Sampul Novel Tumbal Rumah Bersalin

Tumbal Rumah Bersalin

9.6 / 10.0
Warni, bidan ramah di Desa Tlogo Ungu, menyimpan rahasia kelam. Akibat dihina karena miskin dan dikucilkan, ia nekat bersekutu dengan siluman ular putih, Nyai Sukma, demi kekayaan. Lewat perantara Romlah, perjanjian mistis pun terjalin. Namun, ritual pesugihan ini meminta syarat mengerikan: wanita yang melahirkan pada malam Jumat Kliwon dan nyawa anak kandung Warni sebagai tumbal pertama. Sanggupkah ia mengorbankan bayinya sendiri demi harta?

Tumbal Rumah Bersalin Bab 1

Malam ini Warni baru saja membantu seorang wanita muda yang bernama Linda dalam melakukan persalinan pertamanya. Seperti biasa setiap menyelesaikan tugasnya Warni selalu melihat kalender yang ada di ruang persalinan. Tepat seperti dugaan Warni, malam ini adalah malam jumat kliwon malam dimana dia harus menyerahkan satu tumbal kepada Nyi Sukma.

"Hari ini adalah hari kamis malam jumat kliwon, aku harus menyiapkan tumbal berikutnya untuk Nyai Sukma," batin Warni sambil melihat kalender yang ada di hadapannya.

“Bagaimana keadaan Istri dan Anak saya, Bu Bidan?" tanya Hartono saat melihat Warni keluar dari ruang bersalin.

"Istri dan anak Bapak sehat. Sebentar lagi kami akan memindahkannya ke kamar melati, tapi untuk sementara jangan dijenguk atau diganggu dulu, jadi Bapak bisa pulang dulu ke rumah." Bidan Warni menjelaskan sambil tersenyum ramah.

"Tapi bagaimana mungkin saya tidak boleh menjaga istri saya, sedangkan di rumah bersalin yang lain saja tidak ada masalah jika keluarga menjaga pasien," protes Hartono yang tidak terima dengan keputusan Warni.

"Wanita yang baru saja melahirkan tentu akan merasakan kelelahan yang luar biasa, jadi untuk memulihkan keadaannya dia harus banyak istirahat. Itulah kenapa kami melarang anggota keluarga untuk menjaga pasien," jawab Warni dengan tegas.

"Tapi …."

Sambil tersenyum ramah, "Bapak bisa melihat kondisi Ibu Linda yang masih ada di ruang bersalin."

Sebenarnya ada rasa ragu dalam hatinya saat akan meninggalkan Linda. Namun, setelah melihat kondisi sang istri yang kelelahan Parto akhirnya bersedia meninggalkan sang istri dan pulang ke rumah. Warni memang tidak mengizinkan pasiennya di temani oleh keluarga mereka, ini di lakukannya untuk mempermudah Nyi Sukma mengambil tumbal yang disediakan untuknya.

“Sus. Pasien yang baru saja bersalin tolong pindahkan ke ruang melati," ucap Bidan Warni kepada seorang perawat.

"Baik, Bu Bidan," jawab seorang perawat bernama Sari sambil menutup sebuah buku yang ada di hadapannya.

Setelah memberi perintah kepada Sari, Warni pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya yang terletak di ujung koridor. Yuni salah satu perawat yang duduk di samping Sari terlihat sedikit curiga dengan perintah yang diberikan Warni. Pasalnya selama ini pasien yang diletakkan di kamar melati selalu berakhir tragis.

"Sari, aku ikut. Ya," ucap Yuni sambil menggenggam tangan Sari yang akan meninggalkan mejanya.

"Kamu 'kan harus membersihkan ruang bersalin. Jika Bidan Warni tahu kamu meninggalkan ruang bersalin dalam keadaan kotor dia akan marah," jawab Sari sambil menoleh ke arah Yuni.

“Sus, bagaimana keadaan putri saya?” tanya Linda kepada Sari dan Yuni.

“Alhamdulillah, Putri Ibu dalam keadaan sehat dia saat ini sudah ada di ruang bayi. Sekarang saya akan memindahkan Ibu ke ruang rawat inap,” jawab Sari sambil tersenyum.

"Dek, Mas pulang dulu ya. Besok pagi Mas akan kesini lagi buat jemput kamu dan anak kita," ucap Hartono saat akan meninggalkan ruang bersalin.

"Tapi, Mas. Aku takut jika harus sendirian disini." Linda terlihat menahan tangis.

"Tidak apa-apa, disini 'kan ada Suster dan Bu Bidan. Besok setelah shalat subuh Mas janji akan langsung ke sini." Hartono berusaha untuk menenangkan sang istri.

"Iya, Bu. Kami disini akan menjaga Ibu Linda jadi Ibu tidak perlu takut," ucap Sari sambil tersenyum ramah.

Linda akhirnya menuruti perintah Hartono walaupun sambil menangis. Setelah Hartono meninggalkan ruang bersalin Sari langsung membawa Linda ke kamar melati dengan kursi roda. Warni yang saat ini sudah ada di ruangannya terlihat berbicara dengan seorang wanita cantik yang memiliki tubuh layaknya seekor ular.

“Bagaimana? apa sudah ada mangsa untukku malam ini,” tanya wanita tersebut.

“Sudah, Nyai. Malam ini Nyai sudah bisa menemuinya di kamar melati, karena saya sudah perintahkan Perawat untuk membawa wanita itu ke kamar Tersebut." Warni menjawab sambil menunduk dan bersimpuh di hadapan wanita bertubuh ular tersebut.

"Bagus, aku suka jika kamu tidak melupakan kewajibanmu," ucap wanita ular itu sambil berlalu meninggalkan Warni yang masih bersimpuh.

Tidak ada yang tahu jika hampir 2 tahun ini Warni yang terkenal sebagai Bidan teladan, baik dan ramah ternyata melakukan perjanjian dengan siluman ular putih. Kondisi ekonomi yang sulit, serta hinaan para tetangga di masa lalu rupanya membuat Warni memiliki dendam yang sudah mendarah daging. Hingga akhirnya dia tega menjadikan warga Desa Tlogo Ungu sebagai tumbal pesugihannya.

"Aku yakin, besok pagi akan ada pasien yang lebih banyak lagi dari hari ini.  Bahkan uang dan kekayaan yang aku miliki akan semakin bertambah," ucap Warni sambil tertawa lirih.

***

Keesokan harinya terlihat beberapa orang telah berdiri di depan ruang melati. Warni yang baru saja tiba di Klinik langsung berlari ke arah kerumunan orang tersebut. Rasa bahagia terlihat dari tatapan matanya saat melihat Linda tergeletak di ranjang dengan kondisi membiru di sekujur tubuhnya.

“Bagaimana ini, Bu Bidan. Kenapa Istri saya bisa meninggal seperti ini?” tanya Hartono yang tidak lain adalah suami dari pasien tersebut sambil menangis sesenggukan.

“Bapak tenang dulu, saya akan coba memeriksa pasien.” Warni menjawab sambil mengusap pundak Hartono yang ada di hadapannya.

“Suster Yuni, tolong bawa semua orang keluar dari ruangan ini. Biar saya dan Suster Sari bisa memeriksa jenazah Ibu Linda," perintah Warni kepada Yuni.

Warni hanya mempekerjakan 4 orang perawat yang akan diganti setiap 12 jam sekali. Setelah meminta semua orang untuk keluar dari ruangan itu, Bidan Warni dengan ditemani Suster Sari langsung masuk untuk memeriksa apa penyebab kematian Linda. Di tempat terpisah terlihat beberapa Perawat sedang berbincang di meja resepsionis.

"Aneh, bagaimana mungkin Ibu Linda bisa tiba-tiba meninggal dunia," ucap Yuni yang saat itu ada di meja resepsionis.

“Kamu benar, sepertinya ada yang tidak wajar dengan kematian Ibu Linda," jawab Nur yang saat itu duduk di samping Yuni.

"Apa jangan-jangan ... ." tiba-tiba Yuni menghentikan ceritanya.

"Jangan-jangan apa. Sus?" tanya Hartono yang ternyata mendengar perbincangan mereka.

"Tidak. Pak, tidak ada apa-apa." Yuni terlihat gugup.

“Cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Istri saya!” bentak Hartono hingga membuat Yuni dan perawat lain terkejut.

“Sudah, Nak. Ikhlaskan Istri mu, biarkan dia meninggal dengan tenang," bujuk Bu Asih sambil mengusap punggung Hartono.

"Tidak, Bu! Aku yakin ini pasti ada yang tidak beres dengan rumah bersalin ini!" teriak Hartono sambil menoleh ke arah sang ibu.

Disaat Hartono sedang mencari informasi tentang penyebab kematian istrinya melalui Perawat yang ada di tempat itu. Di saat yang bersamaan Warni dan Sari yang baru saja memeriksa penyebab kematian Linda langsung menghampirinya. Warni pun mengajak Hartono untuk masuk ke dalam ruangannya.

"Kami sudah memeriksa jenazah Ibu Linda, kami bisa simpulkan penyebab kematiannya adalah pecahnya pembuluh darah di otak yang pecah." Warni mulai menjelaskan saat mereka sudah duduk di dalam ruangan.

"Tapi bagaimana mungkin pembuluh darah istri saya bisa pecah, sedangkan saat terakhir saya pergi dia dalam kondisi baik-baik saja, " jawab Hartono sambil memukul meja yang ada di hadapannya.

"Saya harap Bapak bisa berlaku sopan disini! Kematian Ibu Linda diluar kehendak kami, pecahnya pembuluh darah seseorang bisa disebabkan karena tekanan darah yang terlalu tinggi. Jadi kematian Ibu Linda tidak ada hubungannya dengan rumah bersalin ini, " jawab Warni dengan tatapan tajam.

Hartono menatap Warni dengan tatapan curiga, "Aku yakin ada yang tidak beres dengan rumah bersalin ini."

Hartono yang merasa tidak ada jawaban pasti tentang kematian Istrinya langsung berdiri dan berjalan keluar ruangan. Sambil menahan amarah dan air mata, Hartono dan keluarganya membawa jenazah Linda pulang ke rumah untuk segera dimakamkan. Bidan Warni yang mendengar ucapan Hartono terlihat gugup. Namun, sebisa mungkin dia pendam agar tidak membuat semua orang curiga.

"Dasar! Orang miskin yang nggak punya aturan," ucap Warni yang terlihat kesal. 

Waktu berlalu dengan begitu cepat, kematian Linda menyebar dengan cepat. Bahkan kematian mendadak itu  menjadi topik utama di Klinik tersebut. Kamar melati pun menjadi  momok yang menakutkan bagi para wanita yang akan melakukan persalinan di Klinik tersebut.

"Apa benar Ibu Linda meninggal karena pecahnya pembuluh darah di otak?" tanya Yuni kepada Sari.

"Menurut hasil pemeriksaan sih begitu. Memangnya kenapa?" jawabnya.

"Tidak. Hanya saja aku merasa jika ada keanehan pada Rumah bersalin ini," ucap Yuni sambil sedikit berbisik. 

"Keanehan."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tumbal Rumah Bersalin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam. Apakah pernikahan ini berjalan atas sisa cinta, atau justru menjadi ajang pembalasan dendam atas sakit hati masa lalu? Kini, sebagai suami istri, keduanya harus berkomitmen meski bayang-bayang masa lalu terus mengusik. Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, berbagai rahasia dan konflik pun mulai bermunculan, menguji kesetiaan serta keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Alicia Huang rela mendonorkan sumsum tulang belakang demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun setuju dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka wajib dirahasiakan dari publik. Kini, Alicia harus menjalani hari-hari sebagai istri yang disembunyikan layaknya wanita simpanan. Akankah pernikahan kontrak penuh rahasia ini menumbuhkan benih cinta sejati, atau justru menyisakan luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang tertutup, dirundung duka beruntun. Usai dikhianati kekasih, ia menyaksikan keluarganya hancur. Sang papa pergi dengan wanita lain, yang juga mengirimkan video asusila hingga membuat mama Jeany depresi berat. Kejadian ini menyisakan trauma mendalam akan pernikahan. Bersama saudara perempuannya, Jeje, Jeany kini harus berjuang menghadapi teror dari selingkuhan papanya dan cobaan hidup yang tiada henti. Mampukah ia bertahan?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED