Sampul Novel Those Smiling Eyes

Those Smiling Eyes

7.9 / 10.0
Fara, mahasiswi manja dengan ayah yang sangat protektif, tak pernah memikirkan pernikahan hingga Dominic datang melamarnya. Namun, sebuah kesalahan fatal membuat sang kekasih pergi sebulan sebelum pernikahan mereka. Di tengah kesedihannya, muncul pria misterius yang mengajukan lamaran dengan syarat aneh: dilarang bertemu sampai akad nikah. Demi kesempatan terakhir, Fara menerima pinangan tersebut. Sanggupkah ia menjalani peran baru sebagai istri sambil tetap melanjutkan kuliahnya?

Those Smiling Eyes Bab 1

"Fara! Bangun, gak?! Gak bangun, Mama siram pakai air es!" Mama mengomel di pintu kamarku.

Kutendang selimut dari tempat tidur, lalu duduk dan meregangkan tubuhku sambil menguap. Sungguh, aku masih ngantuk banget, aku baru tidur jam tiga pagi setelah membaca novel 'Destined Ones' sampai tamat. Itu adalah sebuah novel fantasi tentang werewolf yang saat ini sedang naik daun, karya artis idolaku.

Kulihat Mama geleng-geleng kepala, dan aku pun nyengir. "Selamat pagi, Mamaku sayang."

"Pagi apanya, udah siang! Ini udah jam 9, lho. Katanya mau kornet goreng telur, cepetan beliin. Gosok gigi dulu." Mama lanjut mengomel, lalu meninggalkan kamarku untuk kembali ke dapur, masih sambil ngomel. "Anak gadis bangun jam segini, pasti gak sholat subuh."

"Aku lagi mens, Maaa." Teriakku sambil memasuki kamar mandi.

Setelah cuci muka dan gosok gigi, kuambil sweater yang menggantung di gantungan baju sekenanya. Aku tidur dengan legging hijau milik Mama dan tank-top, dan sweater yang kuambil ternyata warna merah, sweater kakakku yang kapan waktu kuambil dari kamarnya.

Duh, aku kayak pohon natal kalau pakai ini. Tapi males mau cari yang lain. Lagian udah terlanjur diambil.

Gakpapa deh, cuma ke samping rumah bentar aja.

Kupakai sweater tadi dan kurapikan rambut kriwilku sebisanya dengan tangan, lalu turun ke lantai bawah untuk minta uang ke Mama.

"Fara pakai baju yang bener gitu lho, Far. Dikira orang gak dibeliin baju sama orang tuanya," omel mama begitu melihatku.

Aku menngedikkan bahuku. "Cuma ke samping aja loh, Ma. Sapa juga yang bakal peduli."

"Ya kali aja ketemu jodoh, hayo." Papa yang sedang makan keripik singkong, ikut-ikutan.

Aku memutar bola mataku, dan keluar dari rumah.

Surabaya panas banget, belum juga jam 9.30 pagi, rasanya matahari udah kayak di ubun-ubun.

Aku mendorong pintu kaca Alfamart, dan berteriak mendahului para karyawan yang sudah bersiap-siap memberi salam pada pengunjung. "Gak usah kasih salam, ini Fara!"

Karena toko waralaba ini letaknya persis di samping rumah, semua karyawannya sudah kenal sama kami sekeluarga.

Aku mendengar mereka tertawa.

Segera kuambil kaleng kornet sapi, tapi karena letaknya ada di rak paling atas, saat kusenggol, kalengnya jatuh dan menggelinding ke kolong rak.

Waduh!

Aku telungkup di lantai dan merogoh ke kolong untuk meraih kaleng tersebut. Saat itu, kudengar karyawan-karyawan toko memberi salam pada pengunjung yang baru saja masuk.

Tak lama kemudian, dari sudut mataku, kulihat seseorang telungkup di sampingku. Dia meraih kalengku yang jatuh dengan mudah karena ... jelas dia lebih tinggi dari aku dan tangannya lebih panjang.

Aku duduk dan dia menyodorkan kaleng kornet kepadaku. Aku menerimanya, lalu bilang, "Makasih."

Saat aku melihat wajah orang yang barusan menolongku, rasanya kayak mimpi. Bule, guanteng banget, dan matanya, dia punya mata warna abu-abu. Kayak pernah lihat, tapi di mana ya?

"Um ... thanks," kuulang ucapan terima kasihku, khawatir dia nggak ngerti bahasa.

Dia lihatin aku kayak aneh gitu, pasti karena rambutku yang kayak singa, atau paduan bajuku yang udah kayak kostum natal.

"Sama-sama," jawabnya pelan, masih sambil lihatin aku kayak tadi.

Aduh, bener kata Mama. Harusnya aku pakai baju yang bener. Kalau tau bakal ketemu 'Hottie', aku rela pakai dress dan catokan dulu biar pun cuma keluar ke samping rumah. Malu-maluin banget aku ini.

Buru-buru aku berdiri dan lari ke kasir. Lalu saat selesai bayar, cepat-cepat aku berlari pulang.

Kuserahkan kaleng kornet pada Mama yang sedang duduk di kursi pantry.

"Kok pilih yang penyok sih, Far?" protes si mama.

"Ya tadinya gak penyok, Ma. Terus jatoh, kan Fara gak nyampek karena raknya ketinggian."

Mama memutar bola matanya.

"Pucet banget kamu, kayak habis liat hantu," komentar mama.

Aku mengangguk antusias. "Hantunya, ya yang bantuin Fara ambil kaleng ini dari kolong rak."

"Ngomong opo toh, Fara iki? Siang-siang kok ngomongin hantu," sungut Papa setelah menjitak kepalaku.

"Habisnya, kayaknya mustahil ada cowok seganteng itu," gumamku.

"Lebih ganteng dari Papa?" tanyanya heran, berusaha terlihat serius.

Papaku blasteran. Oma, almarhumah nenekku adalah wanita asal Perancis yang menikah dengan Opa, pria keturunan Cina-Jawa asli Surabaya. Papa selalu bilang kalau aku dan kakakku, Fabian, mirip banget sama Oma, apalagi Fabian yang matanya biru. Tapi menurutku aku mirip Papa, kecuali rambut kriwil yang aku dapat dari Mama meskipun warnanya cokelat seperti rambut papa dan Fabian.

Adrian Armand namanya. Di usianya yang ke-53 dan tak lagi muda, Papaku masih punya badan tinggi besar dan berotot, yang sering dia salah gunakan untuk menakuti setiap cowok yang mendekatiku. Usiaku 17 tahun dan sama sekali belum pernah pacaran.

"Iya," jawabku. Papa memelas.

"Masa ada yang lebih ganteng dari Papa?" tanyanya sedih.

"Gak ada ... kalau kata Mama," jawabku, Mama tertawa.

Sambil makan siang, Mama cerita, kalau sahabatnya dari SMP, Tante Nadia, sudah balik ke Indonesia dan kali ini sepertinya akan menetap. Papa menanggapi dengan antusias, karena mereka juga teman dekat. Dulu, Tante Nadia lah yang mengenalkan Mama pada Papa.

"Wah, bikin barbeque party yok, kita undang Nadia sekeluarga," saran Papa.

"Yuk, sekalian kenalin Fara sama anaknya Nadia. Dia seumuran Fara, ganteng, baik,sopan lagi," sahut Mama.

"Paling, anaknya Tante Nadia juga takut sama Papa," sungutku skeptis.

Mereka tertawa, kelihatan kalau sama sekali nggak khawatir sama nasip anaknya yang entah sampai kapan akan jomblo ini.

Beberapa hari kemudian, baru saja aku kunci pintu toko setelah mengantar papa ke luar. Papa pamitan mau nge-band sama teman-temannya, dan saat aku baru masuk rumah, bell sudah berbunyi lagi.

Keluargaku mempunyai sebuah toko binatang peliharaan, kebanyakan pengunjung memang datang di sore dan malam hari, kecuali di hari libur, dan toko akan ramai dari pagi sampai malam.

Dulu, papa bayar tiga orang karyawan. Satu orang groomer, satu kasir, dan satu lagi untuk jaga toko. Namun, saat Fabian dan aku sudah besar, cuma ada groomer dan kasir, karena kami bisa gantian jaga toko. Karyawan datang pada pagi hari, dan pulang saat sore hari, jadi saat malam kami yang melayani konsumen. Selain itu, papa punya tiga rumah di sekitar sini yang dijadikan kos-kosan, juga bisnis jual-beli tanah.

Sebelum membuka pintu kaca toko kami, perhatianku tercuri oleh kucing jenis Bengal yang berdiri melompat-lompat dan kaki depannya menggaruk-garuk pintu kaca. Sudah jadi kebiasaan burukku, jika ada pengunjung yang membawa hewan peliharaannya, yang kusapa duluan pasti hewannya.

Aku membuka kunci lalu pintunya, dan langsung jongkok untuk menyapa si meong, tak kuduga dia langsung nemplok ke pelukanku, astaga, lucuuu sekali.

"Siapa yang ngebell, Far?" Mama berteriak sambil masuk ke toko melalui pintu dalam.

"Assalamualaikum, Tante. Saya mau beli snack buat Tofu, gak taunya Tante yang punya toko," kata yang punya meong, aku merasa seperti pernah denger suaranya.

"Wa'alaikum salam. Eh Dominic, ayo masuk. Fara ngapain jongkok di situ?! Ini lho disamperin anak perjaka ganteng!"omel Mama.

Ya ampun, Mama malu-maluin banget.

Aku pun berdiri, lalu beralasan, "Ini lho Ma, pusnya lucu."

Sungguh, kucingnya emang lucu banget!

"Ini Fara, anak Tante. Dom ini anaknya Tante Nadia, temen Mama yang baru pindah dari Amerika." Aku melihat ke arahnya.

Astaga, itu Hottie kemarin.

Duh, gantengnya bikin pusing.

Dia mengulurkan tangan dan aku menjabatnya. Nyetrum sih, ini. Saat aku akan menarik tanganku, dia menahannya sedetik lebih lama. Sudah mau copot hatiku.

"Hi Fara, nice to meet you. Pretty name for a pretty girl." Aduh, gombalannya murahan, tapi aku telan juga bulat-bulat.

Senyumnya ... Ya Allah, nikmat mana yang Kau dustakan?

Mama ajak dia masuk untuk nyicipin kue yang barusan kami buat. Tofu, anjingnya, dibiarkan di toko untuk main sama kucing kami, Lilo. Mama dan Dom ngobrol banyak, asli dia ramah dan asik banget orangnya, Mama yang biasanya cuek aja nyambung. Tapi aku gak nyambung mereka ngomong apa, liat dia aja deg-degan. Aku iya-iya aja kayak orang bloon.

Saat Mama sedang sibuk bungkus kue untuk dia bawa pulang, Dom duduk di sampingku. Tanpa basa-basi, dia senyum manis banget, lalu minta nomor hapeku. Aku kasih dong, masa engga?

Aduh, bakal mimpiin dia ini aku nanti malem. Cewek macem apa yang gak bakal kecantol sama cowok modelan Dom?

Ada mungkin, yang gay.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Those Smiling Eyes

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjadi istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalu. Kehidupan pernikahan ini terasa sangat pahit bagi Kayla, sebab ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses tersebut. Tanpa memiliki posisi nyata di mata suaminya, Kayla kini harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya sama sekali tidak dihargai dalam rumah tangga itu.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED