnya tertidur seketika.

Kulitnya meremang ketika merasakan hangatnya deru napas di tengkuknya. Tubuhnya terasa geli, ada sesuatu menggelitik perutnya. Tangannya terus menepis tangan kekar yang terus menjelajahi beberapa inti tubunya. Namun, tangan yang masih terbungkus kemeja itu memiliki tenaga yang kuat, hingga mampu menarik tubuh mungil Nayla semakin mendekat padanya.

Mata Nayla masih terasa berat untuk terbuka. Dalam cahaya ruangan kamarnya yang begitu minim, dia dapat melihat raut wajah seorang pria, meski tidak terlalu jelas.

Bibir Nayla perlahan melengkung menghadirkan senyum manis di sana, kala melihat samar-samar wajah pria itu juga kini ikut tersenyum. Mungkinkah Alvin menepati janjinya untuk tidak pergi terlalu lama?

Keinginan itu tak tertahan, keduanya telah terbakar gairah. Siluet tubuh mereka seakan menari indah di pantulan dinding. Berharap ada benih yang dapat segera tumbuh dalam rahim wanita muda itu.

Mata Nayla mulai megerjap. Rasa haus kini mulai menjalari tenggorokannya. Tangan wanita itu dengan cepat mencari saklar lampu utama untuk memperjelas penglihatan.

"Astaghfirullah!" pekik Nayla ketika mendapati seorang pria terbaring di sampingnya.

Dengan cepat dia menutupi tubuh bagian atasnya yang terbuka. Nayla memicingkan mata untuk memperjelas penglihatan. Berharap matanya salah melihat.

"Ka-Kak Alvaro!" ucapnya lirih. Wanita itu menutup mulut menggunakan telapak tangan. Ujung selimut semakin dia pegang erat. Dia menyadari bahwa pria yang berada di atas tempat pembaringan bersama sang suami, bukanlah lelaki miliknya. Dada Nayla mulai bergemuruh, kemana perginya Alvin?

Pria dengan dada terbuka itu, perlahan mulai membuka mata ketika mendengar suara seseorang memanggilnya.

"Auw!" Pria itu meringis seperti menahan sakit. Tangannya meremas rambut hitam lebat yang acak-acakan.

"Kak Alvaro!" teriak Nayla lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya.

Alvaro menoleh perlahan, kepalanya masih terasa berat. Matanya seketika membelalak saat melihat seorang wanita membalut tubuhnya dengan selimut tebal.

Dirinya semakin terkejut ketika menatap sang wanita yang tidak lain adalah adik iparnya.

"Kamu? Kenapa ada di sini?" tanyanya. Matanya menatap ke arah Nayla yang sedari tadi menunduk.

"Harusnya aku yang tanya seperti itu!" Wanita itu memberanikan diri bersikap tegas meski dengan suara sedikit bergetar.

Alvaro meraih kemeja dan celana panjang hitamnya di lantai lalu, dengan santai memakainya, meski beberapa langkah darinya berdiri Nayla yang sangat ketakutan.

"Kenapa Kakak berada di kamarku?" sentaknya lagi.

"Apa?" Alvaro menoleh dengan cepat setelah mendengar ucapan Nayla. "Ini kamar kamu?" Pria itu kembali bertanya dengan nada suara beratnya. Matanya mulai memindai setiap sudut ruangan.

Benar, ini bukan kamarnya. Ruangan perpaduan antara warna putih dan pink itu sudah jelas menunjukan jika dia telah salah masuk kamar.

Nayla tidak lagi bersuara. Air matanya kini telah luruh membasahi pipi. Dia mulai terisak sesaat mengingat kejadian beberapa saat lalu.

"Ya Tuhan!" Alvaro menepuk keningnya. "Sial! Gara-gara minuman itu aku jadi seperti ini," decaknya kesal.

Melihat Nayla yang telah terisak membuat hatinya menjadi segan. Perlahan dia menghampiri wanita yang masih menyembunyikan dirinya di balik selimut tebal berwarna putih. Jalannya masih sempoyongan akibat pengaruh wine dan sebuah obat dari sahabatnya.

"Kenapa Kakak melakukan semua ini? Apa salahku? Bagaimana ..., bagaimana kalo mas Alvin tahu?" tangis Nayla kini pecah. Perasaannya kacau, dan semuanya disebabkan oleh Alvaro.

"Nay, aku sungguh minta maaf. Aku nggak tahu akan berakibat fatal seperti ini. Aku nggak ada maksud untuk–"

"Untuk membuat pernikahanku hancur? Kak Alvaro memang sedari dulu tidak pernah menyukaiku. Apa ini alasan Kakak untuk menyingkirkan aku dari sisi mas Alvin?" cecar Nayla penuh amarah.

Dengan cepat, Alvaro menatap wanita muda di depannya. Dia sangat terkejut. Alvin yang selalu membanggakan sang istri begitu baik dan santun, akan tetapi kenyataannya sangat berbeda di depan Alvaro. Memang benar, Alvaro tidak pernah mengizinkan jika Alvin menikahi gadis desa seperti Nayla. Namun, bukan seperti ini cara memisahkan mereka.

"Lalu apa yang harus aku katakan kepada suamiku? Bahkan aku malu menampakan diri di depannya." Mata sembab Nayla menatap nyalang pada Alvaro. "Aku bukan seperti wanita-wanita kamu! Mereka bisa dengan mudahnya berlutut di bawah sepatumu. Aku wanita bersuami, dan aku tidak rela kamu melakukan itu padaku!"

Alvaro merasa terhina. Baru kali ini ada seorang wanita merendahkan dirinya. Selama ini, Alvaro selalu dipuja-puja kaum hawa. Mereka bahkan rela menawarkan tubuhnya pada lelaki kekar itu.

Namun, sekarang wanita yang tidak lain adalah saudara iparnya justru memandang sehina itu. Mata hazelnya membeliak, ada amarah yang ditampilkan di sana.

Alvaro berjalan semakin mendekat kepada Nayla, membuat wanita itu refleks memundurkan kakinya. Dia semakin panik ketika tubuhnya telah menempel pada dinding di belakangnya. Melihat Alvaro yang menatapnya intens membuat nyali Nayla ciut. Wanita itu takut jika Alvaro akan melakukan hal seperti tadi malam.

Wajah keduanya terlihat sangat dekat. Keduanya terlibat kontak mata. Hingga embusan napas Alvaro terasa hangat mengenai wajah Nayla.

Aneh. Itulah yang Alvaro rasakan. Niat hati ingin memberi perhitungan pada Nayla yang telah memakinya. Kini, hatinya mulai berdebar ketika menatap wajah cantik Nayla. Bibir tipisnya yang sedikit terbuka seolah membangunkan hasratnya kembali.

Deru suara mobil terdengar, membuat keduanya kini tersentak. Dari celah

gorden, Nayla bisa melihat siapa yang baru saja memasuki halaman rumahnya.

Matanya kembali terbelalak, mulutnya terbuka kala melihat Alvin yang turun dari mobil itu. Hatinya berdebar, seketika otaknya menjadi buntu. Dia bingung harus melakukan apa.

"Cepat Kakak keluar dari sini! Mas Alvin sudah datang, aku nggak mau dia berpikir macam-macam tentang keberadaan kamu di sini!" pintanya.

Tidak ada pilihan lain, pria dengan rahang tegas itu pun ingin segera keluar dari ruangan itu. Kali ini dia membenarkan ucapan Nayla. Alvin akan berpikiran buruk saat melihatnya berada di ruangan pribadi bersama istrinya.

Namun, sial. Baru beberapa langkah akan meninggalkan kamar, dia terpeleset akibat menginjak selimut yang Nayla kenakan. Refleks, tangan kekar Alvaro kembali memeluk tubuh ramping di dalam selimut. Kejadian itu terulang lagi, Alvaro kembali menindih tubuh Nayla.

"Nay!" Suara panggilan seseorang membuat mata keduanya saling pandang

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi BENIH KAKAK IPAR

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED