Sampul Novel Hot Sugar Daddy

Hot Sugar Daddy

9.6 / 10.0
Amanda Fletcher sangat membenci Logan Caldwell, pria dingin yang perfeksionis. Namun, satu malam intim yang tak terduga mengubah segalanya dan memicu perasaan asing di antara mereka. Keadaan kian pelik ketika Amanda mendapati Logan sebagai dosen baru di kelas seninya. Kini, terjebak dalam relasi dosen dan mahasiswi, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan ego atau membiarkan cinta tumbuh dan mencairkan hati kaku Logan.
Ringkasan Hot Sugar Daddy
Amanda Fletcher sangat membenci Logan Caldwell, pria dingin yang perfeksionis. Namun, satu malam intim yang tak terduga mengubah segalanya dan memicu perasaan asing di antara mereka. Keadaan kian pelik ketika Amanda mendapati Logan sebagai dosen baru di kelas seninya. Kini, terjebak dalam relasi dosen dan mahasiswi, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan ego atau membiarkan cinta tumbuh dan mencairkan hati kaku Logan.
Baca Selengkapnya

Hot Sugar Daddy Bab 1

POV Amanda

“Jika kau setuju, maka aku akan membantumu membayar uang jaminan untuk bebas dan menyewa seorang pengacara yang hebat untuknya.”

Aku tertegun menatap seorang pria asing yang menawarkan kemurahan hatinya padaku sekarang. Dia tidak sengaja mendengar percakapanku dengan Andrew Fletcher—kakakku, melalui telepon seluler tadi. Si idiot itu sedang ditahan di kantor polisi bersama dua orang temannya yang lain karena kasus pengeroyokan di klub Red Flame.

“Bolehkah aku duduk?” tanyanya kemudian.

Aku langsung tersentak, lantas mengiyakan tanpa memikirkan konsekuensi yang akan menungguku ke depannya. Ada sesuatu dalam nada bicara pria itu yang terasa memprovokasi batas privasiku. Dia menciptakan persepsi bahwa dia sosok yang gemar mendominasi setiap orang hanya lewat caranya mengerling dan itu membuatku gugup.

Aku mulai memperhatikan gerak-geriknya yang kaku, seolah-olah dia baru saja tergelincir di atas jalan bersalju dengan posisi pinggang yang jatuh lebih dahulu. Dia menarik punggung kursi itu sedikit, menempatkan dirinya di sana, dan merogoh sesuatu dari balik saku kemejanya. Menyodorkan benda tersebut dengan sikap hati-hati.

Sebuah kartu nama yang kertasnya mengilap itu beralih ke dalam genggamanku. Aku memperhatikan setiap detailnya yang mengagumkan. Tipografinya yang didesain secara khusus, logo perusahaan, sampai pada seluruh warna tinta yang terukir dengan indah di sana.

Aku berasumsi dia bukan orang sembarangan, tetapi mengapa dia harus repot-repot mencampuri urusanku? Maksudku, dia sudah menguping obrolan kami dan aku melupakan pelajaran hidup paling penting tentang kewaspadaan terhadap orang asing. Mungkin pria itu psikopat sinting seperti dalam tajuk utama koran pagi atau bisa jadi punya tujuan tertentu padaku.

Logan Caldwell. Aku membaca nama yang dicetak tebal dalam huruf kapital tersebut, melirik ke arah rahang perseginya yang ditumbuhi bakal janggut itu, kemudian meletakkan kartu nama miliknya ke dekat cangkir kopiku. Dia seorang seniman dan mengelola bisnis seni.

Logan. Aku mengeja namanya sekali lagi dalam kepalaku, memindai ekspresi wajahnya yang tetap datar secara keseluruhan, dan merasakan keringat seketika meluncur bebas di antara kedua tali braku. Dia masih sangat tampan untuk ukuran seseorang yang usianya dua kali lipat dariku juga lebih terlihat seperti bandit daripada pengusaha.

Tidak ada cincin yang melingkar di jari manis Logan. Jadi, aku lagi-lagi bergelut dengan sejumlah asumsiku sendiri tentang niat pria itu. Aku sempat menduga bahwa dia merupakan bujangan tua menawan yang harus tersisih oleh lingkungan sekitar akibat sifat anehnya atau dia memang bermasalah dengan kepribadiannya yang kelewat dingin.

“Tuan Caldwell?” sapaku mencairkan suasana canggung di antara kami, menyelipkan sehelai rambutku yang keluar dari jalur ke daun telinga kiriku, dan kembali mengamati wajahnya.

“Logan saja.”

Mengapa harus ‘Logan saja’? Mengapa dia membuat hubungan kami seperti seorang teman lama yang kebetulan berjumpa di sebuah restoran Prancis pada hari Sabtu? Mengapa dia memandangiku dengan cara yang membuatku resah oleh kesan pengintimidasinya yang menyebalkan?

“A-Amanda. Amanda Fletcher,” balasku sambil menjilat bibir dengan kikuk sebab berinteraksi dengan orang-orang baru sama sekali bukan keahlian dasar yang kupunya.

“Amanda Fletcher,” desis Logan yang masih mengunci tatapannya padaku.

Suara Logan yang parau sontak menciptakan kegelisahan yang mengular di dadaku. Aku meraih cangkirku dengan jemari yang gemetar dan menyesapnya cepat, menyembunyikan semburat pada wajahku di balik sisa kopi yang sudah dingin, dan melupakan eksistensi pria itu untuk sejenak.

“Apa kita sepakat, Nona Fletcher?” todongnya lagi dengan sorot mata yang menyala oleh ambisi.

Aku spontan menaruh cangkirku ke tempat semula dan mengoreksi, “Amanda.”

Logan menunggu, sepasang iris cokelatnya yang gelap dan selaras dengan warna rambutnya itu menyipit, menimbulkan sensasi cemas yang menjadi-jadi di bagian perutku. Sialnya, aku mendadak merasa mual. Apa aku telah terserang gejala GAD dan harus mengambil sesi psikoterapi?

“Aku tidak tahu, Tuan Caldwell. Maksudku, Logan. Kita bahkan tidak saling mengenal satu sama lain dan kau tiba-tiba datang menegosiasikan pertolongan bagi Andrew. Aku belum pernah terjebak dalam situasi yang membuatku harus memilih antara menjerumuskan diriku sendiri atau menyelamatkan kakakku yang tolol itu dari kesalahannya.”

“Berhentilah untuk berpikir terlalu banyak, Amanda. Bukankah kau juga tidak punya pilihan?”

Aku benci kalimat Logan yang terakhir. Di satu sisi dia memang benar, tetapi aku tidak senaif yang pria itu pikir. Pertukaran antara sesuatu yang dia inginkan dan menebus aksi anarkis Andrew adalah hal yang mustahil, meskipun akulah satu-satunya keluarga yang masih dia punya.

“Aku tidak yakin, Tuan Caldwell. Maaf, maksudku, Logan,” ralatku untuk yang kedua kalinya.

“Apa kau tersinggung?”

“Tidak sama sekali. Aku orang yang diplomatis, tetapi aku juga berpikiran terbuka.”

Logan menaikkan satu alisnya yang tebal dan aku bersumpah aku baru saja melihat bibirnya menyeringai. Samar seperti upaya untuk menyembunyikan dosa fantasi yang coba kututupi dalam pikiranku. Namun, usaha itu gagal karena segenap hormon pubertasku menyerbu dari segala penjuru.

Logan merupakan definisi dari sempurna. Tubuhnya proporsional, terisi penuh dengan otot-otot yang padat, dia jelas penyuka olahraga. Warna kulitnya tan dan sehat. Jenis pria yang menggemari banyak aktivitas di bawah sinar matahari, membiarkan sinar ultraviolet puas menjilati setiap inci permukaan kulitnya, menjadikannya terbakar untuk menyisipkan satu lagi nilai tambah yang membuatnya lebih memesona dari yang seharusnya.

Sepasang iris Logan sama kelamnya seperti nuansa langit pada waktu malam. Aku mencoba mendeskripsikan gradasi yang tepat sebagai daftar pria-paling-panas-dari-generasi-milenial itu, tetapi Logan sama sekali tidak membutuhkannya sebab dia sangat ideal. Garis hidungnya runcing dan tinggi, bulu matanya lebat dan lentik, segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya serba pas bagiku.

“Aku tidak bermaksud lancang, Logan. Bolehkah aku menanyakan tentang umurmu? Apa kau juga sudah menikah? Aku benci terlibat dengan masalah karena masalahlah yang biasanya mencariku,” kataku sambil mengangguk dengan senyum yang kupaksakan.

“Tiga puluh sembilan tahun bulan lalu dan aku pernah menikah,” jawab Logan dengan tenang.

Tiga puluh sembilan dan pernah menikah. Aku menggarisbawahi sekelumit informasi yang kedua secara otomatis. Menarik kesimpulan sendiri tentang penyebab perpisahan Logan dan mantan istrinya, mungkin rumah tangganya terasa membosankan atau bisa jadi mereka tidak lagi cocok satu sama lain, komitmen memang bukan sesuatu yang mudah.

“Bagaimana denganmu, Amanda? Berapa usiamu?”

Aku spontan terlonjak selepas mendengar Logan menyebutkan namaku di ujung lidahnya. Aku menghitung dan itu yang ketiga kalinya dia memanggilku dengan aksen British-nya yang seksi. Dialek asing, pria asing, segala sesuatu yang berhubungan dengan Logan begitu misterius untukku.

“Sembilan belas tahun dan belum menikah,” sahutku dengan mengangkat semua jemariku untuk dipamerkan padanya.

Logan menyandarkan punggungnya di kursi, melipat kedua tangannya di dada, lantas kembali melemparkan pertanyaan seperti sebelumnya. Aku memaksa otakku bekerja, Andrew akan divonis beberapa bulan atau tahun penjara gara-gara perbuatan bodohnya itu, dan aku tidak punya opsi lain. Apa yang harus kulakukan?

“Aku janji akan membebaskan kakakmu, tetapi sebagai gantinya kau harus bersedia tidur denganku.”

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Hot Sugar Daddy

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.3
Sekembalinya dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang dipercaya bisa memberi keawetan muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku dan rambutku dipotong untuk dililitkan di patung itu. Namun, aku menyembunyikan rahasia bahwa aku pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, konsekuensi mengerikan muncul ketika kulit ibu mulai ditumbuhi bercak biru bersisik dan dia mulai berganti kulit layaknya seekor ular.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas desakan sang ayah. Remaja berusia 18 tahun ini pun berniat mengungkap rahasia kelam di Kafe Nirwana, bisnis milik suaminya. Namun, penyelidikan tersebut justru menyeret Dara ke dalam misteri yang lebih rumit bersama Raka yang dikenal buas. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menghancurkan usaha sang suami atau justru melindungi pria tersebut dari bahaya yang mengintai.
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Hidup seorang gadis berubah total setelah Hunter Oragle memergokinya mengintip momen intim pria itu dengan ibunya. Alih-alih murka, sang ayah tiri malah menyodorkan tawaran menantang untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan mereka pun terseret ke dalam pusaran gairah terlarang yang penuh risiko. Situasi semakin rumit dan menegangkan saat rahasia masa lalu perlahan terbongkar, menguji batas moral yang mereka miliki.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED