Bab 1

Part 1

"Mas, katakan sekarang juga. Siapa wanita ini? " Cahaya menatap tajam pada sang suami, sambil menunjuk ke arah wanita cantik yang berada di depannya. 

Bima, sang suami kaku tak bergerak, lidahnya kelu. Bahkan untuk menjawab sepatah kata saja ia tak mampu.

"Jawab, Mas! " Bentak Cahaya semakin murka. Ia mulai curiga pada suaminya. Desiran cemburu mengalir dalam hatinya, wajar, intuisi seorang istri.

Wanita yang berada didepan cahaya tersenyum sinis, Arini- sang mantan kekasih hadir kembali disaat Bima sudah menjadi suami Cahaya. 

"Katakan saja siapa aku Mas, kalau tidak aku yang akan menjelaskan semuanya" Seru Arini dengan wajah santainya. 

Bima semakin bingung, bagaimana ia akan menjelaskan siapa Sebenarnya Arini pada Cahaya, sedangkan Cahaya sedang mengandung anaknya. Ia tak ingin Cahaya banyak pikiran hingga berpengaruh pada kehamilannya yang masih trimester pertama. 

"Dia... Dia... Dia teman aku, kami dulu satu sekolah saat SMA" Jawab Bima tergagap menahan agar tidak sampai keceplosan.

Memang benar, Bima dan Arini satu sekolah saat SMA. Tapi hubungan mereka lebih dari itu. Mereka berdua bahkan telah berpacaran selama bertahun tahun, gaya pacaran mereka yang terlalu bebas hingga mereka melewati batas. 

Arini sempat hamil di luar nikah dengan Bima, mengetahui hal itu orang tua Arini sangat murka. Mereka bahkan memasukkan Bima ke penjara dengan tuduhan pelec*han dan pemerk*saan. 

Setelah Bima mendekam dalam jeruji besi, Arini dipaksa aborsi oleh orang tuanya untuk menutupi aib keluarga. Dan hubungan kedua sejoli itupun kandas begitu saja. 

Lima tahun Bima mendekam dalam jeruji besi, orang tua Bima sempat tidak Terima dengan hukuman yang diberikan oleh keluarga Arini terhadap anaknya. 

Namun, Hukum telah berlalu bagi pelaku kejahatan. Bima dinyatakan bersalah dan terbukti telah menghamili Arini. Bima sempat membela diri dengan mengatakan bahwa mereka melakukan atas saling suka, namun berbanding terbalik dengan Arini. Karena desakan orang tua dan keluarganya, Dia mengaku dipaksa dan diperk*sa oleh Bima. 

Ketuk palu Hakim di Pengadilan telah memutuskan Bahwa Bima bersalah dan harus dihukum selama lima belas tahun penjara dengan tuduhan Pemerkosaan. Namun, nasib baik masih menaunginya, karena mendapat remisi dan berkelakuan baik didalam lapas, akhirnya masa tahanan Bima berkurang menjadi lima tahun. 

Orang tua Bima walau tak bisa Terima keputusan orang tua Arini, namun mereka tak bisa berbuat banyak. Dengan berat hati Bu Dewi-ibunya Bima harus merelakan anak sulungnya mendekam dalam jeruji besi. Ayah Bima begitu syok dan malu saat mendengar berita tentang Bima, akhirnya beliau jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. 

Sudah jatuh tertimpa tangga, Bu Dewi ditimpa Musibah bertubi tubi. Belum lama anaknya di penjara, Malah suaminya meninggal dunia. Terpaksa ia harus banting tulang menghidupi ketiga adik Bima yang masih sekolah SMP dan SMA. Dengan modal seadanya, Bu Dewi kini berjualan nasi pecel didekat rumahnya. 

Sedangkan Arini, dia diasingkan oleh orang tuanya ke kampung ibunya jauh di pedalaman Sumatera Utara. Belum pulih kondisi tubuh akibat aborsi, dia harus melakukan perjalanan jauh yang menempuh jarah 12 jam perjalan. Setiap hari tak henti Arini menangis, hatinya sakit, tubuh nya sakit, dan jiwanya juga terguncang. 

Dia dipaksa Menggugurkan kandungan yang masih berusia tiga bulan, demi menutupi aib bagi keluarganya. 

Bukan hanya itu, Arini juga terpaksa harus mengubur dalam dalam cinta nya untuk Bima. Sang lelaki yang telah bersemanyam dihatinya selama lima tahun. Dan juga laki laki yang telah merenggut kesuciannya. 

Meski Bima berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya, Ayah dan ibu Arini tak menyetujui anaknya dinikahi laki laki brengs*k seperti Bima. Orang tua mana yang tak malu jika anak gadisnya hamil diluar nikah. 

Ayah dan ibu Arini juga tak bisa menerima perbuatan Bima, mereka memutuskan untuk memberi hukuman dengan menjebloskan Bima kedalam penjara. 

Sakit hati, malu, juga benci kini bersarang dihati Bima. Dia tak pernah menyangka akan mendekam di dalam jeruji besi di umur 23 Tahun. 

Dan hari ini, delapan tahun telah berlalu. 

Bima sudah bebas dan sudah menjalani kehidupan normal nya. Bima sekarang sudah menjadi seorang pengusaha rumah makan pecel lele yang diwarisi oleh mendiang Ibunya. 

Ia pun kini sudah menikah dengan seorang gadis berhijab bernama Cahaya. Salah seorang karyawan yang dulu bekerja dirumah makan milik Bima. 

Dan kini, takdir kembali mempertemukan kembali Bima dengan Arini disaat yang tidak tepat. Bima sudah berkeluarga, sedangkan Arini masih melajang karena trauma akan masa lalunya.

Bab 2

Part 2

Hari ini, di warung milik Bima sedang kekurangan pasokan Lele. Pemasok yang biasanya rutin mengirim lele ke warung Bima tiba tiba berhenti memasok, entah apa sebabnya. 

Bima kebingungan karena menu utama di warungnya adalah pecel Lele, jika ia tak bisa mendapatkan pemasok baru otomatis usahanya akan banyak kehilangan pelanggan. 

"Mas, aku dapat kabar dari Saudaraku yang ada di langkat, katanya ada tetangganya yang bisa masok Lele dalam jumlah banyak" Cahaya tiba tiba memberi kabar bahagia pada Bima. 

"Benarkah Aya? Syukurilah, aku jadi bisa tenang sekarang. Tolong kabari juragan Lele itu, aku ingin bekerja sama dengan nya"

"Baik Mas, aku akan menghubunginya"

Cahaya segera menghubungi juragan Lele itu untuk mengajak kerja sama, dan gayung pun bersambut, sang juragan Lele yang juga seorang wanita menerima baik tawaran Mereka. 

"Terima kasih Mbak sudah mau bekerja sama dengan kami, kalau bisa hari ini langsung dikirim Lele dia puluh kilo kewarung saya, bisa Mbak? " 

"Oh, bisa bisa, nanti saya dan karyawan saya yang akan kewarung anda mengantar  Lele nya" Jawab sang juragan Lele yang bernama Arini. 

Ya, Arini kini telah bangkit dari masa masa pahitnya. Setelah delapan tahun tinggal bersama kakek dan neneknya yang merupakan juragan Lele, kini ia diangkat menjadi pengelola usaha Lele warisan kakeknya yang sudah tua renta. 

Arini masih hidup sendiri, ia tak mau menikah meski telah banyak lelaki yang melamarnya. Masa lalu yang pahit begitu membekas dalam hatinya, ia masih trauma dengan namanya cinta. Baginya, cinta dan laki laki hanya akan memberi nya rasa sakit dan air mata. Ia mengubur dalam dalam perasaan itu pada semua laki laki, tak kecuali Bima. 

Meski laki laki itu telah merenggut kesuciannya, tapi ia belum bisa melupakan laki laki itu. Ada banyak kisah yang belum selesai diantara keduanya. Didalam pengasingannya di kampung halaman ibunya, dia hampir setiap malam memimpikan wajah Bima. Berharap ia bisa lupa pada laki laki itu, nyatanya tidak. Semakin Arini berusaha mengubur kenangan dengan laki laki itu, maka wajah Bima selalu hadir dalam mimpinya. 

Arini berhutang Maaf pada Bima, ia merasa bersalah atas apa yang dilakukan orang tuanya pada Bima. 

Sementara Cahaya tak pernah tahu, bahwa sang juragan Lele itu akan menjadi sebab terbuka nya tirai masa lalu kelam suaminya. 

***

Jam menunjukkan pukul 10.00, monil pick up milik kakek Wardi-kakeknya Arini sudah terparkir didepan halaman Warung pecal Lele milik Bima. 

Arini masih berada didalam mobil pick up, menunggu sang Pemilik warung pecal Lele itu keluar, ia meraih gawainya dan menghubungi sang pemilik warung yang bernama Cahaya. 

" Bang, tunggu sebentar ya, aku mau telepon pemilik warung pecal Lele nya dulu" Ujar Arini pada Bang Adi, karyawan sekaligus supirnya. 

"Baik mbak, silakan" Jawab Adi sopan kepada sang juragan Muda. 

'Duh, kok tiba tiba perasaanku jadi gak enak begini ya? ' batin Arini merasa tidak enak hati, ada rasa khawatir tiba tiba merasuk hatinya. Ia tak tahu entah apa hal yang akan terjadi padanya setelah ini. 

"Hallo, mbak Cahaya, saya sudah sampai didepan warung anda" Ucap Arini memberi tahu cahaya melelaui sambungan telepon. 

"Ok mbak, saya segera keluar" Cahaya bergegas keluar untuk menghampiri sang juragan Lele. 

"Mas, juragan Lele nya sudah sampai, ayo kita jumpai" Ajak Cahaya sambil menggandeng lengan sang Suami. 

Bima hanya mengikuti ajakan istrinya, mereka berdua keluar menuju mobil pick up yang sudah terparkir didepan warung. 

"Itu Mas juragan Lele nya, juragannya cewek loh Mas, kayaknya masih muda gitu. Aku bisa tahu dari suaranya lewat telepon"

"Bagus dong, masih muda sudah jadi juragan, itu namanya pengusaha muda" Sahut Bima memuji sang juragan Lele yang belum dilihatnya. 

Ketika Bima dan Cahaya sudah semakin dekat dengan mobil pick up, Arini dan Adi segera turun dari mobil. 

Dan saat jarak mereka hanya dua meter, Arini yang lebih dulu melihat ke arah Bima. 

Mata Arini langsung melotot tak percaya, seolah waktu berhenti berputar. Sungguh ia tak bisa berkata kata, orang yang selama ini datang dalam mimpinya kini berada tepat di hadapannya. 

Begitu juga Bima, ketika kedua matanya menatap Arini. Bola matanya nyaris copot. Ia tak menduga sama sekali, wanita yang menjadi penyebab ia mendekam didalam jeruji besi kini berdiri tepat didepan matanya. 

'Ya Tuhan, Arini? Apakah dia benar benar Arini? ' batin Bima bertanya tanya dalam hati. 

Ia ingin sekali bertanya langsung, tapi tak mungkin, ada cahaya yang sedang bersamanya. Istrinya pasti akan sangat marah jika tahu Bima dan Arini saling kenal. 

"Hai mbak, aku Cahaya, ini Suamiku, Mas Bima"

Degh

Jantung Arini berhenti untuk sekian detik, belum sadar ia akan apa yang terjadi, kini dia dihadapkan pada kenyataan bahwa laki laki dari masa Lalunya itu adalah suami orang, yang tak lain adalah suami Cahaya yang sebentar lagi akan menjadi rekan bisnis nya. 

Arini dan Bima sama sama tercengang, mereka saling bertatapan penuh arti. 

'Mengapa aku harus bertemu lagi dengan dia disaat seperti ini? ' batin Bima takut jika istrinya mengetahui. 

"Mbak, mbak, kok mbak lihatin suami saya terus? Mbak kenal sama suami saya? " Tanya Cahaya penasaran. 

Arini masih terdiam, ia tak menyangka akan terjadi hal ini. 

Sedangkan Bima, ia mulai salah tingkah, sesekali ia melirik Cahaya. 

"Mbak... " Cahaya melambai kan tangan ke wajah Arini. 

"Eh, iya...iya saya kenal suami anda" Tanpa sengaja Arini keceplosan menjawab pertanyaan Cahaya. 

"Benarkah? " Sahut Cahaya tak percaya. 

"Mas, siapa wanita ini? Mas kenal dengannya? " Tanya Arini penuh selidik. 

Dari tatapan kedua orang ini, Cahaya mulai menaruh curiga, pandangan mata Bima terhadap juragan Lele itu tampak lain dari biasanya, terlihat seperti tatapan dua orang saling kenal yang sudah lama tak berjumpa. 

Bima bingung tak tahu jawab apa, ia takut jika istrinya mengetahui masa lalunya. 

"Mas, katakan sekarang juga. Siapa wanita ini? " Cahaya menatap tajam pada sang suami, sambil menunjuk ke arah wanita yang berada di depannya. 

Bima, sang suami kaku tak bergerak, lidahnya kelu. Bahkan untuk menjawab sepatah kata saja ia tak bisa. 

"Jawab Mas! " Bentak Cahaya semakin murka. 

Wanita yang berada didepan cahaya tersenyum sinis, Arini- sang mantan kekasih hadir kembali disaat Bima sudah menjadi suami Cahaya. 

"Katakan saja siapa aku Mas, kalau tidak aku yang akan menjelaskan semuanya" Seru Arini dengan wajah santainya. 

Bima semakin bingung, bagaimana ia akan menjelaskan siapa Sebenarnya Arini pada Cahaya, sedangkan Cahaya sedang mengandung anaknya. Ia tak ingin Cahaya banyak pikiran hingga berpengaruh pada kehamilannya yang masih trimester pertama. 

"Dia... Dia... Dia teman aku, kami dulu satu sekolah saat SMA" Jawab Bima tergagap menahan agar tidak sampai keceplosan.

Bab 3

Part 3

"Benarkah? Kok kamu gak pernah bilang? " Cahaya terlihat penasaran dengan jawaban suaminya, ada terbersit kecurigaan dalam benak wanita berusia 26 tahun itu. 

"Apa semua teman temanku harus aku ceritakan satu persatu padamu mulai aku TK sampai aku SMA? " Bima malah kembali melontarkan pertanyaan pada Istrinya yang sedang penasaran, Wajah Bima mulai nampak tidak karuan, ia sebisa mungkin menahan diri agar tidak salah bicara. 

Cahaya mulai terlihat biasa, rona ceria kembali mereka di wajahnya. 

"Ah ya sudah, kalau hanya teman aku juga punya." Cahaya mulai mencair, ia mencoba meredam kecurigaan pada suaminya. 

'Ah, hampir saja aku ketauan ' batin Bima berseru. 

Sementara Arini, ia yakin pasti Bima merahasiakan Masa lalu mereka pada Cahaya. 

'Pandai juga kamu merahasiakan Masa lalumu Mas, aku begitu iri melihat kamu dan wanita ini hidup bahagia, aku tak bisa diam saja melihat sandiwara mu itu' terbersit pikiran jahat di benak Arini. 

"Oiya mbak Arini, mari masuk dulu, maaf ya aku udah suudzon sama Mbak, lagian mas Bima sih gak pernah cerita apa apa sama aku, wajar dong aku sebagai istrinya cemburu" Cahaya berkata sambil menyipitkan sebelah mata kepada Bima. 

Bima membalas dengan merangkul bahu sangat istri, keduanya terlihat begitu mesra dan romantis. 

Sontak saja, membuat Arini merasa hancur, Bagaimana tidak, Laki laki yang delapan tahun lalu telah merenggut kesucian nya hingga karena kelakuan laki laki ini pula pernah bersemayam benih tak berdosa didalam rahimnya. 

' Tega kamu Mas, bermesraan dengan wanita lain sedangkan aku mati matian berjuang agar bisa menyembuhkan luka hatiku selama bertahun tahun karena mu' Arini berkata dalam hatinya, ingin sekali ia mengatakan yang sebenarnya pada Cahaya. Tapi, sekarang bukan saat yang tepat. 

"Ehem... " Arini ingin segera pergi dari tempat itu, lama lama air matanya bisa jatuh tak terkendali. 

Bima dan Cahaya sontak melepas pelukan, menyadari ada tamu yang dibiarkan berdiri mematunh sejak tadi. 

"Oh, maaf mbak Arini. Sudah membuat mbak berdiri saja dari tadi, ayo mbak silakan masuk, kita minum teh dulu" Ajak Cahaya bersikap ramah pada sangat juragan Lele. 

"Terima kasih mbak Cahaya, tapi saya harus pergi, ada banyak pesanan yang harus kami antarkan" 

"Oh begitu, oh iya berapa mbak jumlah semuanya mbak? "

"Dua juta setengah"

Cahaya segera mengambil uang didalam dompet dan menyerahkan pada Arini. Adi sang Asisten Arini segera menurunkan lele yang sudah berada dalam kotak fiber kedalam warung. 

Bima nampak salah tingkah apalagi saat Arini menatapnya sesekali, ia ingin sekali membatalkan kerjasama dengan Arini. Ia khawatir jika masa lalunya dengan Arini akan terbongkar. 

"Terima kasih Mbak Arini, semoga kerja sama kita berjalan baik" Seru Cahaya sebelum Arini meninggalkan mereka berdua. 

"Pasti, kerja sama ini pasti akan menguntungkan semua pihak, ya kan Mas Bima? " 

Sontak Bima terdiam dan menatap tajam ke arah Arini, ia merasa kata kata Arini seolah menyiratkan suatu hal. 

Tanpa menunggu jawaban Bima, Arini segera pergi meninggalkan rumah makan milik Bima.

Arini memasuki mobil, hatinya dag dig dug tak karuan, ia tak menduga akan menjalin kerja sama dengan laki laki yang pernah menodainya bahkan menghancurkan masa depannya.

"Tuhan... Kenapa Aku harus bertemu dia kembali? Kenapa, Tuhan? Aku benci dia, Aku muak melihat wajah dia, Aku benciiiii.... " Teriak Arini memaki lelaki yang bernama Bima.

Dalam hati, tumbuh rasa dendam, ingin sekali Arini membalas perbuatan jahat Bima padanya. Bagaimana bisa, lelaki itu begitu mudah menodainya, lalu pergi begitu saja, bertahun-tahun tak berjumpa kini dia beristri, sungguh membuat hati Arini panas.

"Bahagia sekali hidupmu, Bima. Kau bahkan sudah punya istri, lalu, sedangkan Aku? Jangankan untuk berumah tangga, menjalin hubungan saja Aku sudah trauma"

Arini begitu benci dengan keadaan ini, melihat orang yang telah menghancurkan masa depannya hidup bahagia dengan wanita lain, berbanding terbalik dengan hidup nyan kini.

Entah akan ada lelaki yang mau menerima Arini yang sudah tidak suci lagi?

"Aku harus menghancurkan rumah tangga kalian, harus, enak saja kamu Bima, setelah kau hancurkan masa depanku, kini kau bisa hidup bahagia? Tidak, Aku tidak Terima"

Ada niat jahat Arini terhadap rumah tangga Bima, dendam ataukah cemburu?

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED