Sampul Novel Terjebak Nafsu Dua CEO

Terjebak Nafsu Dua CEO

8.9 / 10.0
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya dan menjaga kemitraan korporat, Karine, seorang duta perusahaan, terpaksa menyerahkan kesuciannya pada dua CEO bernama Bilang dan Arum. Selama dua tahun, ia bertahan menjadi wanita simpanan mereka demi profesionalitas dan ambisi, meski sadar kedua pria itu telah beristri. Kini, hubungan gelap yang dijaga rapat ini terancam hancur berantakan ketika para istri sah mulai mencium aroma perselingkuhan mereka. Akankah rahasia ini terbongkar?

Terjebak Nafsu Dua CEO Bab 1

Karine hanya mampu menikmati gairah yang diberikan oleh dua CEO tampan dalam ruangan rapat kedap suara. Tubuh mungilnya ditelanjangi, ditindihnya ke arah tembok sehingga pergerakannya terkunci. Empat tangan ganas berurat berusaha mengerogoti seluruh belah tubuh Karine.

"Apa kamu menginginkan kerja sama ini tetap berjalan, hmm?" Pak Bilang mendonggakkan dagunya, terlihat mata masih terpejam menikmati sentuhan.

Pak Arum ikut berucap, "Dengan begini kamu tidak perlu susah payah mempertahankan karir menjadi seorang duta perusahaan. Kami bisa memberimu hingga miliaran. Siapa yang akan menolaknya."

Suara desahan mulai digemai dalam ruangan. Pakaian kantor Karine yang tadinya cukup rapi kini satu-persatu mulai lepas. Tubuhnya kini tanpa benang.

"Tidak perlu takut, kamu sudah melakukan ini selama dua tahun, bukan?" Terus saja pertanyaan dialihkan pada Karine, tepat pada jenjang telinganya.

Suara Pak Bilang dan Pak Arum begitu membuat Karine ikut bernafsu tinggi.

"Apapun demi perusahaan," jawab Karine yang sesekali mendesah.

Tingg

Namun, suara dentingan ponsel membuat mata ketiganya menyorot pada atas rak buku, menghentikan aksi yang telah diperbuat.

"Siapa?" Pak Arum bertanya mendahului setelah mengetahui dentingan ponsel itu berasal dari ponsel Pak Bilang, meninggalkan Karine tanpa pakaian di atas meja kerja.

Dilihatnya panggilan itu berasal dari Nadin, istri Pak Bilang. Jelang beberapa menit, mereka melakukan sebuah perbincangan hingga berakhir.

"Aku cabut duluan," ungkap Pak Bilang yang langsung saja meraih pakaiannya dan segera bergegas keluar dari ruangan itu meninggalkan Karine dan Pak Arum di sana.

"Sepertinya aku harus menikmati tubuh mungilmu sendirian, Karine."

Tak ingin melewatkan kesempatan itu, Pak Arum tanpa aba-aba memusatkan perhatiannya pada tubuh Karine yang sedari tadi siap. Mereka kembali melakukan aksinya tanpa menyadari kini jarum jam telah menunjuk pukul 17.30.

Setelah berkemas, Karine berucap, "Pak, duluan ya." Ia meraih segala perlengkapannya, membersihkan seisi ruangan seolah tak terjadi apa-apa di sana.

"Iya, istri Bapak juga sudah menelepon," akhirnya.

Kini Karine meninggalkan ruangan, melihat jam mulai larut, Karine bergegas keluar dari perusahaan tersebut setelah mendapati suasana luar mulai menjelang magrib. Lagian di tempat itu juga sudah tidak ada siapa-siapa.

Kakinya dengan cepat berjalan menyusuri trotoar menuju kompleks yang tempatnya tak jauh dari sana, ia hanya mengandalkan kaki agar bisa sampai walau selangkangannya lumayan perih berjalan.

"Karine!" Suara teriakan dari arah berlawanan membuat langkah wanita itu terhenti.

Yuna, salah satu karyawan perusahaan milik CEO menghampiri. Ia juga tinggal di daerah komplek Karine. Tampak di tangannya terdapat kantong kresek dengan isian martabak di dalamnya.

"Si Yuna lagi! Pasti dia bakalan tebak gua dari mana!" batin Karine seraya memutar bola matanya malas. Tampak tak ada semangat untuk kembali berdebat dengannya terlebih lagi keadaan tubuh Karine yang mulai lemas akibat ulah Pak Arum beberapa menit lalu.

Dengan tatapan mencurigakan, Yuna bertanya, "Baru pulang dari kantor? Emang ada bisnis penting banget yang harus lo bicarakan sampai selarut ini?"

"Udahlah, gak usah kepo urusan atasan!" Karine menjawab disertai alisnya yang mulai mengerut. Tampak tingkahnya membuat Yuna mampu menebak.

Perahan Yuna mendekatkan wajahnya pada raut wajah Karine, mencoba membaca sudut wajah. "Lo ... Habis digilir lagi kan sama CEO tampan itu?" tebaknya tanpa ragu.

"N-nggak! Gak usah mikir aneh, gua ada tugas tambahan tadi!" hindarnya. Tak ingin di tanya macam-macam lagi, Karine berusaha menjauh dari posisi Yuna setelah feeling nya mulai tak bisa ditebak.

"Bohong, gua juga dapat Pak Arum tadi baru pulang. Berarti pasti habis-"

Huussttt!!!

"Sekali lagi lo ngomong ini, gua bakalan lapor ke atasan lo! Awas aja!" Bibir Yuna di dekap seketika oleh Karine, takut jika tetangganya ikut mendengarkan perbincangan ricuh itu.

Kini dengan cepat ia menjauh, tubuhnya tak bisa di topang lebih lama lagi. "Halahh, pasti Yuna iri soalnya perusahaan gua bakal tetap kerja sama sama perusahaan atasannya!"

Karine mulai meraih kunci kompleknya dari bawah pot bunga, di pegangnya gagang pintu bersiap untuk masuk.

Clakk

Ruangan itu terbuka, Karine menghempas seisi tasnya di atas kasur yang sedari tadi pagi berantakan saat ia meninggalkan tempat itu, setelahnya beralih menuju kamar mandi untuk membersihkan cairan putih kental Pak Arum yang sempat tersisa di area intimnya.

Jam kini menunjuk pukul 21.34, Karine sibuk dengan ponsel di atas kasur empuk miliknya, bersenda gurau bersama lawan gender di dalam ponsel tersebut.

David, kekasih Karine yang sampai saat ini belum juga mengetahui kelakuan dari pacarnya padahal mereka telah merajut asmara sekitar tiga tahun sepuluh bulan. Memang, David terkadang mempunyai firasat buruk tentang Karine tapi kembali di kuatkan oleh gugatan Karine yang seakan tak pernah melakukan hubungan intim dan berlagak layaknya seorang gadis perawan.

[Udah dulu ya Ayang, ngantuk.]

[Ok, see you baby]

Mereka mengakhiri perbincangan yang berlangsung sekitar satu jam empat puluh menit. Karine hanya beralasan, nyatanya ia mendapati panggilan dari Pak Bilang, bagaimanapun CEO itu yang utama.

"Pak Bilang ngapain telepon tengah malam? Apa dia butuh gua lagi, soalnya kan tadi dia gak sempat, mana tadi udah di ujung."

Tangannya perlahan menekan tombol, memastikan bahwa memang yang menelepon adalah Pak Bilang. Tanpa berdecak lebih dahulu, Pak Bilang memulai.

[Karine, di mana?] Dari suaranya saja Karine mampu menebak bahwa pria beristri itu menginginkan sesuatu. Suara agak candu.

Karine ikut membalas dengan suara yang mampu menggoda Pak Bilang pula. [Iya Pak? Ini di komplek sendirian.]

[Tunggu Bapak di situ,] akhir Pak Bilang sontak mematikan panggilan tersebut. Karine mampu menebak maksud dari pria muda.

Tak membuang banyak waktu, ketukan pintu komplek terdengar jelas. Karine mampu menebak bahwa itu adalah Pak Bilang.

Clakk

Dibukanya pintu tersebut, memperlihatkan Pak Bilang dengan kegagahannya berdiri di sana. Tanpa berucap, pria itu langsung saja meraih dan mendorong tubuh Karine hingga mentok pada tembok. Tatapannya agak berbeda.

"Pak? Bapak mabuk?" tanya Karine perlahan. Suara napas Pak Bilang mampu ia dengar begitu jelas. Tak ada celah di antara keduanya.

"Kamu mau bisnis tetap berjalan? Maka, terima ini!" Belah dada yang tertutup dengan baju tidur bergambar Doraemon tanpa bra yang ia gunakan sangat mudah membuat Pak Bilang menjelajah. Terus saja CEO itu menikmati tubuh Karine, sedangkan gadis itu hanya pasrah.

Kecupan tercipta agak lembut, Karine berusaha menarik tubuhnya menuju kamar agar lebih leluasa. Sesampainya, Pak Bilang langsung saja menghempas tubuh Karine di atas kasur dengan ganas, perlahan baju dan celana yang ia gunakan mulai terbuka, menyisakan CD biru navy milik Pak Bilang.

"S-stop Pak." Karine menghentikan aksi Pak Bilang sekejap.

Tanpa bertanya, pria kekar itu hanya menunggu Karine melanjutkan ucapannya. "Nanti kalau ada yang tau Bapak di sini kan bahaya. Apalagi ini pertama kalinya Bapak ke sini malam-malam, takutnya ada yang lapor ke istri Bapak."

"Siapa yang berani melawan saya? Apa saya harus peduli? Saya tidak peduli! Yang jelas nafsu saya malam ini terpenuhi oleh tubuh mungilmu, Karine!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjebak Nafsu Dua CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED