Intan bangun dari tidurnya dengan badan yang pegal,ia mencoba mendudukkan tubuhnya yang terasa pegal akibat pergulatan panas semalam. ia melihat kesamping,ia tidak mendapati suaminya.
"kemana mas Wili?" gumamnya,
tak lama Wili keluar dari kamar mandi,ia sudah terlihat segar sehabis mandi,
"kamu sudah bangun sayang?" tanya Wili berjalan mendekat ke arah Intan.
Intan mengangguk sambil menunduk,ia malu melihat Wili yang hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.
"kamu kenapa masih malu-malu sepeti itu,bukankah semalam kau sudah melihatnya?" ucap Wili mendongakkan wajah istrinya yang memerah.
"apaan sih mas,..." Intan sangat malu jika mengingat apa yang telah terjadi semalam,apa lagi saat intan mengeluarkan suara kenikmatan yang keluar dari mulutnya.
"sudah ya mas,aku mau mandi dulu." ucap Intan ingin beranjak,sebelum Wili semakin menggodanya.
sssshhhh.... intan mendesis karena area intinya terasa sakit,ia tak bisa berdiri dan kembali terduduk.
"masih sakit ya?" tanya Wili berdiri dan menggendong tubuh mungil istrinya menuju kamar mandi dan perlahan mendudukan tubuh mungil itu di dalam buthup yang sudah terisi air hangat yang sengaja Wili siapkan untuk intan.
"mau mas bantu mandi,atau..."
"aku mandi sendiri mas,mas boleh keluar..." potong Intan cepat,ia tak mau Wili membantunya mandi,karena jika Wili membantunya maka kejadian semalam akan terulang lagi,bukan dia tak mau bahkan dia sangat ingin melakukanya lagi tetapi area intinya masih terasa nyeri,jadi Intan tak mau melakukan hal itu untuk sekarang.
Wili tersenyum dan mengelus kepala intan dengan lembut lalu berjalan keluar kamar mandi.
satu jam Intan baru menyelesaikan acara mandinya,Intan butuh memulihkan tenaganya dulu baru ia bisa keluar kamar mandi.
perlahan intan berjalan karena masih merasakan sedikit nyeri,
"apa masih sakit sayang?" tanya Wili kawatir.
"sedikit mas,mungkin butuh istirahat baru bisa sembuh." Intan menenangkan suaminya.
"yakin?" tanya Wili lagi.
"iya mas,bentar ya aku mau ganti baju dulu kita kan mau ke Bali sekarang kita harus cepat mas sebelum Tiara mengomel."
"Tiara tidak jadi ke Bali sayang,katanya ia ingin ke Paris untuk berbulan madu." Wili memberitahu Intan.
mendengar ucapan Wili,Intan langsung menoleh dengan kedua alisnya bertaut.
"kok?bukanya kita udah sepakat ya mas?" tanya Intan heran
"iya memang,tetapi katanya Tiara tiba-tiba ingin melihat menara Eiffel disana , jadi mereka membatalkan untuk ke Bali." jelas Wili
"lalu kita juga batal mas?"
"tentu saja tidak sayang,kita akan tetap ke sana. mas gakan menyia-nyiakan kesempatan ini,mas ingin menghabiskan waktu berdua bersama kamu sayang. jika nanti sudah bekerja mas takut tidak akan ada waktu untuk berduaan dengan kamu." ucap Wili memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang.
"mas bisa saja,tapi janji ya disana kita bakal keliling kota Bali."
"tentu sayang,apapun itu mas akan penuhi keinginanmu." ucap Wili semakin mengeratkan pelukannya.
setelah selesai berkemas Wili dan Intan berjalan keluar kamar menuju parkiran. mereka memasuki lift menuju ke atas gedung hotel yang mereka sewa.
"loh mas,kok ke atas bukanya kita ke bandara ya?" tanya Intan heran.
Wili tak menjawab pertanyaan intan ia hanya tersenyum sembari menggengam erat tangan milik Intan.
"mas...bukanya di jawab malah senyam senyum." kesal Intan karena tak mendapat jawaban dari Wili.
lift berhenti mereka berdua langsung keluar lift dan berjalan menuju di atas gedung yang tinggi dan luas itu. disana sudah ada helikopter yang tengah menunggu kedatangan mereka.
"selamat siang tuan,nyonya." sapa pilot
Wili dan intan hanya mengangguk,
"apa semuanya sudah siap?" tanya Wili.
"sudah tuan." jawab pilot tersebut
Wili dan intan memsakui helikopter,Wili membantu intan memasuki helikopter dan memakaikan earphone ke Intan.
jantung intan berdetak dengan kencang saat merasakan helikopter yang ia tumpangi mulai melayang dan melaju terbang ke langit yang begitu cerah.
"Wili yang melihat wajah istrinya yang pucat langsung membawa intan ke pelukannya.
"apa kau takut sayang?" tanya Wili memum intan,
Intan hanya mengangguk sebagai jawaban,wajahnya sudah pucat dan jantungnya berdetak dengan kencang. ini pertama kalinya ia menaiki heli helikopter.
"jangan takut ada mas disini,atau kamu tidur saja agar rasa takutmu menghilang." ucap Wili menenangkan dan membawa kepala sang istri agar bersandar di pundaknya.
butuh waktu beberapa jam helikopter yang mereka tumpangi sampai di pulau yang mereka tuju,selama perjalanan intan lebih memilih tidur karena memang ia takut dengan ketinggian.
Wili membawa tubuh istrinya di dalam gendongannya dan turun dari helikopter untuk menuju sebuah vila.
dengan perlahan Wili menidurkan sang istri di ranjang king zise miliknya lalu dengan lembut ia mengecup puncak kepala sang istri.
Wili tak ingin mengganggu tidur istrinya ia lebih memilih masuk keruang kerja untuk memeriksa beberapa email dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.
sementara itu Angel masih di sibukkan dengan pasienya yang membutuhkan pertolongan,jadi mau tidak mau dia harus membatalkan rencananya untuk bertemu Wili.
"Alex...bagaimana kalau kita ke kantin aku sangat lapar sekali." ucap Angel mengajak Alex saat mereka baru menyelesaikan operasi yang menguras tenaga hal itu membuat angel merasa sangat kelaparan.
sesampainya di Indonesia angel di minta untuk meneruskan mengelola rumah sakit milik ayahnya,dan kebetulan rumah sakit miliknya memang membutuhkan dokter tambahan,lalu dia meminta Alex untuk membantunya menjadi dokter di rumah sakit yang kini sudah menjadi miliknya.
sementara Alex sudah memiliki klinik sendiri,dan Alex tidak menolak tawaran dari angel tetapi dia tidak bisa stay di rumah sakit milik angel,dia hanya akan datang jika di hari-hari tertentu. dan itu tidak masalah bagi Angel selama itu Alex masih mau membantunya.
"baiklah...ayo aku juga sudah sangat lapar."
mereka berjalan santai menuju kantin rumah sakit. tidak banyak dokter dan suster yang mengetahui kalau angel adalah pemilik rumah sakit ini,karena Angel memang sengaja untuk menyembunyikan identitasnya.
"hah...akhirnya bisa istirahat juga." ucap Angel yang memang dari pagi sampai jam empat sore baru duduk untuk meng istirahatkan tubuh dan pikirannya setelah menangani tiga pasien untuk operasi,dan itu benar-benar menguras tenaganya.
"itulah pekerjaan sebagai dokter,jadi kamu harus terbiasa." ucap Alex
"aku tahu itu Alex,jangan kau ingatkan." angel mencebik.
tak berselang lama makanan mereka pun datang dan mereka mulai melahap makanan yang mereka pesan.
"seharusnya sekarang aku sudah bersama Wili." ucap Angel lesu,mereka sudah menyelesaikan makanan mereka.
Alex yang sedang minum tersedak mendengar ucapan angel,pasalnya ia mengira angel sudah melupakan keinginanya untuk menemui Wili.
"apa kau yakin ingin menemuinya?" tanya Alex
"tentu,aku begitu merindukanya dan aku masih sangat mencintainya,dan aku yakin Wili pun sama denganku."
"bagaimana kalau dia sudah memiliki wanita lain atau bahkan sudah menikah?" tanya alex lagi.
"aku akan merebutnya dari wanita itu,tak peduli bagaimanapun caranya aku akan mengambil sesuatu yang menjadi milikku." ucap Angel yakin.
sementara Alex hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah angel,ia ingin sekali memberitahukan angel kalau Wili sudah menikah kemarin,tetapi ia tak tega jika melihat angel bersedih. tetapi ia juga kawatir jika angel nekat merebut Wili dari istrinya.
jadi Alex memutuskan untuk memilih diam dan akan melihat apa yang akan di lakukan oleh Angel,jika di batas wajar Alex baru akan menegurnya.
Intan membuka matanya saat dirinya merasa lapar,ia melihat jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul sembilan malam. dia mendudukan dirinya mencari keberadaan sang suami.
"mungkin mas Wili sedang berada di luar lebih baik aku ke kamar mandi dulu,baru setelah itu aku mencarinya." gumam Intan yang langsung beranjak menuju ke kamar mandi.
"loh ini dimana?kok kayak rumah?" gumam Intan saat keluar kamar dan mengamati sekeliling bangunan luas dan beberapa barang mewah terpajang diruangan itu. Intan mengira Wili akan menyewa sebuah hotel tetapi ini bukan hotel melainkan rumah,Intan berjalan menuju tangga dan menuruni satu-persatu anak tangga untuk mencari keberadaan Wili.
"selamat malam nyonya,apa anda butuh sesuatu."sapa wanita paruh baya
"eh...amm...aku sedang mencari mas Wili,anda siapa ya?" tanya intan pada wanita itu.
"saya Laxmi nyonya,penjaga vila ini. dan tuan Wili sedang berada di ruang kerjanya saya akan memanggil tuan,silahkan anda menunggu di sini." ucap laci sambil menuju sofa yang berada di depan tv.
semenjak kepergian Tiara yang entah dimana laxmi langsung di pecat Dewa karena di Liputi amarah,dan Wili melihat wajah sedih Laxmi langsung menawarkan pekerjaan menjaga vila miliknya yang berada di Bali. Laxmi yang memang masih membutuhkan pekerjaan dengan senang hati menerima tawaran dari Wili.
tanpa banyak kata Intan mendudukkan dirinya,menyalakan tv,sambil menunggu Wili.
saat sedang asik menikmati acara tv tiba-tiba ada lengan kekar tengah memeluknya dari belakang membuat Intan terlonjak kaget.
"ini aku sayang,maaf sudah membuatmu menunggu,apa kau perlu sesuatu?" tanya Wili lembut.
"aku lapar mas,bisakah kita makan malam sekarang?" tanya intan manja.
"tentu saja,Laxmi sudah menyiapkan makan malam untuk kita." Wili mengangkat tubuh mungil Intan dan membawanya ke meja makan.
mereka makan dalam keheningan menikmati makanan yang sudah tersaji. Wili tersenyum melihat Intan yang makan dengan lahap,pipinya yang mengembung dan bergerak-gerak terlihat lebih lucu.
Wili mengambil tisu untuk mengusap sisa makanan yang menempel di bibir Intan,sontak membuat Intan bersemu
"pelan-pelan sayang makanya,tidak ada yang mau mengambilnya." ucap Wili
Intan hanya nyengir,jujur entah mengapa Intan begitu sangat lapar malam ini,mungkin karena perjalanan yang cukup membuatnya kelelahan hingga berakhir kelaparan.
"besok mas akan membawamu ke sebuah tempat,dan mas yakin kamu akan menyukainya." ucap Wili setelah menyelesaikan makanya.
"kemana mas?" tanya Intan penasaran.
"kalau aku memberitahumu bukan kejutan namanya." ucap Wili.
Intan mengrucutkan bibirnya,karena di buat penasaran dengan kejutan yang disiapkan oleh Wili untuknya besok.
deret...deret....ponsel intan bergetar tanda ada panggilan masuk,saat melihat siapa yang menelponnya dengan semangat intan mengangkatnya.
Wili kembali ke ruang kerjanya,karena ada hal yang harus ia selesaikan. Intan sempat kesal karena acara bulan madu mereka Wili masih tak bisa lepas dari pekejaanya itu,Dewa memang suka sekali membuat Wili bekerja keras di saat hari dimana mereka bersenang-senang Dewa memberi pekejaan yang tak ada habisnya.
Wili mencoba memberi pengertian terhadap istrinya,hingga akhirnya mau tak mau Intan mengerti tentang pekerjaan Wili.
"hallo Ra,kamu apa kabar?dan kenapa kamu tidak pamit saat berangkat ke Paris?harusnya kamu bilang ke aku karena sudah membatalkan rencana awal kita." Intan mengomel tidak ada hentinya,ia juga sangat kesal kepada sahabatnya ini membatalkan rencana mereka tanpa memberitahukan kepadanya.
"hei...tenanglah jangan marah sepeti itu,maaf karena sudah membatalkan rencana kita,tapi kamu tahu entah kenapa aku ingin sekali pergi ke tempat ini makanya aku meminta Dewa kesini." ucap Tiara menjelaskan.
"hah...sudahlah,tapi have fun ya disana." ucap Intan lesu.
"hei...kamu kenapa?apa ada yang mengganggumu?" tanya Tiara mendengar suara lesu sahabatnya itu.
"apa kau tahu?"
"tidak..."
"his...dengarkan dulu," ucap Intan kesal.
"he he he ..sudahlah jangan terus marah,pengantin baru tidak baik jika marah-marah terus." ucap Tiara menggoda.
"huft ...aku sedang kesal,harusnya sekarang aku berduaan dengan mas Wili,tetapi dia harus tetap bekerja di saat kami pergi bulan madu. dan untuk suamimu harusnya dia memberi keringanan kepada mas Wili bukan malah memberinya segudang pekerjaan Tiara." Intan memprotes.
Tiara mengrenyitkan kening heran,lalu dia menatap ke arah suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Tiara apa kau masih disana?" panggil intan membuyarkan lamunanku Tiara.
"ah... iya,nanti aku akan bilang ke mas Dewa untuk tidak memberi kak Wili pekerjaan." ucap Tiara akhirnya.
lalu mereka mengobrol cukup lama,dan akhirnya mereka mengakhiri panggilan mereka.
Tiara berdiri berjalan menghampiri Dewa yang sedang sibuk dengan laptopnya,dia berdiri sambil bersedekah,menatap suaminya lekat.
Dewa yang merasa ditatap,langsung mendongak menatap istrinya yang tengah berdiri dan menatapnya dengan penuh tanya.
merasa ada yang ingin di bicarakan oleh istrinya Dewa langsung menutup laptopnya,dan menarik istrinya agar duduk di atas pangkuannya. dia memeluk dan mencium kening istrinya
"ada apa?apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Dewa sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Tiara.
"mas...apa benar kamu masih memberikan pekerjaan kepada kak Wili?bukankah mas sudah memberinya cuti selama satu bulan untuknya menghabiskan waktu untuk berbulan madu?" tanya Tiara penasaran.
Dewa langsung mengurai pelukanya,dan menatap sang istri dalam.
"apa maksudmu sayang?aku sudah memberinya waktu cuti mana mungkin aku memberikannya pekerjaan yang seharusnya dia libur bekerja dan satu lagi kami sudah sepakat untuk membagi perusahaan menjadi dua bagian karena memang lima puluh persen milik Wili dan kami sepakat untuk membaginya ketika kami sudah menikah. dan sekarang aku sudah tidak punya hak untuk menyuruhnya jadi intinya kami sudah menangani perusahaan kami masing-masing." ucap Dewa menjelaskan
"tapi kata Intan kamu memberinya tambahan pekrjaan,dan sekarang kak Wili sedang mengerjakan tugas yang kamu berikan."
"hah...pasti dia sedang mengingat wanita itu." gumam Dewa yang masih di dengar oleh Tiara.
"wanita?maksudmu,wanita yang mana maksudmu mas?apa kak Wili mempunyai wanita lain?" tanya Tiara beruntun.
Dewa menghela nafas kasar,mau tidak mau dia harus menceritakan semuanya kepada sang istri.
"jadi,villa yang mereka tempati sekarang adalah milik kak Wili,dan villa itu banyak kenangan tentang Angelina?" tanya Tiara dengan nada kesal.
"iya...mungkin karena itu sekarang Wili sedang mengingat wanita itu. aku kira Wili sudah melupakannya karena dia sudah menikah dan bahkan sudah mencintai Intan,tapi kenapa dia bersikap seperti itu?" ucap Dewa sedikit kecewa dengan Wili.
"jadi maksudmu kak Wili masih belum melupakan wanita itu?tapi kenapa dia malah menikahi Intan?apa dia tidak berpikir jika Intan tahu pasti intan merasa kecewa dan sakit hati?" kesal Tiara.
"sudahlah sayang,jangan terlalu ikut campur urusan mereka,mereka sudah Dewasa pasti tahu apa yang terbaik untuk mereka,kita doakan saja agar Wili bisa cepat melupakan wanita itu." ucap Dewa menenangkan istrinya dan mengingatkan agar istrinya tidak terlalu ikut campur urusan rumah tangga Wili dan intan.
"iya aku harap sepeti itu mas,tapi jika kak Wili menyia-nyiakan Intan jangan harap dia akan bisa mendapatkan maaf dariku dan aku akan menjuhkan Intan dari kak Wili jika sampai kak Wili menyakiti Intan terlalu dalam." Janji Tiara,ia tak rela jika sahabatnya di sakiti oleh orang lain meskipun itu Wili yang sudah ia anggap sebagai kakanya sendiri.
pukul tiga dini hari Wili baru memasuki kamarnya,dia melihat Intan yang tengah tertidur meringkuk di bawah selimut.
Wili merasa bersalah kepada wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya itu,dia masih belum bisa melupakan angel.
dan tadi pagi dia mendapat kabar dari orang suruhannya yang sengaja ia suruh untuk mengawasi angel mengatakan bahwa wanita itu sudah kembali ke Indonesia dan sekarang tengah mengurus rumah sakit milik ayahnya.
tanganya terulur mengelus kepala Intan yang tengah tertidur,Intan yang merasa ada tangan yang tengah mengelusnya sontak ia terbangun dan mendapati suaminya tengah tersenyum menatapnya.
"mas sudah selesai?" tanya Intan dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"maaf sudah membangunkanmu,kembali tidur." bukan jawaban yang di dapat melainkan perintah,tak mau berdebat intan memeluk Wili dan kembali tidur,karena dia masih sangat mengantuk.
Wili mengelus punggung intan dengan lembut,sesekali ia mengecup singkat kening intan tak lama setelah itu ia mendengar dengkuran halus dari mulut Intan.
"maafkan aku,tetapi aku berjanji akan mencoba mencintai mu dan melupakannya." gumamnya dan tak lama ia ikut terbuai ke alam mimpi.
sebenarnya Wili tidak benar-benat bekerja itu hanya akal-akalan nya saja,ia berada di sebuah kamar yang isinya dengan kenangan yang menyangkut dengan Angelina,bahkan ada beberapa bingkai foto berukuran besar,fotonya dengan Angelin saat berlibur ke Bali. dan vila yang intan tempati saat ini adalah vila yang pernah di tempati Angeline dan Wili dulu. awalnya Wili memberikan vila ini untuk Angelin terapi wanita itu menolak. dan hingga akhirnya mereka sepakat jika mereka berlibur ke Bali maka mereka akan menginap disini.
dan entah kenapa Wili malah membawa Intan kesini,ia sendiri juga bingung. dia berpikir mungkin dengan ia membawa intan ke sini maka kenangannya bersama Angelin akan menghilang dengan kehadiran Intan di dalam hatinya.
pagi hari Wili sudah membuka matanya,ia melihat intan yang masih tertidur lelap di dalam dekapannya. perlahan ia menjauhkan dirinya dari intan,dan mengecupnya sekilas lalu berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri ia akan berusaha keras melupakan Angelin dan menerima Intan sebagai istrinya. bukankah ini pilihannya dia yang menginginkan Intan mau menikah denganya,jadi Intan sudah menjadi tanggung jawabnya dan ia akan mencintai intan dengan tulus. ia yakin pasti cintanya kepada Angeline akan menghilang dengan hadirnya intan di kehidupannya
Wili keluar dari kamar mandi dan melihat Intan yang masih setia memejamkan matanya. Wili memilih mengganti bajunya terlebih dahu lalu setelah itu ia akan membangungkan istrinya itu
"sayang bangun,ayo kita berangkat sekarang bukankah kau memintaku untuk mebawamu jalan-jalan hari ini?" ucap Wili sambil mengelus lembut pipi Intan.
Intan menggeliat saat merasakan tangan dingin membelai pipinya,ia membuka matanya melihat senyuman manis dari wajah tampan suaminya itu.
"aku masih ngantuk mas,sebentar lagi ya..." gumam intan dengan kembali memejamkan matanya.
"tidak sayang,kita harus berangkat sekarang agar tidak kemalaman sampai disana." ucap Wili berusaha membangunkan Intan.
Intan mendudukan tubuhnya tetapi matanya masih setia terpejam, Wili yang merasa gemas melihat tingkah Istrinya langsung mencium wajah istrinya secara bertubi-tubi.
"ha ha ha...mas geli ih,iya iya aku bangun." ucap intan menghentikan Wili yang menciumi wajahnya dan membuatnya kegelian.
"mas kita mau kemana sih?" tanya intan saat sudah berada didalam mobil,bahkan mereka hanya berdua yang biasanya Wili akan membawa satu pengawal tetapi kali ini ia tidak membawa.
"nanti kamu pasti akan tahu sayang." jawab Wili.
Intan diam dan menurut kemana Wili akan membawanya pergi. didalam mobil Intan selalu bercerita tentang apa yang tengah terjadi dan Wili seperti biasa menjadi pendengar. terkadang muncul cerita konyol yang membuat Wili tertawa.
karena sangking asiknya mengobrol akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju.
"mas ini rumah siapa?kok sepi gak punya tetangga?" tanya Intan heran
memang rumah yang mereka tuju berada di tengah hutan dan tak ada rumah lain selain rumah ini.
"sebentar mas buka gerbang dulu ya."
intan diam masih menatap heran gerik Wili, dan Samapi wi masuk kembali ke dalam mobil dan memasukkan mobil ke dalam rumah tersebut.
intan di buat terpana dengan pemandangan yang begitu indah taman yang penuh bunga dan air mancur di bawahnya ada kolam ikan yang tengah berenang kesana kemari.
"ini rumah siapa mas?" tanya intan.
"ini rumah kita dek,mas sengaja membangun rumah disini jauh dari pemukiman dan suasananya sangat tenang mas menyukainya,apa kau suka?" tanya Wili.
"suka mas..." intan tersenyum bahagia.
"tapi apa kita akan menetap disini?" tanyanya lagi.
"tentu saja tidak sayang,kita akan kesini saat kita akan berlibur kebali atau ketika membutuhkan ketenangan. jika aku sedang sibuk,dan kau ingin datang kesini maka kau bisa menyuruh felix untuk mangantarmu kesini." Wili menjelaskan sambil membawa intan berjalan masuk ke rumah.
intan menghentikan langkahnya,lalu menatap sang suami bingung.
"Felix?siapa?" tanya intan.
"Felix orang yang akan mas suruh untuk menjagamu nanti."
"aku tak butuh penjaga mas,aku bisa sendiri." ucap intan menolak.
"tidak mas akan merasa tenang jika kau ada yang menjaga,kau tahu sendiri mas banyak musuh dek,banyak yang menginginkan mas hancur maka mau tidak mau kamu harus ada pengawal." ucap Wili tak mau di bantah.
Intan pasrah dan mau tak mau dia harus mau karena dia juga tak ingin membuat Wili mengkhawatirkannya.
intan terpaku melihat desain rumah yang sangat sederhana namun elegan. rumah ini berlantai satu dan hanya ada dua kamar. walaupun rumah ini jarang di tempati tetapi rumah ini terlihat bersih dan nyaman.
"setiap pagi akan ada orang yang akan membersihkan tempat ini." jelas Wili seakan tahu apa yang ada di pikiran istrinya itu
intan hanya manggut manggut mendengar penjelasan dari Wili. Intan ingin memasuki kamar yang yang berada tepat di sebelah ruang tubuh tetapi dengan cepat Wili mencegahnya
"tidak sayang kamar kita ada di sebelah sana." ucap Wili sambil menunjuk sebuah kamar yang ada di pojokan.
"ini kamar siapa mas?kenapa aku tidak boleh masuk?" tanya intan mulai penasaran pasalnya Wili terlihat tegang saat intan ingin membuka kamar ini.
"ini ruang kerjaku sayang." jelas Wili.
"tapi..."
belum sempat intan menyelesaikan ucapannya Wili menggendong tubuh mungil milik istrinya dan membawanya ke kamar mereka.
"sudahlah sayang jangan banyak bertanya,lebih baik kita bikin baby agar semakin lengkap kebahagiaan kita,mas sudah tidak sabar ingin segera memiliki anak yang akan melengkapi kebahagiaan kita nanti." ucap Wili yang langsung membuat pipi Intan merah merona.