Bab 1

Adzan subuh berkumandang bersahutan dengan suara ayam juga suara keramaian di sebuah rumah yang sudah terbiasa bangun sebelum subuh untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim dan muslimah.

"Dek cepatlah kakak sudah tertinggal Abi ke masjid," ucap lelaki yang tak lain adalah kakak dari Keyzia yang bernama Ibrahim.

"Kakak pokoknya harus tunggu aku sampe selesai benerin jilbab," jawab Keyzia yang masih santai membenahi jilbab nya.

"Pokoknya kalau sampai kakak masbuk kakak nggak mau lagi nunggu adek," balasnya.

"Ih bawel banget kayak perempuan, sabar donk kak. Kan orang sabar di sayang Alloh tau," ungkap Keyzia yang berlalu mendahului kakaknya keluar rumah menuju masjid.

Tanpa menunggu lagi mereka berdua berangkat menuju masjid tempat dimana ada asrama putra dan putri yang sore dan malamnya mereka menuntut ilmu agama dan paginya mereka sekolah umum di SMA tempat dimana Keyzia sekolah. Walaupun Keyzia tidak tinggal di asrama tapi dia juga aktif belajar di sana, bahkan Hana dan Zalin pun salah satu dari para santri yang berasal dari luar pondok. Al-Mukhlis itulah nama pondok dan masjidnya tempat Keyzia menghabiskan waktu bersama teman-teman nya.

Selesei sholat subuh berjamaah sebagaimana biasa diisi dengan kajian siraman rohani yang di lanjutkan dengan tilawah Al-qur'an. Bagi para santri sudah ada yang mandi pukul 05.30 karena mereka harus antri dan tentunya datang ke sekolah tak boleh terlambat, sedangkan Keyzia dia terlihat masih santai membaca Al-Quran nya karena dia tidak perlu ngantri untuk mandi. Sebab, dia asli penduduk sekitar pondok.

"Assalamu'alaikum umi, abi." ucap Keyzia yang baru pulang dari masjid putri.

"Wa'alaikumussalam sayang baru pulang nih," balas orang tuanya.

"Umi kakak mana?" tanya Keyzia.

"Kakakmu ada di kamarnya katanya ngantuk, soalnya semalam kakakmu jadwal ronda," jawab umi.

"Ouh baiklah, hehehe... Otw kamar kakak," ucapnya lalu berlari meninggalkan orang tuanya menuju kamar sang kakak.

"Key jangan ganggu kakakmu, kasihan." teriak umi yang tidak di hiraukan Keyzia.

Karena kekhawatiran umi kelakuan Keyzia akan menggangu kakaknya, sebagaimana biasanya. Mereka sangat dekat walau usia mereka terpaut 5 tahun tapi Ibrahim selalu menjadi penghibur adiknya kalau sedih dan menjadi penyemangat nya di kala dia sedang terjatuh.

Hal itu sudah biasa Keyzia lakukan, mengganggu kakaknya yang sedang tidur dan sikap usilnya yang selalu membuat seisi rumah geger akan kelakuannya.

"Keyziaaaaaa...... " teriak Ibrahim yang mencari adiknya. Sedang Keyzia sedang aman di kamar mandi dan bersiap untuk sekolah.

Sungguh kelakuan nya sangat sangatlah jahil hingga kakaknya berteriak saat melihat mukanya yang sudah seperti banci penuh make up yang tebal dan tak beraturan.

"Adek cepat minta maaf sama kakakmu, itu nggak baik sayang." ucap umi.

"Iya, kakak... Kakak kan tampan dan penyabar Key minta maaf ya," ucap Keyzia dengan menyatukan dua tangannya.

"Hmm... Baiklah, kakak tidak bisa marah lama lama sama kamu Key." balas Ibrahim.

"Sudahlah cepat sarapan. Abi ada acara di pesantren pagi ini," ucap Abi yang di ngguki semuanya dan mulailah mereka makan dengan khidmat.

Setelah makan semuanya pergi, Keyzia pergi sekolah. Kakaknya pergi untuk bekerja. Abi pergi untuk mengisi ceramah di pesantren dan umi pergi untuk kegiatan biasanya yaitu sebagai ibu dapur di pondok Al-Mukhlis.

"Eh Han, kita minjem buku catatan pelajaran kemarin donk," ucap Yahya.

"Ouh... Butuh berapa buku yang mau di pinjem," tanya Hana yang sudah terbiasa interaksi dengan lelaki.

"Hmm... 2 aja deh buat saya juga," sambung Galih.

"Ok, Key kasih pinjam milikmu juga lah." ucap Hana.

"Baiklah ini," ucapku yang memberikannya pada Yahya.

"Makasih ya Han," ucapnya.

"Kan aku yang ngasih pinjem kok bisa ya sama kamu bilang makasihnya Han," lirih Key.

Dan itulah sikapnya Yahya ketika berhadapan dengan Keyzia. Padahal dengan wanita lain dia biasa saja, ketik ada keperluan dia tak segan untuk meminjam dan bicara pada lawannya tapi lain ketika dia butuh sesuatu tapi yang bersangkutan dengan Keyzia pastilah Galih yang menjadi jembatannya.

"Han kenapa sikapnya masih tetap begitu ya," ucap Keyzia pada Hana karena hanya Hana lah yang tau perasaan dirinya pada Yahya.

"Mungkin dia masih malu denganmu Key, dan kok aku curiga ya dia punya rasa yang sama denganmu." balas Hana.

"Ah kebiasaan kau Han selalu saja buat aku percaya diri dan terbang, hahahha" ucap Keyzia.

"Hai... Kalian lagi ngapain si?" tanya Zalin yang mengejutkan keduanya.

"Biasalah Lin kita lagi ngerumpi ae," balas Keyzia.

"Aku mau cerita, kalian dengerin deh." balas Zalin.

"Mau cerita apa cantik," balas Keyzia.

"Ehmm... Ternyata Yahya nggak secuek yang kamu bilang Key." ucapnya antusias.

"Hahaha... Masa sih?" tanya Hana.

"Iya Han, bahkan dia ngobrol sama aku dan aku ngerasa bahagia banget akhirnya cintaku terbalaskan," ucapnya sambil senyum senyum sendiri.

"Hah... Cinta?" kaget Key.

"Kamu kenapa sih Key? Kaget gitu? Harusnya seneng donk kalau sahabatmu seneng tu." balas Zalin.

"Eh Lin sapa tau dia itu cuma mau nge baperin anak orang aja, nggak usah ke GR an deh." ucap Hana.

"Kenapa sih kamu kayak nggak suka gitu kalau aku sama Yahya." balas Zalin.

"Bukan tak suka hanya saja kami sayang kamu dan takut kamu terluka jika sebenarnya rasa itu tidak terbalaskan dalam kenyataannya. Suka itu wajar tapi jangan berlebihan ya, aku takut kehilangan senyuman dan persahabatan ini," balas Keyzia dengan senyum tulusnya. "Kami dukung kamu kok, iya kan Han?" lanjutnya yang di angguki Hana sebagai jawaban.

Semenjak saat itu Zalin terlihat bahagia tanpa dia sadari ada sahabatnya yang merasakan sakit akan kedekatan mereka, tapi itu semua Keyzia anggap sebagai teguran akan rasa yang seharusnya belum boleh terjadi.

"Assalamu'alaikum Yahya," sapa Keyzia yang memiliki kepentingan tugas kelompok dari sekolah umumnya. "Hmm.. Baiklah Yahya bu Asma meminta kita menyelesaikan tugasnya minggu ini dan saya sebagai wakil anda mohon kerjasamanya." lanjut Keyzia.

Yang hanya di balas anggukan dan dia pergi berlalu tanpa melihat dulu siapa yang menyapa dan memberikan penjelasan tersebut, langkahnya makin menjauh membuat Keyzia meneteskan airmatanya dia bingung kenapa sikapnya begitu dingin padanya. Sedangkan, dengan yang lain bahkan ramah dan biasa saja.

"Hai.. Sudahlah tidak usah menangis, mungkin dia malu jika menatapmu Keyzia." ucap Hana.

"Aku punya salah apa Han sama dia, kenapa dia begitu benci padaku Han." balas Keyzia.

"Keyzia inget lho airmata mu itu sangat berharga tidak usah di tanggapi kan sudah biasa, ayolah Keyzia semangat dan positif thinking aja deh." ucap Hana yang tak ingin melihat sahabatnya terus menangis.

Bab 2

Bukan hanya satu atau dua kali sikapnya begitu terhadap Keyzia. Seringkali bahkan mungkin setiap Keyzia ada kepentingan tak pernah ada jawaban dari dirinya hanya mendengarkan dan membelakangi kemudian berlalu pergi tanpa meninggalkan apapun, mungkin akan banyak yang biasa saja tapi tidak bagi Keyzia, dia sangat terluka akan sikapnya karena dia mencintainya.

Walau begitu Keyzia tak pernah menampakkan perasaannya pada Yahya dan hanya Hana yang faham akan perasaannya, di saat Keyzia semakin ingin melupakan namanya semakin sering mereka bertemu dan menyangkut pekerjaan dan tugas bersama. Semakin ingin di lupakan semakin sulit, semakin menghindar semakin sakit.

Keyzia sudah bertekad untuk mengundurkan diri dari asisten ketua kelas di sekolahnya, walaupun dia sudah nyaman mengembangkan prestasi nya dengan adanya bagian organisasi di sekolah, tapi apalah daya.

"Assalamu'alaikum bu." ucap Keyzia.

"Wa'alaikumussalam duduk nak, ada yang bisa ibu bantu?" tanyanya.

"Iya bu, langsung saja saya mau mengundurkan diri dari organisasi yang sekarang saya jalani dan jabatan saya sebagai sekretaris karena saya tidak bisa bertanggungjawab jawab dengan baik," ucap Keyzia.

"Sangat di sayangkan sekali ya, kamu itu berprestasi di sini dan harusnya itu menjadi ladang untuk belajar menuju kesuksesan kedepannya." balas nya. "Baiklah silahkan kamu tulis surat pengunduran diri secara resmi ya dan nanti mungkin akan di gantikan dengan pilihan ulang." lanjut nya.

Setelah selesai mengungkapkan keinginannya Keyzia segera pamit mengundurkan diri untuk segera pulang, ada air mata yang mengalir di pipinya karena berat melepas jabatannya. Namun ini lah yang terbaik bagi hati dan dirinya supaya tidak sering bertemu dan hatinya terluka.

"Dor... Yuk barengan," ucap Zalin.

Mereka berjalan hingga sampai di area pondok Zalin segera memasuki asramanya sedangkan Keyzia masuk ke rumahnya.

"Assalamu'alaikum Umi, Abi, Kakak Key pulang..." ucapnya seperti biasa.

"Wa'alaikumussalam sayang kenpa teriak teriak," jawab Abi. "Di rumah hanya ada Abi. Umi sama kakakmu belum pulang." lanjutnya yang faham akan gerak gerik putrinya.

"Baiklah Key mau istirahat dulu capek hehe, nanti sore mau kajian lagi." ucapnya masih tersenyum yang di angguki Abi.

"Huff... Ya Alloh semoga ini keputusan terbaik untuk hambamu," lirihnya yang masih meninggalkan sesak di dadanya.

Selesai mandi Keyzia segera mengambil laptopnya dan menulis surat resmi untuk pengunduran diri dari jabatannya. Selesainya mengetik laporannya Keyzia segera mengambil Al-Qur'an dan mulai menghafalkannya, ia sadar bahwa dengan keadaan yang sederhana sulit untuk dirinya mondok full karena biaya nya mahal. Keyzia sangat bersyukur hidup dalam lingkungan pondok yang membuat dia semangat dalam menuntut ilmu agama dan menghafalkan kalamnya mandiri, setiap sabtu sore dia akan menyetorkan nya pada Ustadzah yang mengajar.

Tak terasa Keyzia menghafal sudah hampir 2 jam, lalu ia bersiap untuk berangkat ke mushola putri membawa alat tempur nya untuk mengaji dan menyetorkan hafalannya.

"Assalamu'alaikum Key," sapa ke dua sahabatnya.

"Wa'alaikumussalam sahabat," balas Keyzia.

"Ciee yang udah mau selesai 10 juz," ucap Zalin. Yang di sambut ketawa dari Keyzia untuk meramaikan suasana lalu berkata "kamu tu mau 30 juz," yang di sambut muka cemberut Zalin.

Begitulah mereka sangat dekat baik di sekolah, di pengajian bahkan di asrama pun mereka dekat dan welcome terhadap Keyzia yang bukan anak pondok.

Selesai dengan acara menyetorkan hafalan dan tadabur Al-Qur'an bersama Ummu Yasmin mereka lalu di berikan brosur tentang beasiswa tahfidz full 100℅ gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku, Keyzia sangat tertarik dan membawanya pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah Keyzia segera masuk kamar dan membaca dengan teliti brosur tersebut. Masih dengan pikiran nya sendiri, tiba-tiba pintu di ketuk.

Tok... Tok... Tok...

"Dek makan dulu kata Umi," ucap Ibrahim.

"Iya kak," balas Keyzia dengan teriakan nya.

Lalu bergegas turun dan menikmati makanan dengan khidmat, tanpa banyak bicara Keyzia segera mencuci piring membantu Umi membereskan bekas makan tadi. Lalu mereka berkumpul di ruang tengah dengan menonton televisi, tiba-tiba Keyzia angkat bicara.

"Umi, Abi kalau Key mau sekolah tahfidz apakah boleh?" tanyanya ragu.

"Kenapa bicara begitu nak?" tanya Umi.

"Sekolah tahfidz itu nggak murah nak, Abi bahagia jika kamu mau berinteraksi dengan Al-Qur'an. Tapi Abi sedih tidak bisa mengabulkan keinginanmu untuk itu karena kita sama sama tau kan bagaimana kondisi keuangan di sini." balas Abi.

"Sudahlah dek bersyukur aja di sini dekat dengan pondok kamu bisa ikut ngaji, menghafal Al-Qur'an dan bertemu teman banyak dan pentingnya itu gratis." balas kakaknya.

"Maafin Key Mi, Bi, kak... Tapi key ingin ikutan seleksi tahfidz beasiswa 100℅ bukan Key tak bersyukur tapi... Key ingin memberikan mahkota untuk Umi dan Abi kelak." jawab Keyzia.

"Baiklah semoga kamu berhasil," ucap Ibrahim.

"Abi akan mendukung cita-cita mu itu," ucap Abi.

"Tapi nak... Kamu akan putus sekolah di tengah jalan?" tanya Umi sedikit ragu.

"Tak apa Umi Keyzia mau mondok tahfidz aja nggak papa nggak punya ijazah SMA juga asalkan Key dapat menyelesaikan hafalan dengan baik." balas Keyzia.

"Baiklah jika keputusan Key sudah bulat, kan beberapa bulan lagi naik kelas, jadi nggak tanggung kan. Semoga Alloh memberikan kemudahan jalan untukmu nak," balas Umi.

"Baiklah Key mohon do'a dan dukungannya ya," balasnya lalu mencium pipi sangat ibunda.

Bergegas menuju kamarnya dan segera mengisi biodata serta menyertakan rekaman surah AlFatihah sesuai dengan persyaratan lalu mengirimkan nya ke email yang tertera. Tak lupa Keyzia menyerahkan fhoto dirinya berlatar merah dan juga mengisi beberapa tes yang akan menjadi penentu di Terima atau tidaknya.

Untuk hasilnya hanya tinggal menunggu 2/3 bulan dan bertepatan dengan kenaikan kelas Keyzia menjadi kelas 3 SMA, mungkin sangat menggantung ya hanya tinggal setahun lagi lulus tapi bagi Keyzia mengulang dari kelas satu itu lebih baik baginya.

Seperti biasa pagi ini Keyzia sudah cantik dengan balutan jilbab putih dan seragam sekolahnya.

"Eh... Nggak nyangka ya Zalin sama Yahya makin deket aja setelah di lantik jadi asisten pengganti Keyzia." ucapan temen-temen Keyzia di sekolah.

"Iya mesra kadang ya mereka, kompak banget jadi pemimpin kelas," balas yang lain.

Dan masih banyak hal semisalnya yang menggambarkan kedekatan mereka, perlahan tapi pasti Keyzia sudah menata hatinya untuk belajar menerima semuanya. Demi kebahagiaan sahabatnya dan orang yang di cintainya Keyzia akan menutup semua akses tentang Yahya di hatinya, cukup dirinya dan Alloh yang mengetahui semua ini.

Hari terus berlalu hingga sampai pada waktu anak anak ujian akhir untuk kenaikan kelas selanjutnya, tentu saja banyak para siswa dan siswi yang mempersiapkan semuanya dengan baik demi meraih prestasi atau hanya lulus saja sudah alhamdulillah.

Kabar tentang Yahya dan Zalin semakin ramai di perbincangan sekolah dan tentu itu sangat membuat Zalin bahagia ntah bagi Yahya.

"Ehmm... Kayaknya Yahya suka sama aku Han, Key." ucap Zalin.

"Ya Alloh Lin belajar lah dulu untuk ujian jangan pikirin dia dulu," balas Hana.

"Iya semoga aja Zalin sama Yahya berjodoh nanti do'ain aja. Jangan sampe ganggu konsentrasi kamu saat menghadapi ujian nanti Lin," balas Keyzia.

"Heran deh sama kamu Key, kamu tu kapan si naksir sama cowok jangan jangan kamu nggak normal ya? Selalu saja sama buku. Hadeuh... " ucap Zalin yang di jawab senyuman dari Keyzia.

Bab 3

"Karena bagiku buku teman terbaik lho," balas Keyzia.

"Heleh... Gaya mu aja," balas Zalin. "Eh tau nggak si katanya yang kemarin daftar beasiswa tahfidz itu udah keluar hasil keterima atau nggak nya." lanjutnya.

"Iya kah? Apa ada namaku?" tanya Key.

"Mungkin ada kamu kan pintar pasti masuk lah," balas Zalin.

"Kalau aku jadi kamu ya Key, aku nggak mau ngelakuin hal bodoh kayak gt pertama kamu ngelepas jabatan sekertaris, ke dua kamu ngelepas masa SMA kamu dan mengulangnya dari kelas 1 di sebuah pondok karena beasiswa. Apa si Key yng kamu cari itu?" balas Hana yang di angguki oleh Zalin tanda persetujuan.

"Yang ku cari hanyalah ketenangan," balas Keyzia yang di barengi tawa canda yang di balas cubitan dari ke dua sahabatnya. "Sudahlah cepat kita ngafal lagi biar juara hehe," candaan Keyzia.

_POV KEYZIA_

Hari ini terakhir ujian banyak siswa-siswi yang mulai bahagia akan menyambut hasilnya dan lusa adalah hari kelulusan, ku lihat ke dua sahabatku mulai sibuk dengan incaran masing-masing ya Hana menyukai Galih dan begitupun sebaliknya. Sedangkan Zalin masih sama menunggu harapan yang tak pasti dari seorang Yahya.

Seperti biasa setiap tahun kenaikan kelas akan ada acara pentas seni sekaligus tugas kelompok dan yang bertugas mendekorasi panggung dan ruangan sekolah adalah tugas ku yang di pimpin Yahya dan Galih juga 6 orang lain teman kami lelaki dan perempuan. Sedangkan Zalin dan beberapa temn yang lain bertugas tentang penyambutan tamu dan Hana beserta teman lainnya sebagai konsumsi.

"Key lu cekikikan mulu ma Arfan," tegur Galih.

"Ya Alloh Galih gimana gue nggak ngakak liat si Arfan mukanya penuh chat," jawab ku yang masih ketawa melihat kesialan Arfan.

"Vina lu sumpel noh mulut si Key," balas Arfan yang hanya di balas gurauan lain dari teman teman yang lain.

Tak berhenti di sana aku dan Arfan masih setia membetulkan dekorasi yng terlihat miring dan sebagainya hingga keusilan Arfan kumat dia memberi polesan spidol di jilbab ku, yng berakhir dengan balas membalas dan coret mencoret di jilbab dan baju masing-masing. Hingga tiba-tiba.."Keyzia Diem!" Suaranya mengejutkan ku.

Deg... Deg... Deg...

Apa mungkin dia marah karena kebisingan yang aku ciptakan bareng Arfan.

"Maaf," lirihku yang masih bergetar karena merasa terkejut dan takut karena ini pertama kalinya dia nyebut namaku dan membentak.

"Centil banget jadi perempuan," ucap Yahya lagi dan berlalu keluar ruangan.

Sakit banget denger perkataan nya tapi memang aku begitu akrab dengan teman lelakiku yang lain, sudahlah benar aku nggak boleh cengeng cuma karena lelaki itu. Pikiran ku kembali lagi setelah Galih mengajakku membereskan sisa sisa barang yang blm rapi, lalu kami pulang.

Belum pernah ada yang membentak ku dengan begitu keras dan tekanan marah, sesampainya di rumah aku masih memikirkan ucapannya yang mengatakan aku itu perempuan centil hahaha... Lucu memang ketika di bentak orang yang kita sayangi airmata ini tak mampu tertahan.

Segera ku ambil air wudhu dan sholat dzuhur lalu membuka emailku karena teringat akan ucapan Zalin tadi di sekolah.

"Alhamdulillah ya robbi." lirihku menangis karena bahagia "Umi... Abi... " teriak ku.

"Ada apa nak?" balas Umi yang baru keluar dari dapur bersama abi.

"Zah lulus beasiswa full," balas ku yang memeluk Umi.

"Alhamdulillah Abi senang nak," balas Abi yang memeluk ku dan mengusap kepalaku terlihat raut wajah mereka bahagia dan ada airmata haru di sana setelah beberapa bulan mereka cemas akan hasilnya.

Aku segera memasuki kamar dan menghubungi ke dua sahabatku, hingga mereka memutuskan besok selesai acara kita akan bertemu dulu sebagai tanda perpisahan.

_POV OFF_

Hari kelulusan pun tiba di mana semua sudah berkumpul dengan baik dan menanti hasil akhir mereka. Yah seperti tahun sebelumnya Keyzia tetap berada di urutan pertama juara umum semua bersorak gembira akan keberhasilan yang di raih olehnya.

"Selamat ya Key," ucap Arfan "punya hadiah donk buat kenang-kenangan di jaga ya," lanjut Arfan.

"Hehe... Makasih dan repot banget dah," balas Keyzia.

"Key selamat ya, nih gua ada hadiah tapi jangan lu buka sampe lu di kamar oke." ucap Galih.

"Tumben, tapi makasih deh." balas Keyzia.

"Kita jadi kan Key buat perpisahan di cafe nanti?" tanya Zalin yang di angguki Keyzia sebagai jawaban. "Kalian juga mau ikut nih bertiga?" kata Zalin.

"Nggak mungkin lah Lin," balas Yahya yang di angguki oleh Zalin.

Setiba nya mereka bertiga di cafe depan sekolahnya Hana langsung memesan makanan sedangkan Zalin dan Keyzia sibuk ngobrol tentang kehidupan masing-masing, saat Hana datang dia memperlihatkan vidio tentang kebersamaan mereka selama 2 tahun ini. Tak terasa airmata mengalir di wajah mereka.

"Key kita pernah janji kan untuk bisa selama lamanya bersahabat tak terhalang waktu dan jarak," ucap Hana.

"Yeah tentu biidznillah kita bisa bertemu kembali suatu saat nanti, kalian dengerin deh aku punya lagu untuk kita semua." balas Keyzia.

Nasyid : sahabat

Munsyid : Syababuddeen ( Keluaga Nasyid Fathoni )

Lagu : Farn Farhan

Walau lama kita bersama Terasa sesingkat masa

cuma Kerna tiada rasa jemu Tika bersama

di alam persekolahan kita

Sekalung rasa cinta

Segunung kemesraan

Selaut kerinduan kian melanda

Pabila perpisahan kian hampir tiba

Duhai sahabat ..

Duhai temanku

Kau lah segalanya Pahit

manis sama rasai Suka duka

sama alami Kan ku kenang sepanjang masa

ku akan kutip itu semua Ke dalam memori hidupku

Agar persahabatan kita kan terjalin

Selamanya di dunia dan akhirat sana.

Selesainya menyenandungkan nasyid tersebut mereka berpelukan, "kalian do'ain Key ya biar bisa sukses dan meraih impian Key di kota orang. Key harap kita bertemu di masa yang akan datang Key sayang kalian," lirih Keyzia.

"Tak ada pertemuan dan perpisahan tanpa izin dari Alloh dan inilah hal yang akan ada hikmah di dalamnya, Keyziaku semoga mimpinu terakhir dn kau kembali menjadi orang sukses wanita kuat, cerdas dan sholihah." balas Zalin. Sedangkan Hana tak bisa berkata karena terus menangis dan memeluk sahabatnya seakan sulit untuk melepaskan kepergiannya.

Kini tiba waktunya Keyzia untuk menempuh pendidikan di kota orang jauh dari sanak saudara demi sebuah mimpi, ke dua sahabatnya sudah pulang ke kampung halaman masing-masing karena libur di pondok dan sekolah secara bersamaan.

"Maaf kak Key ini ada titipan," kata seorang anak kecil namanya Maya adik Galih teman sekampung Keyzia yang ikutan mondok makanya mereka terlihat selalu akrab, karena dari kecil mereka bareng-bareng.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED