Sampul Novel The Bastard CEO

The Bastard CEO

8.0 / 10.0
Demi seorang pewaris, CEO berdarah dingin Adam Ford menjerat Angelina Wilson dalam ikatan kontrak dua tahun. Karena tak kunjung mengandung, Angelina pun didepak dan dituduh mandul oleh keluarga Ford. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini Angelina datang bersama seorang anak laki-laki yang memiliki rupa sangat mirip dengan Adam. Akankah rahasia besar tentang identitas sang putra akhirnya terungkap di hadapan Adam?
Ringkasan The Bastard CEO
Demi seorang pewaris, CEO berdarah dingin Adam Ford menjerat Angelina Wilson dalam ikatan kontrak dua tahun. Karena tak kunjung mengandung, Angelina pun didepak dan dituduh mandul oleh keluarga Ford. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini Angelina datang bersama seorang anak laki-laki yang memiliki rupa sangat mirip dengan Adam. Akankah rahasia besar tentang identitas sang putra akhirnya terungkap di hadapan Adam?
Baca Selengkapnya

The Bastard CEO Bab 1

“Tanda tangani dokumennya sekarang,” suara bariton milik Adam itu terasa meluruhkan segenap tulang dalam tubuh Angelina—wanita berkulit putih gading—yang baru selesai menyeka air mata di kedua pipinya.

“Dokumen?”

“You know what they say, nothing in the world is free.”

Kedua kaki Angelina bergetar sesaat setelah Adam mengucapkan kalimat yang membuatnya bingung, “Aku tahu, Tuan Ford. Maksudku, dokumen apa yang sedang kau bicarakan?”

“Aku sudah membantu Rupert yang payah itu dari semua urusan utang-piutangnya, bukan? Jadi, kini giliranmu yang harus membayarnya.”

Adam benar. Dia hadir di waktu yang tepat. Ayahnya merupakan seorang pecandu alkohol serta permainan kartu dengan nilai taruhan yang tak sedikit nominalnya, pria tua bangka itu menjadi sasaran samsak para petugas klub sebab dia tak mampu membayar dan mereka bahkan nyaris saja mengakhiri usianya di atas meja judi jika Adam tak segera bertindak sebagai juru penyelamat.

“Tolong, berhenti menghinanya.”

Sepasang mata abu-abu Adam yang tajam sontak menyipit, “Aku hanya berkata sesuai dengan fakta yang ada, Nona Wilson. Terus terang, aku heran. Bagaimana caranya dia sanggup untuk menghidupi keluarganya selama ini padahal dia pun tidak mampu mengurus dirinya sendiri?”

Kepala Adam kemudian mengarah pada sesosok pria dalam balutan kaus polo usang yang tengah tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Dia berdecih dan mengembalikan jenis tatapan penuh cemoohnya ke depan. Raut wajahnya yang diterpa sebagian lampu sorot sulit diterka. Apa dia sedang marah atau justru hanya ingin mengejek Angelina? Wanita itu juga tak tahu yang mana.

“Jaga lidahmu, Tuan Ford.”

Adam kembali menyunggingkan senyumnya, sementara satu alisnya menekuk ke atas dan pria itu lagi-lagi berujar, “Kau tidak perlu mengajariku. Berhentilah menciptakan perdebatan, segera bubuhi tanda tanganmu di kolom yang tersedia.”

“Aku tidak menge—”

“Bawakan seluruh berkasnya kemari, Roland!” potong Adam yang menoleh pada seorang pria setinggi seratus-tujuh-puluh-dua senti di sampingnya.

Sosok yang disebut-sebut bernama Roland itu mengangguk, lantas menyerahkan lembaran kertasnya ke Adam. Pria yang tengah duduk bertopang kaki sambil menyesap satu seloki gin-nya itu langsung menyambar benda di tangan Roland dan melemparkannya pada Angelina. Dia seketika tersentak sebab menerima barang yang mendarat di dadanya secara tak terduga-duga.

“Kau sangat sopan,” sindir Angelina diiringi gertakkan giginya.

“Bacalah sekarang.”

“Apa isinya?”

“Bukankah aku sudah memintamu untuk memeriksanya, Nona Wilson? Apa kau tidak pernah mengenyam bangku pendidikan dan punya kemampuan baca tulis?”

Sungguh, Angelina ingin sekali meninju dan menghancurkan rahang Adam, tetapi dia berusaha menahan emosinya karena enggan menambah satu masalah lain di hidupnya yang terlanjur berantakan. Wanita itu menghela napas, kemudian mulai mengecek setiap abjad yang tertuang di atas sana. Dia mengeja beberapa suku kata yang membuatnya seratus persen yakin bahwa otaknya mustahil salah dalam menerjemahkan.

Angelina terperangah selepas membaca setumpuk perjanjian itu. Dia mencoba untuk menjaga intonasinya agar tetap rendah dan tak histeris. Namun, wanita itu gagal.

“Me-melahirkan seorang pewaris?” pekik Angelina setengah tak percaya.

“Turunkan nadamu, Nona Wilson. Indra pendengaranku masih bekerja dengan baik.”

Angelina melongo dan belum pulih dari rasa terkejutnya, pria itu kembali menyambung, “Ada apa? Kau tidak suka harganya? Kita boleh mendiskusikannya lagi hingga kau mencapai unsur sepakat.”

“Kau tidak waras!” tuding Angelina tanpa mengingat situasinya yang berada di ruang publik dan menjadi tontonan oleh berpasang-pasang mata penasaran.

“Aku bukan tipe orang yang sabar. Berhentilah berlagak sok suci dan ambil bolpoinnya sekarang juga.”

“Aku tidak sudi, Tuan Ford Yang Terhormat.”

“Kau harus berkenan, Nona Wilson Yang Keras Kepala. Terima syaratku atau kau akan menyaksikan orang-orangku mematahkan pinggang pria tidak berguna itu dan menjadikannya cacat permanen.”

Angelina sontak terkesiap, “Apa yang ka—”

“Lakukanlah,” sela Adam lagi.

“A-aku... itu tawaran yang tidak masuk akal.”

“Ada begitu banyak hal tidak logis yang memang sering kali terjadi di dunia, kau tahu. Jadi, biasakanlah dirimu.”

“I thought you were a nice person,” bisik Angelina yang menahan cairan asin mengandung elektrolit itu menuruni wajahnya.

“Well, hidup akan selalu mengajarimu sesuatu yang keras sampai kau sadar bahwa tidak setiap orang yang kau pikir baik itu memang layak untuk mendapatkan kepercayaanmu.”

Angelina menggigit bibir, lantas berpaling membuang muka. Dia memang tak pandai menebak atau menelaah sifat seseorang. Siapa sangka Adam yang mendadak berperan seperti superhero di tengah-tengah kemelut ayahnya justru berbalik menjadi si tokoh antagonis sekarang?

“Aku butuh rahimmu selama dua tahun. Tugasmu hanya satu, yaitu memberiku bayi. Tidak ada cinta. Tidak ada yang lainnya. Saat hari di mana kontrak kita berakhir, kau tentu saja akan mendapat sejumlah keuntungan dari itu. Tunjangan per bulan, rumah berfasilitas lengkap, kendaraan merek apa pun yang kau suka juga koleksi perhiasan edisi terbatas. Apa kau setuju?”

Angelina membiarkan bulir bening itu jatuh membanjiri kedua pelupuk matanya, “Apa kau menganggapku serendah itu, Tuan Ford?”

“Aku benci drama.”

“Aku tidak berakting,” geram Angelina yang muak dengan tingkah arogan pria itu.

“Kau tidak punya pilihan, bukan?” tantang Adam yang memantik api di iris biru Angelina dan spontan membara dalam sekejap.

Sayangnya, Adam lagi-lagi benar. Angelina memang tak punya opsi kecuali mengikuti kemauan pria itu hingga batas waktu yang ditetapkan. Dia sempat berpikir agar membiarkan Rupert sengsara saja daripada harus menyewakan rahimnya untuk seseorang seperti Adam Ford yang angkuh. Namun, wanita itu juga tak kuasa melihat satu-satunya figur orang tua yang dia punya menderita. Apa pengorbanan itu sebanding dengan menukar senyumnya dalam hari-hari kelam bersama Adam? Angelina pikir dua tahun sama sekali bukan masa yang singkat untuk dihabiskan pada pria sebrengsek dirinya.

“Apa kau akan membuatku menunggu sepanjang malam, Nona Wilson?”

“A-aku... i-itu... tolong, berikan aku sedikit waktu.”

“Cukup negosiasinya.”

“Tung-tunggu, Tuan Ford. Aku ak—”

“Aku tidak suka membuang-buang waktu. Jika kau terus menyulitkanku, maka aku tidak akan bersikap lembut padamu.”

Sorot mata Angelina yang semula tak terpengaruh sukses berubah menjadi gentar. Bayangan Rupert yang tergolek lemah di atas kursi roda dan terjatuh setiap kali dia mencoba berdiri langsung menghantui benaknya. Dia tahu Adam mampu melakukan apa pun yang dia inginkan. Demi Tuhan, wanita itu bahkan tak sanggup menahan guncangan bolpoin di jemarinya sendiri!

“Well done, Angelina.”

Adam tak lagi memanggilnya dengan nama belakang. Hanya A-n-g-e-l-i-n-a dan komentar itu berhasil membuat punggungnya gemetar. Dia menarik napas lebih banyak, tetapi sekujur tubuhnya justru membeku sesaat setelah seluruh lambang namanya selesai digoreskan di sana. Kini wanita itu terikat pada keluarga Ford dan benar-benar tak ada jalan kembali untuknya.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi The Bastard CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.3
Enam tahun menjalani pernikahan rahasia dengan seorang direktur miliarder, sang istri harus menelan pil pahit karena suaminya menolak diakui sebagai ayah oleh putra kandung mereka sendiri. Puncaknya, sang suami kembali absen di hari ulang tahun anak mereka demi menemani sekretaris wanitanya. Kecewa mendalam, sang istri mengajukan gugatan cerai lalu pergi membawa putranya selamanya. Sang suami yang biasanya tenang seketika kehilangan kendali dan mencarinya dengan panik, namun penyesalan itu sia-sia karena mereka tidak akan pernah kembali.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng kepedulian Samuel perlahan terkikis, menyingkap rahasia gelap yang selama ini tersembunyi rapat. Elena harus menghadapi kenyataan pahit bahwa pernikahan mereka bukanlah didasari cinta, melainkan sebuah rencana licik. Menyadari dirinya hanya diperalat demi ambisi terselubung sang suami, amarah Elena pun meledak.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED